
Setelah mereka mengambil buah dan sayuran seperlunya,
mereka pun kembali
" Daisuke, kau olang indo asli??"
" Hmmm,,, !"
" tapi muka mu milip olang jepang asli, apa namamu juga asli?"
" Tidak Tasya, ini hanya identitas di sini!"
" Siapa nama indomu?
" Rio, ...!"
" Oh, aku juga punya nama asli, tapi disini halus memanggil ku Tasya, aneh om Kenzo itu...masak nama indo digabung dengan Jepang!, aku tidak suka sebenalnya!"
" ah??? Natasya sangat cocok untukmu, sesuai dengan karaktermu!"
" Sungguh?"
" Hmmm, sungguh ... Tasya kau seperti berdarah campuran, asia campur barat gitu!"
" Heheh iyakah??"
" Hmm, Tasya kau sangat cantik!"
" Ooooo Dai, lupanya buaya dalat!"
" Hahahah, tidak aku jujur bukan maksud menggodamu, itu kenyataan nya, Tasya boleh aku bertanya?"
" Hmmm, boleh!"
" Apa kau simapanan tuan Kenzo?"
" Hmmm, aku sendili yang mau, tapi om Kenzo tidak mau!"
" Apa??"
" Kenapa telkejut?"
" Kau masih muda kenapa mau jadi simpanan?"
" lah Dai, jika bukan kalna om Kenzo yang membeliku sehalga 20 M, mungkin aku sudah tidak tahu ingin menjadi apa!"
" Oh bgitu,..itu harga yang sangat mahal dan dia tidak menyentuhmu, aku sempat berprasangka buruk padanya!"
" Om Kenzo sangat baik, dia sudah menyuluhku pelgi, tapi aku yang memaksa untuk tinggal!"
" Oh, aku sempat ragu untuk bergabung di Aogiri, tapi sekarang aku akan sepenuhnya mengabdi pada Aogiri!"
" Aku juga masuk dalam olganisasi itu, sekalang tugasku mendapatkan pengakuan mama dulu!"
" Oh, sama aku juga harus diterima oleh obasan!"
" Ya sudah kalau begitu kita bekelja sama saja!"
" Ah baiklah, ayo kita takhlukan obasan !"
" Okey!"
" Tasya, siapa nama lengkap Tuan Kenzo?"
" Watalu Kenzo, kenzo itu di indo juga banyak nama sepelti itu, aku balu tahu jika itu nama Jepang!"
" Wataru ??"
" Ya benal!"
" Ah, pantas saja kau di beri nama Natasya Tanaka, untung tidak orochimaru!"
__ADS_1
" Ahz itu tokoh antagonis di anime jepangkan, naluto!"
"Hahahaha, hahahahha, bisa beda arti jika kau yang melafalkan nya ya?"
" Kau meledekku?"
" Namanya tuan Kenzo bagus ( orang pintar yang memberi Arah!)"
" Oh benalkah?"
" Benar lah, kau yang kehilangan arah saja, sekarang sudah mulai terarah!"
" Ehmmm...benal sekali!"
" Oh itu mama, masih di depan pintu!" Tasya berlari kegirangan menghampiri Yukini
" mama, lihat kami membawa banyak !"
" Hem, kau boleh masuk Tasya!"
" lalu bagaimana dengan Dai?"
" kau boleh pergi!"
" Mama, bialkan dia tinggal mama!"
" Aku tidak suka dengan orang asing!"
" mama ku mohon, ijinkan Dai tinggal!"
" Tidak!!!"
" Mama , Tasya yang akan menjamin dia kok!"
" Apa aku sudah mengakuimu?, beraninya kau mau menjaminnya!"
" mama, ..." membuat eskpresi menyedihkan
" Terimakasih obasan!"
" Mama ,mama sangat baik mama sangat baik!"
" Diamlah, cepat potong sayurannya dan masaklah!"
" Siap mama!"
" Tasya, aku bantu ya!"
" Oke ...!"
mereka berdua pun pergi ke dapur untuk, dan Dai pun membantu Tasya memotong sayuran.
" Tasya, apa rencanamu selanjutnya?"
" aku tidak tahu Dai, jalani saja sesuai alulnya, aku beltaluh pada mama untuk bisa mengucap kata elllllllrrrrr selama 3 minggu!"
" Ah, kenapa kau bertaruh sesuatu yang bahkan kebanyakan orang Jepang juga sulit mengatakan antara R dan L?"
" Ah, om Kenzo juga mengatakan itu!"
" Hanya 3 minggu?"
" Ya, aku yakin pasti bisa!"
" Aku akan membantumu Tasya!"
" Telimakasih Dai....!"
" Kau pandai memasak rupanya!"
" Hmmm, semua hal jika aku mau, aku pasti bisa melakukannya!"
__ADS_1
" Itu kepercayaan diri yang sangat hebat!"
"Dai, bisa bantu aku mengangkat nasi itu, dan meletakkan di meja makan?"
" okelah...!"
meskipun mereka baru berjumpa, mereka benar-benar kompak saling membantu satu sama lain.
...----------------...
Di rumah sakit,
" Crish, sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan pada kami?" Tanya Vevey.
" iya kenapa kami di kumpulkan di rumah sakit ini?"
Jadi semua keluarga Pratama dikumpulkan semua, yang tidak ada mereka melalui video Call, di situ juga ada Chiko, dan juga Kenzo.
" Sayang, biar aku yang mengatakan pada mereka!" ujar Lidya istri dari Crish.
" Hmmmm...!"
" Sebelumnya saya meminta maaf, untuk hal ini, namun ini benar-benar memang sudah tidak ada harapan lagi mungkin untuk Sasha!"
" Apa yang kau katakan?, apa dia mengalami penurunan serius??" Kenzo memotong pembicaraan lidya.
" Jika nyonya saya masih bernafas, biarkan saja meskipun bergantung dengan alat, dan berapa pun biayanya saya yang menanggung!" tegas Chiko.
" Panglima, kami tidak pernah mempermasalahkan finansial, Sasha juga bukan orang lain, ini benar-benar karena kita sudah berusaha selama 7 tahun lebih!"
" Tolong, jika kau ingin melepas alat yang ada pada Sasha, tolong lihatlah usaha kami selama 7 tahun lebih ini juga, harapan kami!" Nathan sangat emosi yang berhubungan lewat video call itu.
" Lidya ,Crist ...kami tahu kalian sangat kasihan melihat Sasha seperti ini, kami masih sangat yakin jika Sasha akan sadar , kami akan menunggu berapa pun lamannya!" ujar Vevey yang sangat yakin dengan harapan nya.
" hmmm, jika begitu aku tidak bisa berbuat apa - apa lagi, kita hanya bisa menunggu keajaiban!" ujar Christ
" Terimakasih Lidya , Crisht...kami tidak akan menyerah untuk Sasha!"
" Baik, maafkan kami !"
" Tidak apa , aku sangat tahu maksud kalian!"
Dan pertemuan itu pun berakhir begitu saja, Christ dan Lidya sudah memeriksa dengan sangat jelas, jika memang tidak ada yang bisa di perbuat banyak untuk Sasha, dan hidupnya hanya bergantung dengan alat saja, namun Banyak sekali orang yang berharap Sasha akan Sadar, dalam hal medis itu mungkin hanya ada harapan 10% saja, itu pun kurang sedikit, namun jika satu keluarga masih sangat menantikan sebuah keajaiban, maka hanya tinggal doa untuk mewujudkan harapan itu.
" Chiko, kau cuti berapa lama?"
" 1 Bulan, kenapa Kenzo?"
" Karna istriku di sini aku sangat tidak tenang!, dan aku masih harus pergi ke suatu tempat!"
" Serahkan padaku Kenzo, aku akan menjaga nyonyaku!"
" Dan juga Sansan!"
" Hmmm, baiklah! , kau bisa pergi dengan tenang dan selesaikan urusanmu!"
" Baik, selamat tinggal, langsung hubungi aku jika sesuatu terjadi!"
" Tenanglah, tidak akan terjadi sesuatu selama ada aku!"
" Okey!"
Kenzo pun pergi dengan hati yang tenang...
Sementara Chiko masih berada di sini Sasha, mengamati Sasha dengan lembut.
" Nyonya bangunlah, anda sudah tertidur terlalu lama, sekarang Chiko sudah menjadi seorang Panglima, bukankah anda berhutang masakan yang ingin saya makan jika saya naik pangkat?, tidak saya tidak ingin makan lagi, bolehkah permintaannya saya ganti dengan anda bangun?, jika seperti ini Chiko merasa sangat bersalah, Chiko akan menyalahkan diri Chiko sendiri kenapa Chiko tidak tetap menjadi tangan kanan bos Bram, jika jadinya seperti ini, Chiko memilih untuk tetap tinggal bersama kalian, meski kalian harus memarahi Chiko setiap hari, namun sayangnya waktu tidak bisa diputar kembali, lalu untuk apa aku dengan seragam ini, untuk apa panggilan Panglima itu ada?, ini hanya sia - sia, jika nyonya tidak bangun Chiko akan mundur dari dunia kemiliteran, jadi biarkan Chiko menemani nona di sini setiap hari,berapa pun lamanya, Chiko akan menemani nyonya...karna anda nona Sansan adalah orang yang dicintai Bos Bram, maka Chiko akan slalu menjaganya!"
Chiko menggenggam erat, tangan Sasha...
" Oh Tuhan, apa yang terjadi?" Chiko terkejut.
__ADS_1