
“Aku sudah tahu kalau kamu akan mengalami itu lagi, Papi dan aku sudah berkomunikasi dengan dokter yang pertama kali yang menangani kamu saat kamu terluka dulu, sudah memberi tahuku, kamu bisa mengalami lupa ingatan lagi suatu saat, mungkin saat inilah yang dimaksud dokter itu, apa kamu sudah merasa sedikit tenang?”Tanya Maxell.
"Kak Maxell kamu lelaki yang baik," ujar Hara dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau aku baik. Kamu tidak akan meninggalkanku Hara," ujar dokter tampan itu dengan senyuman ketir.
"Aku yakin .... suatu saat nanti, kamu akan menemukan jodoh yang terbaik."
"Aku bukan orang baik Hara, aku jahat, buktinya aku mengirimkan pesan yang bernada kebencian padamu."
"Itu salahku Kak Maxell, akulah yang salah duluan, aku paham rasa kecewa yang kamu rasakan dan keluargamu rasakan,0aku minta maaf Kak," ujar Hara dengan tulus.
Ia mengatupkan kedua tangannya, tanda memohon, Hara sangat merasa bersalah setelah mendengar mami Maxell sampai sakit saat pernikahannya dengan Maxell gagal, saat Maxell mengirim pesan itu padanya, Hara tidak memberitahukan pada Leon ia menyimpan sendiri dalam hati dan menjadi beban pikiran baginya.
"Mulai saat ini, lupakan lah," ujar Maxell.
Hara sangat terharu karena Maxell memberinya botol kecil yang bisa ia gunakan saat ia merasa pusing dan sakit kepala. Hara merasa nyaman dan tenang dengan botol kecil di tangannya.
Ia sangat senang saat Maxell akhirnya memaafkannya, awal ia mengalami babyblues itu karena Maxell.
Beberapa minggu lalu Maxell beberapa kali mengirimnya pesan, berisi nada menyalahkan bahkan sempat ujaran kebencian. Tetapi belakangan, setelah mendengar kalau Hara mengalami depresi karena ulahnya, ia akhirnya menyesal. Ia memilih menyelamatkan Hara dari incaran seorang pembunuh bayaran yang disewa Bianca.
“Apa Kak Maxel benar- benar memaafkanku?” Tanya Hara wajahnya berseri bagai bunga tulip yang sedang mekar.
“Iya, Hara, tetaplah tersenyum melihat dunia ini, tidak perduli bagaimana alam menyapamu, tidak perlu bagaimana hari menghardikmu, tidak perlu angin badai menguncang hatimu, tetaplah tersenyum dan kuat,” ucap Maxell.
“Maaf Hara kalau aku sempat menyakitimu. Itu ku lakukan karena aku terlalu mencintaimu, terkadang aku merasa ingin gila saat aku memikirkan kejadian di mana saat kita ingin menikah, tiba-tiba Leon menculikmu dan menikahimu, itu membuatku sungguh tidak terima. Sempat terbesit dipikiranku ingin membunuh kalian berdua. Tetapi setiap kali aku mengikutimu dan melihatmu tertawa, aku ikut merasa bahagia. Setiap aku melihatmu terluka aku juga merasa sedih. Maaf karena aku terlalu mencintaim Hara, tetapi kali ini …. aku tulus, aku berharap kamu sehat sampai melahirkan Hara .... Jangan depresi lagi itu berbahaya untuk bayimu,” ujar dokter berwajah tampan tersebut dengan tulus.
"Baiklah dokter," jawab Hara tersenyum.
Benar kata orang cinta bisa menjadikan seseorang jadi gila dan cinta juga bisa mengubah orang lain jadi baik, terlalu mencintai Hara Maxell ingin menjadi seorang yang berhati jahat, tetapi kebalik untuk Leon cinta juga mengubahnya jadi berubah jadi orang yang baik.
Tetapi kebaikan hati Hara akhirnya bisa mengubah sikap Maxell , dari dendam akhirnya dengan tulus ia mengikhlaskan Hara.
__ADS_1
Hara tidak melepaskan botol kecil itu dari hidungnya menghirup dan menghirupnya lagi dengan dalam membuat otaknya sedikit rileks.
“Kapan Kak Maxell akan pergi ke Jerman?”
Maxell membantu mendudukkan Hara di bangku taman itu, ia berjongkok di depannya menatapnya dengan tatapan dalam.
“Hara. Kalau aku mengajak kamu pergi, apa kamu mau?” tanya Maxell menatap ke dalam manik-manik mata Hara, mata indah itu menatapnya dengan tatapan tanpa berkedip, menimbang ucapan Maxell.
“Kenapa? Apa ada bahaya?”
“Iya, hidup suamimu selalu di kelilingi bahaya, aku tidak tega melihat mu ikut terluka,” ujar Maxell.
“Kita mau kemana?” Tanya Hara bibirnya tersenyum.
“Kita akan pergi di mana tidak ada orang lain yang menyakitimu, di mana tidak ada orang lain yang mengincar keselamatanmu, di sana kamu bisa berlarian di hamparan yang di penuhi banyak bunga kesukaanmu dan ada banyak kuda yang aku kamu tunggangi.”
“Hanya kita berdua?” tanya Hara dengan tatapan mata serius.
Hara menggeleng lemah, “Aku tidak mau meninggalkan Leon dan aku juga tidak mau meninggalkan mereka berdua,” ucap Hara menunjuk perutnya. “Tidak bisakah kita pergi bersama-sama? agar kita bisa tertawa bersama, kita bisa mengajak Leon, Ibu atin, ibu Ina, om Piter dan istrinya kita juga bisa mengajak om Viky, agar kita bisa tertawa bersama. Jika kita bisa membahagiakan semua orang, kenapa kita hanya melakukannya untu kita berdua saja?” Hara menatap Maxell, ucapan Hara punya arti yang dalam, seperti penolakan dengan cara yang manis.
“Iya kamu benar Hara, kamu memang orang yang baik, kamu seperti malaikat. Malaikat yang bisa mengubah dua iblis jadi baik, tetaplah seperti itu Hara,” ucap Maxell ia berdiri menghembuskan napas lega.
Tadinya banyak rencana yang sudah ia rencanakan, bahkan rencana buruk sekalipun sudah ia rancang. Tetapi bertemu Hara menatap ketulusan dan senyum manis dari bibir Hara, semua rencana buruk itu menghilang tertipu angin.
‘Tidak akan aku biarkan kamu terluka Hara. ’ ucap Maxell menatap Hara yang masih duduk menghirup botol kecil yang ia berikan tadi, karena itulah Hara merasa tenang, aroma terapi yang di berikan Maxell membuatnya tenang dan bersikap normal kembali.
* *
Beberapa jam sebelum Hara hilang.
Maxell sengaja menginap di hotel Leon, karena ia tahu Hara dalam bahaya ada seseorang yang mengincar Hara, Maxell tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Terlebih setelah melihat Hara yang depresi karena ulahnya sendiri, itulah awal Hara mengalami sakit di bagian belakang kepala, lalu ia mulai susah tidur dan mengalami babyblues. Tetapi belakangan, Maxell merasa bersalah saat mendengar Hara mengalami depresi.
__ADS_1
Apa lagi saat Maxell tahu ada bahaya yang mengincar keselamatannya.
Bianca mantan kekasih Leon, menyusul Maxell ke Jakarta, ia datang ke Indonesia, lalu mengajak Maxell bertemu di cafe dan merencanakan pembalasan untuk Leon dan Hara.
Tetapi Maxell menolak bekerja sama dengan Bianca, Maxell tahu kalau Bianca wanita yang nekat dan gila.
Makannya ia datang ke hotel, saat menginap di sana, akhirnya tahu dari kamar 208 keluar seorang pria dengan gerak- gerik mencurigakan membawa tas ransel besar.
Maxell mengikuti lelaki itu, ada seorang penembak yang mengincar Leon dan Hara.
Maxell meminta Ken untuk mengikuti ke gedung bank dan Maxell menjaga Hara di gedung atap di mana penembak itu ingin melakukan aksinya.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1