GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
95. Si Lemot + polos


__ADS_3

" Huhu...mommy sangat terharu, ...!" Savina tak kuasa menahan air matanya


" Wah, abang Suhail memang memilih wanita yang baik!"


" Kita ke resto Cindy Julius!" Pinta Savina


" Kenapa?? ke sana?"


" Biarkan Cindy yang menjalin kontrak kerja sama denagnya, mommy hanya meminjam namanya, untuk jaga - jaga, jika dia tahu kita yang menjalin kerja sama dengannya dia akan berpikir kita sengaja membantunya, dia akan sangat sedih!"


" Benar juga, itu aku dari tadi menahan tawa karena Julius di panggil Juprikkk!"


" Oh ya, hahahah mommy juga menahan tertawa, bagaimana bisa dia dipanggi Juprikkk?"


" Mommy jika begitu kau tidak bisa sering-sering menemuinya dia bisa mengenali kita dengan suara!"


" Oh ya??"


" Jangan sampai suara kalian dihapal olehnya!"


" Mommy akan minta Gery menyelidiki latar belakangnya!"


" Oh ya, apa dia akan seperti mommy, ternyata anak dari orang kaya yang hilang!"


" bukan itu, siapapun dia jika dia benar-benar baik, mommy akan menerimanya, mommy ingin tahu kehidupan orang tuanya, karna anak itu menjadi baik pasti juga tidak luput dari didikan orang tuanya!"


" Hemmm...begitu...!"


" Hey kembaran, kapan kau akan mengakui kami di depan wanitamu?"


" Seorang Jenderal besar saja Ditolak oleh seorang wanita yang tidak bisa melihat, lalu apa kabar aku yang hanya menjadi aparat kecil ini !" Ujar Julius.


" Hahahah, Yus... yus...jangan memulai hubungan dengan kebohongan, mommy bisa menebak ending dari percintaan mu!"


" Mommy jangan bicara begitu!"


" Itu memang benar!"


" Menyebalkan sudah sampai mom...!"


" Baiklah ,mommy akan menemui Cindy dulu!"


Savina segera turun dan masuk ke dalam restoran.


" Selamat pagi Nyonya apa ingin bertemu dengan bos?"


" Benar, apa keponakanku ada?"


" Ada di dalam ruangannya, ...!"


" Oh tuben sekali dia tidak sibuk?"


" Beberapa hari ini , bos tidak menerima client dan membatalkan semua janji!"


" Apa??, kalau begitu aku masuk ya?"


" Silahkan nyonya!"


Savina pun segera masuk ke ruangan Cindy.


" Cindy anakkuuu...!"


Savina slalu mengaggap keponakan nya seperti anaknya sendiri


" Oh bibi,...!" Cindy menghapus air matanya dengan segera.


" oh Cindy ku sayang, kau pasti sangat terluka?"


" Bibi, Cindy tidak apa kok!"


" Menangislah nak, kau pasti sangat takut terlihat menyedihkan di depan mama dan saudaramu kan??"


" Bibi, huhuhuhuhu....!"


" Menangislah nak , menangislah....!"


" Bibi, Cindy sangat menderita dengan kenyataan ini, hiks hiks hiks...!"


"Kau pasti sangat mencintai Martin bukan??"


" Huhuhuhu...tapi dia sangat jahat pada kami bibi!"


" Cindy, bolehkah bibi bertanya?"


" Ya, bibi...!"


sambil sesenggukan.


" Kau adalah anak pertama di keluargamu, jika kau berada di posisi Martin apa yang akan kau lakukan sayang??"

__ADS_1


" Apa??"


" Fahad dan Aina, mungkin melakukan kesalahan atas ketidaktahuan dari yang sebenarnya, apa yang akan kau lakukan untuk melindungi adikmu?"


" Hiks hiks,... Cindy yang akan mengakui semua kesalahan yang diperbuat oleh adik Cindy!"


" Jika begitu kau juga membantu menyembunyikan kebenarannya, kau juga tidak beda dengan Martin bukan, bibi juga tidak membenarkan perbuatan Martin, namun terlepas dari kesalahanya itu, dia adalah seorang kakak yang baik, dia pasti sudah memikirkan hal ini akan terjadi, kau ingatlaj kembali perkataan - perkataan Martin yang kau rasa aneh, mungkin dalam candaanya atau ceritanya dia menyiratkan tentang sesuatu!"


" Cindy ingat, hiks hiks dia slalu mengatakan, takut jika suatu saat nanti Cindy, membencinya, huhuhu...dan saat Cindy ulang tahun dia hanya meminta Cindy memaafkan semua kesalahannya huhuhu...tapi tetap saja Cindy sangat marah dan tidak bisa menerimanya!"


" Memang butuh waktu sayang, jika kau hanya menangis bersedih meratapi nasib mu, itu tidak akan mengubah semuanya, kau harus bangkit, jangan mau di kalahkan oleh keadaan dan kenyataan apapun, kau lebih hebat dan kuat dari segala masalahmu!"


" Bibi terimaksih....!"


" Sama - sama, kenapa kau membatalkan semua janji kau akan kehilangan nama baik resto ini...!"


" Ah, benar...Cindy membuat kekacauan untuk Resto Papah!"


" Baiklah, bibi ada seseorang yang ingin bibi ajak bekerja sama, tapi bibi meminjam namamu untuk bekerja sama dengannya, namun orang ini tidak bisa melihat, dia meminta 70 % hasil berdih dari pemasaraj minuman ini!" memberikan minuman pada Cindy.


" Tidak bermerk??"


" Coba saja dulu!"


Cindy pun segera mencobanya.


" Oh, enak sekali,... bibi apa dia benar-benar buta?"


" Aku juga awalnya merasa begitu, tapi dia benar-benar buta!"


" Dia meracik sendiri??"


" Hmmm....!"


" Jika dia meminta 70 %, laba kita tidak seberapa bibi!"


" Dia mau meminta 70% sampai dia bisa melihat lagi, setelah itu dia akan meminta 50%!"


" Kita bisa membantunya kan terlepas dari bisnis ini!"


" Tidak dia tidak mau, dia sebenarnya wanita yang di sukai oleh Suhail, selama dia' tidak bisa melihat, dia akan menolak putraku!"


" Oh, aku mengerti bibi, bibi tidak ingin dia tahu jika bibi yang membantunya,!"


" ini juga bukan membantu, karena dia memiliki potensi di bisnis, dengan racikannya, hanya saja tidak ingin membuat kesalah pahaman!"


" Ehmmm, kau bisa pura - pura terkejut jika suatu hari itu terjadi, ...kita lihat dulu seberapa dia ingin berusaha!"


"Cindy mengerti bibi, ...lalu bibi berarti labanya hanya 30% bibi mau berapa %?"


" Berikan pada bibi 5% saja kau bisa mentransfer ke rekening Julia!"


" Dia sedang merintis juga, baiklah jika nanti jalan 50%' aku akan membagi 20% untuk Julia!"


" Terimakasih Cindy, besok yang akan membuat berkas kontraknya manager bibi, dengan namamu, kau ikuti saja jalannya besok oke, kau bilang saja yang menemuinya kemarin adalah mamamu bukan bibi oke?"


" Jam berapa??"


" 8 pagi managerku akan menjemput mu di rumah, kau tinggal oke saja dan selanjutnya kau bisa memberi nama apapun pada minuman itu!"


" Hemmm okelah!"


" Cindy karena sudah siang Bibi harus kembali!"


" Oh baiklah bibi terimakasih!"


Savina pun segera pergi


Sementara di kediaman Pratama,


Aina baru terbangun,


" Oh, jam berapa??" melihat jam di dindingnya


" Oh ini sudah siang, aku terlambat ke toko!" Aina buru - buru keluar kamar dengan mententeng tas tidak mandi dan tidak berganti baju.


" Kakak, kau mau kemana?"


" Bekerjalah...kakak kesiangan membuka toko hari ini banyak pesanan, mati, aku mati!"


" Kakak bukankah sudah memiliki pekerja?, kenapa masih heboh saja sih?"


" Ah, benar aku lupa, hahhhhhhh kenapa aku tidur seperti orang mati!" Aina menjatuhkan tubuhnya di sofa dan meletakkan kepalanya di pundak Fahad.


" kau ini tidak pernah berubah, apa kau sering tidak mandi saat berangkat ke toko?"


" Benar, ...!"


" Haaaah, aku tidak tenang selama melakukan pendidikan karena kau ini sangat ceroboh dan bodoh!"

__ADS_1


" Adik, kau tidak boleh mengatai kakak, aduh kenapa tubuhku rasanya sakit apalagi di bagian leher belakang!"


" Kau tidur sampai siang, bagaimana tidak sakit badanmu?"


" Yaz biasanya aku juga tidak sesiang ini, apa yang ku lakukan kemarin ya aku tidur disore hari sampai siang hari dan tidak terbangun sama sekali!"


" Ya karena kakak sedang tertekan, pasti membuat kakak kelelahan sampai tidur melebihi jam normal!"


" Ah, tapi kemarin aku bersama Julius, dan


....oh aku ingat, sialan Iyus itu!" Aina segera beranjak dan berlari menuju halaman Utara milik Nathan.


Fahad mengikuti dari belakang,


" Iyuuuuuus,,, iyusssssss, iyussssssss, iyussss!" Teriak Aina


" Kakak paman ada di rumah loe!" Ujar Fahad.


Nathan yang sedang berbincang dengan Suhail dan putra pun menengok keluar.


" Kenapa Aina itu?" Nathan keheranan.


Suhail pun beranjak dan segera menemui Aina.


" Aina, ada apa?"


" Abang iyus mana??"


" Iyus tidak ada di rumah, ada apa mencari iyussssssss?"


" Abang, kemarin Iyus berbuat jahat padaku!"


" Jahat apa kakak, tidak loe!" sahut Fahad


kegaduhan itu membuat Nathan dan putra keluar


" Ada apa keponakan paman?"


" Paman, paman harus memberi keadilan pada Aina, oleh perbuatan Iyus!"


" Apa lagi ini??" Nathan sangat terkejut.


"Paman sepertinya kakak masih belum sepenuhnya sadar karena baru bangun tidur!"


" Aku sangat sadar dan aku sangat marah!" Ujar Aina.


" Katakan pada paman apa yang sudah di perbuat Iyus?"


" kemarin Aina merasa sangat sedih karena tidak memahami situasinya, awalnya Iyus baik sekali menghibur Aina, tapi tiba-tiba Iyus mengatai Aina lemot, itu memang karena salah iyus yang menempeleng Aina, waktu kecil dan membuat Aina lemot...!"


" Lalu??"


" Aina protes pada Iyus jika saja Iyus tidak menempeleng Aina ,pasti Aina sekarang ini sama genius nya dengannya!"


" Kakak kau bicara apa?, paman sepertinya kaka masih setengah sadar!"


" Diam Fahad,kakak sedang meminta keadilan pada paman!"


" Ya sudah lanjut kan ceritanya!" Ujar Nathan.


" lalu Iyus menyarankan Aina ,katanya Aina harus di tempeleng sekali lagi agar otak Aina kembali pada tempatnya!"


" Pufffttt!" Suhail dan putra menahan tawa.


" Dan kau mau di tempeleng Iyus???"


tanya Nathan


" Iya, paman...!"


" Astaga Aina, kau ini bukannya Lemot hanya kurang pintar saja!"


" Paman bukankah itu sama saja?"


" Bedalah, baiklah nanti jika Iyus pulang paman akan memberinya pelajaran!"


" Paman Sebenarnya Aina bukan marah karena Iyus menempeleng!"


" Lah, lalu?? "


" Karena Iyus malah memukul punggung Aina sampai pingsan, seharusnya kan dia menempeleng kepala Aina, dia tidak menepati janjinya!"


Nathan gelagaban dengan pernyataan Aina,Nathan tak bisa berkata-kata lagi dengan Aina,


Astaga, anak ini sudah lemot ditambah terlalu polos, oh kasihan sekali keponakanku ini, bagaimana jika dia di bohongi orang lain.


Fahad hanya cengar-cengir saja di belakang Aina sambil menggaruk kepala.


sementara Suhail dan Putra menahan sekuat tenaga untuk tidak menertawakan Aina.

__ADS_1


__ADS_2