
" Dai, apa kau pernah jatuh cinta?"
" Pernahlah!"
" Bagaimana rasanya?"
" hmmm, aku slalu semangat ketika melihatnya, apalagi saat dia tersenyum, aku juga akan merasa sedih saat dia tidak bahagia, aku pernah jatuh cinta, tapi tidak pernah berpacaran!"
" Oh, sepertinya kau sama denganku ya, cintamu bertepuk sebelah tangan!"
" Kau menyukai Tuan Kenzo??"
" Ya, saat aku tahu dia memiliki istri aku biasa saja, tapi saat aku tahu dia benar-benar ada wanita yang dia pedulikan,dan itu cinta pertamanya, dadaku terasa nyeri!, aku sangat sedih saat melihatnya seperti itu, aku lebih suka dia mengomel dan memarahi ku dari pada dia seperti orang tak berdaya begitu!"
" Kau sangat tulus pada tuan Kenzo!"
" Hmmm, karna kami memiliki hubungan yang tidak bisa di jelaskan!" air mata Tasya mengalir.
" Hmmm...sulit sekali...tapi apa kau sungguh ingin berada di bawah tangan kirinya terus?"
" Hmmm, ya!"
" Baiklah, aku akan menemanimu!"
" Dai, kau adalah teman yang paling baik!"
" Tentu saja, ...tenanglah aku akan slalu menjagamu!"
" Terimakasih Dai, ayo kita olah, ayam - ayam ini untuk makan malam lezat!"
" Siap Chef!"
...----------------...
" Sayang kenapa wajahmu terlihat kesal??"
" Hehe, iya maaf ya...sudah malam, ayo tidurlah!"
" Kita tidur satu ranjang ya?!"
" Kau kan masih belum sembuh, nanti tidak akan leluasa untukmu!"
" Ganti ranjangnya yang lebih besar, kita kan suami istri!, aku mau di ganti ranjang yang besar!"
" Baiklah, sesuai permintaan tuan putri!"
" Nah, gitu ...!, apa kau tidak rindu padaku?"
" Hmmm, rindu...rindu!"
" Ya sudah, kita tidur bersama!"
" Ya, hanya tidur bersama ya, ini kan rumah sakit!"
" Iya lah aku juga tahu!"
Chiko segera meminta untuk di ganti ranjang yang besar.
" Bagaimana?, apa ini kurang besar?"
" hmmm cukup!"
" ini sebenarnya, rumah sakit atau hotel?" gumam Chiko.
" Kau bisa memberikan ku segalanya, kau memang suami yang hebat!"
" semua yang ku miliki adalah milikmu!"
" Cuuup!" Sasha mencium pipi Chiko.
" Ayo kita bubuk!" Sasha menarik tangan Chiko.
" Kau tidur dulu ya!"
" Kau mau kemana?"
" Duduk di sini!"
" Ehmmm....aku ingin tidur dalam pelukanmu!"
menempel pada Chiko.
__ADS_1
" Baiklah, apa begini hangat?" tanya Chiko lembut.
" Hangat, hangat, nyaman!"
" pejamkan matamu dan istirahat sayang!"
" Mengobrol dulu!"
" Apa yang ingin kau obrolkan?"
" Bagaimana awal pertemuan kita?"
" Saat selesai berlatih menjadi detektif, aku mendapat tugas untuk menjagamu, di situlah awalnya kita bertemu, meskipun saat itu kau tidak melihatku!"
" Jadi aku diam - diam menjagaku?"
l
" Ya, panjang ceritanya, dan akhirnya aku slalu menjagamu di dekatmu!"
" Pasti panjang sekali ya...!"
" Hmmm, sayang....?"
" iya?"
" Seandainya, aku tidak pernah mengisi di kehidupanmh sebelumnya, bagaimana?"
" Tidak , aku tidak mau menjawab!"
" Kalau jika ada seseorang yang sudah menunggumu selama belasan tahun?"
" memang ada??"
" Jika ada, apa kau akan bersamanya?"
" Selama aku membuka mata, selama aku ini berusaha keras untuk pulih, aku hanya melihat dirimu saja!, jika dia menunggu selama itu pasti dia akan datang di saat aku membutuhkannya!"
" jadi kau tidak akan bersamanya??"
" Aku akan bersamamu, jangan membicarakan sesuatu yang menyedihkan!"
" hmmm, entah rasanya begini sangat bahagia?, ayo tidur!" Chiko mendekap Sasha dalam pelukannya.
jika memang nanti nyonya membenciku dan menilaiku pria tidak baik maka aku akan menerimanya, selagi masih bisa bersamanya aku akan berusaha membahagiakanya sepenuh hati.
dalam Hati Chiko.
Chiko melihat ke wajah Sasha yang sudah terlelap dalam pelukannya,
" Kenapa bisa ya, luka jahitan ini terlihat sangat keren di wajahmu!" Chiko tersenyum dan mencium pipi Sasha.
...Sepertinya aku harus memberi tahu, Keluarga Pratama untuk membahas semua ini, aku akan mencari waktu yang tepat untuk itu....
...----------------...
" Saudara Nathan, apakah bisa mengumpulkan keluarga akhir pekan ini, kecuali mbok Yem, dan Sansan, anak - anak juga ya, yang ada waktu saja, dan aku juga akan memanggil Kenzo, jangan sampai Sansan ,mbok Yem dan istri Kenzo tahu!"
" Ada apa Panglima?"
" Ada hal penting sekali, aku akan memberi tahu tempatnya nanti jika semua bisa meluangkan waktunya!"
" Oke, nanti aku akan kabari ya jika semua bisa!"
" Oke, kalau begitu terimakasih dan maaf sudah mengganggu!"
" Oke, sama - sama!"
Panggilan pun berakhir...
...----------------...
" Om Kenzo, apa sudah membaik?"
" Aku tidak apa - apa...!"
" Om kenzo kenapa akhir-akhir sering melamun?"
" Hmmm, tidak apa - apa juga, hari ini kau juga sangat hening?, biasanya sudah membuat istri Mamoto marah - marah!"
" Hahahahah, iya...hari ini mama ke kaki gunung, jadi tidak ada yang mengomel!"
__ADS_1
" Oh ya, apa Daisuke menjagamu dengan baik?"
" Ya, kami menjadi teman solid, aku dan Dai sangat Clop, terimakasih om, sudah memberi teman yang baik untukku!"
" Hmm, bukan apa-apa!, panggil aku dengan sebutan lain selain om!"
" Sugar Daddy?"
" Haiii, ya sudah om saja!"
" heheheh, om...jika masih ada kesempatan cepatlah kejar orang yang kau sukai itu!"
" Kenapa kau tidak mendorong ku dalam pelukanmu sendiri?"
" Aku mana boleh serakah, heheh jika itu masalah uang ya, mungkin iya...sih!"
" Jika kau memiliki ku seutuhnya, kau bisa memiliki segalanya kan?"
" Ehmmm benar juga sih, tapi aku tetap akan di sini om, meski om tidak kembali di sini aku akan setia!"
"WaHhhhh, kau sudah pandai bercakap manis, hmmm Yukini sangat hebat dalam melatih orang!"
" Hehehe, ....!"
hmmm, karna di mata om, aku hanya seorang anak kecil,...itu tidak akan terpandang olehmu.
seberapa dalam aku mencintaimu om...
dalam hati Tasya.
" Baiklah aku akan putuskan aku akan mengejarnya!"
" Semangat om!!!"
" eh tunggu tapi bagaimana kau tahu jika aku sedang menyukai seseorang?"
" Daisuke, aku mengorek semua cerita dari Daisuke dan papa Mamoto, om selama 7 tahun lebih, sedang menjaga orang yang koma dan, mencari putri dari seseorang itu!"
" Kau bisa menebak begitu saja hebat sekali?tapi kan tidak ada yang tahu, jika dia sudah bangun!"
" Tentu saja aku gitu loe, aku slalu bisa membaca apa yang sedang paman risaukan hanya dengan melihat mata paman!"
" Wooo apa Yukini mewarisi kekuatannya padamu?"
" Tidak, tapi mama mengajari membaca permasalahan orang, dari sorot mata mereka!"
" Luar biasa , uang 20 M bukan hal yang sia - sia jika aku mendapat anak yang hebat seperti mu!"
" Iya dong, heheheh!"
"Aku akan mentransfer uang untukmu, beli apapun yang kau mau!"
" Paman aku tinggal di kaki gunung, apa yang harus ku beli?"
" Ah, apa yang ingin kau beli?"
" Berikan aku boneka keropi yang banyak, aku ingin semua serba keropi, titik!!! tapi tolong tetap transfer uangnya ya om!"
" Hahahahha, oke itu bukan masalah besar, akan aku belikan nanti!"
" Ya, terimakasih om!"
" Ya, sama - sama...aku akan siap - siap pergi besok!, oh ya...kau bisa mengambil misi internasional jika sudah menguasai semuanya dengan baik!"
" Siap om!"
" Jangan slalu membuat Yukini kesal ya, dia tidak muda lagi!"
" Baik, ...!"
setelah Kenzo siap - siap Kenzo pun berangkat ke Indonesia di antar oleh Dai dan Tasya ke Bandara.
" Om, hati-hati ...muuaaachhh!"
Tasya mencium pipi Kenzo, Kenzo memeluk Tasya.
" Hai, jika dulu aku menikah muda, aku pasti sudah memiliki anak seusiamu!"
" Tenang om, aku sangat fleksibel, bisa jadi anak, istri,selingkuhan, teman, saudara, apa pun yang om butuhkan aku slalu bisa di andalkan!"
" hahahaa, jaga diri baik-baik ya!, Dai...jaga dia untukku!"
__ADS_1
Dai mengangguk kan tubuhnya,
Kenzo pun segera masuk dan berangkat.