GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
207. satu orang dua nama


__ADS_3

" Kau, kau Martin kenapa di sini???" teriak Sansan wajahnya terlihat sangat kesal.


" Kau kenal Martin??" Tanya Kenzo.


" Ah, oh...ehmmm...!" Sansan tidak bisa menjelaskan.


" Apa ada yang kau sembunyikan padaku selama ini Sansan???" Tegas Kenzo dengan wajah sangat tajam memandang ke arah Sansan.


Mendengar Kenzo memanggilnya Sansan, Sansan sangat terkejut.


Sansan menundukkan kepalanya,


" Maafkan Sansan om...!"


" Kau meminta maaf setelah sekian lama, aku mencarimu bertahun-tahun tidak pernah berhenti!, kau tahu persis bagaimana aku mencarimu Sansan!, kau tahu berapa banyak orang -orang ku harus meninggalkan keluarganya untuk mencarimu, lalu kau mengatakan kata maaf lalu semua selesai??"


" Om Kenzo jangan keras pada Sansan!"


" Diam kau Martin, aku tidak berbicara denganmu!"


Martin pun terdiam, tidak bisa membantu Sansan.


" Ya kau diamlah aku tidak butuh bantuanmu!"


" Kau tahu kau sampai di sini karna siapa?, jika bukan karena Martin dan Renata, memangnya kau mau menikah dengan Raja kampret itu??!"


" Apa??, kau itu yang menyebalkan, bukankah kau selalu menyayangi ku sejak kecil, lalu kenapa kau tidak mengenaliku saat kau mengejar pencuri waktu itu???, dasar menyebalkan!!!"


Sansan menangis kembali berlari ke kamarnya.


" Om, hal seperti itu tidak tepat...bicarakan pelan-pelan, Sansan masih terlalu muda untuk memahami kesalahannya!"


" Ya, kalian kembalilah makan aku akan menyusulnya!'


" Ayah...!"


" Ya , Lily....!"


" Jangan marah pada Ibu....ibu sangat menyayangi Ayah!" Ujar Lily menenangkan Ayah angkatnya.


" Ehmmm..kalian makan yang banyak ya, ayah tidak akan marah pada ibu kalian??"


" Ibu??" Martin dan Aka saling memandang.


" Hei kalian cepat habiskan makanannya, jangan banyak melamun!" Tegas yuki pada Martin dan juga Aka.


mereka segera melahap makanannya


dan Kenzo segera menyusul Sansan yang sedang merajuk.


Tok tok tok...


" Buka pintunya!"


" Tidak mau!!!!"


" Buka...!"


" Tidak mau!!!"


Brrrraaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk...


Kenzo langsung mendobrak pintu kamar Sansan...


suara dobrakan itu menghentikan mereka yang sedang makan, namun mereka tetap melanjutkan makan karena Yuki selalu memelototi mereka.


" Kenapa kau merusak pintuku??!"


" Kenapa?? salah sendiri kau tidak membuka pintu...!"


" Pergi sana menyebalkan!"


melempar semua boneka doraemon ke arah Kenzo.

__ADS_1


Kenzo tetap mendekati gadis yang sangat labil itu.


" Sudah marahnya??" Ujar Kenzo lembut.


Sansan hanya memalingkan muka,


Kenzo segera menarik tubuh Sansan dan memeluk gadis nakal yang tidak pernah bisa mengotrol emosinya .


"Lepaskan!!"


" Tidak akan!"


" Apa maumu??, bukankah kau marah karena aku menipumu selama ini??"


" Benar aku marah!"


" Ya sudah jika marah lepaskan aku!"


" Tidak akan!"


" Lepaskan!!"


meronta - ronta.


" Hmmmm aku sangat marah, tapi cinta dan sayangku lebih besar dari amarahku padamu, kasih sayang ku lebih besar dari egoku...menurutmu apa yang harus ku lakukan padamu??"


Sansan mulai tenang setelah mendengar kata-kata Kenzo.


"apa ?? aku tidak tahu...!" Masih jual mahal.


" Jadi gadis kecil yang dulu slalu bermanja di pangkuanku, ternyata sudah sebesar ini..., seleranya sangat payah ya?? "


" kau ini sedang mengejek dirimu sendiri atau mengejekku??"


" Ya kau lah bagaimana bisa kau mau menikah dengan Kampret itu??, sedangkan om mu ini lebih segalanya darinya!"


Sansan memutar bola matanya, mendengar perkataan Kenzo yang super kepedean.


Melihat ekspresi Sansan Kenzo pun tersenyum


" Ayo kita menikah...,aku juga bisa menjadikan kau ratu dihatiku..." Ujar Kenzo


" Om apa kau yakin mau menikahiku??"


" Tentu saja yakin...apa kau tidak mau??"


" Maulah...mau...tapi jika aku menikah bagaimana dengan bundaku?? aku juga ingin dia hadir di waktu aku menikah!"


" Dia akan hadir sebagai tamu karena dia tahu aku sahabatnya!"


" Apa 17 tahun sungguh sudah boleh menikah??"


" Oh ulangtahunmu sudah terlewat ya??"


" Ya, sudah terlewati ..!"


" Apa kau ingin sesuatu dariku??"


" Tidak ada...!"


" Baiklah aku akan memberikan Cincin ini padamu, maaf karena saat itu aku terlalu bodoh, melihat si kampret itu datang membuatku sangat kesal, Sansan...dan Tasya...mau kah kau menerimaku ??" mengambil kotak cincin di sakunya dan membukanya.


" Siapa yang paling kau sayangi dan kau cintai??, Sansan atau Tasya??"


" Cintaku untuk Tasya dan sayangku untuk Sansan...apa sudah puas??"


" mana boleh begitu?? pilih salah satu!"


" Keduanya sama kenapa harus aku pilih? jadi mau tidak??"


" Mauuuuuu....!" memeluk Kenzo dengan erat.


" mana jarimu??"

__ADS_1


Sansan segera memberikan tangan kirinya, dan Kenzo segera memasangkan Cincin itu di jari manis Sansan.


" Eh om...Julia masih di sana...bagaimana dong??"


" Ayah sambungmu sudah berangkat mengurusnya!"


" Om Chiko?? eh ayah Chiko....!"


" Ya...jika kau ingin bertanya semua bagaimananya,kau bisa bicara dengan Martin setelah makan!"


" Ayo makan!" Sansan segera berdiri dan berjalan menuju ruang makan.


terlihat anak-anak angkatnya juga sedang makan dengan wajah yang lebih ceria dan mereka sangat terawat, tubuh mereka lebih terisi, lalu Sansan melihat mama angkatnya yang sedang mengambilkan beberapa lauk untuk Lily dan Fathia, Lily sudah bisa makan sendiri meskipun masih berceceran, dan Fathia nampak lebih segar dan semakin cantik jelita.


kini pandangannya beralih pada 2 orang pria di sampin Mamoto ayah angkatnya.


" Sansan ayo duduk makanlah, setelah itu kita berbicara!" ujar Martin


Dengan wajah datar tanpa senyum Sansan duduk dihadapan Martin, Kenzo pun segera duduk di samping Sansan.


" Sansan, duduk yang benar dan ayo makan!" Kenzo mengambil makanan favorit Sansan/ Tasya .


" Anak nakal makan ini, tubuhmu sangat lemah!" ujar Yuki sambil mengambil banyak daging-dagingan.


" mama...aku sangat rindu padamu!"


"Ssssst jangan banyak bicara makan yang benar!" tegas Yuki dengan wajah tidak peduli, padahal di dalam hatinya sangat senang melihat anak nakalnya itu kembali.


mereka makan tanpa berbicara, setelah selesai makan Yuki segera membereskan sisanya di bantu dengan anak - anak.


Anak - anak Sansan sangat ingin menyapa dan memeluk.Sansan namun Yuki sudah mewanti-wanti mereka untuk tidak melakukannya sebelum semua permasalahannya selesai di jelaskan pada ibu mereka.


Martin , Sansan, Kenzo dan Aka pun berbincang panjang semuanya di jelaskan dengan terperinci.


" Sansan... Renata sangat menyayangimu...dia hanya tidak tahu jika yang akan di celakai itu adalah keluarga Pratama!"


" Bodoh, bodoh dia bodoh!" Ujar Sansan kesal.


" Ya dia sangat bodoh, dia juga sangat menderita selama ini, dia tidak bisa hidup dengan tenang, dia juga harus merubah identitas dan wajahnya!"


" Aku juga sangat menderita!"


" Maafkan kami, jika kau ingin menghukum hukum saja aku Sansan jangan pada Rere...!"


" Aku akan mengejar Juno, karena dia sudah bersekutu dengan Keluarga Fang, aku memiliki alasan tambahan untuk membuatnya menderita 1000x lipat!"


Martin hanya terdiam, bagaimana pun Juno adalah adiknya, namun dia juga tidak bisa membiarkan adiknya itu berbuat lebih keji lagi.


" Aku akan membantumu membalaskan dendam pada adikku, tapi tolong biarkan renata menjalani hidupnya dengan tenang!"


" Aku akan pikirkan itu nanti!"


" Ya sudah jika begitu, Martin aku akan memasukanmu di dalam Aogiri, tugasmu nemenukan keluarga Fang sekarang!"


" Baik Om... terimakasih karena sudah mau memberiku kesempatan!"


" Hmmm jika kau menghianati ku maka tidak akan tersisa dari keluarga mu!"


" Aku mengerti!"


" Mamoto, kau bisa mendampingi Martin!"


" Om, tapi bolehkah aku juga sesekali berada di dekat Cindy???"


" Kau akan mengusiknya...!" tegas Sansan


" bagaimana lagi aku tidak bisa hidup tanpanya, aku tidak akan menyakitinya!"


" Sudahlah Sansan Cindy dan Martin sudah dewasa kita tidak bisa ikut campur dengan urusan percintaan mereka!"


" Ah terserah aku lelah aku ingin istirahat!"


Sansan berjalan masuk ke kamarnya, namun saat akan masuk Sansan mendengar suara isak tangis di belakang rumah.

__ADS_1


Siapa yang menangis??


dalam hati Sansan bertanya .


__ADS_2