Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Pernikahan Toni


__ADS_3

Pernikahan Toni.


Setelah sempat ditunda beberapa kali, akhirnya hari itu Leon  dan Hara tidak mau Toni terus  menunggu dan banyak berkorban padannya. Hara sudah sembuh , jadi mereka sepakat hari itu untuk    melamar Kikan .


Ada kejutan yang besar yang terjadi di lamaran Kikan, keluarga Kikan tahunya kalau Toni hanya seorang pengawal seorang bos, bahkan mereka juga tidak tahu kalau bos yang di kawal Toni.



Toni dan Kikan sepakat tidak memberitahukan pada keluarga,  bos tempat mereka berdua  bekerja keluarga Kikan. Keluarga calon istri Toni sederhana dan tinggal di sebuah hunian padat penduduk di area Bekasi.


Untuk penghasilan keluarga, Ibu Kikan membuka warung sembako dan kakak lelakinya membuka warung makan sederhana.


Setelah Leon mengabari Kikan,  kalau ia dan Ibu Atin sebagai keluarga Toni, akan datang melamar. Kikan kaget, ia tidak pernah menduga dan tidak pernah berpikir kalau Bos itu yang akan datang ke rumahnya.


Kikan memberitahukan kelurga, meminta keluarganya melakukan persiapan yang besar.


“Ma, yang akan datang itu .... bosku sendiri dan ibu dan istrinya, lakukan dengan baik,” ujar Kikan lewat telepon. Kerena Kikan tidak setiap hari pulang, ia tidur di rumah Leon.


Walau Bu Atin sudah sembuh, tetapi Leon tetap meminta Kikan tetap jadi perawat Bu Ati, ia tahu, wanita  sudah sering sakit-sakit, jadi ia memintanya tetap  bekerja di sana.


“Baiklah Nak,  Mama akan meminta abangmu menghubungi semua keluarga kita,” ujar Ibu Kikan.


“Apa perlu kita menyewa satu tempat untuk lamaranmu? Kamu tahu sendiri, rumah kita sempit,” ujar Ibu Kikan.


“Kata Bos tidak usah Ma.”


"Baiklah, Mama hanya tidak ingin kamu malu sama bosmu."


Beberapa hari kemudian.


Leon   beserta rombongan datang ke rumah Kikan, rombongan besar diantara :Zidan, Ken, Toni, Piter dan istri, BU Ina, Bimo dan seluruh pengawal . Jadi, Toni tidak terlihat sedikitpun seperti seorang yatim piatu.


Keluarga Kikan asli suku Manado dan memiliki keluarga besar yang tinggal  di Jakarta dan Bekasi. Maka saat Leon datang beserta rombongan, mobil mewah berderet di depan  di lingkungan padat penduduk itu, kedatangan rombongan Leon, mengundang perhatian para tetangga Kikan.


Bagaimana tidak, ketiga lelaki tampan menggendong anak-anak mereka, Chelia tidak mau lepas dari ayahnya.



Para sugar Dady

__ADS_1


Acara lamaran dimulai.


“Toni adalah adik angkat ku dan ini ibu kami berdua,” ujar Leon.


“Biaya pesta, akan kami tanggung semua Bu, untuk tempat Ibu tinggal milih di hotel saya di Jakarta apa di hotel Toni   di Bandung,” lanjut Leon lagi.


Keluarga Kikan saling melihat, mereka tidak tahu kalau calon menantu  mereka orang kaya yang pura-pura miskin di hadapan mereka. Toni sengaja tidak memberitahukan keluarga Kikan kalau ia juga seorang pebisnis, awalnya, ia ingin melihat tanggapan  keluarga tersebut.


Namun melihat sikap baik dari keluarga Kikan yang mau menerima Toni, walau  ia bilang pekerjaannya hanya seorang pengawal Bos, tetapi mereka tetap mau menerimanya dengan baik, bahkan meminta  Toni tidak usah memikirkan tentang pesta besar yang terpenting sudah menikah dan  resmi jadi sepasang suami istri.


Ketulusan hati  keluarga Kikan menyentuh hati Leon dan Bu Atin saat ia mendengar cerita Toni.


Mereka hanya diam, saat Leon menjelaskan alasan Toni tidak mau membeberkan kekayaannya. Lamaran Kikan berjalan dengan baik dan mereka bersiap untuk menikah.


Toni akan menikah dengan Kikan, semua  biaya pesta di tanggung Leon, bahkan ia membelikan  satu rumah untuk keluarga Kikan, Toni cerita, kalau para tetangga sering sekali menganggap rendah keluarga Kikan, karena miskin, mendengar hal itu Leon terlihat iba, maka ia memberikan satu rumah untuk keluarga Kikan.


Dalam adat Leon, Ibu yang melahirkan Kikan mendapat banyak emas sebagai upah karena sudah membesarkan Kikan dengan baik, Bu Atin yang memberikan emas itu dalam bakul, Ibu Kikan sangat menikmati adat sang menantu, ia menangis terharu, karena putri bungsunya akhirnya mendapat keluarga yang sangat baik.


Padahal, Kikan, sudah sempat menolak untuk menikah, karena Kikan beberapa kali gagal menikah dengan kekasihnya, ia sering sekali mendapat cibiran dari tetangga, karena gagal. menikah, bahkan mantan  kekasih Kikan terakhir ini, tetangganya sendiri.


Tetapi, kita tidak pernah  mengerti rencana Tuhan, terkadang, kita diberi kegagalan untuk memberikan yang terbaik.


Kikan dan keluarganya membuktikan hal itu, ketika mereka dicemooh para tetangga karena  Kikan gagal menikah dengan kekasihnya,  mereka tidak menanggapi dan keluarga tidak pernah menyalahkan Kikan, tetapi, Ibu Kikan hanya berdoa dan berharap pada  Tuhan, agar putrinya mendapat jodoh yang tepat.



Doa tulus sang ibu terjawab, Kikan akhirnya menikah dengan seorang pria baik, seperti Toni, bukan hanya baik , tetapi ia juga tampan dan kaya.


Melihat Kikan  menikah dengan pria tampan dan kaya, semua tetangga dan mantan kekasihnya akhir bungkam.


Pernikahan Toni sangat mewah, diadakan di hotel Ichiro Hotel, selain mengundang semua rekan bisnis dan para artis juga beberapa pejabat.  Leon juga mengizinkan media meliput pernikahan tersebut, ia bahkan menyebut kalau Toni adalah adiknya sendri pada  wartawan.


“Terimakasih Bos,”ujar Toni, sebagai keluarga, Ia sungkem di kaki  Bu Atin dan Leon. Tapi Leon menariknya berdiri.


“Jangan panggil aku Bos lagi, panggil aku abang, karena  kamu adikku,” ujar Leon memeluk tubuh Toni.


Suasana sangat haru, karena mereka berdua lelaki  yang yatim piatu yang sudah mengalami pahitnya kehidupan, tinggal di panti asuhan dan hidup di jalanan sudah pernah mereka berdua alami saat masih kecil. Pada akhirnya, Sang Penguasa langit bermurah hati pada  mereka berdua. Hingga sampai ke titik di mana mereka mendapatkan pernikahan masing-masing.


Toni menangis sesenggukan di pelukan Leon, tiba-tiba masa sulit itu terlintas dalam benaknya. Bukan hanya  Toni dan Leon yang menangis Zidan dan Ken ikut mengusap air mata.

__ADS_1


‘ Rikko, Iwan …. tenanglah kalian di sana’ kami sudah mendapatkan kebahagian kami di sini’ bisik Zidan  mengusap  sudut matanya.


Ken juga melakukan hal yang sama.


“Aku merindukan anakku,” ujar Ken.


“Makanya, bawa saja mereka ke Jakarta lalu menikah,” balas Zidan.


“Aku takut sama Bos,” ujar Ken.


“Bos, sudah tahu, jangan kamu pikir dia tidak tahu, dia punya banyak mata ,” ujar Zidan.


Ternyata Ken sudah punya anak  usia empat tahun, saat ia tinggal di Bali dulu, ia menghamili seorang wanita bule dan hamil di luar nikah. Tetapi Ken  tidak mau menunjukkan pada Leon,


Jadi  ketiga anak buah kepercayaan Leon sudah mendapatkan kebahagian masing-masing.


Setelah pernikahan Toni selesai, beberapa  minggu kemudian mereka semua datang ke Ziarah ke kuburan Iwan dan Rikko.


Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2