GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
26. Keluarga Indah


__ADS_3

" Wah, Cindy sudah bekerja keras ya!" ujar Hirosan


" Jika tidak dikacau kan bang Martin, juga setengah jam selesai!" ujar Cindy kesal.


" Abang, apa yang kau kacaukan?" tanya Fahad.


" Mana ada mengacaukan?" Martin membela diri.


" ada apa ini?" tanya Vevey


" Itu Abang niat membantu mengupas kentang, tapi di kupas abis, mengupas bawang merah juga dikupas sampai kecil!, kan bikin kacau!"


" Ya abang salah ,abang minta maaf, tapi abang masih bingung dengan kesalahan abang, tapi abang minta maaflah!" Ujar Martin mengalah karna Martin sangat tidak tahan jika Cindy marah terlalu lama padanya.


" Puffffffffffftttt...abang kacau lah, kalau tidak bisa membantu jangan mengacau!" ujar Julia


" Iya nih abang...gak jelas deh!" sahut Fahad.


" yayaya abang tidak membantu lagi di dapur!"


" Hahahahaa kalian ini, ayo makan, Natali ayo makan sayang!" Ajak Vevey


" Iya Tante!"


" Hiro, dia adalah putrinya Roy...kau ingat Roy kan?"


" Hmmm ingat, oh dia mirip sekali dengan Roy, sangat tinggi!" ujar Hiro.


" Ya, mirip sekali dengan Roy...Jihannya nggak ada ya!"


" Fahad itu juga sangat mirip dengan Kak Jovan, terkadang aku sangat deg - deg an jika berpapasan dengan Fahad!" ujar Hiro.


" kok deg - deg an, sebenarnya uncle Hiro ini suka dengan mamaku atau papahku?" tanya Fahad.


" pfffffffffffffff...." semua menahan Tawa.


" his anak nakal, ya ...!"


mereka pun makan siang bersama dengan canda dan tawa.


Satu minggu berlalu, kini Roy dan keluarga kecilnya berpamitan untuk kembali ke Korea.


" Ya, nyonya Vevey dan Savina...jika memang Natali ingin kuliah di sini ,mungkin akan merepotkan keluarga nyonya untuk menjaga putri saya!" ujar Jihan pada Vevey dan Savina.


" Tak apa, kita keluarga biar nanti anak - anak yang ikut menjaga!" Sahut Savina.


" Ya benar...Natali juga sebagian dari kami, ada omanya juga kan!" Sambung Vevey.


" Baiklah jika begitu, kami harus segera berangkat, sampai jumpa kembali!" Ujar Roy keluarga Roy pun kembali ke Korea .


" Aih,Cepat sekali mereka kembali ya!" Ujar Hirosan


" Vey ,Hiro aku berangkat ke toko dulu ya!" ujar Savina


" Baik kak!"


Savina dan putri berangkat ke toko, begitu juga dengan Cindy yang slalu di antar Martin.


" Ma, pah Cindy berangkat!"

__ADS_1


" ibu ,uncle Martin juga!"


" Hmmm kalian hati - hati di jalan!"


" Mama Aina juga, ....!" Sahut Aina yang juga terburu-buru.


" Aih...anak - anak sudah memiliki kesibukan sendiri - sendiri, kita kesepian lagi di rumah!"


ujar Vevey.


" Nah, Fahad mau berangkat kah?"


" Iya ,mau mengisi formulir pendaftaran!" jawab Fahad.


" Papah antar ya!" Hiro menawarkan diri


" Tidak usah pah, Fahad bukan anak kemarin sore loe!"


" Aih baiklah Good Luck nak!"


" Okey bos!"


" Fahad, kau cobalah ajak Julius untuk ikut mendaftar!" Ujar Vevey.


" Ogah!, Dia tidak akan mau jika belum mendapat Hidayah,dahlah Fahad sudah terlambat!"


Fahad segera menaiki motornya dan melaju pergi.


" Ah, sulit ditolong Julius ini" ujar Hiro.


" Ya sudah lah kita masuk yuk!" Ajak Vevey.


Vevey dan Hiro menoleh ke belakang.


" Eh, Kenzo...kau datang lagi?" ujar Vevey terkejut.


" Hmmmm...kenzo harus ke Brazil,sekalian Kenzo ada perlu di sini jadi mampir sebelum ke sana!"


" Oh ya?, ayo masuk!"


mereka masuk dan mengobrol cukup lama, kali ini Kenzo datang tidak dengan istrinya,melainkan dengan orang kepercayaan pamannya Mimoto dan 2 orang lainnya yang terlihat sekali Jepangnya.


" Ya jika itu pilihanmu, juga tak apa, yang terpenting jaga diri dengan baik!" Ujar Hiro.


" Ya Ken, semoga kau bisa segera menemukan Sansan ya!"


" Semoga saja kak, kalau begitu Kenzo pamit ya!, oh ya ini hadiah kecil untuk kalian!" memberikan hadiahnya.


" Aduh, kau ini kenapa repot-repot sih, karena tidak ada alasan menolak ,kami akan terima dan terimakasih!"


" terimakasih Kenzo, hati - hati ya!"


Kenzo pun segera pergi meninggalkan kediaman Pratama dia menuju daerah yang sangat padat penduduk untuk menemui anak buah pamannya yang ada di Indonesia.


" Kenapa berhenti di sini?" tanya Kenzo.


" Katanya mereka akan menjemput kita disini bos!" Jawab Mimoto.


" Hmmmm...Ke sanalah beli minum!" Kenzo menunjuk sebuah warung di pinggir jalan.

__ADS_1


" Bos warung itu kumuh sekali, dan sepertinya tempat ini tidak begitu aman!" Ujar Mimoto.


" Ada kalian kan!" Kenzo berjalan mendahului menuju sebuah warung .


" Bu, air mineralnya dong!" Pinta Kenzo.


" Ini Tuan!"


Kenzo segera meneguk minuman itu karena merasa sangat haus ,saat meminum tiba - tiba.


Boooookkkkkkk


" Uhuuuuuuuk!" melayanglah sebuah sepatu yang mendarat di kepala Kenzo .


" Bos, bos, anda tidak apa - apa?" Anak buah Kenzo segera melindungi Kenzo


" Brengzek, siapa yang melempar sepatu di kepalaku!" Kenzo mencari ke segala arah.


dan terlihat orang berlari kejar - kejaran ke arahnya,


Barulah terdengar,...


" Copettttt,copeeeeeeet!" dibelakang orang yang kejar-kejaran itu.


Kenzo fokus pada seorang gadis yang memakai satu sepatu saja.


"Oh ini dia yang melempar sepatu di kepalaku!"


Kenzo langsung menarik tangan gadis itu.


gadis itu meronta - ronta melepaskan diri.


" Kau sudah melemparku pakai sepatu sekarang mau kabur, dasar copet!, tangkap dia!" Kenzo melemparkan gadis itu pada anak buahnya.


" Tuan, tuan Copetnya itu bukan gadis ini!, aduh sudah kabur!!!"


" Loh bukan dia Copetnya?"


" Bukan, gadis ini membantu saya mengejar Copetnya, tuan malah membuat copet itu kabur!!!"


" Oh ,lepaskan gadis ini!!, kejar copet itu sampek ketemu!" pinta Kenzo


" Baik!" Anak buah Kenzo segera pergi mengejar copet yang kabur tadi.


Gadis itu dengan pandangan Sinis mengambil sepatunya yang berada di sebelah kaki Kenzo, dan memukulkan sepatunya Kewajah Kenzo, sambil mengacungkan Jari tengahnya, dan memekai sepatunya kembali kemudian pergi.


" Whattt????" Kenzo sangat syock melihatnya.


" Bos, apa perlu saya beri pelajaran untuk gadis ini??" Ujar Mimoto.


" Haihhhh...lupakan,jangan perhitungan dengan anak kecil, anggap saja aku sedang sial bertemu dengan bocah ini!"


Kenzo menahan diri untuk marah.


Tak lama anak buah Kenzo kembali membawa Copet tadi, kemudian mengembalikan barang yang dicuri pada pemiliknya, dan membawa copet tadi ke kantor polisi.


Setelah itu Kenzo segera menemui anak buah pamannya dan berangkat ke Brazil, Kenzo berkeliling dunia, selama setengah tahun, di belajar dengan sungguh-sungguh untuk menjadi pemimpin Aogiri, dan sifat Kenzo yang tadinya kalem, kini berubah menjadi bringas, karna sudah diakui oleh semua anak buah pamannya, Dia menghabiskan waktu untuk pencarian Sansan, meminta bantuan sana - sini agar Dapat menemukan Sansan.


Sementara Tan Xia mulai tidak tenang, karna Kenzo sudah memiliki banyak dukungan dan kekuatan yang cukup , jika untuk melawan ayahnya, Tanxia berpikir sangat keras, bagaimana caranya untuk mengikat Kenzo untuk tidak meninggalkannya.

__ADS_1


Hayooooo Likenya...


__ADS_2