
Pernikahan Toni.
Setelah sempat ditunda beberapa kali, akhirnya hari itu Leon dan Hara tidak mau Toni terus menunggu dan banyak berkorban padannya. Hara sudah sembuh , jadi mereka sepakat hari itu untuk melamar Kikan .
Ada kejutan yang besar yang terjadi di lamaran Kikan, keluarga Kikan tahunya kalau Toni hanya seorang pengawal seorang bos, bahkan mereka juga tidak tahu kalau bos yang di kawal Toni.
Toni dan Kikan sepakat tidak memberitahukan pada keluarga, bos tempat mereka berdua bekerja keluarga Kikan. Keluarga calon istri Toni sederhana dan tinggal di sebuah hunian padat penduduk di area Bekasi.
Untuk penghasilan keluarga, Ibu Kikan membuka warung sembako dan kakak lelakinya membuka warung makan sederhana.
Setelah Leon mengabari Kikan, kalau ia dan Ibu Atin sebagai keluarga Toni, akan datang melamar. Kikan kaget, ia tidak pernah menduga dan tidak pernah berpikir kalau Bos itu yang akan datang ke rumahnya.
Kikan memberitahukan kelurga, meminta keluarganya melakukan persiapan yang besar.
“Ma, yang akan datang itu .... bosku sendiri dan ibu dan istrinya, lakukan dengan baik,” ujar Kikan lewat telepon. Kerena Kikan tidak setiap hari pulang, ia tidur di rumah Leon.
Walau Bu Atin sudah sembuh, tetapi Leon tetap meminta Kikan tetap jadi perawat Bu Ati, ia tahu, wanita sudah sering sakit-sakit, jadi ia memintanya tetap bekerja di sana.
“Baiklah Nak, Mama akan meminta abangmu menghubungi semua keluarga kita,” ujar Ibu Kikan.
“Apa perlu kita menyewa satu tempat untuk lamaranmu? Kamu tahu sendiri, rumah kita sempit,” ujar Ibu Kikan.
“Kata Bos tidak usah Ma.”
"Baiklah, Mama hanya tidak ingin kamu malu sama bosmu."
Beberapa hari kemudian.
Leon beserta rombongan datang ke rumah Kikan, rombongan besar diantara :Zidan, Ken, Toni, Piter dan istri, BU Ina, Bimo dan seluruh pengawal . Jadi, Toni tidak terlihat sedikitpun seperti seorang yatim piatu.
Keluarga Kikan asli suku Manado dan memiliki keluarga besar yang tinggal di Jakarta dan Bekasi. Maka saat Leon datang beserta rombongan, mobil mewah berderet di depan di lingkungan padat penduduk itu, kedatangan rombongan Leon, mengundang perhatian para tetangga Kikan.
Bagaimana tidak, ketiga lelaki tampan menggendong anak-anak mereka, Chelia tidak mau lepas dari ayahnya.
Para sugar Dady
__ADS_1
Acara lamaran dimulai.
“Toni adalah adik angkat ku dan ini ibu kami berdua,” ujar Leon.
“Biaya pesta, akan kami tanggung semua Bu, untuk tempat Ibu tinggal milih di hotel saya di Jakarta apa di hotel Toni di Bandung,” lanjut Leon lagi.
Keluarga Kikan saling melihat, mereka tidak tahu kalau calon menantu mereka orang kaya yang pura-pura miskin di hadapan mereka. Toni sengaja tidak memberitahukan keluarga Kikan kalau ia juga seorang pebisnis, awalnya, ia ingin melihat tanggapan keluarga tersebut.
Namun melihat sikap baik dari keluarga Kikan yang mau menerima Toni, walau ia bilang pekerjaannya hanya seorang pengawal Bos, tetapi mereka tetap mau menerimanya dengan baik, bahkan meminta Toni tidak usah memikirkan tentang pesta besar yang terpenting sudah menikah dan resmi jadi sepasang suami istri.
Ketulusan hati keluarga Kikan menyentuh hati Leon dan Bu Atin saat ia mendengar cerita Toni.
Mereka hanya diam, saat Leon menjelaskan alasan Toni tidak mau membeberkan kekayaannya. Lamaran Kikan berjalan dengan baik dan mereka bersiap untuk menikah.
Toni akan menikah dengan Kikan, semua biaya pesta di tanggung Leon, bahkan ia membelikan satu rumah untuk keluarga Kikan, Toni cerita, kalau para tetangga sering sekali menganggap rendah keluarga Kikan, karena miskin, mendengar hal itu Leon terlihat iba, maka ia memberikan satu rumah untuk keluarga Kikan.
Dalam adat Leon, Ibu yang melahirkan Kikan mendapat banyak emas sebagai upah karena sudah membesarkan Kikan dengan baik, Bu Atin yang memberikan emas itu dalam bakul, Ibu Kikan sangat menikmati adat sang menantu, ia menangis terharu, karena putri bungsunya akhirnya mendapat keluarga yang sangat baik.
Padahal, Kikan, sudah sempat menolak untuk menikah, karena Kikan beberapa kali gagal menikah dengan kekasihnya, ia sering sekali mendapat cibiran dari tetangga, karena gagal. menikah, bahkan mantan kekasih Kikan terakhir ini, tetangganya sendiri.
Tetapi, kita tidak pernah mengerti rencana Tuhan, terkadang, kita diberi kegagalan untuk memberikan yang terbaik.
Kikan dan keluarganya membuktikan hal itu, ketika mereka dicemooh para tetangga karena Kikan gagal menikah dengan kekasihnya, mereka tidak menanggapi dan keluarga tidak pernah menyalahkan Kikan, tetapi, Ibu Kikan hanya berdoa dan berharap pada Tuhan, agar putrinya mendapat jodoh yang tepat.
Doa tulus sang ibu terjawab, Kikan akhirnya menikah dengan seorang pria baik, seperti Toni, bukan hanya baik , tetapi ia juga tampan dan kaya.
Melihat Kikan menikah dengan pria tampan dan kaya, semua tetangga dan mantan kekasihnya akhir bungkam.
Pernikahan Toni sangat mewah, diadakan di hotel Ichiro Hotel, selain mengundang semua rekan bisnis dan para artis juga beberapa pejabat. Leon juga mengizinkan media meliput pernikahan tersebut, ia bahkan menyebut kalau Toni adalah adiknya sendri pada wartawan.
“Terimakasih Bos,”ujar Toni, sebagai keluarga, Ia sungkem di kaki Bu Atin dan Leon. Tapi Leon menariknya berdiri.
“Jangan panggil aku Bos lagi, panggil aku abang, karena kamu adikku,” ujar Leon memeluk tubuh Toni.
Suasana sangat haru, karena mereka berdua lelaki yang yatim piatu yang sudah mengalami pahitnya kehidupan, tinggal di panti asuhan dan hidup di jalanan sudah pernah mereka berdua alami saat masih kecil. Pada akhirnya, Sang Penguasa langit bermurah hati pada mereka berdua. Hingga sampai ke titik di mana mereka mendapatkan pernikahan masing-masing.
Toni menangis sesenggukan di pelukan Leon, tiba-tiba masa sulit itu terlintas dalam benaknya. Bukan hanya Toni dan Leon yang menangis Zidan dan Ken ikut mengusap air mata.
__ADS_1
‘ Rikko, Iwan …. tenanglah kalian di sana’ kami sudah mendapatkan kebahagian kami di sini’ bisik Zidan mengusap sudut matanya.
Ken juga melakukan hal yang sama.
“Aku merindukan anakku,” ujar Ken.
“Makanya, bawa saja mereka ke Jakarta lalu menikah,” balas Zidan.
“Aku takut sama Bos,” ujar Ken.
“Bos, sudah tahu, jangan kamu pikir dia tidak tahu, dia punya banyak mata ,” ujar Zidan.
Ternyata Ken sudah punya anak usia empat tahun, saat ia tinggal di Bali dulu, ia menghamili seorang wanita bule dan hamil di luar nikah. Tetapi Ken tidak mau menunjukkan pada Leon,
Jadi ketiga anak buah kepercayaan Leon sudah mendapatkan kebahagian masing-masing.
Setelah pernikahan Toni selesai, beberapa minggu kemudian mereka semua datang ke Ziarah ke kuburan Iwan dan Rikko.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1