
" Ayah, apakah aku sudah tidak ada harapan lagi untuk sembuh??"
" Kau sudah menyinggung orang yang salah nak, kenapa kau sangat gegabah??"
" Aku sudah menunggu selama 8 tahun Ayah, Kenzo tidak melihatku sedikit pun, bagaimana bisa gadis itu muncul dan mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku!"
" Karena sudah begini, mau bagaimana?, Raja negara F sudah menekan ayah sampai di sini, Minta maaflah pada anak itu, dan memohon Raja Alfred tidak membatasi koneksi Ayah!"
" Ayah, kenapa aku yang minta maaf?, seharusnya gadis ingusan itu yang meminta maaf padaku,Kenzo adalah suamiku tapi dia merebutnya, Ini sangat tidak adil...aku sudah bersabar tapi lihatlah ayah aku seperti ini sekarang!"
"Ayah tahu, untuk saat ini kita hanya bisa mengalah saja dulu, demi kau bisa berobat dengan baik..., jika kau sudah kembali membaik kau bisa membalasnya pelan - pelan!"
" Ayah....!" tidak terima.
" Anakku, orang bijak itu harus tahu kapan saatnya maju dan mundur, dan kapan memulainya lagi!"
" Baik ayah, aku akan mengikuti saranmu!"
" Anak baik...aku akan berkunjung ke negara F, aku akan membicarakan ini pada Raja...semoga dia mau memaafkan!"
" Ayah paati tidak mudah membujuk Raja untuk berdamai!"
" Ayah akan pikirkan sesuatu yang bisa membuat raja berpikir 2 untuk menolaknya!, maka kau harus bersabar dan menekan amarahmu!"
" Ya ayah!"
Baiklah aku akan bersabar ayah, aku akan mengalah juga, jik aku sembuh aku akan membalas dendam padanya.
dalam hati Tian yang sudah dipenuhi rasa benci yang sudah membara.
...----------------...
" Bagaimana apa sudah mendapatkan pekerjaan Tuan??"
" Sudah...tapi hanya sebagai pelayan di restoran kecil saja, gajinya juga tidak terlalu besar nanti aku cari pekerjaan sambilan!"
" Tidak apa-apa yang penting sudah dapat pekerjaan, kapan mulai bekerja??'
" Besok dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore!"
" Semangat Tuan!"
" Kata om Crist, 2 hari lagi kau bisa pulang... karena kita belum menikah, jadi kau tinggal dengan ibu dulu ya!"
" Ya, tentu saja...!"
" Aku mungkin akan sangat sibuk sekali, karna juga mau merenovasi sedikit perumahan kita...jadi maaf jika aku jarang datang ,tapi aku tetap akan memberimu kabar!"
sambil mengusap hidung Yuna lembut dengan telunjuknya.
" Tuan, jangan terlalu lelah bekerja ya...!"
" Kau tidak tahu betapa beratnya pendidikanku saat itu, pekerjaan kecil ini tidak akan membuatku kelelahan!"
" calon suamiku memang yang paling hebat!"
Yuna memeluk dan mencium pipi Fahad karena sangking girangnya.
Fahad yang baru mendapatkan kecupan pertamanya sangat terkejut bercampur senang.
" oppsss maaf...!" Yuna merasa malu sendiri.
Fahad membalas mengecup pipi Yuna.
" Impas ya...!" Ujar Fahad nyengir dalam hatinya pun berbunga-bunga.
__ADS_1
" Kalau begitu, sekarang sayangku istirahat ya, agar bisa cepat pulang...!"
"Ya...!" Yuna merebahkan tubuhnya menurut untuk istirahat.
" Aku pulang dulu, besok pulang kerja aku akan datang lagi...!"
" Hmmm, semangat ya untuk besok!"
" Pasti... muaaachh.... selamat beristirahat!"
Fahad pun pergi menuju perumahan yang sudah di belinya, dia berencana akan merenovasi perumahan kecil itu sendiri saat senggang, sedikit demi sedikit agar rumah kecil itu menjadi tempat ternyaman untuk calon istrinya.
Fahad memainkan ponselnya melihat - lihat foto-foto kenangannya bersama keluarga, Fahad melihat foto papahnya bersama dengan kakek neneknya dan ada dirinya yang berada di gendongan sang nenek sewaktu masih umur 3 tahun.
" Nenek, maafkan Fahad karena tidak bisa menjadi penerusmu, tapi kan masih ada Iyus, dia juga cucumu jadi jangan bersedih ya nenek kakek, meskipun Fahad tidak bisa menjadi seperti kakek nenek, Fahad masih bisa menjadi seperti papah Jovan yang juga sangat kalian banggakan!" Dan tanpa di sadari air mata Fahad pun berlinang.
" Haaaaaah...dulu aku ingin sekali segera dewasa dan menjadi seperti paman dan kakek,nenek, tapi ternyata lebih enak menjadi anak-anak... karena aku hanya akan tahu makan, bermain dan sibuk mengkhayal, menjadi orang dewasa sangat rumit, Papah ...apa kau mendukung pilihanku??, Fahad bukannya takut menyesal dengan pilihan Fahad, hanya saja Fahad takut tidak bisa membahagiakan wanita pilihan hati Fahad,...pah, kau tahu mama seperti apa, dia sungguh tidak akan membantu Fahad sepeserpun,...setiap malam Fahad selalu berandai-andai , seandainya esok saat Fahad terbangun, papah masih ada, seperti saat dulu saat mama menghukum Fahad papah akan slalu mendampingi dan membesarkan hati Fahad!"
Fahad mengingat kenanganya bersama Jovan ketika Vevey menghukumnya
( Kita flashback ke masa kecil sebentar betapa mereka saling menyayangi)
" Berdiri di luar, renungkanlah kesalahanmu, jika belum tahu salah jangan berani masuk ke dalam rumah!!"
Fahad pun berdiri di bawah terik matahari, sesuai perintah mamanya, saat itu Fahad berusia 9tahun.
" apa kau di malahi bibi lagi??" tanya Sansan yang baru pulang.
" Hmm!"
" Kenapa dimalahi lagi?"
" Diamlah, jangan sok peduli padaku, bukan urusanmu!"
" Nona kecil, sudah pulang mau makan apa?"
tanya mbok Yem
" mbok pinjam hapenya boleh?"
". Untuk apa??"
" Menghubungi paman Jo mbok!"
" Oh baiklah!"
mbok Yem mengambil ponselnya dan segera menghubungi nomer Jovan.
" Ya mbok ada apa??"
" Tuan maaf menggaggu,ini nona Sansan ingin berbicara!"
" Oh ya mbok!"
" Paman, haloooooo!"
" iya anak paman yang jail ada apa??, tumben menelphone?"
" Paman, pulanglah cepat!"
"oh kenapa??"
" Fahad dihukum Bibi lagi, Fahad sudah hampil satu jam di jemul kayak jemulan di halaman paman!"
" Kenapa?, kalian kan satu kelas...ada apa??"
__ADS_1
" Fahad belkelahi dengan kakak kelasnya paman!"
" Oh baiklah paman akan segera pulang , terimakasih Sansanku!"
" Paman jangan lupa es kliemm!"
" Hahaha dasar ,tenanglah nak...akan paman belikan satu lemari es untukmu!"
Jovan pun segera pulang, ternyata Putra kesayangannya masih berdiri tegak di bawah terik matahari .
" Fahad, apa kau melakukan kesalahan?, apa Iyus juga ikut??"
" Ya... kenapa berkelahi??" Jovan pun menemani putranya berjemur dibawah matahari.
" Ya...mereka mengganggu kakak, aku dan Fahad memukuli mereka!"
" Aina diganggu lagi??"
" Ya, mereka melempar sepatu kakak di atas genting dan menyembunyikan tas kakak!"
" kenapa kau memukulinya, kau bisa melaporkan pada guru di sekolah...!"
" aku tidak tahu dengan para guru itu, kami sudah mengadu tapi mereka masih mengulanginya!"
" Lalu kau memukulinya!"
" ehmm... sebenarnya Sansan yang lebih dulu menghampiri mereka untuk meminta tas kakak tapi mereka malah mendorong Sansan hingga jatuh...!"
" Lalu kalian memukuli kakak kelas kalian??"
" Ya,...!"
" Papah sangat senang, kalian bersaudara saling membantu meski sering berantem, tapi memukul itu bukan cara baik menyelesaikan masalah!"
" Tapi papah...!"
" Apa kau sudah mengerti kesalahanmu??"
" ehmmmm!" Fahad berpikir sangat keras.
" Ya papah, seharusnya Fahad mengadukan hal ini pada mama papah,jika para guru tidak bisa menyelesaikan masalah kakak, Fahad tidak bijak mengambil keputusan, dan malah membuat masalah menjadi besar!"
" Anak, pintar kesayangan Papah, lain kali pikirkan dulu baik buruknya baru mengambil keputusan ya nak!'
" Iya papah...!"
" Baiklah, karena kau sudah mengerti kesalahanmu, maka kau bisa masuk ke dalam rumah, jika tidak papah akan menghitam seperti kedelai hitam menemanimu berjemur nak!"
" Hahaha papah terimakasih, tapi kenapa papah sudah pulang?"
" Karena ada anak nakal mengadu jika saudaranya dihukum oleh mamanya seperti jemuran!"
" apa itu Sansan??"
"Siapa lagi kalau bukan dia, aduh papah lupa membelikan dia es cream, masuklah nak...papah belikan es cream dia dulu, Fahad mau??"
" Tidak, Fahad mau tidur setelah menghadap mamah, makan es cream setelah berjemur itu tidak baik Papah!"
" Baiklah nak...good Luck..jangan membenci mamamu ya, yang dia lakukan itu semua demi kebaikanmu!"
" Baik pah!"
(Kembali lagi pada masa kini)
" Sansan, oh Sansan di balik gaya tidak peduli kau ternyata sangat peduli, dan beberapa hari kemudian, kecelakaan itu terjadi dan kita terpisah selama 8 tahun!, oh....?? oh...? Sansan dia mau mengobati mata wanitanya bang Suhail kan??, itu berarti dia juga bisa menyembuhkan Yuna!, ahhhhh....ada harapan Ya Tuhan kau sungguh baik!" gumam Fahad yang tadinya melow kini bersemangat kembali.
__ADS_1