Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Sikap baik akan mendapat balasan yang baik juga.


__ADS_3

Saat pagi tiba, Hara bangun, sementara Leon  sudah bangun lebih awal, lebih tepatnya,  ia tidak bisa tidur malam itu. Ia hanya duduk di depan teras  rumah sampai pagi


“Selamat pagi,” sapa Leon menatap Hara yang baru bangun.


“Kamu tidak pernah bertamu ke rumah orang, iya?” Tanya Hara menatap Leon dengan wajah serius.


“Sering. Kenapa?" tanya Leon menyipitkan kedua matanya.


“ Ini aku kasih tahu iya… kalau kamu bertamu ke rumah orang, setidaknya kamu bawa buah tangan, kalau dadakan seperti kita, setidaknya kamu bantu yang punya rumah jangan jadi seperti bos, semuanya harus di layani, buruan bantuin  bapaknya bekerja,” pinta Hara Leon.



Zidan yang mendengar lewat alat komunikasi tersenyum, karena baru kali sang bos diperintah untuk pegang mencangkul.


“Ha? kerja apa?”


‘Masa bos diperintah berkerja’ Leon membatin. Tetapi ia menurut, ia berdiri.


“Banyak ... potong kayu, menyangkul, bantuin angkat penen sayuran,” pinta Jovita menatap dengan serius.


“Memang harus, iya?”


“Iyalah pak Leon Wardana ... ini bukan Hotel dan restaurant yang bisa kamu bayar dengan uang, kamu, aku dan calon anakmu sudah dikasih makan enak sampai-sampai mereka berdua tidak makan tadi malam” ucap Hara,  ia mengajarkan Leon bagaimana cara menghargai orang lain.


“Ok, baiklah, apa yang duluan aku kerjakan?”


“Angkatin kayu bakarnya ke rumah, mungkin sore nanti akan hujan” pintanya  lagi.


“Harus iya?”tanya Leon lagi,  matanya menatap serius, ia memang tidak tahu bagaimana bersikap sopan dan ramah pada orang lain, hidupnya sudah terbiasa di lingkungan keras.


Bagi Leon jika ia ingin, ia bisa membelinya, kalau tidak, akan mendapatkannya  dengan paksa, itulah hidup yang di alami Leon sejak, ia  ditinggalkan orang tuanya dan itulah kehidupan yang diajarkan Bokoy.


Berbanding balik dengan hidup Jovita Hara yang mendapat cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya yang mengajarkannya tata Krama dan kesopanan. Jika takdir menjodohkan mereka, ini namanya saling melengkapi.


“Harus!” Jawab Hara tegas. Leon melakukan apa yang dikatakan Hara padanya.



Otot-otot tangan Leon terlihat  mengeras karena ia tidak pakai baju saat ia mengangkat kayu-kayu besar itu kedalam rumah.


“Tidak usah Mas, biarkan saja” ungkap si ibu merasa tidak enak.


“Tidak Bu, itu permintaan istri saya yang hamil,” ujar Leon. Menatap kearah Jovita, wanita hamil itu berdecak pinggang mengawasinya ,ia terlihat seperti nyonya besar yang memerintah karyawannya untuk bekerja.


Zidan yang mengarahkan teropong senjata pada sang Bos, tertawa melihat Leon  mengangkat kayu dan panen sayuran.


Saat Hara ikut membantu, Leon melarang dan berkata;


“Jangan. Jangan kamu duduk saja”


“Mas Leon ...  memetik terong ini, tidak akan membuatku capek," ujar Hara dengan suara mendoknya mendayu -dayu, mengikuti logat si ibu itu, Hara ikut membantu.

__ADS_1


“Duduklah Nona Hara, kamu boleh pegang terong ini,” ujar Leon memberikan satu terong ungu ukuran besar ke tangan Hara,.


“Ini apa maksudnya kasih aku terong besar,” ujar Hara tertawa melihat ukuran terong di tangannya.


“Aku tahu kamu pasti memikirkan yang jorok-jorok,” ucap Leon pelan.


Hara tertawa  saat Leon bisa menebak isi pikirannya.



“Kok kamu tahu,” ujar Hara  menahan tawa, ia menutup mulut dengan satu tangan.


Leon hanya menggeleng melihat kelakuan bumil cantik tersebut.


“Jangan melihatku seperti itu, aku jadi malu,” ujar Hara memasukkan  terong ke dalam karung lagi.


*


Posisi mereka berdua jauh dari Villa, Ken, melapor kalau para penjahat itu akhirnya meninggalkan villa  milik Hara karena mereka tidak menemukan  Leon dan Hara di sana.


Lelaki  tua itu membiarkan Leon mengerjakan apa yang tidak bisa ia kerjakan, karena tubuhnya sudah tua, tidak akan bisa lagi seperti yang di kerjakan Leon saat ini.


Leon dan Jovita terpaksa meminjam pakaian orang tua itu, karena tidak mungkin bagi Hara memakai sarung  selama di sana.


saat menjelang sore, Leon menelepon Rikko


“ Rikko, jemput saya”


“Baiklah, Zidan akan memberikan posisinya”


“Iwan saya  butuh bantuan kamu, tolong belanjakan barang itu aku sudah kirim daftarnya ke kamu"


“Baik bos” jawab Iwan.


             *


Kira-kira satu jam kemudian. Iwan  dan Rikko tiba menggunakan helikopter


Helikopter itu mendarat tidak jauh dari rumah sederhana milik pak Maman, di tanah kosong, tepatnya di samping rumah.


Toni  tergesa-gesa menurunkan barang-barang  yang di pesan Leon. Lelaki kanebo kering itu,  memesan kebutuhan pak Maman selama sebulan, kebutuhan rumah tangga.


Orang tua itu bilang tidak punya cukup tenaga lagi, mendayung sepedanya naik ke atas,  untuk belanja kebutuhan sehari-hari dengan istrinya, maka itu saat Leon datang, hanya itu beras terakhir yang di masak untuk mereka, padahal kedua orang tua itu belum makan tadi malam.


 Sedangkan anak-anaknya  jarang datang menjenguk mereka berdua.


Maka saat melihat Iwan mengangkat karung besar untuk mereka, suami istri itu terkejut dengan belanjaan yang di pesan Leon.


“Ini untuk ibu sama bapak, karena sudah baik menjamu kami di rumah ibu,” ujar Leon.


“Ini  banyak sekali mas, apa ini untuk kita?”

__ADS_1


“Iya bu, ini untuk ibu sama bapak, ini cukup satu  bulan,  semuanya sudah lengkap, bapak tidak usah  belanja lagi, cukup rawat kebun saja.”


“Ini ponsel buat bapak, kalau sudah panen bapak tinggal telepon orang saja, jadi tidak usah bapak yang naik sepeda  ke atas untuk memanggil orang ,”ujar Leon. Wajahnya terlihat sangat kaku dan tegas, hatinya sebenarnya baik apalagi sama orang tua yang sudah sepuh seperti mereka.


“ Alhamdulillah” ucap si ibu dengan haru.


Kedua orang tua itu terlihat sangat senang dan ibunya beberapa kali, menyeka air mata, ia tidak pernah menduga tamu yang mereka tamu  malam itu, seorang bos besar.


Terkadang. Tuhan memberi pertolongan dengan berbagai cara, baik seperti pak Maman, ketulusan dan kebaikannya ternyata berbalas baik, saat mereka membantu dengan tulus,  mereka menerima rezeki lebih banyak lagi.


Bahkan sebelum pergi, Leon menyuruh Iwan dan Rikko memperbaiki atap rumahnya yang  bocor dan mengganti bola lampu yang tidak menyala, semua yang di keluhkan pak Maman saat bercerita dengan Leon dan Jovita semuanya  terpenuhi  malam hari rumahnya tidak gelap lagi, kedua  orang tua itu merasa sangat sepi kalau sudah malam, karena Televisi yang biasa mereka tonton rusak, sudah hampir dua bulan, belum punya uang untuk memperbaiki. Leon memberi yang lebih bagus yang gambar lebih jelas dan pak Maman bisa menonton acara dangdut kesukaannya.


Dari semua yang diberikan untuk mereka. Pak Maman paling gembira saat Leon memberikan televisi, lelaki tua itu terharu.


Akhirnya ia bisa menonton acara dangdut kesukaannya dan sinetron kesukaannya.


' Bahagia mereka sederhana' Hara membatin.


Hati Leon  bisa tersentuh karena kebaikan kedua suami istri menerima ia dan Hara dengan baik, terlebih saat  istri pak Maman sangat perhatian pada kehamilan Hara.


Hal itu membuat Leon tergerak hatinya membantu.


“Terimakasih mas, semoga Allah memberi kesehatan  untuk keluarganya, kelak istri dan anaknya sehat,” wanita itu mendoakan Hara dan bayinya.


“Makasih iya bu, ibu sehat terus sama bapak” ucap Hara memeluk tubuh wanita tua itu dengan erat.


Hara memiliki hati yang sangat baik dan ramah, setiap orang yang dekatnya dengan akan selalu gembira dengan sikapnya yang ceria.


Bahkan  sepasang suami istri yang sudah tua itu selalu tertawa, sejak Hara ada di sana.


Setelah menumpang satu malam satu hari du rumah mereka,  Leon pamit pulang, karena hari sudah mulai gelap.


Helikopter bewarna putih itu, meninggalkan rumah  pak Maman, terbang menuju Kalimantan. Leon harus membawa Hara ke sana, untuk menyembunyikannya dari kejaran Bokoy.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing

__ADS_1


__ADS_2