
Karena Sansan penasaran Sansan pun melangkah perlahan menuju halaman belakang.
Terlihat Yuki menangis terisak-isak dihadapan Fathia.
" Bibi kenapa kau tidak lebih lembut padanya, berpura-pura seperti ini sangat melelahkan bukan??"
" Anak itu akan lebih tidak tahu diri lagi jika aku berubah lembut padanya, tapi syukurlah dia baik-baik saja aku sudah sangat lega!"
" Hmmm...aku juga akan mengucapkan terimakasih pada Sansan... rupanya benar dia adalah saudara Suhail...jadi Suhail juga bisa tenang karena saudaranya sudah ditemukan dan dalam keadaan baik, aku tidak sabar ingin melihat wajah Sansan, bibi... bagaimana rupa Sansan Fathia penasaran, dia pasti Cantik seorang raja saja bisa takhluk dengannya!"
" Ini di depanmu saja, jangan pernah katakan padanya jika aku mengatakan ini!"
" Ya Fathia Janji...!"
Sansan yang menguping di balik dinding itu tersenyum.
" Anak itu memiliki kulit putih susu, rambutnya panjang dan berombak, dia miliki mata Coklat, tapi dia suka memakai Softlens hitam, aku kira dulu dia karena tidak bersyukur saja seperti anak-anak remaja pada umumnya, rupanya itu untuk menutupi identitasnya, wajahnya oval tapi pipinya sekarang sedikit mengembang, sepertinya dia hidup baik di dalam Istana, giginya seperti kelinci,namun kecil-kecil, ada lesung pipi kecil segaris dengan bibirnya, tubuhnya sangat ideal seumuran remaja pada umumnya !"
Sansan tersenyum lebar mendengar perkataan Mama angkatnya.
"hanya saja dia kerempeng bagian depan belakang!"
wajah Sansan berubah menjadi kesal sekaligus.
" Ah, bibi itu tandanya dia masih orisinil hihihi...!"
" Hahahaha, iya kita lihat nanti setelah dia dinikahi Tuan Kenzo...hihihi...!"
" Apa mengupingnya sudah sayang?" Kenzo yang tiba-tiba berada di belakang Sansan.
" Ah, mengagetkan Saja!" Sansan segera kembali ke kamarnya.
Kenzo mengekor anak ingusan yang sebentar - bentar merajuk itu.
" Kenapa mengikuti ku om?? apa om Sekarang pengangguran??"
" Ya, aku pengangguran sekarang, karena aku tidak perlu mencari Sansan lagi...dan juga Tasya lagi...!"
" Om...aku mau istirahat tolong tutup pintunya dari luar, terimakasih!"
" Hei kau mengusir ku??"
" tidak kan aku meminta tolong!"
" Apa kau marah lagi?, kenapa sebentar-sebentar marah tidak jelas??"
" Aku lelah om...!"
" Ya sudah aku tidak menggangu... istirahatlah...!" Kenzo pun segera keluar dan menutup pintunya dari luar.
apa dia benar-benar keluar??
sungguh saraf peka orang ini sudah putus menyebalkan.
Sansan pun segera melompat ke ranjang.
menyatukan 2 hati itu memang mudah namun menyatukan 2 kepala itu yang tidak mudah.
__ADS_1
...----------------...
Sampailah Sang Panglima di Pelabuhan negara F.
Ternyata Raja menyambut kedatangan Chiko sendiri di pelabuhan bersama para pengawalnya.
" Panglima itu adalah Raja Alfred!"
" Selamat datang Panglima, maaf jika penyambutan kami kurang memuaskan!"
" Terimakasih Yang Mulia... ini cukup menyanjung kami yang hanya seorang prajurit saja!" ujar Chiko.
" Mari silahkan masuk Panglima, perjalanan ke dalam Istana butuh waktu 1 setengah jam!"
" Terimakasih!" Chiko segera masuk ke dalam mobil mewah yang sudah di siapkan oleh sang Raja, dan melajulah mobil itu menuju dalam istana.
Setelah sampai, Panglima pun di tempatkan di aula perjamuan tamu, Panglima pun di jamu dengan baik.
" Yang Mulia, karena waktu saya terbatas... mari kita bicarakan pada intinya saja!"
" Silahkan, ...!"
" Yang Mulia, sepertinya anda sudah tahu siapa saya...dan mengerti maksud kedatangan saya!"
Aku tidak boleh memberitahu maksudku dengan jelas aku akan melihat situasinya lebih dulu.
dalam hati Chiko.
" Oh saya memang tahu siapa andan,, tapi saya tidak tahu maksud kedatangan anda!"
dalam hati Alfred.
" Hehehe...saya hanya prajurit kecil Yang Mulia!"
Raja ini tidak mudah di hadapi rupanya, hah
andai Kenzo itu seperti dia, ...mau bagaimana lagi, putri tiriku seleranya seperti Kenzo dan tidak bisa di ganggu gugat, tapi Kenzo juga tidak buruk - buruk amatlah.
" Sebutan Panglima hanya prajurit kecil, sungguh anda sangat rendah hati sekali Panglima!"
" Baiklah Yang Mulia...saya ingin mengambil kembali beberapa orang milik saya apa anda mengijinkannya!"
" Oh beberapa??, siapa saja itu??"
" Anda pasti tahu kan??"
" Oh, apa itu juga termasuk putri anda??, saat ini putri anda sedang tidak bersama saya, apa anda tahu itu???"
" Yang Mulia perbuatan anda sangat ilegal, jadi mohon kerjasamanya untuk tidak berbelit-belit!"
" Siapa yang ilegal, jika putri anda masih ditangan saya, saya tidak akan memungkirinya, namun sepertinya anda sangat tenang jadi saya bisa menebaknya,anda di mana putri anda, dan anda datang untuk membawa keponakan anda !"
" Benar, 2 orang ini adalah keluarga kami...!"
Alfred melihat foto Julia dan juga Renata.
" Namun sebelum itu Panglima, tidakkah memasuki kawasan Istana tanpa ijin adalah bentuk tindakan ilegal juga???, untuk orang ini dia aku masukkan ke dalam penjara, dan untu Julia, saya mengistimewakannya karena dia datang atas kemauan saya untuk putri anda!, saya sangat mencintai putri anda dengan sangat tulus, dan hampir saja kita sudah resmi menjadi suami istri tapi wanita ini mengacaukannya!" menunjuk Foto Renata.
__ADS_1
" Yang Mulia, mereka tumbuh bersama sejak kecil...!"
" Jangan anda kira saya tidak tahu masalah kecelakaan itu, wanita ini juga terlibat, sampai dia mengubah wajahnya agar bisa hidup dengan tenang !"
" Anda memiliki bagian informasi sangat baik, itu masalah keluarga kami, jadi mohon Yang Mulia tidak ikut campur!"
" Tentu saja aku tidak ikut campur, sangat memalukan Istana ini bisa di masuki sembarangan orang asing, aku juga sedang mengusut masalah ini, karena menyangkut keamanan, aku sudah menduga ada orang dalam yang membantu mereka masuk!"
" Saya tidak ikut campur masalah itu anda memiliki kewenangan untuk mengatasinya!"
" Ya, maka dari itu aku tidak bisa melepaskan Wanita ini!"
" Lalu bagaimana dengan Julia??"
" Dia gadis yang baik mana mungkin saya memperlakukannya dengan buruk, hanya saja Panglima, apakah anda juga tidak setuju jika saya menikahi putri Tiri anda??"
" Itu semua biarkan putri saya yang memutuskan, masa depannya tidak di bawah kendali saya!"
" Hmmmm,... Dans bawa nona Julia kemari...dan wanita ini juga ke sini...!"
" Baik Yang Mulia!"
Dans segera melaksanakan perintah Rajanya.
" Silahkan nikmati hidangannya Panglima, perjalanan menjemput keponakan anda butuh waktu satu jam...!"
" terimakasih Yang Mulia!" Namun Chiko tidak sedikit pun menyentuh hidangan di hadapannya.
setelah menunggu cukup lama datanglah Julia
" Om Chiko, ...!"
terlihat Julia sangat bahagia tidak ada ekspresi tertekan sama sekali di wajahnya, justru dia terlihat seperti putri di istana.
" Nona, Panglima ingin membawamu kembali...!"
" Oh ,om...Julia sangat baik di sini, barusan Julia baru selesai berbincang dengan mommy, Yang Mulia mengijinkan Julia berhubungan dengan Mommy setiap hari!"
" Apa kau sangat nyaman tinggal di sini??"
" Ya, Raja membantu Julia membuka cabang di sini, ...!"
" Apa kau tidak ingin pulang??"
" Tentu saja ingin, tapi Sansan masih belum ketemu, Julia sedang menunggu kabar' Sansan...tapi Julia juga mau fokus dulu dengan cabang Julia di sini, oh ya om di penjara ada seseorang mengaku bernama Renata dialah yang membawa Sansan pergi, Aku tidak begitu banyak bicara dengannya, karena takut dia penipu!"
" Pelanlah ini sakit!" Renata pun datang dengan borgol ditanganya, dan banyak sekali luka di tubuhnya.
" Panglima, aku harap anda tidak marah karena ini, aku sedang menegakan hukum di wilayah ku!"
" Yang Mulia aku rasa ini sudah cukup impas, anda sudah menghajarnya dengan begitu sadis, dan begitu juga sebaiknya anda menerima kekalahan anda untuk urusan cinta, saya tidak akan menuntut apapun dan saya mohon, berikan Renata pada saya...untuk Julia saya berterima kasih karena anda memperlakukannya dengan baik dan berharap itu akan berlanjut seterusnya, demi perdamaian 2 negara kita!"
" Hahahahahahaha .....!"
mendengar ucapan Chiko, Julia paham jika Sansan sudah berada di tempat yang tepat, dan wanita yang bakbak belur itu memang benar-benar Renata.
Namun Julia, menahan bibirnya untuk membantu Chiko bernegosiasi, karena dia tahu dirinya bukanlah Sansan yang segala permintaannya pasti akan dikabulkan.
__ADS_1