
" Apa?? Diana. 2 kali hampir dilecehkan??"
" Ya Tuan...!"
" siapa yang berani melecehkan putriku??"
" Anak itu bernama Windy Tuan, tapi saya tidak tahu latar belakang keluarganya...!"
" Aku akan mencari tahu sendiri!"
" Baik tuan...!"
" Fahad, kalau memang Diana ingin home schooling ya sudah akan aku atur...!"
" Baik...tugasmu...tetap sama mengawasinya 24 jam...!"
" Baik!"
" Apa dia makan dengan baik, aku tidak tahu selera anakku apa, sudah berapa kali aku mengganti koki...!"
" Nona, sangat suka masakan Jawa tuan!"
" Oh kau tahu itu??"
" Ya, Saat saya membawa bekal, nona mau menyantapnya!"
" Kalau begitu tolong urus makan putriku ya!"
Sial ini bodyguard apa babysitter?, lama - lama aku juga harus menyuapinya makan.
dalam hati Fahad
" Tenang saja, tentu saja aku akan membayar semua makanan yang di makan putriku!"
"Tenang saja Tuan, setiap hari saya di bekali kakak saya untuk sarapan,makan siang dan malam...tuan jangan menghitungnya!"
Arnold menganggumi ketulusan Fahad menjaga putrinya dia benar-benar menjaga putrinya dengan segala resiko, bahkan berbagi bekal yang mungkin untuk menghemat pengeluarannya.
" Aku harap kau bisa lebih bersabar lagi menjaga putriku ya Fahad...!"
" Siap Tuan...!"
" Fahad, terima ini untuk berobat...jangan menolak ini adalah perintah tuanmu!" tegas Arnold memberi amplop cokelat yang lumayan tebal pada Fahad .
Fahad tahu kata perintah harus di taati, Fahad menerima amplop itu dengan patuh.
" Tuan saya berterima kasih atas kemurahan hati anda!"
" Buka apa-apa sekarang kau bisa pulang, eh tunggu....!"
" Ya Tuan...!"
" Kau tinggal sendiri kan??"
" Ya Tuan...!"
" Pindah saja ke rumahku kau bisa menghemat biaya transportasi kan? aku akan lebih tenang jika kau benar-benar menjaga penuh !"
" ha?? tapi ...!"
" Pikirkan saja dulu baru diputuskan!"
" Oh baik Tuan!"
Fahad pun segera pulang ke rumahnya dia membuka amplop coklat pemberian Arnold.
" Ha?? 5 juta??" Fahad tersenyum bahagia.
Dia segera mandi dan berganti pakaian, Fahad segara meraih tas dan memasukan amplop coklat itu ke dalam tasnya.
Dia segera mengendarai motornya melaju menuju kediaman sang pujaan hati.
Dan sampailah Fahad di kediaman Yuna, namun terlihat ada sebuah mobil terparkir di depan rumah Yuna.
Fahad segera masuk ke dalam.
" Fahad...!" Yuna terkejut.
" Oh ada tamu??" Tanya Fahad ramah.
" Yuna, bibi aku pulang dulu...!" Tamu itu segera pergi melihat kedatangan Fahad
" Oh, kenapa terburu-buru brother??" sapa Fahad ramah.
namun pria itu tidak menggubris sapaan Fahad.
" Nak Fahad ada apa dengan wajahmu??" ujar Ibu Yuna khawatir.
" buka. apa-apa bibi...!"
" Sayang apa pekerjaanmu berbahaya??"
__ADS_1
" Tidak heheheh...oh ya siapa pria tadi Yuna?? saudara atau temanmu??" tanya Fahad
" Oh itu saudara jauh!" Jawab ibu Yuna
" Apa dia tidak menyukai Fahad??"
" memang seperti itu dia Fahad, sudah jangan di pikirkan!, coba kulihat sini luka pada wajahmu" Ujar Yuna.
"oh...!" Fahad segera duduk di dekat Yuna.
" Aduh kau di pukul habis - habisan, siapa??"
" Ini hanya latihan jangan khawatir, bagaimana hari - harimu??, apakah menyenangkan??" tanya Fahad.
" Ya, sayang sekali kekasih sekarang jarang ada waktu untukku, membalas pesanku juga jarang sekarang!" ujar Yuna dengan wajah kesal.
" Yuna, Fahad itukan bekerja itu juga untukmu!"
" Tidak apa-apa bibi...hehehe...lihat ini...ini untukmu!" Fahad memberikan amplop dan semua isinya kepada Yuna.
" Apa ini??"
" aku mendapat bonus...tolong simpankan untuk keperluan kita nanti...aku akan membawamu pada Sansan, aku tidak bisa menyimpannya sendiri..., tapi jika Yuna butuh pakai saja tidak apa-apa!"
Yuna dan ibunya saling memandang...
" tolong jangan ditolak!" ujar Fahad.
" Baiklah Yuna akan simpan terimakasih sayang!"
" Belum, aku belum memberi semuanya untukmu...!"
Yuna tertegun dengan perkataan Fahad.
" Kalau begitu Fahad pamit dulu, ibu dan Yuna... selamat malam!"
Yuna dan Ibunya mengiyakan Fahad yang segera pergi dengan wajah yang sumringah, Fahad benar -benar menjaga Yuna dengan tulus.
...----------------...
" Aina...!"
" Ehmmm...!"
" ambilah libur sehari,ayo habiskan waktu bersama!" ujar Iyus pada kekasihnya.
" oh hari ini tidak ada pesanan, aku akan memberitahu karyawanku dulu, tapi apa lukamu tidak papa??"
" Kenapa?? ini hanya luka kecil jangan kau khawatirkan!"
" Oke, aku sudah mengabari mereka, kita mau kemana iyus??"
" Kau mau kemana??"
" Aku mana tahu mana-mana?, aku tidak pernah kemana - mana...!"
Iyus hanya tersenyum,
" Tunggu aku ambil mobil dulu...!"
Aina setia menunggu di depan garasi...
" Ayo sayang naik...!" Ajak Iyus.
Aina pun segera masuk ke dalam mobil.
" Kenapa kau memakai mobilnya abang Suhail??"
" Sudah minta ijin aku sama abang, aku kan paling miskin di keluargaku, aku tidak punya mobil!"
" Pufffffffffffffftttttttttt....!"
" Apa kau sangat senang mendengarnya?, apa kau sungguh mau hidup denganku yang tidak kaya??" tanya Iyus.
" Aku kan punya penghasilan sendiri...!"
" Iya aku tahu, tapi kau sungguh yakin padaku??"
" Ya, jika kau bersungguh sungguh aku juga!"
" Aku bersungguh-sungguhlah...!"
" Kita mau kemana??" tanya Aina mengalihkan topik.
" Jauh dari tempat tinggal kita, tidurlah lebih dulu...jika sudah sampai aku akan membangunkanmu!"
" Oh, baik...!" Aina pun segera memejamkan matanya, entah Iyus akan membawanya kemana dia ikut saja.
Setelah menempuh 1 jam perjalanan Iyus membangunkan Aina yang masih terlelap.
" Aina...!"
__ADS_1
" ya...!" Aina langsung terbangun
" Makan dulu ya, perjalanannya masih jauh!"
" oh baiklah..." Aina segera merapika. bajunya
" Makan di sini gak papa kan?, nggak di tempat mahal??"
" kenapa harus di tempat mahal, ayo turun...!" Aina segera turun dari mobil.
mereka Segera masuk di restoran kecil, pelayan pun menyambut mereka dengan sangat ramah, mereka segera memesan kemudian makan dan melanjutkan perjalanan.
" Sebenarnya mau kemana??" tanya Aina.
" Mau ke gunung atau pantai??"
" pantai!"
" oke....!"
setelah menempuh perjalanan 3 jam sampailah mereka di pesisir pantai.
" sudah sore saja...!" ujar Aina
" enak lah sepi...yang lain pada pulang kita baru datang, mau main air??
" aku tidak membawa pakaian ganti..."
" Ayo kita beli beberapa set pakaian di sini...!"
menarik tangan Aina berjalan ke toko - toko pakaian yang ada di dekat pantai.
" kau tidak malukan pakai baju murahan??"
" Tidak...kenapa malu??"
" Mantap....muach...!" Iyus mengecup pipi Aina gemas.
Iyus memilihkan baju untuk Aina, dan dia iuga memilih beberapa baju untuknya sendiri.
" kita mau jualan baju?" tanya Aina.
" Hehehe...aku khilaf karena itu ku rasa sangat cantik kau pakai...!"
" Apa kita main ke pantai sambil membawa ini??"
" Hehehe....iya ya??, parkirannya jauh juga...!"
menggaruk kepala.
" Tuan nona, jika anda ingin menyimpan barang - barang anda, sebaiknya menyewa kamar...!" ujar pemilik toko
" ada hotel bu??, mana??" melihat sekeliling.
" Bukan hotel tuan, di sini adanya kamar kecil gitu!"
" Kamar mandi??" tanya Aina
" hehehe bubukan, apa tuan dan nona mau menyimpan barang-barang??"
" Ya....!"
" Mari ikut saya... aman kok...tenang saja!"
Aina dan Iyus pun segera mengikuti ibu penjual baju.
mereka berjalan kira-kira 2km dari toko tadi,
" Ini kost-kostan bu??" Tanya Iyus.
" Hehe iya tapi disewakan perhari tuan!"
" Oh, ...berapa perhari??"
" 200ribu tuan, yang ini kamar mandinya di dalam, 400ribu ,kalau perjam juga bisa 1jamnya 30ribu...!"
Aina dan Iyus yang polos menggaruk kepala, baru kali ini mereka mendengar kost-kostan perjam.
" saya boleh lihat??"
" silahkan!"
Iyus segera masuk ke salah satu kamar
" Sayang apa kau nyaman dengan kamar seperti ini??" karena kamar itu tidak terlalu luas, satu ukuran kamar itu sama dengan ukuran kamar mandi Aina yang mungkin lebih luas, ada satu lemari, satu kasur lantai dan meja, kamar mandi yang sangat sempit.
" Yang lebih luas gak ada bu??"
" Ada Tuan, agak ke timur...itu masuk penginapan !"
" Jauh??"
__ADS_1
" Tidak kok!" melihat Iyus dan Aina kurang puas ibu itu membawa kedua remaja itu menuju penginapan dekat pantai, lumayan lah kalau dapt tips dari penginapan tersebut karena membawa pengunjung.
memang tidak jauh hanya 400 meter saja dari bangunan tadi.