
" Bu...tolong ya...jaga anakku dengan baik, jika ada yang menindasnya aku tidak akan membiarkannya hidup tenang!"
" Baik tuan saya akan menjaganya ..."
" baiklah, terimakasih...ayo Boy ...bawa seragammu, kita ke tempat mama mu..."
" iya pah, ibu guru sampai jumpa besok ya "
" Iya nak Joven...semangat untuk besok!"
" iya bu .." Joven dan Julius pun berjalan menuju parkiran semua guru-guru muda mendapatkan vitamin E.
" pah lihat ibu guru di sana semua melihat papah .."
" hahaha papahmu sangat tampan tentu saja banyak yang melirik, tapi sayang sekali semua wanita dihadapan papah itu tampak buram kecuali mamamu..."
" pfffffffft...papah sangat bucin!"
" anak kecil tahu apa soal bucin, oh ya apa Yunda memperlakukanmu dengan baik nak??"
" iya dia sangat baik sekali pah, semua kebutuhan Joven di penuhinya tidak kuranb apapun tapi Joven tidak terbiasa, Joven bisa melakukan semuanya sendiri kok..."
" kau bisa mengatakan pada Yunda mana yang perlu dibantu atau tidak...dia akan mengerti!"
" Iya pah terimakasih..."
keduanya pun pergi ke toko Aina untuk makan siang bersama lalu Julius segera mengantarkan Joven kembali ke basecampe.
dan kembali ke kediaman Pratama, rumahnya sangat ramai sekali, semua menjadi satu membuatnya pusing karena terlalu gaduh.
" saudara ipar, apa sudah pulang??" sapa Alfred pada Julius.
" ehmmm iya...ada apa yang mulia??"
" tidak apa-apa, heheh...hanya saja akhir-akhir ini saya melihat anda cukup bersemangat!"
" apa tidak boleh...??"
" Hei anak durhaka, kau jangan begitu pada yang mulia!" sahut Nathan
" Dad, apa kau sangat ingin aku menjadi durhaka, bisa - bisanya mengatakan anak sendiri durhaka!"
" kau memang durhaka tidak pernah menurut dan suka buat Daddy naik darah..."
" Daddy aja yang memang tidak suka pada Iyus padahal iyus biasa saja..."
"aggghhhhhh aghhhhhhh sakitttttttt..." suara incess berteriak.
semua terdiam dan segera menyerbu ke kamar Incess.
tok tok tok
"kakak ipar..."
" Incesssss...."
" aaaaaaaaaaaauuuuuuu....."
Nathan dan Julius langsung mendobrak pintu kamar Putra yang sudah di ganti 10x karena sering di dobrak.
" Ada apa??"
" aaaagaggg.....ini kayaknya anak aaagggg mau brojol ighhhh "
" aduh aduh.... bagaimana ini??" Nathan panik begitu juga dengan Julius dan Alfred yang ada dirumah hanya mereka
" Aku siapkan mobil Dad dan kau Yang Mulia tolong bawa ke mobil ke rumah sakit kita!"
" aaaaaaaaaaaaaggggg"
" jangan teriak teriak nak, Dadddy jadi panik dan bingung!"
" ya nyonya saya juga jadi bingung..."
__ADS_1
sahut Alfred.
" kalian juga dia saja aku juga panik menyetir..."
" Aggggggggggggggggggh sakit sekaliiiii....ini kenapa hihihihi"
" haduh cepat lah sedkit bagaimana jika dia melahirkan di mobil...."
" eghhhhhhhhhhhmmmmm"
Incess menarik rambut Nathan dan Alfred dengan erat,
"eghhhhhhhhhhhmmmmm...."
" aaaaaaaaahaahahhggg" Alfred dan Nathan kesakitan karena rambutnya dijambak dengan kuat oleh Incesss.
" huhuh huh huh ...."
Ciiiiiiiiuttttt
" waahhhhhhhhh"
Julius tiba-tiba mengerem mendadak dan membuat yang belakang kualahan melindungi Incess.
" Bodoh apa kau tidak bisa pelan sedikit kau sedang membawa ibu hamil, dia kakak ipar dan ponakan mu...!"
" apa aku salah tadi suruh cepat sekarang di suruh pelan Daddy kau menyetir sendiri kalau begitu!!!"
" aaagggh kalian malah ribut cepat ini mau keluar!"
" yayayay tahan tahan nak jangan keluar dulu .."
mereka bertiga sudah keringat dingin menemani Incess di dalam mobil.
"Dad ke puskesmas saja ya itu di depan!"
" enak saja puskemas rumah sakit kris..."
"hah gila 2 jam itu ke sana Dad..."
" tuan yang terdekat saja jangan aneh aneh!"
" ya sudah cepat!"
iyus segera melajukan ke puskemas Alfred dan Nathan langsung membawa Incess ke IGD.
" Dok mau brojol mau brojol...." teriak Nathan panik.
sementara Julius di dalam mobil menenangkan diri baru kali ini melihat orang mau melahirkan cukup menakutkan.
" Oh ya kabari keluarga dulu..."
Julius segera mengabari keluarganya termasuk abangnya Putra.
" oke sudah....biar kalian heboh juga..." gumam Julius segera menyusul masuk.
" loeh Yang Mulia di mana Daddy, sedang mengurus administrasi, kau temanilah kakak ipar mu aku tunggu diluar..."
" ya..." Tuan apa anda suaminya.
" buk..."
" agggghhhh dok....sakit...."
Julius langsung meraih tangan Incess, Incess meremas tangan Julius sangat kuat.
"ibu buka dulu kakinya, saya lepas ****** ******** ya ayo nurut!"
Julius langsung menghadap sisi lain, menghadap ke wajah Inces yang merasa kesakitan.
" oh sudah buka 7....miring kiri ya bu....pak tolong bantu istrinya ke kiri biar cepat bukaannya...."
Julius segera membantu Incess miring ke kiri.
__ADS_1
" saya tinggal dulu ya nanti saya cek lagi..."
" eghhhhhmmmmm"
" buu jangan mengejan dulu...."
" ini mengejan ....egnmmmm sendi eggghhhh..."
" Dok dia kesakitan loe...apa tidak bisa di beri obat??"
" tidak bisa memang begini melahirkan sakitnya memang luar biasa, makanya pak pengorbanan istri itu sangat besar harus memperlakukan istri dengan baik..."
" eeeggggggg....dokter diamlah jangan. egggggg berisik..."
" aaaahhhhhh....sakit...."
Julius merasa sangat kasihan melihat Incess menahan rasa sakit sampai mukanya sangat pucat,
" Kak gigit saja tangan Julius..."
" eghhhhhhhhhhhmmmmm .." Incess menggeleng kepala.
" Dok seperti ini berapa lama??"
" sampai bayinya lahir tuan...saya cek lagi ya..."
Julius melihat ke arah Inces yang sudah berkeringat banyak.
" Egggggggg... buka Sembilan ayo persiapan!"
dokter dan para bidan yang ada segera menyerbu Incess dengan persiapan alat-alat medis
" Ayo bu posisi setengah duduk ya...kakinya dibuka lebar ya, ikuti arahan saya...."
Incess di arahkan untuk menghadapi kelahiran bayinya...
Julius melihat perjuangan kakak iparnya melahirkan langsung berderai air mata, dia juga ikut merasakan sakitnya, betapa pengorbanan seorang ibu itu begitu besar.
" Kak, kakak bisa ayo kak ...abang akan bangga dengan misi yang kakak jalankan sekarang, jangan menyerah..." bisik Julius ditelinga Incess.
" eghhhhhhhhhhhmmmmm..,"
Incess seakan ingin menyerah tapi ini adalah hal yang diinginkan olehnya dan juga suaminya.
dengan sekuat tenaga Incess membangun semangatnya agar bayinya segera lahir dengan selamat.
" buu sedikit lagiiii...."
" eegggggggggggg mmmmmmm"
" oeeeeeeeekkkk oeeeeeeeeekkkkkkkk...."
" ahhhh kakak...." Julius kakinya sangat lemas sampai jatuh berlutut di dekat Incess Air mata Julius sangat deras, Julius menciumi punggung tangan kakak iparnya karena merasa sangat bangga dan bahagia.
" Bayinya perempuan pak, sehat , lengkap selamat!"
" Syukurlah...." Julius sangat senang melihat keponakannya lahir dengan selamat, tapi seketika merasa pusing melihat begitu banyak darah yang keluar di bawah sana.
brukkkkkkkkk
Julius pingsan, dan membuat para bidan juga panik, dan Julius segera digledek ke IGD untuk mendapatkan penanganan
Nathan terkejut, kenapa putranya malah pingsan di dalam.
" Bu...kenapa putra saya, kami juga tidak tahu pak tuan ini tiba-tiba pingsan!"
" Yang Mulia saya titip menantu saya, saya lihat Julius dulu!"
" silahkan!"
Nathan segera berlari mengikuti Julius yang di bawa ke IGD.
" Hah benar - benar merepotkan!"
__ADS_1
Nathan sendiri sampai memegangi kepalanya karena sakit dan bingung, semuanya sangat penting baginya