
Setelah kejadian malam itu Toni dan Iwan di bawa ke rumah sakit,
jadi mereka berempat berada di rumah sakit, walau berbeda
Toni
Mendengar orang-orang kepercayaannya terluka Leon sangat marah.
“Temukan keparat itu bawa dia hidup atau mati ke hadapanku,” titah Leon dengan wajah semakin mengeras.
“Baik Bos,” Rikko menyelidiki siapa penghianat di jajarannya.
Tidak butuh lama untuk menemukan pelakunya, karena Leon memasang sebuah chip berupa nomor seri yang ditato di tubuh seluruh anak buahnya, ternyata si keparat itu anak yang baru di rekrut, yang belum tahu siapa itu Bos Naga.
Ke dua orang itu juga yang menyebabkan Toni terluka, sengaja menumpahkan bensin ke tangan Toni saat ia berjongkok di dalam peti kemas, niatnya ingin membakar Toni sekalian dalam peti kemas itu, sayang, saat ia ingin menumpahkan ke tubuhnya, tiba-tiba Toni berdiri dan bensinnya hanya tumpah ke sarung tangan karet miliknya.
Ada tiga orang yang mencoba yang mencelakai Toni malam itu, salah satunya orang yang bekerja sebagai bongkar buat di pelabuhan, beruntung ia bisa selamat.
Tidak sampai hitungan jam para keparat itu dapat di temukan berkat alat yang dipasang leon. Mereka bahkan tidak tahu kalau Leon memasang alat untuk mengawasi anak buahnya, ia hanya perlu melihat dari ponselnya.
Setelah Leon memberikan nomor keanggotaan pada Rikko, lelaki berwajah tampan itu dengan hanya menekan nomor seri keanggotaannya, wajah mereka dan apa yang mereka berdua lakukan muncul di komputer.
Rikko pulang ke rumah di daerah PIK kedua lelaki itu masih bertugas, bersikap seolah-olah mereka tidak melakukan apa-apa.
RIkko
Rikko juga melakukannya dengan gaya yang elegan, membiarkan ke duanya makan siang dulu, setelah kenyang barulah ia bertindak.
Menyeret keduanya ke gudang di belakang rumah Leon.
Bahkan Bu Atin tidak tahu apa yang telah terjadi pada anak buah Leon saat itu, ia hanya khawatir pada Jovita, sayangnya Leon tidak membolehkan datang menjenguk.
“Bos, saya mendapatkannya” Rikko menelepon Bos.
“Bagus ...! Ikat mereka di gudang . Nanti saya akan mengurusnya”
“Baik Bos”
Leon punya anjing pemburu jenis malinois Belgian dan Pit bull, ras anjing paling ganas di dunia . Leon sang bos mafia memelihara hewan berbulu itu , selain hobby ia juga menjadikan hewan berbulu itu sebagai pemburu dan pengawalnya. Leon juga pernah beberapa kali meminta hewan ganas itu menghajar anak buahnya sampai mati karena berkhianat.
Saat ini juga, sepertinya ia akan melakukan hal itu, karena ia merasa sangat kesal, biasanya hewan itu, ditempatkan di istananya di Kalimantan. Tetapi saat ini, ia memintanya di bawa ke Jakarta menggunakan helikopternya.
__ADS_1
“Jemput Klis dan Pitbul ke sini,” titahnya, di ujung telepon.
“Baik Bos,” ujar Rikko menghela napas.
Ia akan melihat hal mengerikan itu lagi saat ini, terakhir ia melihat hal itu 4 tahun lalu, di mana rekannya mengalami hal yang sangat mengerikan bahkan tubuhnya tercabik-cabik di saksikan semua orang di halaman rumah Leon di Kalimantan.
Kejadiannya sudah sangat lama tepatnya 4 tahun lalu, menyaksikan hal yang tidak manusiawi, dimana Leon memerintahkan anjing jenis Pit Bull itu mengigit dan mencabik-cabik tubuh anak buahnya, sampai tangannya rekan kerjanya putus di gigit hewan ganas itu.
Rikko meminta rekannya menjemput menggunakan helikopter sesuai permintaan Leon, sementara ia kembali ke rumah sakit.
Leon marasa sangat gila saat ini ... karena Jovita belum juga menunjukkan hasil yang baik, ia semakin marah mengetahui penghianatan yang di lakukan anak buah, ia butuh pelampiasan untuk kemarahannya yang sampai ke ubun-ubun, hampir meledak.
Saat menjelang sore, ia berjalan menuju ruangan Jovita , wanita bertubuh mungil itu masih belum sadarkan diri, sebuah alat bantu di pasang melalui mulutnya, membuat mulutnya sedikit terbuka, Leon merasa guncangan di dadanya berdegup.
“Saya tidak tahan lagi ... Bawa saya pulang!" Pintanya pada Rikko.
“Baik Bos”
“Wajah Leon semakin mengeras tak kala ia mengetahui Iwan dan Toni masih berbaring di ranjang rumah sakit.
Leon masuk ke dalam mobil, supir dan Rikko hanya bisa diam, melihat kemarahan di wajah sang bos, saat tiba di rumah , mendengar Leon pulang dari rumah sakit.
Salsa di pembuat bencana itu berlari pura-pura memperlihatkan wajah prihatin.
“Sudah!” Ujar Leon berjalan buru-buru.
“Bos bagaimana dengan Jovita?”
Leon mengacuhkannya, ia menuju gudang, di belakang, semua anak buahnya di suruh berkumpul. Leon memakai sarung tinju.
Tubuh kedua lelaki keparat itu di ikat dengan tangan di atas, Leon membuka kemejanya dan mengambil sarung tinju menjadikan tubuh kedua lelaki itu sebagai samsak tinju.
Pukulan hook dari Leon, sangat mematikan, pukulan-pukulan jenis hook membuat keduanya muntah darah. Leon benar-benar gila, ia terus saja melakukan pukulan kuat kearah pinggang, perut wajah keduanya, sekuat tenaga, menjadikan kedua tubuh manusia itu sebagai pelampiasan kemarahan.
Bisa dipastikan kedua lelaki itu tidak akan selamat. Kali ini, Leon mengunakan pukulan Cross ke arah anak buahnya, dan mengenai jantungnya, seketika satu dari antara mereka, langsung tidak bergerak, puas menghajar keduanya sampai berkeringat. Ia masih menggila belum cukup sampai si situ ....
Walau kedua lelaki itu sudah tidak berdaya lagi Leon masih merasa kurang.
“Bawakan Pitbul kesini!” pintanya semua anak buahnya bergerak gelisah wajah mereka semua sangat cemas.
Mereka tidak tega menonton rekan kerja mereka yang sudah sekarat. Namun, masih harus melihatnya di gigit dan dicabik-cabik lagi.
“Aku tidak tahan melihat ini,”ujar salah seorang pada temannya.
__ADS_1
“Tetaplah diam Bro, kalau kamu tidak mau jadi pelampiasannya juga,” balas rekannya.
Wajah mereka semua terlihat ketakutan, Leon melakukan itu agar anak buahnya mengerti bagaimana jadinya, kalau mereka berkhianat, makan nasib mereka akan tragis.
Saat Leon mengelus-elus kepala binatang berbulu itu dan bersiap menerima perintah majikannya. Mata Leon masih menatap kedua lelaki itu dengan tajam. Saat ia ingin melepaskan tali pengikatnya teleponnya berdering.
Dr. Billy Calling …
Begitu tulisannya di layar ponselnya.
“Halo kenapa Dok?”
“Pak Leon di mana? Jovita sadar, dia bisa-”
Tit … Tit ...
Leon buru-buru mematikan sambungan teleponnya dan bergegas.
“Kalian masih beruntung tidak jadi santapan dia," ujar Leon melirik binatang galak itu.
Leon bergegas sebelum ia pergi, ia berbalik badan lagi.
“Urus dia! Berikan pesangon untuk kelurganya”
“Baik Bos”
Tamat sudah riwayat kedua lelaki itu dari dunia ini.
Kata urus dalam kamus Leon berarti lenyap.
Tetapi setidaknya mereka masih beruntung, bagian tubuhnya utuh jika saja, dr. Billy tidak menelepon Leon. Sudah bisa ditebak, binatang pemburu itu sudah mengoyak tubuh mereka berdua. Itulah hukuman dari Leon pada anak buahnya yang ketahuan berbelot atau berkhianat padanya.
Bersambung ..
KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)