
setelah selesai berganti pakaian Sansan segera turun ke ruang tamu.
" Paman, Gerry...!" Sapa Sansan dan langsung duduk di pangkuan Kenzo.
" Nona....!"
" Paman ada apa?, om ada apa??" Sansan meminta penjelasan.
" Nona, ini pergerakan tentang mantan istri Kenzo...dia lah yang memberikan obat perangsang pada Kenzo saat itu, rupanya dia sudah mengubah wajahnya dan lagi dia sudah bisa berjalan!"
" Apa??, om mantan sialmu mau menidurimu??" ujar Sansan kesal.
" untung saja aku datang tepat waktu, wanita itu menyamar sebagai pelayan, membawa minuman di club malam!"
" om apa yang kau lakukan di club malam??" Sansan mencurigai Kenzo.
Kenzo hanya tersenyum,
" Om, kau macam-macam ya di belakangku??"
" Hemmmz ,tentu saja mencari Juno... ternyata itu hanya pancingan saja, Juno juga sudah berganti wajah, mereka berada di sekitar kita sekarang!"
" Kenapa tidak membawaku, pantas saja om menempatkan penjaga begitu banyak di rumah!"
" aku tidak akan membuatmu menderita lagi!"
" Tapi bagaimana jika paman Gerry tidak datang apa om sudah tidur dengan mantan om yang ****** itu??"
" Pfffffffffffttttttttt...lihat Gerry wanita ku sama persis seperti Nyonya mu!" ujar Kenzo.
Gerry mengangguk tersenyum,
" sangat mirip dengan nyonya Sasha saat muda, meskipun wajahnya sangat mirip Dengan tuan tapi sifatnya seperti nyonya!"
" Sayang, kan kau yang paling tahu aku tidur dengan siapa?, kenapa marah??"
" Ih...." Sansan malu wajahnya memerah.
" Gerry, awasi terus gerak geriknya!"
" ehmm, tapi Ken...ada hal lain lagi yang ingin aku laporkan!"
" Apa itu ??"
"Saat aku memantau Juno, Juno juga sedang memantau orang lain, dan itu adalah Martin dan juga Cindy ..."
" Apa maksudmu??"
tanya Kenzo bingung.
" Ku dengar Martin bekerja dengan mu??'
" Benar aku memintanya mengawasi keluarga kak Vevey, apa Martin sudah baikan dengan Cindy??"
" aku sering melihat mereka keluar masuk apartemen bersama, dan terakhir aku melihat mereka keluar dari rumah sakit!"
" Rumah sakit?? siapa yang sakit??, coba kau cari tahu Ger...!"
" Aku yakin Cindy pasti kembali pada Martin!" ujar Sansan
__ADS_1
"eh... aku juga begitu!" sahut Kenzo.
" Jadi saat ini yang menjadi target Juno adalah Cindy??" tebak Sansan
Gerry memgagguk...
" Tapi karena Tian sudah terekspose, mungkin mereka akan bersembunyi dulu untuk beberapa waktu!"
" Ehmmm, kalau gitu om tolong jaga Cindy dan Juga Aina!"
" Ya, nona...saya sudah mengatur orang untuk menjaga keamanan nona Cindy dan Aina!"
" Ehmmm, tapi kalau Cindy dengan Martin aku rasa dia aman jadi fokus saja Ke Aina!" pinta Sansan.
" Lalu bagaimana dengan Julia??" tanya Kenzo.
" Om, Julia itu tidak akan menjadi target Juno, Juno menargetkan keluargaku dan juga keluarga om Jovanlah, oh ya om jaga juga Tiara dan bundaku!"
" Tiara???"
Kenzo penuh tanda tanya
" Om, Tian akan menargetkan keluarga ku termasuk Tiara, karena Tiara berkhianat pada Tian, mantan istri laknatmu! ,sedangkan Juno akan menargetkan Cindy dan juga Aina, Fahad tidak mungkinlah Juno pasti tahu Fahad itu bagaimana"
Gerry tersenyum mendengar celoteh gadis 17tahun itu, dia nampak seperti Bram, versi perempuan saat sedang membahas masalah serius, Gerry sangat bangga pada putri mendiang bosnya itu, walaupun dia perempuan namun pikirannya sangat tajam dalam menganalisa keadaan.
" saya akan lakukan sesuai perintah nona!"
" Paman, bagaimana kabar anakmu??"
" Anak?? yang mana nona??"
Sansan terdiam, yang dia tahu hanya anak laki-laki saja.
" Sayang, kenapa kau menanyakan pria lain di depanku??" Kenzo merasa cemburu Noah adalah anak tiri Gerry Kenzo tidak tahu jelas cerita rumah tangga Gerry dia hanya tahu jika Gerry memiliki 3 orang anak laki-laki , Noah yang kini berusia 20tahun , Melvin 17tahun dan Ozhan masih 12 tahun.
" Kak Noahlah aku hanya kenal kan Noah, memang anak paman sekarang berapa??"
" 3 nona... laki-laki semua!"
" Noah, baik...dia juga bekerja di Black Dragon sekarang nona!"
" Kalau begitu aku mau Kak Noah bekerja denganku!"
" Sayang, kan sudah ada Dai??" Kenzo agak cemburu dengan permintaan Sansan.
" Om, Dai itu akan menjadi partner kerjaku, sedangkan Kak Noah biarkan dia menjadi penjagaku!"
Karena Sansan akan sibuk dengan bisnis yang ingin dia kembangkan dalam pengobatan, Sansan butuh Dai fokus pada bisnis dengannya, karena Sansan masih ingat jika Noah itu sangat peduli padanya sejak kecil.
" Nona, coba bicarakan lagi dengan Kenzo baiknya, jika memang sudah sepakat saya akan membawa Noah untuk menjaga anda!"
Kenzo sebenarnya sedikit keberatan, Kenzo juga tahu bagaimana dekatnya Noah dan Sansan saat mereka masih anak-anak, Noah yang tidak punya adik perempuan sangat menyayangi dan protek pada Sansan, saat Sansan menghilang Noah juga langsung turun tangan mencari Sansan.
" Sebenarnya aku tanpa penjaga juga tidak masalah!" ujar Sansan.
" Baiklah Gerry bawa Noah untuk menjaga Sansan"
" Oke...besok Noah akan mulai menjaga nona!"
__ADS_1
" terimakasih Paman...!"
" Kalau begitu aku pamit dulu nona, Kenzo...!"
Gerry dan anak buahnya itu segera pergi.
...----------------...
" Pah, misinya sudah selesai...semua sudah di tangani pihak kepolisian, korban juga sudah di amankan!"
" Bagus, Noah...!"
" Pah, bolehkah aku pulang??, aku rindu pada mama , Melvin dan Ozhan.
" Pulanglah, tapi besok kau ke alamat ini,Kau hanya akan fokus pada satu pekerjaan, Kau tidak perlu mengambil misi lagi!"
" Apa ini pah??"
" Putraku Noah... katanya kau ingin melihat nona kecilmu, Dia masih mengingat Noah, dia meminta papa menugaskan Noah untuk menjaga Nona 24 jam!"
" Sungguh pah??" Noah terlihat sangat senang mendengarnya.
" Ya, bukankah itu yang kau inginkan nak??"
" Ya pah, Noah akan menerima tugas dari papah!"
" Ehm, jangan lupa nanti pulang tolong belikan mama dan adik-adikmu martabak manis super keju dan coklat, lalu susu jahe merah kesukaan mama!" pinta Gerry pada putra tirinya, namun meski Noah itu tiri, Gerry sangat menyayanginya .
" Beres pah, kalau begitu Noah siap-siap dulu!"
" Oke anakku!"
begitulah kehidupan mereka Gerry yang hanya biasa menjadi bang Toyib dia hanya bisa pulang 3 bulan sekali, begitu juga Noah.
...----------------...
Perumahan permai
Tok tok tok
" Sayang..."
" Sial itu Fahad!" Yuna segera membangunkan Robert yang masih tidur satu ranjang dengannya.
" Robet bangun, suamiku pulang...!" Menggoyak tubuh Robet kencang, Robert pun terbangun dengan nyawa yang belum terkumpul.
" Cepat pakai bajumu, cepat!" desak Yuna yang juga segera memakai bajunya kembali.
" Sial, ini hari apa ??, kenapa dia pulang??" buru-buru mengenakan celana dan pakaiannya.
" Tolong bantu aku duduk ke kursi roda!"
Robert segera menggendong Dan mendudukkan Yuna di kursi roda.
sementara Fahad masih menggedor pintu
" Cepat masuk kamar sebelah!"
setelah di rasa aman, Yuna segera membuka pintu, kini senyum anggunnya merekah menyambut kedatangan Suaminya. Yuna berusaha tenang dan tidak panik, karena Fahad mudah menebak hanya dengan melihat raut wajah saja.
__ADS_1
Author
sungguh kuntil manak dan genderuwo yang tak tahu diri.