GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
312. Resmi menduda


__ADS_3

Sesampai di kediaman Pratama


Sansan segera mengetuk pintu kamar Fahad cukup keras.


sehingga Aina pun keluar melihat keributan yang terjadi.


" Sansan...ada apa??"


" Fahad ada di dalamkan Na??"


" Ada kok, buka saja pintunya!"


Sansan pun segera membuka pintu kamar Fahad.


rupanya Fahad sedang di kamar mandi,pantas tidak mendengar ketukan Sansan.


Sansan pun mengetuk pintu kamar mandi


Tok tok tok...


" Had...cepat keluar!" teriak Sansan.


Fahad pun segera keluar.


" Tan ada apa??"


" Ayo cepat kekediamanmu!" Sansan menyeret Fahad yang masih memakai baju tidur itu.


" Aku aku ikut!" Aina mengikuti mereka masuk ke dalam mobil.


mereka semua masih memakai piyama tidur pergi ke tempat Fahad.


" Ini jam berapa Tan??, apakah tidak bisa menunggu hari agak terang??'


" Mauku juga begitu ,tapi om mu membuatku terbangun dan harus membawamu ke rumahmu sekarang juga, itu om mu bahkan sudah menyiapkan surat perceraianmu, hanya tinggal ditanda tangani saja oleh Yuna maka kau akan resmi menduda!"


" Hoaaammm sialan aku bahkan belum cukup tidur!" keluh Fahad kesal.


Mereka pun segera sampai di kediaman Fahad, dan menyerbu ke halaman belakang menuju kamar Robert.


" Aina pasang kamera, Noah dobrak!" perintah Sansan.


Braaaaaaakkkkkkkkkkkkkk...


terbukalah pintu kamar Robert terlihat Yuna dan Robert tidur dalam satu selimut tanpa pakaian.


" Agghhh...!" Yuna sangat terkejut karena suara dobrakan pintu, begitu juga Robert segera terbangun.


" Faaaaahad???"


jeng jrenggggggg...


Fahad hanya tersenyum kecut,


" Bagus Yuna, bagus...kau memang rubah!"


" Fa..fahad aku bisa jelaskan!"


" Berhenti omong kosong!"


" Yuna ,kau bermain dengan Supirmu??" sahut Sansan pura-pura terkejut.


" Yuna, kau jahat!" sambung Aina.


Yuna sudah kelimpungan bukan main,


" Noah, minta istriku menandatangi surat perceraiannya!"


" Apa??"


" Nona, silahkan tanda tangan!" Noah memberikan pulpen pada Yuna beserta kertas cerainya.


" Tidak aku tidak mau!"


" Noah paksa istriku !"


" tidak, Fahad bahkan kau yang mengkhianatiku lebih dulu!"


" Yuna, kau jangan berbohong kau dan Robert lah yang berkhianat duluan!" sahut Aina.

__ADS_1


" Aina,kau sahabat ku bagaimana kau meragukanku??"


" Yuna, kita bukan sahabat lagi...sejak hari ini!" tegas Aina tumben-tumbenan tegas.


" Robert kau diam saja, cepat bantu aku!"


Yuna sudah tidak bisa beralasan lagi karena kepergok basah .


Robert hanya diam menunduk saja, jika Robert marah dan memukul Fahad maka dia yang akan masuk penjara.


" Robert...!"


" nyonya ayo...jika tidak tanda tangan saya bisa meremukkan tulang tangan anda!" Ancam Noah dengan wajah yang mengerikan.


Dengan tangan bergetar, Yuna menandatangani surat perceraian itu.


" Terimakasih Yuna... silahkan angkat kaki dari rumah ini...aku beri waktu 5 menit untuk berpakaian dan kalian angkat kaki dengan segera!"


Fahad dan yang lainnya segera menuju ruang tamu.


" Robert kenapa kau diam saja??"


" Aku bisa apa??, jika aku melawannya kita akan berakhir di penjara dia punya bukti kita berselingkuh dan juga saksi!"


" Aku sudah bercerai, aku di usir lalu aku harus tinggal di mana??"


" Cepat kenakan pakaianmu, kau tinggallah di apartemen ku !"


" Baik!" mereka segera mengenakan pakaiannya dan berjalan keluar.


" Berhenti!,letakkan kunci mobil kalian, itu mobil dari saudara - saudaraku!" tegas Fahad.


Yuna dan Robert sangat terkejut, tapi mereka segera meletakkan kunci mobil itu.


" Letakkan kartu yang ku berikan padamu!"


" Taataaapi...??"


" Letakkan!!!"


Dengan ragu-ragu Yuna segera meletakkan kartunya di meja.


Yuna sangat kesal, dia diperlakukan tidak baik oleh Fahad, tangannya mengepal erat.


Keduanya pun segera meninggalkan kediaman itu.


" Selamat Fahad kau sudah menjadi duda!" ujar Sansan bersorak gembira.


" Aku yang duda kenapa kau yang bahagia?"


" Iyalah, keponakanku sudah terbebas dari kuntilanak itu, aku merasa menjadi tante yang baik!"


" Tante??" Aina menimpali


" Ya, Aina panggil aku Tante mulai sekarang!"


" Kenapa, bahkan aku lebih tua darimu!"


" Kau memanggil om Kenzo apa Aina??"


" Om lah...!"


" Dan aku adalah calon istrinya itu berarti kalian harus memanggilku tante!"


" Apa??, kenapa kau suka sekali di panggil tante??"


" Ssssstttt , sudah Aina...lakukan saja apa yang ku katakan oke, keponakanku???!!!"


Aina mengangguk, sementara Noah hanya tersenyum menggeleng kepala.


" Had, kau bersantailah dulu, balas dendam kita lanjutkan setelah kita mendapatkan bukti dan celah terbaik untuk balas dendam, dan aku ingin saat kau membalas dendam pada Yuna kau sudah menjadi seseorang yang hebat, sehingga Yuna akan menyesal karena telah memilih pria jelek itu!"


" Tenang tante...aku akan melakukan sesuai dengan perkataan tante!"


" Bagus, kita lanjut fokus ke pernikahan abang putra!"


" Seharusnya abang juga memanggilmu Tante kan??"


" Ehmmm aku tidak berani memerintahnya heheheh!" Sansan menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


" Kau bisa beritahu pada paman dan Bibi, jika kau sudah resmi bercerai!, aku akan pulang dengan Noah, dan kau kembalillah dengan Aina!"


" Tante,...!"


" Ya...!"


Fahad berjalan mendekati Sansan, lalu memeluknya.


Dulu saat kecil Fahad sangat berharap Sansan hilang dari muka bumi ini, karena slalu mengganggu Aina, tapi sekarang Fahad tidak ingin kehilangan dari satu pun saudaranya, nyatanya Sansan yang sangat menyebalkan di matanya saat kecil, kini menjadi Garda terdepan di saat orang lain menyakitinya.


" Terimakasih Tante kecil, aku menyayangimu!"


" Oh..." Sansan terkejut dengan perlakuan Fahad, seumur hidup menjadi saudaranya baru kali ini Fahad sangat lembut padanya.


" Tuan Fahad, Nona!"


Noah menunjukan layar ponselnya.


" Fahad!!!, mentang-mentang kau sudah menjadi Duda, jangan ganggu jalan istriku, dia tantemu, lepaskan jangan peluk-peluk!"


Ujar Kenzo dalam panggilan Videonya.


Aina yang mendengar pun tertawa,


dan bukannya Fahad melepaskan pelukannya justru Fahad mengeratkan pelukannya.


" Hei Fahad lepaskan!!, aku akan mematahkan kakimu bila kau tidak mendengarku!"


" Om lihat om...?"


Cup.


Fahad mengecup pucuk kepala Sansan.


" Heiii bajiiingan kecil,...!"


tuttttttttt


Fahad langsung menekan tombol merah mengakhiri panggilannya.


" Hahahahahaha!" Mereka pun tertawa bersama.


" Fahad kau akan di pukul om Ken jika bertemu!"


" Biar saja, aku akan menghadapinya, dia ketar ketir karena aku sangat tampan dan masih muda hehehe"


" Memang tapi kau adalah pria bodoh, kau bukan selera ku!"


" Hei kau...!"


tak terima.


" Kak Noah, ayo kembali!" ajak Sansan sudah pasti kali ini Kenzo akan membuatnya kelelahan, karena perbuatan Fahad.


mereka segera kembali, begitu juga dengan Fahad dan Aina mereka juga segera kembali.


Kediaman Kenzo.


" Om aku kembali!"


" Noah, minta pada ayahmu bukti-bukti yang dia dapat, dan kembalilah besok!"


" Baik tuan!"


" Om, kenapa harus kembali besok??"


" kenapa??"


" Tidak apa-apa om, emmm di mana Anggita dan Dai??"


" Dai mengantar Anggita ke rumah sakit, katannya neneknya sudah boleh pulang!"


" Oh begitu!, kalau begitu Sansan lanjut tidur ya om??"


Kenzo tak menjawab, Kenzo mengisyaratkan dengan jarinya agar Sansan mendekat padanya.


Sansan mau tak mau mendekat pada Kenzo yang memasang wajah datarnya.


Kenzo segera menarik Sansan padanya dan mencium bibir ranum milik Sansan, meskipun itu hanya bercanda tetap saja Kenzo kesal.

__ADS_1


__ADS_2