GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
88. Patah jadi 2


__ADS_3

Dalam perjalanan Cindy terlihat sangat tidak tenang, antara Marah, kecewa, namun juga khawatir, namun Cindy benar - benar tidak bisa menerimanya saat itu.


" Kita sudah sampai!"


ujar Zayn


Cindy segera turun, dan masuk ke dalam rutan,


" Nona, ....!" Dan


kebetulan yang bertugas berjaga adalah salah satu teman Martin.


" Dimana dia??"


" Nona,ini bukan waktunya membesuk!"


" Berikan waktu 5 menit saja!" ujar Zayn.


" aku bisa membantu, hanya saja kalian bisa berbincang hanya di ruang introgasi!"


" tak masalah!" sahut Cindy.


" Silahkan anda masuk lebih dahulu, ...!" menunjukan arah pada Cindy dan Zayn.


Cindy pun segera masuk ke dalam ruangan introgasi, dan tak lama Martin masuk bersama temannya tadi.


baru menginjak satu langkah Martin sudah disambut tamparan keras oleh Cindy ,di pipi kanan Martin.


Plaaaaaaaakkkkkkk..


" Penghianat!!!" Teriak Cindy.


Martin, hanya diam tak mengatakan sesuatu apa pun, karna Martin sangat mengerti karakter Cindy jika sudah sangat kecewa.


" apa selama ini semua itu palsu???, agar kami tidak mencurigai kalian?, aku sudah sangat bersalah besar menilaimu dasar Bajiiiing*n...!!, kalian Jahat, Tidak tahu berterima kasih!!"


Plaaaaakkkkkkkk...


Cindy memberikan tamparan keras lagi di tempat yang sama.


Martin masih tetap diam, namun terlihat jelas mata Martin berkaca-kaca.


" Karena kau diam saja, itu berarti benar selama ini hanya sandiwaramu , kau tidak sungguh-sungguh melindungi kami, kau hanya berusaha melindungi adik-adikmu sendiri!, bagus sekali aktingmu, sampai aku dan keluargaku terkelabui, mulai hari ini kita tidak ada hubungan apapun, aku akan mencari keadilan untuk papah dan om ku!, aku akan menuntut keluargamu seberat mungkin!!"


" om Zayn kita pulang!" Cindy pun berlari keluar sambil menangis terisak - isak.


Zayn melihat ke arah Martin, yang terlihat sangat menderita.


" Pria sejati harus bertahan sampai akhir!" Ujar Zayn sambil memegang pundak Martin dan pergi.


" Martin kenapa kau diam saja??" temannya sangat mencemaskan Martin yang terlihat sangat menyedihkan.


" Akhirnya, hari ini pun tiba, hari yang paling aku takutkan, sudah terjadi!"


" aku tahu, kau bukan orang jahat, kau melakukannya karena kau sangat menyayangi adik - adikmu, tapi itu tidak benar Martin!, bagaimana bisa kau menutupi kejahatan sebesar ini!"


" Jika aku tahu siapa sebenarnya yang menginginkan kematian ayahku, aku juga tidak akan melakukannya, jika Juno tahu ini adalah perbuatan ibu kandung kami, dia juga tidak akan melakukannya, dan mungkin sampai sekarang ayah angkatku masih ada!, kebodohan ini akan menghantui kami seumur hidup, andai saja kami bisa memilih dari orang tua mana kami terlahir, aku juga tidak ingin terlahir dari keluarga ini!"


" Aku juga akan sulit jika itu di posisi mu!, aku tidak pandai menghibur semoga saja ada jalan terbaik untuk kelurgamu!"


" Terimakasih sobat!"


" Ya, ayo kau harus segera kembali ke sel, sebelum ketahuan!"


Sementara Cindy masih tersedu-sedu menangis di luar rutan,


Zayn hanya melihat dari kejauhan memberikan waktu kepada Cindy untuk lebih rileks mengeluarkan semua kekecewaannya.


" Rumit sekali kasus dan hubungan mereka ini!"


setelah Cindy sedikit tenang, Zayn pun menghampiri Cindy dan mengajaknya pulang.


" Pulang, dan beristirahatlah...besok adalah puncak dari permasalahan ini, karena semua akan tahu masalah ini!"


"Om, siapa yang memukulnya sampai seperti itu?"


" Aku, dan pamanmu!"

__ADS_1


" Jadi paman sudah tahu??"


" Tentu saja dia adalah tetua di keluarga Pratama sekarang!"


" Om, apa aku ini anak durhaka, disaat seperti aku justru merasa kasihan padanya?"


" Dia sebenarnya bukan orang jahat, hanya bodoh saja!, seperti aku di masa mudaku!"


" Dia pura - pura melindungi kami, itu sangat licik!"


" Dia tidak berpura-pura, dia sungguh menjaga kalian, dia takut jika selanjutnya Juno akan menargetkan kalian!"


" Tetap saja dia bersalah , aku tidak akan memaafkannya!"


" Memaafkan atau tidak itu adalah hakmu, hanya saja, memaafkan dan tidak memaafkan semuanya juga akan sama tidak akan ada yang bisa di perbaiki!,namun sebaiknya kau memaafkan untuk bisa berdamai dengan hati dan pikiran mu, jangan hidup dalam membenci, kau tidak akan pernah mendapatkan ketenangan, yang kau benci akan selalu menghantui pikiran mu, memang butuh waktu, tak masalah, lakukanlah sesuai kehendak hatimu!'


Cindy menyimak perkataan Zayn, yang dapat menjernihkan pikirannya.


" Om, kau seperti seorang tokok agama, tidak terlihat seperti mantan napi!"


"Kau seperti ayahmu saat sedang meledekku, selama aku di penjara, aku banyak menemui berbagai macam orang dan beragam karater, di tempat buruk sekali pun kita tetap bisa belajar hal baik, ilmu yang baik tidak harus juga di dapat dari tempat terbaik nak, itu dari segi hati dapn pikiran kita dalam memahami sesuatu!"


" Om, terimakasih karena sudah menemukan kebenaran ini!"


" Jangan berterimakasih padaku, kebaikan keluarga mu tidak sebanding dengan apa yang kulakukan!, masuk dan istirahatlah bukankah besok tugasmu untuk menguatkan seseorang?"


" Mama pasti akan syok berat, namun sekarang sudah ada papa Hiro, aku hanya harus menguatkan kedua adikku...!"


" Anak pintar, selamat beristirahat!"


Cindy segera masuk ke.dalam kamarnya,dan dia kembali menangis di dalam kamarnya dengan menahan suaranya.


...----------------...


Kenzo yang terlihat sangat resah, di tengah malam karna kebenaran yang terungkap.


" Kenapa saat ini aku teringat dengan Tasya, rasanya aku ingin memberitahu padanya apa yang terjadi di hari ini, dia sedang menjalankan misi, pasti tidak akan bisa dihubungi, kenapa aku merasa dia harus tahu tentang ini?, sepertinya jika belum bercerita tentang keluh kesahku padanya, aku belum merasa lega!"


Gumam Kenzo di tengah kegelisahannya.


malam itu Kenzo tidak bisa tidur, hanya berbolak - balik di atas ranjangnya saja, sampai alarm ayamnya berkokok.


Pagi pun sudah tiba dan dia belum sempat, untuk memejamkan matanya, Kenzo segera bersiap untuk pekerjaanya.


...----------------...


Julius dan Fahad pun tiba di bandara,


" Siapa yang menjemput kita??" Tanya Julius


" Teman papahku!"


" Oh, kenapa bukan abang Martin?"


" Pasti bang Martin sibuk, mengurus kakak tertuaku!"


" Ah, benar juga...!"


" Fahad, Julius???"


" Oh siapa anda?"


" Aku Zayn...!"


" Oh om yang menjemput kami??"


tanya Fahad.


" Ya, ayo kita pulang...!"


Fahad dan Julius pun segera mengikuti Zayn,


saat melihat mobil yang di pakai oleh Zayn adalah mobil papahnya Fahad pun tidak ragu untuk masuk.


"Selamat akhirnya kalian lulus, orang tua kalian pasti sangat bangga!"


" Terimakasih om!" ujar Fahad.

__ADS_1


" Om, om...bisakah kita mampir di toko bunga??"


ujar Julius.


" kita pulang dulu kenapa sih??" Fahad merasa kesal.


" Ayolah, aku ingin memberi kejutan pada seseorang!"


" Beli lah di toko kakakku!"


" kejauhan, dia sedang di dekat sini saat aku melacak ponselnya, boleh kan Sebentar saja??"


" Om turuti dia dulu!" Fahad pun mengiyakan permintaan saudaranya itu.


Zayn segera mencari toko bunga terdekat, setelah Julius membeli bunga, Julius memberikan titik koordinat pada Zayn, untuk menuju ke sana.


" Sudah sampai!" ujar Zayn.


Julius segera turun, dari mobil dan membawa buket bunga.


" Apa dia memiliki kekasih??" tanya Zayn


" Tidak!!" jawab Fahad singkat.


" lalu??"


" Aku juga tidak tahu apa yang dilakukannya, mari ikuti pelan - pelan dari belakang!"


Zayn pun mengikuti Julius perlahan dari jarak yang sangat aman.


Julius sangat senang ketika melihat seseorang yang dia ingin temui.


" Ah, Yohana ternyata!" gumam Fahad.


" Katamu dia tidak memiliki pacar!"


" Aku juga tidak tahu!"


" Eh, kemana wanita itu pergi??, bukankah dia sudah melihat Julius??" tanya Zayn.


" Ikuti saja, jarang - jarang kita lihat drama secara Live!" ujar Fahad


Terlihat Yohana berlari ke arah Julius , namun melewati Julius begitu saja.


" Apa dia lupa dengan wajah Iyus??"


" Mana ku tahu!"


" Lari kemana dia?" Fahad dan Zayn sampai turun dari mobil.


terlihat Yohana berlari menghampiri seseorang dan merangkul tangan seseorang itu dengan sangat riang.


"Wah apa ini perselingkuhan?"tanya Zayn sudah seperti netizen yang julid.


" Sialan, bukankah pria itu kak Suhail?"


" Siapa itu Suhail?" Tanya Zayn yang tidak hafal dengan anak - anak Nathan.


" Dia kakak tiri Julius!"


" apa??" Zayn dan Fahad serempak melihat ke arah Julius.


terlihat Julius sangat kesal, dan membuang bunga di tanganya kemudian menginjaknya sampai hancur.


" Om, masuk mobil, mundur...!" Fahad dan Zayn segera masuk mobil dan mundur ke tempat mereka berhenti di awal tadi.


" Hufffttttt....!" Zayn dan Fahad terlihat sedikit lega karena tidak ketahuan Julius.


" Om, kita harus pura - pura tidak tahu ya!!"


" Ya!" jawab Zayn yang sangat heran dengan skandal keluarga pratama.


Terlihat Julius berjalan sambil menendang kerikil dan bebatuan kecil yang ada dihadapannya dengan kesal.


Orang yang sedang patah hati memang mengerikan, batu yang tidak mengganggu jalan orang saja akan terlihat salah.


dalam hati Zayn.

__ADS_1


__ADS_2