
" Yang Mulia...!"
" Katakan padaku kau mau pergi kemana??" tegas Alfred pada Tasya.
" hmmm,...!"
" Katakan Dai??" Alfred mendesak Dai.
" Kami sudah menyelesaikan misi ini, dan kami harus segera kembali Yang Mulia!"
" Di mana??"
" Kami juga memiliki pimpinan sendiri, kami harus kembali pada pimpinan kami untuk melanjutkan misi!"
" Hah?? kalian kira Istanaku bisa seenaknya seperti itu datang dan pergi sesuka kalian?"
" Yang Mulia....!"
" Kakak diamlah, aku tidak berbicara dengan kakak!"
" Yang Mulia, maaf karena kami sudah membohongi anda selama ini, namun kepatuhan kami selama ini tidak palsu pada anda!"
" Jika tidak palsu, tetaplah di sini!" tegas Alfred.
" Kami tidak bisa tinggal lebih lama!"
" Katakan pada pimpinan kalian, berapa aku harus membayar untuk kalian tetap tinggal??"
"Kami tidak bisa dibeli Yang Mulia, kami sama seperti Dans... kesetiaan kami tidak bisa dibeli!" Tegas Tasya.
" Jika begitu kalian harus di hukum karena sudah membohonginya Raja!!!"
" Mana boleh begitu, semua itu juga untuk melindungi Raja!"
" Lalu bagaimana dengan kau berpura-pura di rasuki oleh Ratu????"
" Apa??, jadi Yang Mulia sudah tahu??"
" Saat aku tahu kau yang membawa Putri Alena aku tahu semua kebohongan mu!"
" Jadi Tasya hanya bisa meminta kemurahan hati Yang Mulia,untuk memaafkan kami!"
" Masukan mereka ke dalam penjara, jika mereka tidak berniat tinggal, biarkan mereka membusuk dalam penjara!!!" perintah Alfred.
" Oh apa, aku tidak mau...Yang Mulia tolong pikirkan lagi??"
" Tinggal atau di Penjara???"
Alfred memberikan 2 pilihan.
" Yang Mulia, bagaimana bisa anda seperti ini?" ujar Alena.
" aku sudah memberikan 2 pilihan pada mereka!"
" Baik, Yang Mulia, penjarakan saya!"
ujar Tasya yang memilih untuk dihukum.
" Penjara kan saya juga Yang Mulia!" sambung Dai.
Alfred dan Alena terkejut,
" Kalian bisa memilih menetap?, kenapa harus menderita?" Ujar Alena tak percaya.
" masukan dalam penjara!!" tegas Alfred.
Tasya Dan Dai pun segera di masukan ke dalam penjara.
" Adikku, ... kenapa kau menghukum orang yang sudah membantu dan melindungi mu??"
" Jika dia tidak mau patuh pada Raja maka dia adalah pemberontak!"
" Kau sangat kejam Yang Mulia, Jika Yang Mulia menyukai gadis itu, Yang mulia bisa mengejarnya!"
" Raja bisa memiliki apa yang Raja mau, kenapa aku harus mengejarnya??"
" Hmm, baiklah...saya tidak akan berbicara lagi, saya permisi!"
__ADS_1
Alena pun pergi meninggalkan Alfred.
" Gadis itu sangat keras kepala, bagaimana bisa dia memilih di penjara??" Alfred merasa sangat kecewa.
" Yang Mulia, apa sungguh mereka harus di penjara?" Tanya Dans.
" Lalu??"
" Mereka sudah mempertaruhkan nyawa mereka untuk anda!"
" Lalu aku harus membiarkan mereka pergi??"
" Jika anda sangat menyukainya, anda bisa mengambil hatinya pelan - pelan, Tasya sangat berbeda dengan yang lain, ... Dia memiliki Jiwa yang Liar, tidak suka di kurung sangat menyukai kebebasan!"
" Bagaimana jika aku tidak bisa melihatnya lagi nanti?"
" Anda sudah bukan Raja boneka, anda pemegang semuanya dalam negara ini, anda bisa mengirim seseorang untuk slalu mengawasi mereka, anda tidak akan kehilangan jejaknya Yang Mulia, anda bisa mencari informasi detail tentangnya!"
" Bagaimana jika , dia direbut orang lain??"
" Tidak ada yang mampu bersaing dengan Rajaku, siapa yang berani maka habisi saja!"
" Itu membunuh, aku tidak mau!"
" Kalau begitu bersaing saja Yang Mulia!"
"Aku akan memikirkanya lagi?" Alfred segera kembali ke istana nya.
Rajaku jatuh cinta pada anak ingusan,... Tasya kecil , kau pandai memikat hati pria dalam hati Dans.
...----------------...
" Istriku, ini sudah seminggu dari peraturan di rubah oleh raja, namun kedua anak itu kenapa belum datang??"
" Tunggu, beberapa hari lagi...!"
" Aku sangat khawatir, ...!"
" Suamiku, tidak ada yang bisa menakhlukan anak - anak nakal itu, jikalau raja tidak mengijinkan mereka pergi mereka memiliki caranya sendiri untuk pergi!"
" Benar, aku sudah menitipkan pesan pada kepala pelayan sebelum Raja mengganti aturan, jika kita akan pergi lebih dulu ke negara M!"
" baiklah, langsung saja kita tinggalkan tempat ini!"
Dengan segera Mamoto dan Yukini meninggalkan Negara itu, mereka yakin jika Dai dan Tasya bisa mengatasi permasalahan yang mereka hadapi.
...----------------...
Setelah, di kurung selama 2 minggu Dai dan Tasya di bebaskan oleh Alfred.
" Kenapa kalian memilih menderita, dari pada tetap tinggal di sisiku??"
" Maafkan atas hal itu Yang Mulia!"
ujar Dai.
" Dans bawa Dai pergi dulu!"
" Tidak yang mulia saya akan tetap di sini!" tegas Dai.
" Kalian benar - benar tidak bisa di pisahkan!, baiklah aku akan bertanya padamu sekali lagi Tasya!"
" Ya Yang Mulia??"
" Maukah kau menjadi permaisuri ku dan memiliki semua apa yang kau mau!"
" Saya tidak bersedia!"
" bagaimana bisa kau menolak Yang Mulia tanpa mempertimbangkan lebih dahulu Tasya?" ujar Dans keheranan.
" Tasya tidak menyukai kehidupan di istana!"
" Lalu kau mau kehidupan bagaimana?, aku akan mengikuti maumu"
" Saya tidak ingin tinggal di sini lebih lama, hanya itu saja Yang Mulia!"
" Alasan macam apa itu Tasya??"
__ADS_1
" Yang Mulia saya hanya ingin hidup bebas saja!"
"Ya, aku tahu kau tidak akan mau menetap, aku akan membebaskanmu, dan ingatlah jika kau butuh sesuatu kau bisa mencariku kapan saja!"
" oh sungguh??" Tasya sangat bersemangat.
" Apa kau mempertanyakan kesungguhan seorang Raja??"
" Mana mungkin, yang mulia memang yang terbaik!"
" kau harus memberikku nomer ponselmu agar aku slalu bisa tahu kabarmu!"
" Oh???"
" Hanya itu yang aku minta apa kau juga tidak mau memberi??"
" Yayayyaya aku akan menulis nomernya diponsel Anda yang mulia, mana??"
Dans segera memberikan ponsel pada Tasya, Tasya memberikan nomernya dan mengembalikan ponsel pada Dans
" Terimakasih Yang Mulia kami pergi dulu!" segera berpamitan.
" tunggu apa kau tidak ada sesuatu untuk sebuah perpisahan??" tanya Alfred.
"Ha???" Tasya tidak mengerti maksud Alfred.
Dai memberikan isyarat mata pada Tasya,
" Oh, ah...Yang Mulia semoga anda slalu di berikan kesehatan dan slalu menjadi pemimpin yang Arif dan slalu di cintai oleh rakyatnya, Sampai jumpa di lain waktu yang mulia!" Tasya memeluk Alfred sebagai tanda perpisahan.
Alfred memeluk Tasya dengan erat,
" Tasya, terimakasih atas segalanya, jika suatu hari nanti kau tidak ada tempat untuk pulang, istanaku selamanya akan terbuka slalu untukmu,...ini juga rumahmu!"
" Yang Mulia, terimakasih atas kemurahan nya!"
" jangan kau lanjutkan, aku tidak ingin mendengarnya, jika aku rindu aku akan mencarimu , jika kau merindukan suasana di sini kau bisa datang, kau boleh pergi!"
" sampai jumpa Yang Mulia, sampai jumpa Dans!"
Tasya dan Dai, hari itu juga meninggalkan istana dan karena kepala pelayan sudah menyampaikan pesan Yikini pada Tasya, mereka pun memutuskan untuk segera meninggalkan negara itu.
" Kita mau langsung ke Indonesia atau menyusul paman dan bibi lebih dulu?"
" Ke Indonesia aku ingin menemui om Kenzo aku sudah rindu!"
" Apa kau tidak mengambil upahmu terlebih dulu??"
" tidak aku masih memiliki uang jajan dari om Kenzo!"
" enak sekali kau?? apa kau menerima utuh untuk hasil misimu???"
" apa yang kau pertanyakan???, semua sama kan hasil kita kena potongan 30%!"
" Aku kira kau menerima hak istimewa heheheh,!'
" Dai dalam urusan pekerjaan om Kenzo tidak pilih kasih, tak apalah 30% itu juga untuk kepentingan organisasi, sistemnya kan sama kayak Black Dragon, jika kau memiliki keluarga semua mendapat tunjangan, melebihi kau menjadi tentara bukan?"
" Aku hanya tanya woiii, hahaha, kau kenapa jadi erosi sih??"
" Aku kira kau kecewa dengan potongan 30% nya!"
" tidak sama sekali, aku hanya ingin tahu keadilan pimpinan kita heheheh!"
" Om Kenzo mengikuti aturan ayahku, heheheh dia 11 12 lah dengan Ayah Bramku, makanya aku menyukainya!"
" sudah jangan katakan lagi, aku hampir muntah mendengar kekagumanmu padanya!, aku sudah memberitahu Bibi jika kita Indonesia lebih dulu!"
" Ya...!"
" Kita cari tempat tinggal lebih dulu...!"
" Bisakah kau mengantar aku ke makam ayah ku dan pamanku??"
" Oke!"
mereka pun segera terbang ke Indonesia .
__ADS_1