GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
229. perpisahan


__ADS_3

" Julia lalu bagaimana dengan bisnismu?"


" Terpaksa tutup...dan masih banyak kue - kue yang belum terjual, Yang Mulia bolehkah saya meminta tolong pada orang anda untuk membaginya di tempat yang jauh dari sini??"


" Ha??"


" Selama ini yang membeli kue Julia semuanya orang berada, Julia ingin rakyat menengah kebawah juga merasakan kue buatan Julia!"


" Oh???"


Haaaaaahhhh baru ku temui gadis berhati baik sepertimu tidak pernah memikirkan keuntungan diri sendiri, saat impianmu di sini musnah kau masih memikirkan kebahagiaan orang lain, baiklah tunggu baik-baik di negara mu, aku akan menyelesaikan masalah di sini , setelah itu akan datang padamu nanti.


dalam hati Alfred.


" Bolehkah??"


" Tentu saja...mewakili hati Rakyat aku ucapkan terimakasih!"


" Sama-sama..!" Julia merasa sangat senang dan lega, Julia tidak merasa sedih karna kalah dari selir ketiga, sebenarnya bisa saja dia meminta Daddy dan saudaranya meporak-porakan Selir ketiga, namun itu bukan kemenangan yang sesungguhnya baginya, menjadi petarung yang baik Julia tahu kapan harus maju dan kapan harus mundur, jika dia maju maka dia akan menghancurkan 2 negara.


Dan Julia tidak sedih karena akan berpisah dari Raja, ya karena Julia masih ingusan ya bestiehhhh soal cintahh...jadi saat ini Julia memang tidak memiliki perasaan pada sang Raja.


masih Volosss...tidak seperti saudara -saudara lainya yang lebih peka urusan Sintah... terutama Sansan.


Dan akhirnya Julia dan keluarganya pun meninggalkan Negara F.


Julia sangat senang, dia memiliki teman dekat sekarang Ami dan Yuzan.


" Kalian berdua itu sangatlah cantik, tapi negara kalian kalian hanya seorang pelayan, jika di negara ku kalian bisa menjadi apa saja yang kalian inginkan??"


"oh apa itu sungguh bisa nona??"


" Tentu saja... kalian kan lebih tua dari aku panggil baku Julia sajalah!"


" Tidak Nona, anda adalah orang yang saya hormati sampai mati, saya aka. memanggil anda nona!" Ujar Yuzan.


" Benar saya setuju dengan Yuzan!" Sambung Ami.


" Ah baiklah yang penting kaliam bahagia saja!"


mereka bertiga sepanjang perjalanan berbincang banyak


" Kak, Julia menemukan seseorang yang satu frekuensi dengannya, dia dengan saudara yang lain malah tidak secerewet itu!"


" Dari keturunan Pratama, dia yang paling lemah di keluarga ini setelah Aina, jika Aina itu aku maklum karena dia tidak ada hubungan darah, yang punya power keberanian paling besar itu Sansan, setelah itu Cindy dan dia yang berada di urutan bawah, makanya dia tidak bisa mengapresiasikan dirinya karena tertekan power besar dari saudaranya, tapi dengan Yuzan dan Ami dia bisa mengendalikan 2 orang itu , dia bisa mengapresiasikan apapun yang ingin dia apresiasikan tanpa tekanan!"


" Lalu bagaimana dengan yang laki-laki??" sahut Julius ingin tahu.


" Kau!!"


" Mana bisa ...Fahadlah Dad...!"


" Hahaha kau!!"


" Benar kau yang paling bawah !" Chiko membenarkan.


" Apa alasanya aku yang paling bawah??"


" Tentu saja, yang pertama itu Suheil...!"


" Haaa sudah ku duga, ini kan yang ada hubungan darah!" Julius masih tidak terima.


" Nah itulah yang membuatmu kalah!"


sahut Chiko.


" Kenapa om??"


" Orang yang kuat itu meskipun di nilai rendah dia akan terima, dan memperbaiki diri agar tidak di pandang rendah lagi, bukan marah-marah!"


" Dengarkan itu yus!"


" heee iya iya...tapi kenapa Fahad bisa di atasku??"


" Dia tidak mengandalkan orang tua dia mau menerima resiko yang dia pilih...!"


" Haaa??"


"sedangkan kau karena tidak tahan di pukuli, dan ingin dapat cuti, kau menyeret nama Daddy, itu berarti kau masih menguandalkan orang tua mu!"


" Ya masak aku sudah dipukuli tidak dapat cuti kan rugi...!"

__ADS_1


" Itu kenapa kau kalah, tidak bisa menerima apa yang tidak sesuai keinginanmu!"


" ah baiklah aku tahu sekarang, aku akan mengingatnya!"


Mereka pun sampai di tanah Air , Karena Julia kembali Ke tanah air Dai pun kembali ke negara M.


" Bibi di mana paman?"


" ada masalah di Jepang, Tuan, membawa paman dan Sansan ke sana!"


" oh...kalau begitu aku akan kembali sebentar untuk menemui keluargaku!"


" oh ya, kau pasti sangat lelah istirahatlah lebih dulu, baru kau kembali ke negaramu!"


" ya bibi terima kasih...!"


" Oh Ya, kau istirahat di lantai atas saja, kamar di bawah sudah di pakai semua Dai...!"


" Baik bibi...!"


" Ya , aku akan memasakan sesuatu untuk kalian makan malam nanti!"


Yuki pergi ke dapur dan Dai segera naik ke atas.


...----------------...


Negara F


Satu minggu setelah kepulangan Julia.


" Yang Mulia anda sudah seminggu ini tidak menghadiri pertemuan !"


" Ya, aku sedang ingin menyendiri!"


" Baik...!"


" Tetap awasi Selir ketiga, dan juga keluarganya...!"


" Apa rencana anda Yang Mulia...!"


" Awasi saja...laporkan semua pergerakan mereka secara detail...!"


Hem...aku akan mencari kelemahan keluarga selir ketiga lebih dulu, untuk menekan ayahnya dibawah kendali ku sepenuhnya, setelah itu melengserkan selir ketiga dari harem, aku merasa ada yang tidak beres dari keluarga ini.


dalam hati Alfred.


...----------------...


Jepang...


Sansan berdiri di samping Kenzo,


mereka melihat reruntuhan puing-puing markas yang telah terbakar.


" Ehmm...sayang apa yang kau lihat??"


tanya Kenzo pada Sansan.


" Hemmm...ini adalah teror untuk Aogiri...!"


" Benar...!"


" Memangnya Aogiri sudah menyinggung siapa??"


" Aogiri tidak pernah menyinggung siapapun, namun rupanya seseorang sudah menemukan kekuatannya kembali...!"


" Om apa ini keluarga Fang??"


" Ya, Aogiri tidak pernah bermasalah dengan siapapun , dan hanya dengan keluarga Fanglah kami memiliki musuh!"


" Itu... apa karena Juno bergabung dengan mereka lalu menemukan koneksi yang mau menerima mereka??"


" Ya...mulai sekarang kau tidak boleh jauh - jauh dariku kau mengerti??"


" Aku akan menempel 24 jam om!"


Kenzo tersenyum dan mengeratkan genggaman tanganya.


" Bagaimana kita menemukan mereka om??"


" Kita harus tetap tinggal di sini sayang, bagaimana denganmu?, kau jauh dengan anak-anak??"

__ADS_1


" Tidak masalah...ini juga bisa melindungi mereka karena tidak melibatkan mereka!"


" Ibu yang bijak...!" mengusap kepala Sansan dengan lembut.


" Di mana kita akan tinggal om??"


" Mau di mana??"


" Ya aku ikut dengan kepala keluargaku...!"


" Hahahahahha, gadis nakal...!"


Akhirnya mereka menempati sebuah Apartemen sederhana di Jepang.


" Apa ini cukup nyaman untukmu??"


" Ya, cukup untuk kita berdua, lalu papa di mana??"


" Papamu di Markas utama, apa ingin dia di sini??, di markas semuanya pria aku tidak rela kau satu atap dengan mereka!"


" Pufffffffffffffftttttttttt....!" Sansan menahan tawa.


" Sayang aku sangat lelah, apa aku boleh tidur sebentar??"


" Sini om, aku pijat akupuntur!"


" Oh mau sangat..."


" Sini....tanggalkan pakaianmu!"


" Oh apa semua??" Kenzo menggoda


" Ya semuanya, biar aku melihat semua!" namun yang di goda lebih jago menggoda.


" Serius...??"


" Oh tentu, apa perlu aku yang melepaskan??"


" Jangan membangunkan buaya tidur sayang, kau tidak akan bisa menerima resikonya!"


" Aku memiliki jarum yang bisa membuatmu tidak bisa bergerak!"


" oh baiklah aku kalah, aku akan menurut suhu...!"


segera melepas pakaiannya.


Wah terlihatlah otot - otot kuat Kenzo yang selama ini tertutupi dan membuat Sansan meneteskan air liurnya.


" Sayang apa kau tergoda dengan tubuh sexy ku??!"


" Yayayayay....!" Tanpa sadar.


" eh siapa yang tergiur??, hanya segini saja sudah sombong!"


" Tapi air liurmu terus menetes??"


" oh tidak??" Sambil menutup mulut dan mengelap bibirnya.


" Jika kau suka di nikmati saja .... ini semua juga akan menjadi milikmu!"


" Ommm, berhenti menggoda!, cepat berbaring!"


" Aih....galak sekali kau dengan calon suamimu...awas saja kalau sudah sah...akan ku habiskan kau di tempat tidur...!"


jleppp..


" Aaaah, sakit...!"


" makanya jangan banyak bicara om cepat rileks, agar aku tidak salak menusuk titiknya!"


Kenzo seketika berhenti bicara, tiba - tiba seluruh tubuhnya melemas dan kantuk yang berat pun datang.


Sansan sudah mengupayakan tenaganya untuk merilekskan sang pujaannya agar bisa tidur nyenyak dan segar kembali saat bangun nanti.


" Hemm...mana ada tubuh pria semulus ini??, lebih mulus dari kulitku...dia ketua Aogiri tapi tidak ada bekas luka sedikitpun di tubuhnya...!"


Sansan menyelimuti Kenzo, dirinya segera turun dari ranjang dan berjalan menuju jendela kaca apartemen.


" Akhirnya dia mengenaliku sebagai Sansan kecilnya, aku kira dia akan marah dan aku butuh upaya lagi untuk mengejarnya, ternyata dia terlalu sabar menghadapiku yang seperti ini, Tuhan, ... terimakasih karena sudah memberiku seseorang yang bisa menerima seluruh kekuranganku dan seseorang yang slalu bisa menjadi siapapun yang aku mau, setelah apa yang aku alami, dulu aku sangat bahagia, namun tiba-tiba, aku kehilangan segalanya dalam hitungan detik, untuk kambali ke tempat ku aku melalui banyak kesulitan sendiri, sampai pada titik ini aku sekarang mengerti bahwa Tuhan tidak membenciku, Tuhan hanya menginginkanku untuk menjadi kuat....!"


Air mata Sansan pun berlinang, sangat deras.

__ADS_1


__ADS_2