
Mbok Yem sedang membersihkan halaman depan,
" Permisi...!"
" Ya, tuan?"
" Apakah Kenzo ada di sini??"
" Oh Tuan Kenzo, sebentar saya panggilkan!" mbok Yem masuk memanggilkan Kenzo.
Tak lama kenzo pun keluar,...
" Kak Hiro kapan datang?"
" Pagi tadi, ...Bagaimana dengan Sasha?"
Kenzo menggeleng kepala,...
" Dia tidak ada kemajuan sama sekali, apa kakak sudah bertemu kak Vevey?"
" Sudah,...aku sangat tersiksa melihatnya seperti ini..!"
" Hmm mm...jika aku jadi kak vevey aku juga tidak tahu harus bagaimana, tolong jaga dia kak Hiro!, Aku akan fokus pada pencarian Sansan!"
" Iya, aku akan menjaganya!"
" tapi bagaimana dengan pekerjaan kakak?"
" aku tidak memikirkan itu dulu, yang terpenting Vevey bisa bangkit kembali dulu!"
" Kakak Benar - benar tulus dengan kak Vevey?"
"apa yang kau bicarakan?"
" Bukankah kakak menyukai kak Vevey?"
" Ya, itu aku tidak akan menyangkal, tapi sungguh aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi, aku sangat berharap Vevey slalu bahagia dengan orang -orang yang dissyanginya!'
" Aku tahu itu Kak, aku juga sama denganmu, aku meyukai Sasha, namun aku lebih menyayangi putrinya, dan lebih lagi kak Bram sangat baik aku juga tidak menginginkan ini'
" Hmmm...semoga Sasha segera sadar dan Sansan segera ketemu!"
" Ya Aamiin!"
...----------------...
Martin pun tiba untuk melihat keadaan Vevey, Martin sangat menyayangi Keluarga Jovan, karna mereka sungguh memberikan kssih sayang yang melimpah kepadanya dan kedua adiknya.
" Bibi,apa ibu masih tidak mau makan?"
tanya Martin pada Savina.
" Sudah , sedikit demi sedikit sudah mau makan!"
" Syukurlah, jika begitu!"
" Martin, dimana kedua adikmu?, kenapa hanya dirimu yang datang?'
" Juno, menemani Renata belajar di luar negeri Bibi!"
" eh, bukankah Baru Saja dia bekerja di rumah sakit?, kenapa tiba - tiba?"
" oh?, he hehe entahlah anak itu masih terlalu labil bibi!"
" Haiiiih, tidak mudah menjadi dokter, dia saat kuliah sangat bersungguh - sungguh, kenapa setelah menjadi dokter malah ke luar negeri?"
" Hmm, Ya...dia ingin menjaga Renata mungkin?"
" Renata sudah besar, biarkan saja sendiri!"
" He mm, biarkan semaunya bibi...!"
__ADS_1
" Kenapa Renata tiba - tiba sekali keluar negeri?, dia kan juga baru diterima di universitas terbaik?"
Bibi Savina kenapa seperti mengintrogasi seperti ini, apa paman sudah menemukan petunjuk?
dalam hati Martin.
"Hmm, Renata dan Juno pasti merasa sangat kehilangan Jovan, betapa dekatnya kalian pada Jovan dan Vevey!"
" Ya Bibi...!"
Hufttttt...aku kira ...
Martin bernafas lega.
" Kau masuklah temani ibumu!"
Martin mengangguk dan segera masuk,
" Abang Martin, dimana Bang Juno dan kak ren?"
Tanya Cindy yang juga berada di kamar Vevey.
" Mereka ke luar negeri untuk melanjutkan sekolah!"
" Oh, bang juno lanjut sekolah lagi?"
" Ya...!"
" Mmmm begitu...abang tolong jaga mama, aku mau ke kamar adik - adik dulu!"
" Ya, apa ibu baru saja tidur?"
" sudah lama...ini pertama kalinya ibu tertidur pulas!"
" Ya sudah kau urus adik - adik aku akan menjaga ibu !" ujar Martin.
Cindy pun segera keluar, Martin memperhatikan Vevey yang tertidur Pulas,
" Maafkan Martin ibu, maafkan Martin!"
" Martin, kau di sini?" Vevey terbangun.
" Ibu..., maafkan Martin membangunkan ibu!"
" Tak apa, kenapa kau menangis ?"
" Heheh Tak apa ibu, aku hanya merindukan ibu!"
" Aiihhh, bagaimana pekerjaanmu?"
" Baik, baik ibu!"
" Apa kalian butuh sesuatu???, katakan pada ibu ya!"
" tidak ibu...!" Air mata Martin mengalir dengan deras.
" Kenapa kau menangis?, siapa yang membuatmu sedih?"
" Hiks hiks hiks !" Martin bersimpuh dikaki Vevey.
" Heiii Kau kenapa???"
" Ibu Maafkan Martin!"
" Kau meminta maaf terus, apa yang telah kau perbuat?"
" Ibu, mulai sekarang biarkan Martin yang menjaga ibu, Martin sangat menyayangi ibu!"
" Terimakasih Martin, kau memang anak yang baik!"
" Tidak Martin bukan anak yang baik, tapi mulai sekarang Martin akan menjadi anak yang baik untuk ibu!!, Martin berjanji akan menjaga ibu dan adik - adik!"
__ADS_1
" Hemmmm...baiklah ibu sangat senang mendengarnya, ibu sangat menyayangi kalian meskipun kita tidak memiliki hubungan darah, ibu adalah ibu kalian sampai kapan pun!"
" Vevey, kau sudah bangun!"
" Hiro...!"
" Ya, siapa ini?" Tanya Hero.
" Dia juga putraku hiro, kenalkan Martin dia adalah teman ibu!" ujar vevey.
" Salam kenal Paman, aku Martin anak angkat ibu Vevey!"
" Oh, Baik!"
" Hiro apa kau akan segera kembali?"
" tidak aku akan menetap di Sini sampai kau benar - benar membaik!"
" lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?"
" Tenang saja, itu aman..., aku juga akan membantu mengurus bisnis Sasha...agar tetap berjalan!"
" Hmm..." Vevey menarik nafas panjang.
" Aku pasti sudah menyusahkan kalian, maafkan aku yang tak bisa menerima semua ini!" Vevey sudah mulai bisa menerima.
" Itu wajar Vevey, tapi kau tidak bisa seperti ini terus menerus, kau masih memiliki anak - anak yang juga sangat membutuhkanmu!"
" Iya huk huk!" Vevey sesenggukan.
" Hmm, tak apa menangis, namun setelah itu kau harus tersenyum, meski saat ini keluargamu menimpa kemalangan, namun kau bukan satu - satunya!, dan ada lebih banyak orang yang lebih menderita dari padamu!"
" Hiks hiks hiks hiks, aku mengerti!"
" Kau memiliki anak yang luar biasa, kau harus tetap berdiri kokoh, karna kau harus menopang mereka sampai menjadi orang - orang yang berguna!, jika kau roboh maka mereka akan kehilangan pondasi dan arah!, dan itu adalah penderitaan yang akan kau tanggung seumur hidup, dan mereka juga menderita karna salah arah!"
" Hiks hiks hiks hiks....hiks hiks huhuhuhuhuuuuuuuuuuuu haaaaaaaaaaaaaaaa" Vevey mengeluarkan semua beban dihatinya dia menangis sangat keras dan cukup lama.
" Panggilah adik - adikmu kemari Martin!, biarkan mereka menguatkan ibunya!" pinta Hirosan.
Martin memanggil Cindy dan adik - adiknya,
mereka pun segera menghampiri Vevey yang masih menangis terisak - isak.
" Mama...!" ujar Cindy yang menngandeng Aina dan Fahad dengan mata yang berkaca- kaca .
" Lihat ketiga anakmu!"
Vevey memandangi ketiga anaknya penuh dengan harapan, matanya semakin deras mengalirkan air matanya.
Tangan Vevey terangkat mengisaratkan pada
anak - anaknya untuk datang kepelukanya.
ketiga anaknya berlari merengek ke dalam pelukan Vevey.
mereka merengek bersama saling menguatkan,
" Maafkan mama, maafkan mama!" Vevey berulang kali mengucapkan kata tersebut.
" Huhuhu....!"
Martin dan Hiro pun tak kuasa menahan air matanya.
...----------------...
Hari pun terus berganti, karna waktu terus berjalan.
Vevey sudah mulai bangkit dari keterpurukannya, Vevey sudah memulai aktivitas kecil agar tidak terpuruk dan berlarut dalam kesedihan, meski pun itu berat, namun dia slalu mencoba untuk tetap kuat.
Martin, slalu mengunjungi IBU angkatnya itu setiap waktu istirahat, atau di waktu senggangnya dia akan memberikan waktu luangnya untuk menemani Vevey .
__ADS_1
Dan di situ dia menjadi lebih sangat dekat dengan Cindy dan adik - adiknya.