
Suhail pun segera menyusul Julia masuk ke dalam kamarnya.
" apa kau masih menyukainya??"
" iya abang ...tapi Julia tidak bisa terluka lagi..."
Suhail memeluk adiknya, dia merasakan patah hati yang dirasakan adik perempuan satu-satunya itu.
" Abang tidak akan membiarkan kau terluka lagi..."
" huaaaaaaa, abang...."
" hemmm...kau masih kecil untuk mengenal rumitnya cinta, nikmati saja masa mudamu, kecuali kau itu seperti Sansan... silahkan saja..."
" aku tidak sehebat Sansan Abang, ..."
" kau juga hebat, siapa yang mengatakan kau tidak hebat, tapi abang membandingkan aku dengan Sansan jelas berbeda!"
" tentu saja berbeda, dia sejak kecil bertahan hidup sendiri diluaran sana, mental dan pemikirannya sudah terasah, dia memahami dunia luar lebih dari siapapun.."
" Ya aku hanya anak rumahan, akdan aku merasa aku bisa seperti Sansan ternyata aku sangat jauh, baru seperti ini saja, Julia hampir tidak bisa mengatasinya!"
" kau bisa, hanya saja kau harus yakin pada keputusanmu, jika kau ingin bersama Ryu, kau harus menyiapkan semua resiko yang akan terjadi, dia saja masih belum berdamai dengan masalalunya, itu akan sulit untuk menjalin hubungan dengan Ryu...jika kau berniat melepaskannya, jangan membuang air mata berhargamu untuknya..."
" abang...."
Julia mengeratkan pelukannya, betapa bahagianya dia memiliki abang seperti Suhail, paling mengerti dengan dirinya.
" abang abangmu itu susah payah mengulas senyum di wajahmu, tapi dia dengan mudah membuatmu menangis, jika abang tidak ingat di berkontribusi besar untuk Fathia, aku akan mengahajarnya sampai mati Julia..., apa aku mengecewakan Julia?"
" tidak jangan kotori tangan abang dengan hal yang tidak perlu..."
" kalau begitu jangan bersedih lagi..."
" iya makasih abang, oh ya...kenapa aku lama tidak melihat kakak ipar??"
" hah, dia lebih sering bersama mommy, dari pada denganku, dia dan mommy benar - benar satu Frekuensi..."
" Oh ya bagus itu, abang punya istri hebatkan??"
" iya juga tapi aku lebih suka istri penurut yang mau di rumah saja menungguku pulang..."
" ih abang jangan katakan itu nanti kakak ipar sakit hati ..."
" ehmmm, iya aku hanya agak kesal saja, dia lebih sibuk dari aku..."
" abang sudah free memang??"
" sudah, abang sudah bisa tinggal di kota seperti abang putra, ...hanya jika ada masalah darurat saja abang akan pergi..."
" ehhmmm bagus....kapan akan menikah??"
" sekarang alasan Fathia masih ingin fokus pada bisnisnya, baiklah...aku akan memaklumi itu...."
" ya abang harus mendukung kak Fathia..."
" Sebenarnya aku lebih suka aku yang mencukupi kebutuhannya aku mampu..."
" wanita tidak bisa bergantung sepenuhnya pada laki-laki abang..."
"Ya yaya, sulit berbicara dengan wanita karir seperti kalian hahaha...kalau begitu kau istirahatlah....abang mau menemui seseorang dulu..."
__ADS_1
" Ya abang... hati-hati dijalan..."
Suhail pun segera pergi ke sebuah cafe dekat perusahaan Fahad.
" Apa sudah lama menunggu ,maaf karena terlambat!"
" Ya lumayan terlambat 30 menit Jenderal..."
" Ya aku tadi sedang berbincang dengan adikku asa sedikit masalah..."
" oh apa sudah selesai??"
"hemm, coba apa yang ingin kau bicarakan padaku nona Ester??"
" Jenderal ku dengar anda memiliki organisasi yang baik di belakang anda, bisakah saya meminta bantuan anda??"
" ehmm, itu bukan milikku...tapi jika memang itu hal yang bisa di tangani aku akan membantu...."
" aku menargetkan orang ini, keluarganya adalah mafia, dia sudah membunuh keluargaku 2 tahun lalu...inj adalah putrinya,..."
Suhail terkejut melihat foto yang di berikan oleh Ester.
" apa anda tidak salah menargetkan orang??"
" Tidak, aku sudah menyelidiki dengan jelas, Dia adalah anak dari orang yang menghabisi nyawa keluargaku..."
" Tapi nona Ester, jika anda menargetkan orang ini, itu salah... karena mereka hanya alat untuk membunuh karena dibayar, pembunuh yang asli akan tetap hidup berkeliaran tanpa beban..."
" tapi mereka tetap pembunuh, aku tidak akan melepaskan siapapun yang terlibat..."
" aku tidak menyangka, soal wanita ini menjadi target anda nona Ester..."
" tapi anda terlepas dari pembunuhan itu, bagaimana jika kasusnya sama... orang yang membunuh keluargamu juga korban dari orang tuamu, karena setahuku hal seperti ini menjadi rantai yang tidak akan terputus..."
" tidak orang tuaku tidak akan melakukan hal kotor!"
" nona kita hanya seorang anak saja, kita tidak tahu sedalam apa orang tua kita dalam melakukan bisnis...."
" anda tidak bisa menuduh orang tua saya tanpa bukti!"
" ya maafkan saya...ini hanya sebuah opini tidak berdasar, yang bisa saja benar atau salah..."
" baiklah tak masalah, sekarang anda mau membantu saya atau tidak??"
"boleh saja....nanti saya akan membawa anda pada pemimpinnya, kami tidak melakukan tugas sembarangan, kami akan menyelidiki kasusnya terlebih dahulu, jika orang yang ingin anda habiskan pantas dihabisi maka akan kita lakukan , tapi jika tidak kami akan menolaknya..."
" Okelah, berapakaha biayanya??"
" itu cukup fantastis, karena itu tergantung berapa lama itu bisa di selesaikan, jika nona menghubungi orang dibelakangku ... berarti anda sudah tahu jika biayanya tidak murah, paling murah itu satu haru 60 juta itu tugas ringan jika berat bisa menjadi berlipat!"
" tidak masalah...bawa aku pada pimpinannya.."
" Sekarang??"
" Ya..."
" Baiklah..."
Suhail menghubungi Tasya terlebih dahulu, ternyata mereka ada di perusahaan Fahad.
" ayo nona ikut saya..."
__ADS_1
Ester pun mengikuti dari belakang, mereka berjalan masuk ke perusahaan Pratama, dan masuk ke ruangan Fahad.
Dan tidak di sangka, Fathia dan Mommy juga ada di sana, semua terkejut karena Suhail membawa wanita cantik ke perusahaan Fahad.
Suhail melihat pandangan keluarganya terutama Fathia yang seakan meminta penjelasan dengan segera.
" oh hallo semua, kenalkan ini adalah nona Ester dia adalah kekasih dari temanku, ..."
Savina langsung menarik putranya keluar
" Suhail kau bagaimana bisa membawa kekasih temanmu??, kau apa sudah gila?"
" mom, ini bukan seperti yang kalian pikirkan..."
" lalu apa,kau tidak memikirkan perasaan Fathia??!"
" ayo masuk dulu biar semuanya jelas..."
" Ya sudah cepat jelaskan!"
" semuanya jangan salah faham, nona Ester ingin meminta bantuan Blackdragon untuk urusan keluarganya, sudah sampai di situ saja kami tidak ada hubungan lain...."
" pfffffffffffttttttttt..." Fahad menahan tawa melihat ekspresi Suhail.
" ah, maaf jika kehadiran saya membuat semua salah paham, jadi siapa ketuanya??"
semua menunjuk ke arah Tasya.
" bukan aku..."
" tolong jangan main-main, saya benar -benar butuh bantuan, saya akan membayar berapapun itu..."
" Baiklah, aku ketuanya!" Tasya langsung menghampiri Ester dengan semangat.
" nona jika kau membahas nominal dari awal, aku tidak akan mempersulitmu, mari kita bicara di sana, agar lebih nyaman...Had pinjam ruanganmu"
" ok!"
Kenzo menggeleng kepala melihat tingkah istrinya,
" Haduh , dia dan bundanya memang sama,tidak bisa melewatkan masalah money!" gumam Savina.
" Ya itu baru keturunan Bram dan Sasha" ujar Kenzo.
Suhail melihat wajah Fathia sudah cemberut, dia mendekati Fathia.
" sayang, apa kau marah??"
" tidak..."
" tapi kau cemberut!"
" Ya jelas marahlah, kau membawa wanita tiba-tiba meskipun itu membantunya!"
sahut Savina.
" Tidak kok mom..."
Fathia menyangkalnya.
Savina memberi kode pada Putranya, Suhail segera menarik Fathia keluar ruangan entah kemana Suhail membawa Fathia, Fathia mengikuti langkah kaki Suhail dengan wajah yang masih kesal.
__ADS_1