GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
322. Cemburu


__ADS_3

" Kak, ada apa??" tanya Anggita heran.


" Nggak apa nggit, gimana semua udah beres?, ikut pulang ke rumah tuan dulu ya??"


" Iya, kak!"


" Ayo kita bawa nenekmu ...!"


Dai dan Anggita, pun segera menuju kediaman Tuannya bersama Anggita dan Neneknya.


" Oh nenek Anggita sudah pulang, hallo nek, selamat untuk nenek karna sudah boleh pulang dari rumah sakit!" sapa Sansan sangat ramah.


" nyonya, terimakasih....!"


" oh jangan pada saya nek, semua itu saudara saya yang membiayai perawatan nenek, jik nanti dia senggang pasti akan mengunjungi nenek!"


" Oh benarkah??"


" iya nek, ini namanya Tante Sansan dan ini om...Kenzo!" Anggita memperkenalkan


" Anggita, kok tidak sopan , panggil mereka nyonya dan tuan!"


" Nek, Anggita bukan orang luar lagi, begitu juga dengan nenek...!"


" Ya nek, anggaplah ini rumah nenek sendiri ya!" Sahut Kenzo.


" Ibu, ayah ...!" Lily yang baru bangun karena masih pagi.


" oh .tante sudah punya anak??" tanya Anggita terkejut.


" Ya anakku 7 nggit, yang 6 dengan neneknya di negara M,dia yang paling kecil Nggit, ayo Lily sapa kakak Anggita dan juga nenek!"


" Hai kak, hai nek....!"


" Lily kapan kau tiba???"


sahut Dai terkejut


" Kemarin om, ...!"


"dengan siapa??"


" Itu kakak Fathia...!"


menunjuk ke halaman belakang.


" Tante itu siapa lagi...!"


" Oh ya Nggit rumah milik Fahad di beli oleh Fathia, nanti kamu temani dia ya, karena dia juga baru tahap pemulihan jadi mungkin akan merepotkan mu dia calon kakak ipar Fahad juga!"


jelas Kenzo.


" Baik om, bagaimana dengan nenek om??"


" Kamu ajak juga boleh Anggita, ....!"


" Makasih om ...kapan kita akan pindah ke sana om??"


" Besok, tak apa aku sudah cek lokasi udah siap huni kok...!"


" Ya om...!"


" Anggita di sana kamar tamu, bawa nenekmu ke sana, kau juga istirahat juga pasti lelahkan??"


" Ya om, tante kak Dai dan juga Lily kita istirahat dulu ya!" Anggita pun segera membawa neneknya beristirahat.


" Ayah, ibu aku menyusul Kak Fathia dulu ya!"


" Ya Lily...!" Sahut Sansan.


" Dai, apa ada hal yang ingin kau sampaikan?, jika tidak ada maka kau bisa istirahat!"

__ADS_1


" Ehnmm tuan, Sansan...tadi Dans menelponku...!"


" Dans?? kenapa?? " tanya Kenzo.


" Rajanya ingin datang kepernikahan Putra, Dans harus mencari cara untuk bisa mendapatkan undangan pernikahan Putra, dan istana tidak bisa ditinggalkan begitu saja!"


" Raja kampret itu masih gila!" gumam Kenzo kesal.


" Tuan, target Raja itu adalah Nona Julia tuan...!"


" Ya aku tahu Dai...!"


" Jadi bagaimana Tuan, Sansan??"


" Ehmm..gimana sayang apa kau mau membantu Raja kampret??" tanya Kenzo.


" Dai, kau bisa bilang pada abang Putra... dulu Raja mengundang Julia tidak ada salahnya sebaliknya!"


" maksudnya San??"


" Udah Dai itu gampang, bilang saja pada paman, Paman kan juga mengenal Raja Alfred!"


" Iya sih lalu bagaimanakah dengan istana?"


" Ehmm, Alfred tidak punya orang kepercayaan di istana selain Dans...Dans saja yang menggatikan Alfred sementara, Kau dan kak Noah menjemput Alfred dan menagawal dengan selamat sampai di sini!"


" Ya begitu saja Dai, sana kau dan Noah ke negara F....kasihan kepala Dans kalau hilang, nanti jadi hantu jerut purut lagi!" sahut kenzo.


" Om kau mendukung Alfred mengejar Julia??"


" Ya itu lebih baik dari pada mengejar gadis nakalku!"


" Aih ... om ..om...!"


" Antisipasi loe sayang, lagian aku juga pingin tahu, seberapa gila dia mengejar Julia, Julia itu cukup keras kepala dan sulit sekali di dekati!, kau tidak boleh dekat dengannya tahu??!"


" Ya om...!"


" ha?, sekarang tuan, bukankah tadi menyuruh saya istirahat dulu??!"


" sudah kau istirahat di pesawat saja sana, Noah seret Dai cepat!"


" Baik tuan!" Noah pun segera menyeret Dai keluar.


" Om....ada apa denganmu??" melirik ke arah Kenzo dengan curiga.


" Hehehe, sayang pagi hari ini syahdu, bagaimana kita sedikit meregangkan saraf-saraf kaku...!"


Kenzo segera menubruk Sansan hingga jatuh di atas Sofa .


" Om...is .. masih pagi...!"


" Kenapa, ini sangat menyehatkan sekarang kita hanya berdua saja...!"


" Ibu .. ayah kalian sedang apa??"


Lily yang datang menggandeng Fathia.


keduanya segera memisahkan diri


" Lily??" Kenzo menepuk wajahnya bagaimana bisa dia lupa masih ada Lily dan 3 orang lainnya di sini.


" Lily sayang ..hehehehe...kita sedang olahraga, tapi sudah selesai hehehe!"


Sahut Sansan salah tingkah.


" Kalian belum sarapan kan??, kita pesan saja Gofood!" ujar Kenzo mengalihkan topik agar tidak dibahas oleh Lily lagi


" Ya, ayah...Lily mau ayam goreng paha 3 , lalu mau kentang goreng , burger juga satu saja yang besar dan juga susu!"


" Haaaaah...????" Sansan dan Kenzo Terkejut

__ADS_1


" Hihihi!" Lily makannya banyak tuan ..bibi sampai kualahan, karena dia slalu kurang setiap kali makan dengan porsi yang sama dengan yang lain!"


" Eh Lily, sedikit gembul itu memang menggemaskan , tapi wanita itu nggak baik loe terlalu gemuk!!"


" Ibu...baiklah aku akan mengurangi porsi makanku, yang penting aku bisa bersama Ayah ibu!"


Kenzo tersenyum mendengar jawaban Lily


" Sini nak...!" Kenzo melambaikan tanganya pada Lily.


Lily langsung berlari memeluk Kenzo.


" Lily sayang, anak ayah...Ayah sayang dengan Lily...muuuchhhhh"


Lily merangkul leher Kenzo dan membalas ciuman Kenzo


" Muuuuach Ayah...Lily juga sayang ayah!"


" Oh, oh tidak om ...dia kenapa jadi pelakor!" Ujar Sansan cemburu.


" Husssst mulutmu San dia kan anak kita, pelakor dari mana??"


" Hahahahah" Fathia tertawa.


" Pelakor itu apa ayah??, kenapa ibu marah??"


" Jangan dengarkan ibumu, dia sedang tidak sehat!"


" Ibu sakit??, bukankah ibu bisa menyembuhkan orang sakit??, kenapa ibu tidak menyembuhkan ibu sendiri??"


" Pftttttttt...hahaha tidak ibu baik-baik saja, Lily sayang anak ayah, apa kau ingin ayah belikan mainan??"


" mau ayah mau, tapi ayah bagaimana dengan kakak Lily di Sana??"


" oh anak manis pintar muach muach, nanti pilihkan untuk semua kakak-kakakmu dan kita kirimkan ke sana bagaimana??"


" Ya ayah, pasti kakak-kakak sangat senang!"


menyandarkan kepalanya di dada Kenzo.


" Manis sekali kamu Lily, mau tidak ke rumah oma dan opa dia pasti sangat senang melihatmu!"


" Mau ayah!"


" Kalau begitu kita berangkat sekarang ya!"


" Om, aku tidak di ajak om??, aku juga mau dibelikan!" ujar Sansan


" Oh maaf sayang, kayaknya kamu di rumah dulu, Fathia membutuhkanmu, dan juga Anggita dan Neneknya!"


" What???"


" Eh jangan tuan saya tidak apa-apa kok, Sansan ikut saja!"


" Tidak Fathia dia akan tetap di sini menjagamu, karena Dai dan Noah tidak di sini!"


" Om...kau jahat, sekarang kau lebih sayang Lily!"


" Ibu, jangan marah kalau begitu Lily tidak usah jadi beli mainan, Lily di rumah saja!"


mendengar perkataan Lily Sansan menghela nafas berat


" Sudah Lily ikutlah dengan ayah, jangan nakal ya saat bertemu dengan omma dan oppa!"


" Ya ibu, terimakasih...!" Lily tersenyum girang


" Sayang aku pergi dulu dengan Lily jangan lupa pesan go food untuk sarapan kalian!"


Kenzo pun segera pergi bersama Lily sementara Sansan masih sangat kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa.


kini dia tau rasanya menjadi Sasha bundanya, bagaimana dia slalu berebut Ayah dengan bundanya pantas saja bundanya juga tidak mau kalah dengannya.

__ADS_1


__ADS_2