Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Hara Bersamaku, Dia Baik-baik Saja


__ADS_3

“Aku sudah tahu kalau kamu akan mengalami itu lagi, Papi dan aku sudah berkomunikasi dengan dokter yang  pertama kali yang menangani kamu saat kamu terluka dulu,  sudah memberi tahuku, kamu bisa mengalami lupa ingatan lagi suatu saat, mungkin saat inilah yang dimaksud dokter itu, apa kamu sudah merasa sedikit tenang?”Tanya Maxell.


"Kak Maxell kamu lelaki yang baik," ujar Hara dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau aku baik. Kamu tidak akan meninggalkanku Hara," ujar dokter tampan itu dengan senyuman ketir.


"Aku yakin .... suatu saat nanti, kamu akan menemukan jodoh yang terbaik."


"Aku bukan orang baik Hara, aku jahat, buktinya aku mengirimkan pesan yang bernada kebencian padamu."


"Itu salahku Kak Maxell, akulah yang salah duluan, aku paham rasa kecewa yang kamu rasakan dan keluargamu rasakan,0aku minta maaf Kak," ujar Hara dengan tulus.


Ia mengatupkan kedua tangannya, tanda memohon, Hara sangat merasa bersalah setelah mendengar mami Maxell sampai sakit saat pernikahannya dengan Maxell gagal, saat Maxell mengirim pesan itu padanya, Hara tidak memberitahukan pada Leon ia menyimpan sendiri dalam hati dan menjadi beban pikiran baginya.


"Mulai saat ini, lupakan lah," ujar Maxell.


Hara sangat terharu karena Maxell memberinya botol kecil yang  bisa ia gunakan saat ia merasa pusing dan sakit kepala.  Hara  merasa nyaman dan tenang  dengan botol kecil di tangannya.


Ia sangat  senang saat Maxell akhirnya memaafkannya, awal ia mengalami babyblues itu karena Maxell.


Beberapa minggu lalu Maxell  beberapa kali mengirimnya pesan, berisi nada menyalahkan bahkan  sempat  ujaran kebencian. Tetapi belakangan, setelah mendengar kalau Hara mengalami depresi karena ulahnya, ia akhirnya menyesal. Ia  memilih menyelamatkan Hara dari incaran seorang pembunuh bayaran yang disewa Bianca.


“Apa Kak Maxel  benar- benar memaafkanku?” Tanya Hara wajahnya berseri bagai bunga tulip yang sedang mekar.


“Iya,  Hara, tetaplah tersenyum  melihat dunia ini, tidak perduli bagaimana alam menyapamu, tidak perlu bagaimana hari menghardikmu, tidak perlu angin badai menguncang hatimu, tetaplah tersenyum dan kuat,” ucap Maxell.


“Maaf Hara kalau aku sempat menyakitimu. Itu ku lakukan karena aku terlalu mencintaimu, terkadang aku merasa ingin gila saat aku memikirkan kejadian di mana saat kita ingin menikah, tiba-tiba Leon menculikmu dan menikahimu, itu membuatku  sungguh tidak terima. Sempat terbesit dipikiranku ingin membunuh kalian berdua. Tetapi setiap kali aku mengikutimu dan melihatmu tertawa, aku ikut merasa bahagia. Setiap aku melihatmu terluka aku juga merasa sedih. Maaf karena aku terlalu mencintaim Hara, tetapi kali ini …. aku tulus, aku  berharap kamu sehat sampai melahirkan Hara .... Jangan depresi lagi itu berbahaya untuk bayimu,” ujar dokter berwajah tampan tersebut dengan tulus.


"Baiklah dokter," jawab Hara tersenyum.


Benar kata orang cinta bisa menjadikan seseorang jadi gila dan cinta juga bisa mengubah orang lain jadi baik, terlalu mencintai Hara Maxell ingin menjadi seorang yang berhati jahat, tetapi kebalik untuk Leon cinta juga mengubahnya jadi berubah jadi orang yang baik.


Tetapi kebaikan hati Hara akhirnya bisa mengubah sikap Maxell , dari dendam akhirnya dengan tulus ia mengikhlaskan Hara.

__ADS_1


Hara tidak melepaskan botol kecil itu dari hidungnya menghirup dan menghirupnya lagi dengan  dalam  membuat otaknya sedikit rileks.


“Kapan Kak Maxell akan pergi ke Jerman?”


Maxell membantu mendudukkan Hara di bangku   taman itu, ia berjongkok di depannya menatapnya dengan tatapan dalam.


“Hara. Kalau aku mengajak kamu pergi,  apa kamu mau?” tanya Maxell menatap  ke dalam manik-manik mata Hara, mata indah  itu menatapnya dengan tatapan  tanpa berkedip, menimbang ucapan Maxell.


“Kenapa? Apa ada bahaya?”


“Iya, hidup suamimu selalu di kelilingi bahaya, aku tidak tega melihat mu ikut terluka,” ujar Maxell.


“Kita mau kemana?” Tanya Hara bibirnya tersenyum.


 “Kita akan pergi di mana  tidak ada orang lain yang menyakitimu,  di mana  tidak ada orang lain yang mengincar keselamatanmu, di sana kamu bisa berlarian di hamparan yang di penuhi banyak bunga kesukaanmu dan ada banyak kuda yang aku kamu tunggangi.”


“Hanya kita berdua?” tanya Hara dengan tatapan mata serius.


Hara menggeleng lemah, “Aku tidak mau meninggalkan Leon dan aku juga tidak mau meninggalkan mereka berdua,” ucap Hara menunjuk perutnya. “Tidak bisakah kita pergi bersama-sama? agar kita bisa tertawa bersama, kita bisa mengajak Leon, Ibu atin, ibu Ina, om Piter dan istrinya kita juga bisa mengajak om Viky, agar kita bisa tertawa bersama. Jika kita bisa membahagiakan semua orang,  kenapa kita hanya melakukannya untu kita berdua saja?” Hara menatap Maxell,  ucapan Hara punya arti yang dalam,  seperti penolakan dengan cara yang manis.


“Iya kamu benar Hara, kamu memang  orang yang baik, kamu seperti malaikat. Malaikat yang bisa mengubah  dua iblis  jadi baik, tetaplah seperti itu Hara,” ucap Maxell ia berdiri menghembuskan napas  lega.


Tadinya banyak rencana yang sudah ia rencanakan, bahkan rencana buruk sekalipun sudah ia rancang. Tetapi bertemu Hara menatap ketulusan dan senyum manis dari bibir Hara, semua rencana buruk itu menghilang tertipu angin.


‘Tidak akan aku biarkan kamu  terluka Hara. ’ ucap Maxell menatap Hara  yang masih duduk  menghirup botol kecil yang ia berikan tadi, karena itulah Hara merasa tenang, aroma terapi yang di berikan  Maxell membuatnya tenang dan bersikap normal kembali.


* *


Beberapa jam sebelum Hara hilang.


Maxell sengaja menginap di hotel Leon, karena ia  tahu Hara dalam bahaya ada seseorang yang mengincar Hara, Maxell tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Terlebih setelah melihat  Hara yang depresi karena ulahnya sendiri, itulah awal Hara  mengalami  sakit  di bagian  belakang kepala, lalu ia mulai susah tidur dan mengalami babyblues. Tetapi belakangan, Maxell  merasa bersalah saat mendengar Hara mengalami depresi.

__ADS_1


 Apa lagi saat Maxell tahu ada  bahaya yang mengincar keselamatannya.


 Bianca mantan kekasih Leon, menyusul Maxell ke Jakarta, ia  datang ke Indonesia, lalu mengajak Maxell bertemu di cafe dan merencanakan pembalasan untuk Leon dan Hara.


Tetapi Maxell menolak bekerja sama dengan Bianca,  Maxell tahu kalau Bianca wanita yang nekat dan gila.


Makannya ia datang ke hotel, saat menginap di sana,  akhirnya tahu  dari kamar 208 keluar seorang pria dengan gerak- gerik mencurigakan  membawa   tas ransel besar.


Maxell mengikuti lelaki itu,  ada seorang penembak yang mengincar Leon  dan Hara.


 Maxell  meminta Ken untuk mengikuti ke gedung bank dan Maxell menjaga Hara di gedung atap  di mana penembak itu ingin melakukan aksinya.


Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2