GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
213. Cocok


__ADS_3

Negara M


Setelah 2 minggu


" Kak Martin, Bagaimana Rere sampai di sini??"


" Om Chiko yang membawamu pulang!"


" Apa Julia juga??"


" Julia tidak!"


" Apa?? lalu bagaimana??, jika Julia tidak pulang kenapa membawaku pulang??"


" Itu berbeda, kata Om Chiko...Julia mendapatkan perlakuan baik dari Raja...!"


" Ehmm dia memang anak yang baik,memang pantas, memangnya Rera yang jahat ini!"


" Kau sudah tahu jika kau jahat!" Sahut Sansan dari depan pintu yang membawa obat untuk Renata.


" Sansan...!"


" Tetaplah di ranjang, jangan menyebalkan!" meletakkan obat di meja...!"


"Sansan aku minta maaf...!"


" Aku maafkan, lagian kau sudah mendapatkan balasannya, kau sudah berapa kali ganti muka, sampai mukamu tidak tertolong seperti itu??"


" Aku hanya sekali operasi saja, memangnya mukaku kenapa??"


" payah ...kau kembali menjadi buruk rupa, sepertinya kau harus operasi plastik ulang, itu Mama banyak ember bocor dan ember Cat!"


" Sansan memangnya mukaku ini apa, kau suruh aku pakai ember??"


"Itu kan Plastik, apa salahnya perkataanku...?"


" Sansan...kau kenapa begitu..?, katanya sudah memaafkan?"


" Lihat mukamu di kaca kau pasti akan menangis tak karuan melihat wajahmu yang sangat mengerikan, sudahlah...aku mau lanjut mengurus anak-anakku!"


Sansan segera pergi.


" Kakak, apa Wajahku sangat parah??"


" Ya, saat kau datang wajahmu sangat parah, makanya aku menyingkirkan semua barang yang dapat menampakan wajahmu!"


" Aku mau lihat, aku mau lihat...!" Rere merengek pada kakaknya.


" Kalau begitu kau tidak boleh bersedih dan putus asa , Janji lebih dulu...!"


" Aku, aku janji...!"


Martin pun segera mengambil kaca untuk adik perempuannya itu,


" Siapkan mentalmu lebih dulu...!" Martin memberikan kaca pada Rere.


Rere menghadapkan kaca pada mukanya namun dia masih memejamkan mata, dan perlahan - lahan dia membuka mata.


" Ahhhh???"


" oh....Kakak...wajahku kenapa malah lebih mulus dari sebelum di siksa??"


" Hem kakak juga tidak percaya, tapi semua berkat Sansan...!"


Rere, meneteskan air matanya,


" Huhuhu...kakak Sansan tidak membenciku kan?? huhuhu....!"


" Sepertinya dia masih berusaha memaafkanmu, namun tidak bisa seperti dulu ..!"


" Huhuhu....tapi dia kenapa mau menyembuhkan Rere??"


" Aku juga bingung dengan anak itu, tapi Rere, kau seharusnya tahu apa yang harus kau lakukan untuk sekarang dan kedepannya!"


" Ya aku tahu kakak...aku akan menjadi pelindung terbaik untuk keluarga Pratama...!"


" Hemmm anak baik, sekarang istirahatlah... setelah membaik kau harus membaur dengan baik di keluarga Tanaka!"

__ADS_1


" Siap kakak!"


" Oke kakak harus lanjut... mencari tahu keberadaan Juno!"


" Ya, oh kakak...kok aku tidak lihat sohibmu??"


" Dia kembali ke negara F, katanya ingin mengejar Julia...!"


" Dia melakukan hal yang sia-sia!"


" Benar...biarkan saja...kalau begitu kakak pergi dulu ya!"


" Hati-hati kakak!"


Sementara Di ruang Tamu.


" Ayah... apa bunda sangat merepotkanmu??" Sansan sedang berbincang dengan Chiko tentang bundanya.


" Hahah, iya... seperti dirimu!"


" Mana ada, aku ini sangat patuh dan tidak merepotkan!"


" Masak??" Kenzo menggoda Sansan .


" Om kau tidak di ajak jangan ikut !" ujar Sansan kesal.


" Hahahahhaa...Oh ya, saat ayah pulang, ayah minta dibuatkan minum oleh bundamu, tapi kau tahu dia justru membuat teh asin untuk ayah!"


" Hahahahha !"semua yang mendengar tertawa.


" Ayah kau meminumnya sampai habis??"


" Ya maunya begitu, tapi kebiasaan bundamu kan tidak hilang dia merebut sisa minuman dan meminumnya "


" Hahahahahah"


" Astaga itu lucu sekali tuan!" Fathia yang mendengarkan pun ikut tertawa.


" Fathia kau sangat bahagia sekali....!" Ujar Sansan yang melihat tawa lepas Fathia.


" Syukurlah...jika begitu...!"


" Kenzo, jadi kapan kau akan menikahi putriku??" Ujar Chiko tiba - tiba .


" Secepatnya lah...sebelum dia berubah pikiran...!"


" Sansan, pikirkan lagilah...apa kau benar-benar mau menikah dengan duda payah ini??"


" Siapa yang payah??"


" Kau....!"


" Mana ada, kau itu payah juga...!"


" Setidaknya aku berani mengambil resiko ,kau terlalu banyak berpikir , hampir saja putriku menjadi Ratu...!"


" Aku kan lebih berhati-hati..., meskipun aku bukan Raja, aku juga akan menjadikannya seperti ratu tanpa terkekang...!"


" Kalian kenapa malah ribut sendiri??"


" Sansan aku sedang memperjelas hubungan kalian, jika memang kalian sudah yakin aku akan mengabari paman dan bibimu...!"


" Bagaimana sayang, apa kau mau menikah dengan Duda keren seperti ku??" ujar Kenzo percaya diri.


" Sebenarnya aku juga tidak tahu dimana letak kerennya dirimu om...tapi aku mau menikah denganmu!"


" Ayah mertua dengarkan ?? apa yang di katakan putrimu!"


" Baiklah...aku akan sampaikan pada keluarga yang lain, aku harus segera kembali, karena ada yang menungguku di rumah, Sansan apa kau belum ingin kembali??"


" Belum ayah, aku akan kembali jika sudah menemukan Juno...!"


" Hemmm okelah... semuanya aku pamit ya!"


" Apa kau sudah memesan tiket?"


" Ahahahahah,aku kan bawa armada pribadi ,kenapa repot pesan tiket??"

__ADS_1


Chiko dengan gagah perkasa bersama para ajudannya, segera pergi meninggalkan kediaman Tanaka.


" Kau sungguh tidak ingin kembali??"Tanya Kenzo


" Apa om tidak ingin aku di sini??"


"Tentu saja ingin...!"


" Ya sudah kenapa tanya seperti itu...??"


" Fathia, kita ke belakang yuk!, lihat anak - anak latihan!"


" Baik Bibi!"


" om...kapan aku kau kenalkan pada paman bibi mu??"


" Sekarang!!" Kenzo segera mengambil ponselnya dan segera menghubungi Pamannya.


panggilan Video.


" Oh Sekarang baru ingat jika kau masih punya kami??"


" Bibi kenapa ponsel paman kau bawa??"


" Paman mu sibuk bercocok tanam di belakang ,Bibi sedang menonton tv ada apa, jika hanya menanyakan kabar sudah tidak usah, bibi masih marah karena kau membohongi kami!"


" Apalagi bohong??"


" Bukankah kau akan mengenalkan calon mu ini sudah berapa bulan??, ha??? dasar pembohong!"


" Bibi mertua, kenalkan saya calon istri Kenzo...!"


Sansan yang tiba-tiba nongol memenuhi layar ponsel Bibi Kenzo.


Langsung seketika senyum merekah terlihat di wajah Bibi Kenzo.


( Namanya siapa sih paman bibi kenzo?, Author lupa bestie...yang inget tolong di tulis di kolom komentar)


" Cantik sekali....!"


" Tentu saja Bibi apa pilihan keponakan bibi ini masuk?" ujar Sansan percaya diri.


" Wah, siapa namamu sayang??, aku akan memberitahu suamiku sekarang!" Bibi Kenzo segera ke halaman belakang rumah.


" suamiku, suamiku lihat menantu kita, cantik cantik sekali, masih sangat muda dia sangat imut, aduh...aku ingin segera bertemu dengannya !"


" Pelan-pelan kau bukan anak kecil, repot nanti jika jatuh!"


" Berisik lihatlah ini...!"


" Haloo pamannnnnn...!"


Paman Kenzo, sangat mengenali wajah Sansan saat dia datang bersama dengan Chiko dan Sasha.


" Loh bukankah dia ini....????"


Kenzo segera merebut ponselnya,


" Paman, heheh jika nanti kita bertemu aku akan jelaskan...hehehe...!"


" Ya sudah terserah padamu,memangnya kapann kau akan mengunjungi kami??"


" 2 bulan lagi kami akan datang ke Indonesia paman...!"


" Baiklah jaga dia dengan baik Kenzo, bibimu sangat menyukainya!"


" Pastinya Paman, ...!"


" Sudah, aku mau bicara dengan menantuku, lanjutkan saja kau menanam!"


" Kenzo, mana Menantuku, aduh sepertinya tidak asing di mataku, apa kita pernah bertemu???"


" Mungkin saja bibi...!" Sansan meraih Ponsel Kenzo bibi dan calon menantu keponakan itu berbincang dengan sangat lama.


Hmmm ternyata mereka berdua sangat cocok


dalam hati Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2