
" Sayang bangun....!"
" Hmmm, abang...badan Cindy sakit semua, ini jam berapa??"
" Jam 10 pagi...!" Ya karna kamar Martin tertutup rapat, tidak ada cahaya masuk, benar -benar seperti ruangan isolasi.
Martin menggendong Cindy ke kamar mandi dengan segera mendudukkannya di meja wastafel.
" Ayo gosok gigi ...!"
memberikan sikat gigi baru dan pasta mereka menggosok gigi bersama di depan kaca.
setelah selesai gosok gigi.
" abang, Cindy mau keluar...!"
Martin mendekat pada Cindy yang masih duduk di depan kaca itu.
" Aku akan melepaskanmu besok, jadi selama di sini patuhlah...maka kau akan keluar dari tempat ini...!"
Sambil menyapu bibir Cindy dengan jarinya.
" Aku akan patuh....!" Cindy mengalungkan tangannya pada Martin, Martin segera menyambar bibir tipis itu, Cindy mengeratkan tangannya, Ciuman di pagi hari benar-benar manis, membuat semua aliran darahnya mengalir kencang .
Mereka bercumbu dipagi hari dengan nafas segar mereka, Martin segera menaikan Kimono Cindy dan membuat Cindy terkejut.
" Abang kita masih di kamar mandi...!"
" Tak apa, aku tidak tahan lagi...!" Martin segera menarik tali Kimono Cindy sehingga terlihatlah tubuh putih yang masih banyak kissmark, Martin memandangi tubuh indah Cindy .
" Abang jangan melihatku seperti itu...tolong, Cindy malu!" Wajah Cindy benar -benar memerah.
" Damn...! kenapa kau sangat Cantik!" Martin melahan bibir tipis itu dengan sangat rakus, tanganya membuka pengait brraaa dan langsung menyusuri bakpau putih yang cukup gembul dan sangat cantik.
rasanya Martin ingin memakan seluruh tubuh Cindy tak tersisa, apalagi melihat wajah Cindy saat merintih.
" Sexy, jangan kau tahan...keluarkan semua!"
Cindy sekarang tidak merasakan sakit seperti kemarin, hanya kenikmatan yang memanjakan seluruh tubuhnya, dia tidak akan menyesali keputusannya karena dia masih sangat mencintai Pria yang menguasai tubuhnya itu.
" Cindy ,Cindy, oh Cindy ...I love you!"
" Ah, I ...I ...love you too!"
Pagi hari itu terasa indah untuk insan yang saling mencintai sepenuh hati.
Ketika mereka sudah selesai pada pencapaian mereka, mereka pun segera mandi bersama.
Sebenarnya Martin sangat ingin terus menghantam tubuh Cindy, namun Martin tidak mau jika di anggap hanya nafsu padanya, dia ingin menunjukkan semua kasih sayang dan ketulusannya dengan sangat penuh, sampai Cindy hanya terikat padanya, dan tak bisa hidup tanpanya.
" Abang, aku lapar...!"
" Oke tunggu di sini tuan putri, makanan akan segera siap!"
Martin segera keluar kamar, dan meminta Yuda untuk menyiapkan makanan sesuai kesukaan Cindy.
" Yuda, apa stock di kulkas masih banyak???"
" Ah???, saya kemarin baru belanja, dan sesuai permintaan tuan, untuk memperbanyak berbelanja seafood...! dan juga brokoli"
" Ehmmm, baiklah aku mengandalkanmu selama dia ada di sini....!"
" Tuan , apakah dia wanita yang anda maksud??"
" Ehmm, dia adalah matahari ku, dia akan menjadi nyonya di rumah ini...kau harus patuh padanya juga ya..., dia sangat baik...!"
" Tuan juga sangat baik...!"
" Hilih, kau ini.... ayo cepat buatkan sarapan untuk nyonya....!"
"Siap....!"
Yuda pun segera melaksanakan perintahnya, karena dia sangat senang bekerja dengan Martin karena Martin memperlakukanny dengan sangat baik .
" Nyonya...sarapan anda...!"
" Oh ya, terimakasih, aku harus memanggilmu apa??"
__ADS_1
" panggil saja saya Yuda nyonya!"
" Di mana Martin??"
" Tuan keluar sebentar katanya!"
" Kau sangat pandai memasak, ini benar-benar seperti koki handal bintang 5 !"
"Nyonya saya jadi malu, hehehe...!"
" Di mana kau belajar memasak??"
" Dari YouTube nyonya...!"
" What??, jangab bercanda...!"
" Hehehe, saya serius nyonya....!"
" Bohong , kau pasti belajar tata boga paling tidak!"
" tidak ,saya saja tidak selesai di pendidikan menengah!"
" Oh ,luar biasa....!"
" Heheheh nyonya anda pasti sangat bosan kan di dalam kamar!"
" Ehmmm...ya...tapi aku harus patuh...!"
" Nyonya lihat saya menyusun Aquarium...!"
" Tapi aku tidak boleh keluar!"
" kan masih di dalam rumah, biar saya yang menanggungnya jika tuan marah, ayo ikut ke ruang tengah setelah anda selesai makan!"
" oke jika begitu,Yuda sini makan ...!"
" Saya sering makan satu meja bersama tuan , tapi...saya tidak berani dengan nyonya. !"
" Nah, sama saja ayo makan, aku juga akan menanggungnya jika tuan marah!"
" Baik!" mereka berdua makan sambil berbincang panjang, Yuda adalah anak baik dan sangat suka bercerita, Yuda menceritakan semua kisah hidupnya hingga bertemu dengan Martin yang sangat baik.
" Oh ya??"
" Hemm saya mengerti betapa berartinya anda di dalam hatinya, setiap malam, terkadang tuan tertidur di ruang tengah tuan selalu mengigau nama anda, nama anda Cindy kan??"
" Ehmmm benar!"
" Dan saat teman tuan mengusulkan seorang pembantu wanita tuan menolaknya, dia tidak ingin wanita selain anda menginjakan kaki di rumah ini, makanya saya harus di tuntut bisa dalam segala hal, keamanan, kebersihan, dapur, dan pertahan!"
Cindy tersenyum mendengar cerita Yuda,
" Sekarang saya sangat bahagia nyonya, tuan bisa tersenyum dan pertama kali saya melihat dia tersenyum saat bersama anda, benar-benar dia sangat sempurna, saya seorang pria saja sangat mengakui betapa dia sangat maskulin!"
"kau tidak di bayar untuk mengatakan ini kan??"
" Hahaha, tidak ini pribadi saya sendiri, lagian tuan menggaji satu bulan gaji saya itu, sangat cukup untuk menghidupi keluarga saya di kampung selama 3 bulan...!"
" Wah Martin, meskipun di penjara dia sungguh tidak kehabisan kekayaannya!"
" Saya tidak tahu juga heheheh sakaya apa Tuan, ...!'
" Dia bekerja dengan om Kenzo aku juga tidak terkejut sih ...!"
" Nyonya, anda pasti sangat bahagia jika menikah dengan tuan, saya tahu semua permasalahan yang terjadi, karena teman berbincangnya hanya saya di sini...!"
" Tapi, ...!"
" Nyonya, Tuan kan hanya manusia biasa, pasti akan melakukan kesalahan, dia sangat menyesal atas kebodohannya, dia berjanji akan menemukan adiknya Juno, dia bilang jika membunuh juno dengan tangannya sendiri bisa mendapatkan maaf dari keluarga Pratama, dia akan lakukan!"
" Hmmm... aku sangat mencintainya tapi aku juga mencintai keluarga ku...!"
" Nyonya semangatlah, semua pasti ada jalan keluarnya, nyonya sudah selesai makan, aku akan membersihkannya nyonya tunggulah di ruang tengah, jangan kabur ya ,hehehe!"
" Semua pintu di sini memakai sidik jari Martin kan?"
" Ya dan juga sidik jari saya...!"
__ADS_1
" Hahahaha kalian itu apa menjalin hubungan terlarang??"
" Hahaha saya masih menyukai wanita nyonya...!"
" Baiklah...aku tunggu di ruang tengah...!"
Yuda segera beberes dan menuju ruang tengah ternyata Cindy duduk sambil menonton sikuning spon...
" Nyonya suka spon cuci piring itu??"
" ah, ini Kartun ke sukaan mamaku, aku juga suka...!"
" Wah....anda pasti rindu keluarga anda!"
" Ya tapi semua di keluargaku sangat sibuk...!"
" Oh begitu, lihatlah saya nyonya...saya sangat suka menghias aquarium dan saya menyukai ikan hias, saya kemarin membeli banyak ikan hias...!"
Cindy memperhatikan Yuda yang menata berbagai manik-manik di aquarium,
" Saya hampir hafal semua nama ikan di lautan nyonya...saat dulu susah dan. banyak masalah, terkadang saya ingin berubah menjadi bintang laut saja yang hanya berdiam di atas batu heheheh...!"
" hahahah, bukankan bintang laut Suka berburu ubur-ubur??"
" itu kan teman si kuning spon nyonya...!" Cindy sangat senang berbincang dengan Yuda, anak itu sangat lucu dan tidak membosankan.
" Sayang, apa yang kau lakukan di sini??" Martin yang baru datang
" Oh tuan ini salah saya membawa nyonya keluar kamar!"
" Tidak tidak aku yang memintanya !"
Martin menggaruk kepalanya...
" Hemmm baru aku tinggal sebentar, kalian sudah begitu akrab ya...!" Martin tersenyum ramah dia tidak marah karena Cindy terlihat lebih rileks dan nyaman.
" Ehmmm ya Yuda sangat lucu...!"
" Eh jangan memujinya, kasihan jika dia harus mengganti ukuran helmnya...!"
" Hihihihi " mereka tertawa bersama.
" Apa yang kau bawa abang??"
" Ehmm, pakaian untukmu...!"
" Banyak sekali??"
" Ya banyak, karena di rumah ini sudah memiliki nyonya...!"
Wajah Cindy memerah...
" Ayo ganti pakaianmu sayang...!"
" Baik..., Yuda nanti setelah berganti aku ke sini lagi ya ..melihat hasil karya mu!"
" Ya nyonya...!"
Cindy mengekor pada Martin memasuki kamar.
Martin meletakan semua belajaan dan segera berbalik memeluk Cindy.
" abang ..!"
" Aku baru keluar sebentar tapi aku sudah sangat rindu ...!"
" Cindy, bagaimana jika kau tinggal bersamaku di sini??"
" Aku setiap pagi membuatkan sarapan untuk Aina, Fahad dan juga calon adik iparku...!"
" Hmmmm baiklah aku akan mencari apartemen dekat restoranmu...!"
" Oke...!"
" Baiklah, tapi sesekali kita datang ke sini ya...!"
" hmmm ..!"
__ADS_1
" Baiklah segera ganti pakaianmu...dan bermainlah dengan Yuda...!"
" Oke!" Cindy segera berganti pakaian dan kembali ke ruang tengah.