
" Fahad, kenapa kau bekerja di sini??"
" Oh, Kau Yohana!"
" Apa yang kau lakukan??, bukankah kau dan Iyus melanjutkan pendidikan??"
" Oh itu Iyus saja aku mengundurkan diri dari kepolisian!"
" Loe kenapa??"
" Tidak apa-apa...!"
" Oh Fahad, apa kau tahu Iyus sebenarnya sudah punya kekasih atau belum??"
" Kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu??"
" aku hanya ingin tahu, aku sangat menyesal karena menolaknya dulu...aku terlalu bodoh !"
" Aku rasa yang dulu bodoh itu adalah Iyus, karena menyukaimu!"
" Apa??, kau mengataiku??"
" Tidak, aku mengatai Iyus...apa kau tidak dengar??"
" Tapi itu sama saja!"
" Mana ada, nona Yohana...saya harus lanjut bekerja lagi .. selamat menikmati!"
Fahad segera pergi melanjutkan pekerjaannya.
" Hih...cuma pelayan saja belagu, dia kenapa malah jadi pelayan??, sudah aku tidak mau tahulah tentang Fahad aku akan cari tahu sendiri , oh Aina...aku akan mengunjunginya!"
setelah selesai makan Yohana segera menuju ke toko bunga Aina.
" Aina...!" Sapa Yohana
" Eh??" Aina sangat terkejut dengan kemunculan Hana.
" kenapa kau malah melamun, lama sudah tidak bertemu, terakhir kali kita ketemu di bandara kan??"
" eh ya, ya...!"
Dia mau apa sih??
dalam hati Aina.
" Oh aku tadi bertemu dengan Fahad, kenapa dia sekarang bekerja sebagai pelayan??'
" Ah, itu pilihannya...!'
" Jadi polisi kan sudah baik, kenapa dia mengundurkan diri??'
" Setiap orang punya pilihan masingmasing Hana...!'
" Ya juga sih, sayang sekali...!"
" Tidak apa-apa dia lebih bahagia sekarang!"
" oh ya, Aina...aku ingin tanya, apa kau tahu wanita yang disukai Iyus??, dia pasti masih sangat menyukai ku kan?, hanya saja dia masih kesal karena aku menolaknya!'
" Heheh....!" Aina hanya merenges.
" Jika kau tahu , bilang padaku siapa wanita itu, aku akan beritahu padanya jika hanya aku yang pantas bersanding dengan Julius!"
" Uhuk uhuk...!"
" Eh kau kenapa??"
" Tidak apa-apa...hehe...kenapa kau sangat yakin begitu Hana??"
" ya...dia mengejarku sampai demikian rupa..., tapi saat itu aku masih di butakan oleh Suhail!'
" Hehehe... bagaimana dia mengejarmu dulu??'
__ADS_1
" Dia mengajakku bertemu membawakan Cincin yang sangat bagus, dia mengatakan ingin bersamaku tapi aku menolak!, dia sampai memohon-mohon padaku, tapi aku tetap menolaknya!"
" Oh kau rupanya menolak barang bagus Hana...!"
" Ya, aku sangat bodoh sekali...aku menyesal...Aina bantu aku dekat dengannya lagi, aku akan bersabar menunggunya!"
" Aku, aku tidak bisa...!'
Enak saja, masak aku mau membantu Iyus denganmu lalu aku bagaimana menyebalkan sekali wanita ini.
dalam hati Aina sangat gemas.
" Kenapa kau menatapku begitu Aina??"
" Ah, tidak tidak tidak apa - apa...ya itu aku tidak berjanji...iyus masih 2tahun lagi kembali...siapa tahu kau mendapatkan yang lebih baik dari iyus duluan tidak ada yang tahu!'
" Tidak, aku sangat ingin menjadi saudaramu Aina, ayolah bantu aku!'
Ya Tuhan, inginku garuk isi kepala wanita ini agar dia tidak berkhayal terlalu tinggi!
Aina sangat gemas sekali.
" Kau membenciku Aina??'
" Ahz mana ada...hanya saja memang aku agak kesal, padamu!"
" Ya, itu aku tahu pasti kau sangat kesal, karena bagaimana pun Suhail dan Iyus adalah saudara mu heheheh maafkan aku, itu karena aku yang tidak bijak dalam menata perasaan ku!"
" hehehe...hehehe...!" Aina hanya bisa merenges dengan kata-kata Hana.
" Tapi aku sangat yakin, Iyus itu hanya menjaga harga dirinya saja sebenarnya dia masih menyukai ku!"
**Lagi??, katakan saja terus begitu, aku hampir kesal mendengar ocehanmu, tapi begaimana jika itu benar??, aku dan Yohana sangat cantik Yohana, dan aku juga kalah banding dengan isi kepalanya, aku yang lemot ini memang tidak sebanding dengannya...
Aina mulai merasa was-was dengan perkataan Yohana**.
" Aina, aku pergi dulu ya...ayahku mencariku!" sambil mengangkat telponnya dan pergi melambaikan tangan pada Aina.
" Husft... kenapa dia sangat percaya diri??"
" Oh Tuan Hubert??"
" Nona, apa kabar??, terakhir kali kita bertemu di rumah sakit, kita belum bertemu lagi...!"
" oh ya Tuan bagaimana keadaan ibu anda??"
" Operasi keduanya di tunda, karena kondisinya masih kurang membaik!"
" Kalau begitu, bolehkah saya menitip bunga ini untuk ibu anda???"
".Ehmm, saya takut dia akan menanyakan anda lagi, karena saya mengatakan jika anda bekerja di kota lain!"
" Oh begitu....!"
" Ya, saya tidak ingin mempersulit anda lagi nona...!"
" Terimakasih Tuan Hubbert karena sangat mengerti keadaan saya, semoga ibu anda selalu dalam keadaan baik-baik saja!"
" Terimakasih atas doanya nona...!"
" Oh, apa tuan ingin membeli bunga atau apa??"
" Saya, tidak ada teman mengobrol jadi saya datang ke sini...apa saya mrngganggu??'
" Oh tidak, ... silahkan duduk...!"
" Terimakasih nona...oh ya... di mana saudara anda yang sangat protek pada anda itu??"
" Oh dia sedang lanjut pendidikan kepolisian!"
" Oh, dia sangat berkarisma di usia semuda itu, ...!"
" Maafkan atas perilaku yang pernah anda terima darinya Ya Tuan....!"
__ADS_1
" Sudah saya maafkan, saya bukan orang yang mendendam...tenang saja...!"
" Syukurlah...saya merasa lega...!"
" Nona sudah siang apa anda tidak makan siang??"
" Ya, makan...saya membawa bekal dari rumah, bagaimana dengan anda...!"
" Saya, bingung mau makan apa di sini nona heheh...!"
" Makan bersama saya, bekal yang saya bawa cukup untuk beberapa orang!"
Aina mengeluarkan box bekalnya di meja.
" Kakak - kakak, kita closed dulu ya, makan dulu!" Aina memang slalu makan bersama dengan kedua karyawannya dengan bekal yang dibawakan Cindy .
" Tuan tidak keberatan kan makan bersama rekan saya??"
" Ah, justru saya ini yang tidak enak hati nona...!"
" Tidak apa-apa...Tuan harus mencoba masakan kakak saya, pasti ketagihan!"
" Kalau ketagihan saya harus beli di mana Nona??"
" Agak jauh sih dari sini sekitar 25 menit berkendara resto masakan Jawa tuan, oh tapi semua bisa lewat Gofood sekarang !"
Sambil membagi rata bekal yang di bawa menjadi 4 bagian.
" Nona, maaf jika malah merepotkan, niatnya hanya mengobrol saja!"
" Tidak apa-apa tuan, tapi jangan sering-sering heheheh becanda deng!"
" Anda memiliki kakak yang sangat perhatian!"
" Ya, saya bersyukur juga karena itu Tuan, lalu apa anda juga bersaudara??" mereka makan sambil mengobrol.
" Ada namun sudah tiada, ...!"
" Maaf, maaf tuan....!"
" Tak apa itu sudah sangat lama, jadi aku hanya tinggal memiliki ibu saja!"
" Ibu anda orang yang baik dan hebat dia pasti akan segera membaik tuan!"
" Terimakasih Nona...apakah kita ini di sebut teman??"
" Tentu kita teman, oh ya Tuan apa pekerjaan anda??"
" Oh, saya membuka usaha di bidang otomotif nona, hehe...!"
" Oh apa itu jasa penyewaan transportasi??"
" Benar sekali,...dari mobil kecil sampai bus...!"
" Oh luar biasa...semua orang membutuhkan itu, apa usaha anda baik-baik saja jika ditinggalkan tanpa di awasi??"
" Syukurlah, sampai saat ini baik - baik saja, Karena saya masih memiliki seorang ibu yang senantiasa mendoakan kebaikan saya, maka dari itu saya tidak tega membiarkannya sendiri...!"
" Anda sangat berbakti Tuan Hubbert...!"
" Ini semua bukan apa-apa , karena saya tidak akan bisa membalas setetes pun kebaikan yang ibu saya berikan!"
" Saya malah tidak pernah melihat siapa ibu kandung dan ayah kandung saya...!'
" Loh???"
" Tapi sungguh Tuhan maha baik karena, Memberikanku keluarga yang benar-benar mencintai ku seperti anak kandungnya sendiri!'
" Oh rupanya begitu, kita memiliki porsi masing-masing dalam menjalani hidup nona...!"
Pantas saja saudaranya sangat protek, apa anak muda itu menyukai nona ini?
sepertinya begitu,
__ADS_1
dalam hati Hubbert.