
Setelah mengoles salep, Putra pun segera pergi .
Sebenarnya Incess sudah mencoba untuk menenangkan dirinya, namun cemburunya ternyata lebih besar dari rasa percayanya.
Incess segera berganti pakaian, dan memakai topi dan masker, dia segera keluar membututi suaminya, meminjam motor Julia.
" Kamana dia pergi dan siapa seseorang itu??"
setelah cukup lama membuntuti, sampailah Putra di sebuah pedesaan, tak lama datang seseorang wanita dengan pakaian Sexy masuk ke dalam mobil Putra.
" Brengsek...dia memang buaya karatan!!!" umpat Incess kesal.
mobil itu melaju menuju sebuah hotel,
" Damn!!!, mereka apa yang mereka lakukan, apa mereka akan Cek in ??"
Incess segera memarkir motornya dan segera masuk ke dalam hotel.
" mas, aku mau pesan kamar bersebelahan dengan dua orang itu!"
" boleh pinjam ktpnya??"
" Saya tidak bawa ktp mas...!"
" Maaf, kalau begitu kami tidak bisa memberikan kamar untuk anda nona!"
" saya tinggalkan ponsel saya,...ini semua uang saya , cepat mana!!"
" Tapi..."
" Cepat...!"
Incess segera menyahut, kunci di tangan resepsionis itu.
dan berlari mengejar Putra dan wanita di sampingnya.
" Oh jadi ini yang kau katakan tidak ada yang lain selain aku, dan tidak mungkin bermain wanita, bajiiingan ini memang harus di hajar, aku juga akan menarik rambut lacuuur itu, karna bermain-main denganku!"
Putra dan wanita itu masuk ke dalam kamar, Incess juga segera masuk ke kamar sampingnya.
Incess segera menempelkan telinganya di dinding untuk mendengar suara di dalam, tapi ternyata kamar itu kedap suaram
" Hah, aku tidak bisa mendengar apapun!"
Incess sudah mencari berbagai cara untuk bisa mendengarkan suara di kamar sebelah, namun tak berhasil.
Akhirnya Incess keluar kamar, saat keluar dia tak sengaja menabrak sepasang kekasih hingga wanitanya terjatuh.
" beraninya kau mendorong pacarku!" tegas pria berjas abu-abu itu.
" Maaf om, maaf!"
" Sayang bangun, apa ada yang terluka??"
" Tidak apa-apa, santai saja...!"
" Karna kekasihku bilang tak apa, maka kau hanya perlu berlutut meminta maaf padanya!"
" Apa??"
" Kau tidak dengar???"
" Aku tidak sudi...memangnya siapa kalian ini??, sudahlah aku pergi dulu!"
Saat akan melangkah pergi pria itu menarik baju Incess .
" Lepaskan!!!"
" Kau sangat tidak memiliki rasa takut, aku akui kau sangat pemberani, tapi aku sangat tidak menyukai seseorang yang tidak penurut!!!"
" Bajingannnn, lepaskann!!!, kau akan mati karena mencari masalah dengan ku!!"
".Hhahahahah omong kosong apa kau ini, cepat berlutut!" pria itu memaksa Incces untuk berlutut di hadapan pacarnya.
" Lepasss aku tidak mauuuuu!" teriak inces sangat kesal.
Ceklek...
pintu kamar putra pun terbuka...
" Apa yang kau lakukan??"
__ADS_1
" Kalian tidak usah ikut Campur, bukan urusan kalian!"
" Kalian menghalangi jalan kami, ..."
Pria itu menarik Incess sedikit ke pinggir Putra dan wanitanya pun melangkah pergi.
Incess menatap Putra yang berlalu dengan merangkul pinggang wanita di sampingnya itu.
"Pria brengsek itu benar-benar berhati dingin!" Gumam Incess.
" Hei mau berharap orang lain menolongmu??, mimpi ...cepat minta maaf!!"
" Sialan, aku istri seorang komandan tapi kau permalukan!!, lihat saja bagaimana aku menghajarmu!" Incess segera bangkit dan mendorong pacar pria itu hingga terjatuh.
" Kau...!!!!"
" Apa???, itu namanya aku baru mendorong, dasar brengsek, semua pria memang berangsek, karena aku sangat ingin memukul orang hari ini kebetulan aku bertemu denganmu, jadiii rasakan ini!!!"
Incess Segera melompat menendang tepat di wajah pria arogan itu , lalu menyiku ulung hatinya, menendang tulang kering pria itu dengan keras dan segera kabur.
" Komandan istri anda sangat luar biasa!" ternyata putra dan wanitanya masih memantau dari tempat tersembunyi.
" itu kenapa aku mau menikahinya, tapi sepertinya anda juga dalam masalah!"
Dan ternyata Incess sudah ada di hadapan mereka.
" Istriku, ba, bagaimana kau tahu??"
ujar Putra terkejut, padahal dia sudah mencari tempat yang aman bersembunyi.
" Kau juga pria brengsek, aku akan membelah kepalamu!!!"
" Tenang saya, ini tidak seperti apa yang kau lihat aku bisa jelaskan!"
" persetan, kau adalah manusia terkutuk, aku akan menghajarmu, dan kau wanita ****** ,aku akan menghabisimu untuk yang pertama!"
" Komandan, tolong...!" wanita itu mencoba menghindari tapi Incess lebih cepat bergerak, dan menarik rambut wanita itu.
"Ah ...tidak rambutku...!"
Rambut itu terlepas dari kepala wanita itu,
" Hah???, rambutmu!!" Incess juga terkejut karena rambutnya lepas dari kepala.
" Hahaha lihat selingkuhan mu, dia bahkan...memakai rambut palsu, kau sangat suka barang imitasi suamiku!"
" sayang,...!"
" Tunggu, rambut palsu...!" Incess melihat ke arah pemilik rambut itu.
" Salam kenal Nyonya...!" dengan suara baritonnya.
" Kau ..kauuu...kauuu ...!"
" Benar nyonya...!"
" Kau waria???"
" Apa?? saya bukan waria!" tegasnya
" Apa, suamiku kau suka dengan banci???, bagaimana mungkin kau kelainan???"
Putra menepuk jidatnya , rasanya sangat lelah menghadapi istrinya yang luar biasa itu.
" Hengki, pergilah selesaikan orang yang menenyetuh istriku tadi, patahkan kedua tangan dan kakinya!"
" Siap ndan!!!"
Hengki segera pergi
Putra segera menarik, tangan Incess dan turun sampai ke lantai dasar .
" Tunggu, tunggu ponselku!"
" nanti ada yang mengambilnya, kita selesaikan urusan kita!" wajah putra sudah terlihat datar dan sedikit muram.
" Masuk mobil!" tegas Putra membuka pintu mobil, Incess pun menurut.
" Apa kau tahu apa yang kau lakukan??" tanya putra datar.
" Aku sedang memergoki suamiku selingkuh dengan seorang waria!"
__ADS_1
" Apa kau tidak tahu aku sedang menjalankan misi??, aku sedang mengikuti Juna dan Tian, mereka akhir-akhir ini mulai muncul!"
" Siapa mereka??"
" Juna adalah yang membunuh ayah sansan dan juga Fahad, dan Tian adalah mantan istri Om kenzo dia pernah menyakiti Sansan!"
" Apa??"
" Karna kau aku kehilangan jejaknya!"
Incess merasa bersalah,
" Maafkan aku!"
" apa kau tidak percaya denganku??"
" Maafkan aku, aku takut kau berbohong...!"
" Aku akan mengantarmu ke tempat om Kenzo biar Sansan mengobatimu, tetap di sana sampai kau mengerti kesalahanmu, sementara kau di sana!"
" abang marah??"
" Tidak, aku ingin tahu apakah kau ini masih suka membangkang atau menurut!'
" Ya, ... maafkan Incess Abang!"
Putra tak menjawab,...
setelah sampai di kediaman Kenzo putra pergi begitu saja, meninggalkan Incess di halaman depan.
" Dia sungguh marah...!" ujar Incess sangat sedih, memang Putra sangat menepati perkataanya, jika dia membangkang maka Putra tidak akan memperlakukannya dengan baik.
Incesss menangis terisak-isak, dan menekan bel di kediaman Kenzo ,
" Hiks hiks hiks..."
" Incess???"
" Huhuhuhu....huaaaaaaaaaaa...tante kecil....hiks hiks ...!"
langsung memeluk Sansan, seakan mengadu dengan kesedihannya.
" Ada apa, kau dengan siapa??" menepuk punggung Incess untuk menenangkan.
" Huaaaaa...abang Putra membuangku di sini !"
" Haaa??"
" hiks hiks..."
" Ayo masuk dulu Incess" Sansan pun membawa Incess masuk duduk, dan memberikan segelas air putih agar tenang.
" Apa yang terjadi??" tanya Kenzo yang masih fokus pada Laptopnya.
" Cerita saja Inces" Sahut Sansan.
".tante kecil, omm....hari ini Abang keluar dengan seorang wanita ke hotel aku mengikutinya, ternyata aku salah paham dia adalah anak buah Abang yang menyamar, hiks hiks...aku di antar ke sini untuk merenungi kesalahanku,hiks hiks...!"
" Aku aka mngobatimu dulu, nanti kita bicara lagi...!" Sansan pun Segera membawa Inces keruang pengobatan.
sambil mengobati, Sansan menceritakan semua tentang keluarga Pratama pada Incess.
Incess pun tahu kesalahannya,
" Percayalah abang, tidak akan menduakanmu Incess...dia pria idaman, kau beruntung mendapatkannya, tugasnya memang mencari tahu keberadaan Juna dan Tian... dia adalah perisai di keluarga kami, apa kau keberatan??"
" Tidak, aku memang sangat keras kepala, aku akan meminta maaf padanya sekarang!"
" Tidak, kau harus tetap di sini, biar dia yang datang menjemputmu!"
" Apa dia akan menjemputku??"
" Ya, bukankah kau mau merdesign rumah dinas kalian??"
" oh ya...!"
" Nanti bicarakan pada om Kenzo, sekarang kU istirahat, kau sepertinya memaksakan diri untuk bergerak!"
" Terimakasih Tante kecil ..."
" Mmm.... istirahat "
__ADS_1
Sansan pun membiarkan incess untuk istirahat.
Sansan tahu maksud Putra mengirim Incess ke sini, agar Incess bisa istirahat dengan baik, dan lekas sembuh, memang cara Putra sedikit berbeda dengan yang lain dalam memperlakukan wanitanya, pantas saja Putra paling sering di salah pahami.