
Negara M
Setelah 2 minggu
" Kak Martin, Bagaimana Rere sampai di sini??"
" Om Chiko yang membawamu pulang!"
" Apa Julia juga??"
" Julia tidak!"
" Apa?? lalu bagaimana??, jika Julia tidak pulang kenapa membawaku pulang??"
" Itu berbeda, kata Om Chiko...Julia mendapatkan perlakuan baik dari Raja...!"
" Ehmm dia memang anak yang baik,memang pantas, memangnya Rera yang jahat ini!"
" Kau sudah tahu jika kau jahat!" Sahut Sansan dari depan pintu yang membawa obat untuk Renata.
" Sansan...!"
" Tetaplah di ranjang, jangan menyebalkan!" meletakkan obat di meja...!"
"Sansan aku minta maaf...!"
" Aku maafkan, lagian kau sudah mendapatkan balasannya, kau sudah berapa kali ganti muka, sampai mukamu tidak tertolong seperti itu??"
" Aku hanya sekali operasi saja, memangnya mukaku kenapa??"
" payah ...kau kembali menjadi buruk rupa, sepertinya kau harus operasi plastik ulang, itu Mama banyak ember bocor dan ember Cat!"
" Sansan memangnya mukaku ini apa, kau suruh aku pakai ember??"
"Itu kan Plastik, apa salahnya perkataanku...?"
" Sansan...kau kenapa begitu..?, katanya sudah memaafkan?"
" Lihat mukamu di kaca kau pasti akan menangis tak karuan melihat wajahmu yang sangat mengerikan, sudahlah...aku mau lanjut mengurus anak-anakku!"
Sansan segera pergi.
" Kakak, apa Wajahku sangat parah??"
" Ya, saat kau datang wajahmu sangat parah, makanya aku menyingkirkan semua barang yang dapat menampakan wajahmu!"
" Aku mau lihat, aku mau lihat...!" Rere merengek pada kakaknya.
" Kalau begitu kau tidak boleh bersedih dan putus asa , Janji lebih dulu...!"
" Aku, aku janji...!"
Martin pun segera mengambil kaca untuk adik perempuannya itu,
" Siapkan mentalmu lebih dulu...!" Martin memberikan kaca pada Rere.
Rere menghadapkan kaca pada mukanya namun dia masih memejamkan mata, dan perlahan - lahan dia membuka mata.
" Ahhhh???"
" oh....Kakak...wajahku kenapa malah lebih mulus dari sebelum di siksa??"
" Hem kakak juga tidak percaya, tapi semua berkat Sansan...!"
Rere, meneteskan air matanya,
" Huhuhu...kakak Sansan tidak membenciku kan?? huhuhu....!"
" Sepertinya dia masih berusaha memaafkanmu, namun tidak bisa seperti dulu ..!"
" Huhuhu....tapi dia kenapa mau menyembuhkan Rere??"
" Aku juga bingung dengan anak itu, tapi Rere, kau seharusnya tahu apa yang harus kau lakukan untuk sekarang dan kedepannya!"
" Ya aku tahu kakak...aku akan menjadi pelindung terbaik untuk keluarga Pratama...!"
" Hemmm anak baik, sekarang istirahatlah... setelah membaik kau harus membaur dengan baik di keluarga Tanaka!"
__ADS_1
" Siap kakak!"
" Oke kakak harus lanjut... mencari tahu keberadaan Juno!"
" Ya, oh kakak...kok aku tidak lihat sohibmu??"
" Dia kembali ke negara F, katanya ingin mengejar Julia...!"
" Dia melakukan hal yang sia-sia!"
" Benar...biarkan saja...kalau begitu kakak pergi dulu ya!"
" Hati-hati kakak!"
Sementara Di ruang Tamu.
" Ayah... apa bunda sangat merepotkanmu??" Sansan sedang berbincang dengan Chiko tentang bundanya.
" Hahah, iya... seperti dirimu!"
" Mana ada, aku ini sangat patuh dan tidak merepotkan!"
" Masak??" Kenzo menggoda Sansan .
" Om kau tidak di ajak jangan ikut !" ujar Sansan kesal.
" Hahahahhaa...Oh ya, saat ayah pulang, ayah minta dibuatkan minum oleh bundamu, tapi kau tahu dia justru membuat teh asin untuk ayah!"
" Hahahahha !"semua yang mendengar tertawa.
" Ayah kau meminumnya sampai habis??"
" Ya maunya begitu, tapi kebiasaan bundamu kan tidak hilang dia merebut sisa minuman dan meminumnya "
" Hahahahahah"
" Astaga itu lucu sekali tuan!" Fathia yang mendengarkan pun ikut tertawa.
" Fathia kau sangat bahagia sekali....!" Ujar Sansan yang melihat tawa lepas Fathia.
" Syukurlah...jika begitu...!"
" Kenzo, jadi kapan kau akan menikahi putriku??" Ujar Chiko tiba - tiba .
" Secepatnya lah...sebelum dia berubah pikiran...!"
" Sansan, pikirkan lagilah...apa kau benar-benar mau menikah dengan duda payah ini??"
" Siapa yang payah??"
" Kau....!"
" Mana ada, kau itu payah juga...!"
" Setidaknya aku berani mengambil resiko ,kau terlalu banyak berpikir , hampir saja putriku menjadi Ratu...!"
" Aku kan lebih berhati-hati..., meskipun aku bukan Raja, aku juga akan menjadikannya seperti ratu tanpa terkekang...!"
" Kalian kenapa malah ribut sendiri??"
" Sansan aku sedang memperjelas hubungan kalian, jika memang kalian sudah yakin aku akan mengabari paman dan bibimu...!"
" Bagaimana sayang, apa kau mau menikah dengan Duda keren seperti ku??" ujar Kenzo percaya diri.
" Sebenarnya aku juga tidak tahu dimana letak kerennya dirimu om...tapi aku mau menikah denganmu!"
" Ayah mertua dengarkan ?? apa yang di katakan putrimu!"
" Baiklah...aku akan sampaikan pada keluarga yang lain, aku harus segera kembali, karena ada yang menungguku di rumah, Sansan apa kau belum ingin kembali??"
" Belum ayah, aku akan kembali jika sudah menemukan Juno...!"
" Hemmm okelah... semuanya aku pamit ya!"
" Apa kau sudah memesan tiket?"
" Ahahahahah,aku kan bawa armada pribadi ,kenapa repot pesan tiket??"
__ADS_1
Chiko dengan gagah perkasa bersama para ajudannya, segera pergi meninggalkan kediaman Tanaka.
" Kau sungguh tidak ingin kembali??"Tanya Kenzo
" Apa om tidak ingin aku di sini??"
"Tentu saja ingin...!"
" Ya sudah kenapa tanya seperti itu...??"
" Fathia, kita ke belakang yuk!, lihat anak - anak latihan!"
" Baik Bibi!"
" om...kapan aku kau kenalkan pada paman bibi mu??"
" Sekarang!!" Kenzo segera mengambil ponselnya dan segera menghubungi Pamannya.
panggilan Video.
" Oh Sekarang baru ingat jika kau masih punya kami??"
" Bibi kenapa ponsel paman kau bawa??"
" Paman mu sibuk bercocok tanam di belakang ,Bibi sedang menonton tv ada apa, jika hanya menanyakan kabar sudah tidak usah, bibi masih marah karena kau membohongi kami!"
" Apalagi bohong??"
" Bukankah kau akan mengenalkan calon mu ini sudah berapa bulan??, ha??? dasar pembohong!"
" Bibi mertua, kenalkan saya calon istri Kenzo...!"
Sansan yang tiba-tiba nongol memenuhi layar ponsel Bibi Kenzo.
Langsung seketika senyum merekah terlihat di wajah Bibi Kenzo.
( Namanya siapa sih paman bibi kenzo?, Author lupa bestie...yang inget tolong di tulis di kolom komentar)
" Cantik sekali....!"
" Tentu saja Bibi apa pilihan keponakan bibi ini masuk?" ujar Sansan percaya diri.
" Wah, siapa namamu sayang??, aku akan memberitahu suamiku sekarang!" Bibi Kenzo segera ke halaman belakang rumah.
" suamiku, suamiku lihat menantu kita, cantik cantik sekali, masih sangat muda dia sangat imut, aduh...aku ingin segera bertemu dengannya !"
" Pelan-pelan kau bukan anak kecil, repot nanti jika jatuh!"
" Berisik lihatlah ini...!"
" Haloo pamannnnnn...!"
Paman Kenzo, sangat mengenali wajah Sansan saat dia datang bersama dengan Chiko dan Sasha.
" Loh bukankah dia ini....????"
Kenzo segera merebut ponselnya,
" Paman, heheh jika nanti kita bertemu aku akan jelaskan...hehehe...!"
" Ya sudah terserah padamu,memangnya kapann kau akan mengunjungi kami??"
" 2 bulan lagi kami akan datang ke Indonesia paman...!"
" Baiklah jaga dia dengan baik Kenzo, bibimu sangat menyukainya!"
" Pastinya Paman, ...!"
" Sudah, aku mau bicara dengan menantuku, lanjutkan saja kau menanam!"
" Kenzo, mana Menantuku, aduh sepertinya tidak asing di mataku, apa kita pernah bertemu???"
" Mungkin saja bibi...!" Sansan meraih Ponsel Kenzo bibi dan calon menantu keponakan itu berbincang dengan sangat lama.
Hmmm ternyata mereka berdua sangat cocok
dalam hati Kenzo.
__ADS_1