
Melarikan Diri
Sesuai permintaan Leon, Jovita di bawa ke salah satu kamar mewah, kamar itu kabarnya kamar wanita pilihan Leon, sekarang wanita itu sudah tiada karena sudah di lenyap kan oleh Leon karena berkhianat.
Kamu di sini saja, jika kamu menurut aku yakin bos akan berubah pikiran dan melepaskan mu, jadi jangan melawan apa yang dia inginkan.”
Toni memberinya nasihat, meminta Hara agar tidak melawan.
“Aku tidak ingin bertemu dengannya kak"
“Dia ingin membawamu keluar, maka itu jadilah anak penurut, mandi dan berdandan yang cantik, ini pakaian yang kamu pakai.”
Toni memberinya sebuah tas berwarna keemasan yang di dalamnya berisi pakaian.
Setelah berpikir panjang dan tidak ada pilihan, Hara akhirnya menuruti apa yang di katakan Toni,
Ia mandi mencoba berdandan, tetapi hasilnya aneh dan murahan, ia mengusapnya lagi, hanya memakai bedak tidak mau berusaha keras untuk tampil cantik.
‘Untuk apa aku tampil cantik untuknya’ baginya Hara membatin.
Sementara Leon berpenampilan keren, setelan jas berwarna biru model tuksedo, ia menunggu Jovita di ruangannya.
Tetapi saat Jovita datang, penampilannya yang tidak memakai riasan membuatnya menatap sinis, menilai kalau Jovita mencoba melawan.
“Kalian boleh keluar, tinggalkan kami,” pinta Leon mengusir anak buahnya yang mengantar Jovita
Ia mendekat menatap jovita yang berdiri dengan kepala menunduk, ia mengangkat dagu Jovita dengan satu jarinya.
“Kamu.. mencoba membantah saya lagi?”
“Tidak, saya tidak bisa, saya sudah mencoba dari tadi hasilnya jadi aneh, makanya aku menghapusnya,” kata Jovita jujur.
“Kamu tau, aku lelaki berkelas, aku tidak ingin wanitaku yang biasa-biasa saja, aku ingin wanita cantik, apa kamu paham?”
“Saya tidak biasa memakai riasan wajah, saya tidak pintar,"ucap Jovita masih dengan kepala menunduk.
“Baiklah, kita hanya punya waktu satu jam lagi.” Leon merogoh kantong celana menemukan ponselnya, lalu menelepon Nana lagi, meminta wanita itu, untuk mendandani Jovita. dengan sentuhan makeup dari anak buah Nana, Jovita terlihat sangat berbeda.
“Baik terimakasih, hal ini jangan bilang-siapa-siapa,” kata Leon pada wanita yang menyulap Jovita jadi wanita cantik.
“Baik Bos.”Wajah cantiknya sengaja dibuat gemulai, wanita itu suka dengan Leon.
__ADS_1
‘Dia dikelilingi wanita-wanita cantik, kenapa ia tidak memakai salah satu dari mereka untuk menemaninya sih?
Tadi, kan dia juga ditemanin wanita cantik untuk dia tiduri. Dia punya selusin stok wanita-wanita cantik dan seksi.
Kenapa harus aku?’ Jovita membatin, matanya melirik wanita cantik yang mendandaninya, ia seorang wanita yang cantik dengan body seksi dan kulit putih mulus, berbeda dengan Jovita .
“Ayo” Leon berjalan di depan, menuju lantai atas, helikopter sudah menunggu siap mambawa keduanya terbang.
Duduk di dalam burung besi itu, Jovita tidak bertanya, ia akan di bawa kemana, ia hanya duduk diam.
Hingga tiba di Jakarta, Jantungnya berdegup-degup lebih cepat.
‘Aku harus bisa melarikan diri dari sini’ Jovita mulai memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa lepas dari Leon.
“Jangan berpikir untuk kabur dari saya,” ujar Leon memberinya peringatan.
“ Baiklah” Jovita mengangguk patuh.
Tetapi otak Jovita mulai berputar-putar mencari celah.
Acara itu diadakan di salah satu Hotel dengan konsep pakai topeng.
‘Oh pantas dia mau membawaku karena pesta topeng’
Leon menggenggam tangannya tidak pernah melepaskannya.
‘Aku harus bagaimana, agar aku bisa lepas?
memikirkan cara melarikan diri dari leon.
Leon terlihat menyapa beberapa orang lelaki? sepertinya orang –orang penting atau klien mereka memberi kode untuknya.
Jovita merasa kakinya pegal karena tidak biasa memakai sepatu hills
Sementara Leon terus menyeretnya ke sana- kemari.
“Kakiku lecet, saya tidak tahan,”ujar Jovita.
Ia berpikir ini kesempatannya untuk melarikan diri.
“Baiklah, mari kita pulang,”
__ADS_1
“Haaa pulang, jangan pulang dulu nikmati saja dulu acaranya, saya akan duduk di kursi.” Jovita menunjuk sofa.
Leon sudah merasakan ada gelagat aneh pada Jovita, ia tahu apa yang di pikirkan Jovita.
Jovita berpikir. ‘Demi apapun aku tidak ingin kembali ke tempat Leon’
Otak mereka berdua berpikir keras, lalu siapa yang akan bisa bertindak duluan.
Keadaan berpihak pada Jovita, saat ia duduk tiba-tiba lampu di matikan, di beri aba-aba untuk mendapatkan pasangan untuk di ajak berdansa, saat itu juga Jovita tidak menunggu lama Ia langsung melarikan diri, saat lampu dinyalakan suasana riuh karena banyak pasangan, yang salah menarik pasangan baik Leon juga demikian, sebelum ia kabur, Jovita menarik tangan seorang wanita mendorongnya ke depan Leon.
“Dasar …. Kamu tidak akan bisa lepas dariku gadis bodoh,” ujar Leon wajahnya sangat kesal
Leon tidak ingin buruannya lepas, ia menghubungi orang-orang yang tinggal di Jakarta untuk mencari Jovita.
“Aku akan memberimu pelajaran kalau kamu sudah ketemu. Awas saja,” ucap Leon.
“ Dasar gadis bodoh … kamu tidak akan bisa lepas dariku,” ujar Leon, raut wajahnya terlihat sangat kesal, ia menyalakan sebatang rokok, bola mata berwarna hitam pekat menatap sinis, ada kemarahan terpancar di sorot mata itu.
Tadinya ia kasihan pada Jovita, maka itu, ia membawanya ikut ke acara salah satu koleganya. Tetapi ia tidak tahu, kalau wanita yang jadi jimat untuk membuatnya tidur akan nekat kabur.
Leon mengarahkan anak buahnya yang tinggal di kota, meminta menyisir segala tempat untuk mencari boneka tidurnya.
‘Jangan harap kamu bisa lari dariku, aku akan mendapatkan kamu, walau kamu pergi ke kolong langit sekalipun’ kata Leon mengepal tangannya. Ia merasa kalau ia gagal menjaga Jovita
Leon yakin, akan mendapatkannya karena sejak dari kecil ia sudah tahu siapa yang jadi temanya, dan dimana tempat tinggal kerabat yang biasa Jovita datangin.
Leon tahu semua tentang jovita, sebaliknya Jovita tidak pernah mengenal bahkan tidak pernah membuat masalah pada lelaki kejam itu.
Berhasil kabur dari Leon, Jovita berlari dari Hotel dan langsung menaiki taksi, membawanya meninggalkan hotel tempat acara.
Ia terus saja menoleh ke belakang, memastikan lelaki itu tidak mengikutinya.
Dalam taksi ia baru menyadari, kalau ia tidak punya uang untuk membayar ongkos taksi, karena ia tidak membawa apapun selain pakaian yang melekat di tubuhnya, dan sepatu yang ia pakai hanya itu yang ia miliki saat ini.
‘Wah, bagaimana ini, aku harus bagaimana? Kalau aku bilang tidak punya uang, bapak ini bakalan menurunkan ku di tengah jalan ini’ Jovita membatin. Ia naik taksi tetapi tidak punya uang.
Bersambung ….
Jangan lupa dukungannya iya kakak Like vote dan berikan komentar yang membangun
Jangan lupa juga ke karyaku yang lain.
__ADS_1
“Cinta Untuk Sang Pelakor( Tamat)
-Menikah dengan Brondong( Ongoing)