GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
478. Monster tak berperasaan


__ADS_3

Julius pun kembali dari dinasnya.


" Loh, Julia....??"


" dari mana kau Yus??"


" baru selesai dinas, kapan kau pulang??"


" beberapa hari lalu..."


" oeeekkk oeeeeeekkk..."


" hah, bayi siapa??, kakak ipar sudah melahirkan??"


" lihat perutku!" Incess menunjuk perutnya.


" lalu anak siapa??"


" anakku, ..."


" Yang Mulia??"


" Ya tuan Julius, lama tidak berjumpa!"


" ya baik...."


" Julia,ambilkan Pampersnya dong .."


" iya mom...."


" hah??, mommy???" Julius sangat terkejut karena mommy nya malah mengurusi bayi Raja yang jelas-jelas mommynya tidak menyukai sang Raja.


"eh iyus....kapan datang??"


" baru saja moms..."


" kalau begitu istirahat sana nak...mommy sedang sibuk mengurus Tobby...lucukan!" memperlihatkan Tobby pada Julius, memang Tobby benar-benar tampan, dan pantas di sebut putra mahkota.


Julius hendak menoel pipi Tobby namun Savina langsung menepis tangan Julius,


" kau baru dari luar, mandi ganti baju dan cuci tangan baru boleh pegang..."


" ah baik mom..."


" pffft...." Semua menertawakan Julius , semenjak tobby datang semua orang tidak penting untuk Savina, termasuk Incess yang selama ini di sayang-sayang karena mengandung cucu pertamanya, pun tersingkir oleh kelucuan putra mahkota.


" jangankan kau, istriku saja dilupakan mommy gara-gara ada Tobby..."


" Jadi...mommy setuju kau dengan Raja??" tanya Julius pada Julia.


" mana ada??, aku saja belum menyetujuinya, apalagi mommy..."


" hah??, kok aneh??"


" sudah kau istirahat sana...!" ujar Putra.


" ehmmm .." Julius pun bergegas ke kamarnya untuk membersihkan diri lalu keluar lagi menuju ke basecampnya.


" tuan...anda sudah kembali??"


Julius terkejut karena tampilan Yuna berubah begitu rupawan.


" Ya, saya sudah selesai operasi plastik..."

__ADS_1


Julius mengangguk,


" sekarang saatnya kau beraksi aku akan menemanimu bermain..."


" terimakasih tuan, saya tidak akan lupa dengan kebaikan anda..."


" ehmmm"


Julius melihat ke arah Yuna, yang tersenyum terlihat sangat bahagia.


tapi juga merasa kasihan, karena Julius tahu, Fahad tidak akan mengampuni nyawa Yuna.


" tuan anda tampak banyak pikiran??"


" tidak ada..."


" apa anda mengasihani saya??"


Julius terdiam,


" Beberapa waktu lalu, Fahad menemui Yuna, dia memberitahu Yuna, setelah Yuna membalas dendam, Yuna harus menyerahkan diri pada Fahad...karna waktu Yuna sudah habis...."


Julius melihat ke arah Yuna, ada rasa iba di balik wajah garangnya itu.


" apa kau masih mau hidup lebih lama Yuna??"


" Jika hidup lebih lama, Yuna harus kemana tuan, tapi itu juga tidak mungkin..."


"benar tidak mungkin, Fahad akan menemukanmu meskipun kau bersembunyi dilubang semut sekalipun...."


" Kesalahan Yuna sudah sangat Fatal..."


" andaikan kau tidak membuat Dhiren kehilangan ayahnya, dan membuat ibunya Depresi karena kehilangan Orang yang dicintainya, mungkin kau masih bisa di maafkan Yuna..."


" tapi Martin adalah ayah dari Dhiren...dan Martin sudah menebus kesalahanya...Fahad memang tidak suka dengan Martin, tapi kakaknya mencintainya...."


" ehmmm...."


" Lihat itu Robert dan Gatick..."


Yuna melihat ke arah depan, Robbet hidup cukup baik dan sudah cukup bisa di bilang sukses.


" Sudah waktunya dia kehilangan semuanya bukan??" ujar Julius.


" sekarang kau bisa beraksi Yuna...ingat namamu bukan Yuna lagi, tapi Yunda..."


" iya tuan..." Yunda alias Yuna itu pun turun dengan tergesa-gesa,membawa kopi cup ditanganya, lalu dengan sengaja menabrak Robert.


" aaaahhh panas...."


Yunda pura - pura terjatuh dengan sengaja memperlihatkan belahan tengahnya untuk membuat Robert tertarik padanya, karena Yuna tahu bagaimana Robert.


" bagaimana sih kamu??? apa tidak punya mata?!!!" Gatick memaki Yunda.


Gila...sexy dan sangat cantik sekali wanita ini...dalam hati Robert.


" Gatick, sudah tidak masalah, nona apa kau baik-baik saja??, apa ada yang terluka?"


" maafkan saya tuan, saya terburu-buru, karena bos saya sudah menunggu di mobil..."


" ehmmm ...ayo aku bantu bangun..."


Gatick memperhatikan ke sisi mobil Julius, dan mengangguk, karena Gatick juga sudah di beritahu jika sudah saatnya menjalankan tugas akhir.

__ADS_1


" Sayang, bagaimana dengan bajumu??, kita harus bertemu client tidak sopan dengan pakaian kotor seperti ini...!"


" ah, tidak ada waktu untuk membeli baju baru .." gumam Robbet kebingungan.


" Tuan, ikut saya....bos saya ada baju cadangan, barangkali cukup di tubuh anda..."


Robert dan Gatick mengikuti Yuna berjalan ke arah mobil Julius.


" mana kopi panasku Yun??"


ujar Julius.


" maaf bos, saya menabrak tuan ini dan menumpahkan kopi di bajunya... sekarang tuan ini di buru waktu untuk bertemu client, bos bolehkan pinjamkan baju pada tuan ini, nanti tolong potong gaji saya!"


" Sudah berikan saja, maafkan sekertaris saya tuan karna ceroboh ..." Julius keluar dan menyalami Robert.


" sudah bukan masalah besar, bolehkah saya mengambil baju ini??"


" tentu saja tuan...pakai saja, tubuh kita tidak jauh berbeda!"


" ehmmm kalau begitu terimakasih, Gatick tolong bantu aku...."


" oke sayang..." keduanya pun segera berlalu pergi.


Julius menarik tangan Yuna, yang tersiram air panas,


" apa sakit Yun??" tanya Julius.


" Tidak tuan... yang lebih pedih dari ini sudah Yuna rasakan!"


" ehmmm kita beli salep, dan aku antar kau kembali ke basecamp, kita akan lanjutkan misi kita 2 minggu lagi, agar terlihat alami kebetulan...."


" baik tuan terimakasih...."


Julius pun segera membelikan Yuna salep untuk luka bakarnya, dan membelikan makan lalu berpamitan untuk pergi karena harus menjemput kekasih hatinya.


" apa kau sakit??" tanya Julius.


" tidak tuan...saya hanya menyesal, kenapa tidak menjadi orang yang baik sejak dulu, ternyata jika kita baik, orang juga akan memperlakukan kita dengan tulus..."


" kau tidak baik saja dulu Fahad memperlakukanmu dengan sangat tulus...belum terlambat untuk menjadi baik selagi kau masih bernafas Yuna...cepat istirahat bye!" Julius pun segera pergi meninggalkan Yuna.


Di perlakukan baik itu sangat membahagiakan, bagaimana bisa dia memilih jalan yang salah jika jalan yang benar itu sangat indah, tapi semuanya sudah tidak bisa diulang lagi, Yuna hanya bisa menikmati sisa hidupnya dengan hal-hal baik, agar mati dalam keadaan damai.


" Fahad???" Jantung Yuna sangat berdebar kencang karena melihat Fahad tiba-tiba dihadapannya..


" apa kau melihat hantu??"


" ti tidak...a a apa kau mau membunuhku sekarang??"


" Aku membawakanmu makanan, makanlah..." Fahad memberikan makanan yang di masaknya sendiri.


" tapi aku ...sudah dibelikan tuan Julius makan..."


" bukankah kau ingin makan masakanku??" Fahad mengambil makanan ditangan Yuna dan mengganti pack makanan darinya.


" nikmatilah makanan yang kau inginkan di detik terakhirmu..."


Fahad segera pergi meninggalkan Yuna,


Yuna langsung jatuh terduduk karena kakinya tak kuat menahan tubuhnya karena ketakutan.


" Yuna, bagaimana bisa kau merubah pria baik dan polos itu menjadi seorang monster yang tidak berperasaan??" gumam Yuna ketakutan, air matanya tak berhenti mengalir.

__ADS_1


Yuna meratapi nasibnya yang penuh dengan penyesalan yang begitu sangat besar,dia slalu berandai-andai jikalau waktu bisa dia putar kembali.


__ADS_2