
" Sayang, coba tebak siapa yang datang??"
" Siapa??"
" Lihat!!"
" Kak Nathan, kakak sudah pulang??"
" Tentu saja, kau adalah orang yang kutemui pertama kali saat aku pulang!" Ujar Nathan.
" Bohong!!!"
" Ya, tidak percaya!"
" Tidaklah, orang kakak datang dengan suamiku!"
" Ahahahahah, benar juga...aku berbohong tanpa aku sadari rupanya, wkwkwkwk repot memiliki adik terlalu pintar!"
" apa itu??" Fokus pada buah tangan Nathan.
" Kesukaanmu lah, ...!"
" Wah bolu lumer... terimakasih kakak...!"
" Ya, Apa kakak - kakakmu sering mengunjungimu kemari?"
" Ya, seminggu sekali Kak Savina datang, kak Vevey, sering datang tapi hanya sebentar saja!"
" Ohya??, maafkan kakak - kakakmu yang terlalu sibuk, sebentar lagi kau juga akan pulang ke rumah, mulai lah aktivitas ringan untuk keseharianmu!"
" Baik, ...aku sangat rindu pada semua!"
" kami juga sangat merindukanmu!, kau pasti tidak mengingat semua keponakanmu!"
" Apa keponakanku sangat banyak??"
" Tentu saja banyak, beberapa dari mereka baru akan pulang besok!, nanti kau akan mengingatnya lagi jika bertemu!"
" Aku sudah tidak sabar ....!" Sasha terlihat sangat kegirangan, karna akhirnya dia akan segera meninggalkan rumah sakit yang sangat membosankan baginya.
Mereka berbincang sampai hampir larut,
" Ah, Sasha waktunya kau istirahat, aku akan pulang dulu!" Ujar Nathan.
" Baik kak Nathan!"
" Laksmana biar saya antar!"
" tidak perlu, aku akan pulang bersama ajudanku!"
" Kalau begitu saya antar sampai parkiran!"
" Ah, baiklah...ayo!"
" Sayang, aku antar Kakak dulu ya!" Ujar Chiko.
__ADS_1
" Okey!"
Chiko pun mengantar Nathan sampai ke parkiran.
" Chiko, berita tentang kecelakaan Bram, dan Jovan apa sudah di block dari segala macam media??"
" Sudah Laksmana!"
" Ah, aku harap semuanya akan baik ke depannya, bukanya kita menutupi kebenarannya, ini semua juga untuk kebaikan Sasha!"
" Ah, baik, semoga saja Laksmana!"
" Masuklah, aku akan pulang!"
" Baik, hati - hati dijalan Laksmana!"
" Okey,...!"
Nathan pun kembali bersama Ajudannya.
...----------------...
Zayn, masih menunggu dengan setia di depan resto masakan Jawa, untuk menjemput Cindy.
tak lama Semua lampu restoran pun padam, satu persatu karyawan mulai keluar, tak lama keluarlah Cindy sambil memegang telpon ,sambil tengok kanan kiri.
Zayn, segera melajukan mobilnya menghampiri Cindy.
" Cindy...!"
" Naiklah nak....!"
" Tidak Om, Bang Martin mungkin sebentar lagi datang!"
" Dia tidak akan datang, percaya padaku nak, ayo aku akan menjelaskan semua di perjalanan!"
Cindy pun percaya dengan perkataan Zayn dan segera masuk ke dalam, mobil ... karena memang sedari tadi ponsel Martin tidak bisa dia hubungi .
" sebenarnya ada apa sih om?, apa abang sedang menjalankan misi?"
Zayn hanya menggeleng kepalanya,
" Oh, lalu??"
" karna kau sebagai anak tertua dari kak Jovan aku akan memberitahumu lebih awal, tapi ini akan sangat mengecewakan mu!"
" Om, jangan membuat ku merasa takut,...!"
" kita makan dulu ya, ...!"
Zayn mengajak Cindy, makan di sebuah restoran kecil di pinggir jalan, Cindy tahu jika Zayn ini adalah orang terdekat papahnya, karena Cindy pernah melihat foto masa remaja papahnya, bersama Zelene/ Zayn dan Bram bersama, menurut Cindy wajah Zayn tidak berubah, hanya bertambah tatto saja yang hampir memenuhi seluruh tubuhnya.
Cindy pun makan bersama Zayn, karena Cindy biasanya makan malam dengan Martin.
" Om, apa yang ingin kau bicarakan??"
__ADS_1
" kau pasti tahu, kenapa dulu aku masuk penjara??"
" Tahu, om seharusnya dipenjara seumur hidup, dan itu hukuman sudah diringankan dari eksekusi mati karna om termasuk pemberontak!"
" Hemmm, ayah dan pamanmu yang membantuku mendapatkan keringanan!"
" Om, bisa keluar , Cindy sangat terkejut!"
" Ya, Chiko yang membantuku, aku dikeluarkan juga kau pasti tahu alasannya!"
" Tentu saja, om sangat ahli seperti om Bram, om pasti akan membantu menuntaskan semua yang kita tidak bisa ungkap selama 8 tahun ini!'
" Ehm, sebelum masuk ke sana, aku juga sangat menyesal atas kebodohanku di masa muda dulu, itu karna aku bodoh, ingatlah Cindy, orang yang benar-benar baik di mata kita itu tetaplah, manusia biasa, pasti pernah mengecewakan, atau menyakiti orang lain dengan kebodohannya, dan kebodohonku, sudah hampir menyakiti seluruh masyakarat se-Indonesia ini, aku menghianati mereka!"
" Memang alasan apa yang membuat om melakukan kesalahan itu?"
" aku terlalu bodoh, untuk memahami mana yang benar dan salah, kedua orang tuaku saat itu yang aku tahu, mereka adalah orang tua yang baik, penuh kasih sayang, slalu berbagi pada sesama, tidak pernah memarahiku, sampai akhirnya terlibatlah kedua orang tuaku, kasus sebagai bandar narkoba terbesar di negara ini, dan harus di jatuhi hukuman mati!"
" Lalu??"
" Karna aku sangat percaya bahwa kedua orang tuaku tidak akan melakukan hal itu, karena aku tahu pekerjaan mereka adalah logistik, memiliki ijin, aku berpikir jika ini semua adalah tuduhan dari orang - orang yang iri pada keluargaku, aku meminta tolong pada papahmu, untuk meminta bantuan pada nenekmu yang bertugas di kepolisian, aku sangat berharap besar jika nenekmu pasti bisa membebaskan tuduhan kedua orang tuaku, namun kenyataannya nenekmu tidak bisa membebaskan orang tua ku, akhirnya kedua orang tuaku di eksekusi, di usiaku yang masih muda itu aku berpikir jika nenekmu, pasti mendapat banyak uang untuk tidak mengungkap kebenarannya!"
" jadi itu adalah alasan om Zayn?, tapi om sudah menebus semua kesalahan om, dengan membantu paman dan om Bram dengan menyerahkan diri, jadi itu sudah cukup bukan menyelamatkan semua orang di negeri kita?"
" namun, tetap saja penyesalan itu tidak akan hilang dalam benakku, namun aku slalu berusaha berubah, menjadi lebih baik lagi, apalagi saat aku tahu, jika kebenarannya memang orang tuaku benar - benar melakukan hal itu!, itu lebih menyakiti lagi untukku, menerima kenyataan itu sangat menyakitkan, jadi kau yang masih muda Cindy, setiap orang yang melakukan kesalahan itu ,mereka pasti memiliki alasan tersendiri, sebagai seorang wanita biasanya akan mengedepankan emosinya, namun berbeda dengan Cindy, Cindy aku dengar adalah wanita yang mengedepankan logikanya, ....!" belum selesai berbicara Cindy memotong pembicaraan
" Om, sebenarnya apa yang ingin om sampaikan pada Cindy??"
" Ah, anak Genius memang berbeda, baik langsung kita ke intinya!"
" Apa??"
" Martin,di masukan dalam penjara !!"
" apa ?, tunggu jangan katakan pada Cindy jika abang Martin adalah dalang di balik kecelakaan papah dan om Bram!"
" Sebenarnya bukan dia dalang dari kecelakaan itu!"
" Lalu kenapa abangku di penjara??"
" Dalangnya adalah, Juno dan Renata!"
" Juno??, Renata??, bagaimana bisa??, mereka...! lalu apa abang yang mengakui kesalahan mereka??"
" abangmu membantu, menghilangkan bukti dan mengirim kedua adiknya untuk terlepas.dari hukuman!"
" A, a, aaapppaaaaaa???" Cindy sangat syok mendengar hal itu, bagaimana bisa orang yang dia sangat percaya, tega terhadap keluarganya.
" Jika kau ingin menemuinya, aku akan mengantarmu!" ujar Zayn
" Antar Cindy sekarang om!"
" Ya sudah, ayo....!"
Zayn pun segera mengatarkan Cindy ke tempat dimana Martin di tahan.
__ADS_1