
" Kita istirahat saja dulu om, om tidak ada cita-cita memijit aku??"
Tasya memberi kode pada sang suami .
" tentu saja, aku juga tidak hanya pandai memijit tapi juga memanjakan...ayo kita istirahat..." Dengan semangat 45 Kenzo membawa istrinya masuk ke dalam kamar.
ceklik...
Suara pintu yang terkunci.
" Tidak sabaran!" Gumam Tasya.
" Aku ambil minyak terapi dulu,...kau cepat lepas pakaianmu, aku akan memijit istriku dengan sepenuh hati..."
Tasya melepaskan pakaiannya dan melilitkan kain ke tubuh lalu Tasya tidur tengkurap di ranjang.
Melihat tubuh sexy Istrinya membuat nafasnya bergemuruh.
" Aku tidak bisa berhenti menggelai tubuhnya..." Kenzo segera menghampiri istrinya yang sudah siap untuk di pijit...
namun namanya juga laki-laki suka beda cerita kalau suruh memijat istrinya, 1% memijat 99% menyelam ke dalam pemanjaan gairahnya.
" Om, ...turun kau berat, ..."
Kenzo pun turun dari tubuh Tasya yang amsih tengkurap.
Tasya pun berbalik, melihat wajah suaminya yang sudah menyedihkan , karena menahan diri.
Tasya meraih Kenzo dan mencium bibir si om kesayangannya itu.
" merepotkan aku memelihara om, yang mudah tergoda begini..."
karena semua pemasukan kotor dan bersih sudah menjadi hak paten Tasya, otomatis Tasya yang menghidupi Kenzo, meskipun Kenzo yang bekerja keras.
" ini hanya bekerja denganmu, aku tidak tergoda dengan yang lainnya!, lagian aku ini kan peliharaanmu aku tidak mampu membiayai wanita lain di luar sana!"
" Bagus, karena Om tahu hal itu, jika aku tidak melakukan hal ini, aku takut kau akan memelihara gadis muda sepertiku di tempat yang tidak aku ketahui..."
" hahah,...tidak satu saja tidak habis...aku tidak tahu rasa yang lain, karena aku tidak mau, ini saja aku sudah sangat gila...karna kau sangat aktiv dan tidak tertandingi..."
" Tapi om, lebih aktif dariku, ...hehe..."
Kenzo langsung menarik kain yang melilit tubuh Tasya dan melemparkannya ke lantai.
" Aghhh...om kau kasar sekali..."
" teriak saja yang keras, karena kamar kita ada peredamnya..."
" Dasar maniak...aghhh pelan lah om ...kau menyakitiku ..."
" oh di bagian mana yang sakit?, ini??"
" ahhh, tanganmuuuu!"
...----------------...
Julia masih di kamarnya, dia hanya keluar saat perlu saja
Savina sudah mengajaknya berbicara tapi Julia mengatakan butuh waktu untuk sendiri pada mommy nya itu.
Savina pun tidak ada cara lain selain menuruti permintaan putrinya, dia juga tidak mau masalah ini diketahui oleh Daddy nya.
__ADS_1
Savina duduk di Sofa melamun, mengkhawatirkan putrinya.
" Pagi mom,..."
Savina tidak mendengarkan sapaan dari anak dan menantunya.
" mom..."
" ah Putra, Inces, sejak kapan kalian datang .."
"baru saja mom...."
" mom, apa yang kau pikirkan??" tanya Putra yang melihat kekhawatiran di mata ibu angkatnya itu.
" Julia Put..."
" ada apa dengan Julia, ??"
" Biasalah masalah hati... mau gimana lagi ya...??"
" dengan siapa??"
" Ryu, Dia dulu mengejar Ryu tapi Ryu kembali dengan mantan kekasihnya, tapi saat Ryu tahu kebusukan kekasihnya dia mengejar Julia kembali!"
" Brengsek sekali!"
" Jangan sampai Daddy tahu masalah ini, adikmu sedang mengatasi gejolak hatinya sendiri, dia tidak mau diganggu..."
" Kalau begitu biarkan saja dulu mom...la kemana Yuzan dan Ami..."
" Semenjak pulang dari Jepang, Yuzan dan Ami mengurus toko Julia,..."
" Tidak kok mereka malah senang bisa berinteraksi dengan banyak orang,mereka merasakan hidup bebas...di sini Put..."
" oh syukurlah...jadi mommy hanya dengan Julia saja di sini??"
" Ya Suhail dari kemarin belum pulang... pasti di rumah Fathia!, ah akhirnya kalian berkunjung...mommy senang sekali..."
" Iya mom,,,menantumu ini butuh kau wejangi, dia setiap hari membeli tespek , dia sedih karena belum ada tanda-tanda kehamilan!"
" astaga, ..." Savina terkejut.
" mom, aku takut mom.... bagaimana jika..."
" tidak usah takut, kau masih sangat muda sayang, apa yang kau takutkan??, suamimu apa menuntutmu untuk segera punya anak??"
" tidak...tapi kan kita cepat ingin punya momongan, bagaimana ini??"
" hahah, menantuku yang ini memang lucu sekali...tidak apa-apa sayang, kami juga tidak menuntutmu loe....jangan membebani diri "
" teman-temannya yang menikah muda sudah pada hamil dan ada yang sudah punya anak, dia belum...dia ketakutan sendiri!"
" Aduh aduh aduh.... jangan dengarkan orang lain, ...jangan mengikuti target orang lain anakku cantik ...kau hanya perlu fokus pada hidupmu sendiri, kau jangan hanya mendengar tutur kata teman-teman mu saja,jika kau ingin tahu menjadi ibu muda bagaimana, kau berkunjunglah ke tempat Anna, lihat keseharian seorang ibu muda seperti apa, kau bisa membantu di sana dan merasakan lelah dan capeknya mengurus anak, rasakan dulu ... sensasi di sana jika kau sudah paham betul baru putuskan untuk memiliki anak kalian..."
" Nah dengarkan itu, aku juga mengatakan hal itu, karena yang aku lihat dari mommy dulu juga begitu, dia mengurusku mengurus ketiga adik-adikku, kadang aku melihat mommy menangis sendiri karena kelelahan..."
" Heheh, Suamimu ini sudah tahu dengan jelas lelahnya menjadi seorang istri dan ibu, kau harus dengarkan suamimu sayang..."
" Ya mom..."
" Anak pintar, ingatlah untuk tidak menaruh bebanmu di dalam hati dan pikiran, jalani saja toh nanti kalau Tuhan sudah menghendakimu memiliki seorang buah hati, tanpa kau minta dan kau duga dia akan ada di dalam perutmu sayang..."
__ADS_1
" terimakasih mom, ...aku jadi lega..."
" Ya, ah. mengingat dulu, mommy memiliki anak-anak kecil apalagi kembar, hah, untuk tidur siang saja sulit, untuk mandi saja juga sulit, hehehe tapi itu sangat menyenangkan Sekali, ..."
" Hem, benar sih aku lihat mommy dulu mau menyuap nasi ke mulutnya saja sulit, saat mau makan, tiba-tiba Julia menangis, mau lanjut makan gantian Julius BAB, mau di lanjut lagi , Suhail jatuh dari pohon...hahaha, aku sampai dulu rasanya ingin menyuapi mommy makan...kasihan sekali..."
" lalu apa yang kau lakukan hanya melihat saja??sayang kau tidak berguna!" ujar Inces.
" Aku menjaga ibuku, yang sudah sakit-sakitan saat itu, karena sudah tua, aku tidak bisa banyak membantu mommy!"
" Ah maafkan aku sayang, maaf sekali... mulutku sangat buruk!" Incess memukul mulutnya sendiri.
" hei, jangan menyakiti diri sendiri...." Putr
a menahan tangan Incess.
" Hahahahah, kalian ini.... mommy senang, kalian yang sempat salah paham di awal kini menjadi saling mencintai sepenuh hati..."
" Iya, mom aku kira dia sulit di atur, ternyata lumayan juga ...tapi dia sudah berusaha keras menjadi istri yang baik untuk Putra!"
" Ah, senangnya aku mendengar itu...."
" Abang juga slalu baik pada Inces mom, terimakasih sudah menjaga Abang, selama ini dengan baik sehingga dia menjadi Suami yang super baik!"
" Hehehe...Putralah yang menjaga kami selama ini Incess, dia memang terlahir dari ibu yang super baik hati, sabar dan hebat...sangat mengaggumkan jika membicarakan ibu kandung Putraku ini...andai beliau masih ada dia akan sangat bahagia melihatmu dan Putra menikah..."
Savina berkaca-kaca mengingat mendiang Ibu Putra.
" Sudah Mom, jangan bersedih...hehehe, sekarang ibu sangat bahagia di sana..."
" Ya benar, ya benar... kalian belum sarapan ya??, mommy masak dulu ya...,untuk kalian..."
" ya mom, kami rindu masakan mommy..."
" oke kalau begitu tunggu!" Savina pun bergegas pergi ke dapur...
" Ay, kau coba temui Julia..."
" bagaimana jika aku mengganggunya??"
" Tidak aku yakin dia akan senang kau datang!"
" ayo denganmu aku tidak enak!"
" Baiklah..."
Putra dan Inces pun segera mengetuk pintu kamar Julia.
namun tidak ada jawaban,
sudah mengetuk agak keras juga tidak ada jawaban.
" mungkin tidur "
" Dia tidak bisa mendengar suara berisik saat tidur..."
keduanya sudah berpikir yang tidak-tidak.
" kalau begitu dobrak saja...!"
" agak mundur' sayang..." Putra pun mengambil langkah mundur untuk mendobrak pintu kamar Julia.
__ADS_1