GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
429. Salah Paham


__ADS_3

" kenapa bang, lo kak Na...??"


" Bawa masuk dulu ayo ..." Sandy dan Chiko segera membawa Savina masuk ke dalam.


" kok kakak malah pingsan apa belum sarapan??"


" aku menjelaskan kerusuhan itu belum selesai dia malah pingsan!"


" hah, kakak sepertinya agak lelah mengurus menantunya yang pertama, jadi mungkin salah paham ..."


" aku akan mengurus mereka kau jaga kakakmu!"


Sandy pun segera keluar untuk menertibkan keadaan di luar .


Nathan , Putra dan , Julius segera mendatangi rumah sakit itu untuk menjemput putranya.


semua media juga sudah banyak yang menunggu di depan rumah sakit.


" Abang Suhail ini mengerikan sekali, sekalinya bergerak membuat anak kecil sampek emak-emak heboh..."


melihat Nathan turun dari mobil bersama kedua putranya semua media langsung menyerbu ke arah mereka.


" Ah sial aku benci kamera..."


Gumam Julius menutupi wajahnya dari kamera.


" Laksmana, apakah Suhail itu anak anda??, apa benar dia seorang Jenderal besar??"


" maaf saya harus melihat keadaan putraku!" Nathan berusaha ramah meskipun dia memang tidak suka dengan kehebohan.


" wah mereka sangat tampan..."


" yang paling kanan sangat mirip dengan Laksmana dia juga abdi negara, semua anaknya benar - benar menjadi orang...."


Nathan dan kedua putranya segera masuk ke dalam mencari keberadaan Suhail.


ajudan yang berjaga langsung memberikan hormat pada Nathan.


" apakah Putraku baik-baik saja??"


" Siap Jendral... baik-baik saja ndan!!!"


"oh syukurlah ..."


Saat akan masuk ke dalam kamar, Nathan berpapasan dengan Melvin


" wah...paman ...paman seorang tentara??" ujar Melvin langsung menghadang Nathan.


"Siapa anak ini??"


" Siap,Dia anak yang di selamatkan Jendral ndan!!"


ibu Melvin terkejut bukan main ternyata penyelamat anaknya bukan orang sembarangan, Melda pikir hanya prajurit biasa.


Melda juga tidak sempat membuka soscial media, jadi tidak tahu apapun.


" maafkan anak saya pak, ...."


Nathan langsung menggendong Melvin


" apa kau terseret ombak?, kau harus tumbuh kuat karena kau seorang pria, kau harus bisa menjaga dirimu sendiri saat tumbuh besar nanti, terlebih menjadi pelindung ibumu..."


" iya paman...iya...!"


" Baiklah aku ingin melihat putraku..."


" om di dalam adalah putra paman??"


" iya kenapa??"


" Dia adalah superhero Melvin paman..."


Nathan sedikit tersenyum melihat kecakapan Melvin, mengingatkan pada Suhail saat masih berumur 5 tahun, juga pandai bicara tapi setelah dewasa, dia malah jarang bersuara.


" ayo kita temui superhero mu!!"


" yea..."


Nathan dan kedua putranya masuk menggendong Melvin dan di ekor oleh si Melda.


" Dad...??" Suhail terkejut.


" oh rupanya hanya mau di manja oleh Fathia... mengkhawatirkan daddy saja!" ujar Nathan.


" Lah kenapa pada ke sini??, siapa yang memberitahu kalian??"


" siapa yang memberitahu??, apa kau tidak lihat sosial media??, kau sedang berada di tranding atas.


" aku tidak sempat lihat ponsel Dad...!"

__ADS_1


" hah ,abang jangan bilang kau ingin berduaan dengan kakak ipar...jadi menjadi bodoh!" ujar Julius.


" Suhail, di rumah kita sudah penuh ibu-ibu bawa anak gadisnya mereka ingin kau menikahi putri mereka...!"


" uhuk uhuk...." tiba-tiba Suhail tersedak angin.


" abang jangan bercanda...!"


" Kau lihat wajah abang bercanda yang bagaimana??"


" ah, itu sangat merepotkan, Dad bantu aku... aku tidak suka dikenal banyak orang...aku hanya ingin menikah dengan Fathia saja..."


" om ...kau punya ayah yang hebat dan saudara tampan-tampan, aku iri karena aku hanya punya ibu..." ujar Melvin.


" oh Melvi, mama tidak pernah mengajari Melvin bicara begitu...."


" oh ya, kau tidak punya Ayah??"


" tidak ayahku pergi dengan wanita lain dan punya bayi cantik!"


Nathan melihat ke arah Melda, Melda hanya menunduk, menutupi kesedihannya, Nathan teringat pertama kali bertemu Savina dan juga Suhail di pelabuhan, Savina juga begitu menyedihkan membawa Suhail yang masih bayi itu untuk menghindari pemberontakan puluhan tahun lalu.


" kau masih muda, berapa usiamu??" tanya Nathan pada Melda.


" Saya 23tahun pak..."


" jaga putramu dengan baik, jadilah wanita yang luar biasa, kelak kau akan mendapatkan suami dan ayah yang luar biasa untuk Melvin..."


" terimakasih pak..."


air mata Melda mengalir begitu saja.


Suhail memberikan tisu pada Melda,


"hapus itu air matamu jangan menangis di depan Melvin..."


" terimakasih tuan ...Melvin kita kembali yuk...!"


bujuk Melda pada putrinya.


" Tapi Melvin masih mau bersama paman..."


" ayo kita harus mengurus administrasi dulu..."


" kau bisa urus administrasimu dulu...biarkan Melvin di sini...!"


" tidak apa-apa!"


" maaf merepotkan pak ..."


" tidak..." Melda pun segera keluar Nathan segera duduk di Sofa dan mendudukan Melvin dipangkuannya.


" Apa kau melihat Melvin seperti melihatmu saat kecil Suhail??"


" ya dad..."


" Dia memang mirip denganmu...Fathia kau tidak cemburu kan???"


" Dia cemburu terus Dad...!"


" tidak, tidak Dad...siapa yang cemburu..."


" tante, aku tidak akan mengambil om itu kok malvin hanya senang bermain dengan om itu..." menunjuk Suhail.


Hehehe anak kecil ini tidak bisa diremehkan, dia sedang mencari peluang masuk dalam keluarga ini, sepertinya ibunya sangat pandai mendidikmu...


dalam hati Fathia


" tenang saja, om ini juga tidak mudah di rebut nak, jadi Melvin tenang saja tante juga bisa menemani Melvin bermain..."


" tidak aku mau sama om ini saja Tante tidak usah, kata mam laki-laki dan perempuan tidak boleh berdekatan...!"


" oh itu justru sangat melegakan jika Melvin tidak mau heheheh..."


" Melvin Tante itu sangat baik loe,..." ujar Nathan


" tidak kata mama, hanya mamalah perempuan yang paling baik dan menyayangi Melvin, lainnya jahat..."


" Waspada boleh, tapi kita tidak boleh berburuk sangka dengan orang lain, apa kau mengerti nak???"


Melvin menggelengkan kepalanya.


" Dad uncle San..." memberikan ponselnya pada Nathan.


" Hallo San...??"


" Than istrimu pingsan...tapi sudah di tangani, bagaimana dengan putramu??, apa aman??"


" Aamaan, ... di sana bagaimana??"

__ADS_1


" Hampir tidak terkendali, keluarga mu yang di dalam tidak bisa keluar , dan yang di luar tidak bisa masuk...!"


" Ya, kau tangani dulu ya ... setelah ini aku kembali San..."


" Baiklah..."


" terimakasih San..."


" sama-sama..."


panggilan pun berakhir...


" Suhail, kita kembali sekarang, ayo berkemaslah... mommy mu pingsan, sepertinya dia salah paham..."


" Apa, kita kembali sekarang Dad..."


Fathia membantu Suhail mengenakan jaketnya tak lama Melda datang .


" maaf pak lama..."


" tak masalah, kami akan kembali sekarang jaga anakmu dengan baik!"


"Baik pak terimakasih..." Melda hendak mengambil Melvin tapi malah Melvin berpegangan kuat pada baju Nathan.


" Nak, paman harus pulang istri paman pingsan...!"


" paman Melvin ikut...."


" tidak Melvin, ayo pulang dengan mama!!!" bentak Melda.


Melvin malah menangis keras


" huaaaaa paman mama tidak sayang padaku lagi huaaaaaaa...."


Nathan memegangi kepalanya,


" kau tidak boleh membentak putramu, di mana rumahmu??, kami antar sekalian..."


" Kami tidak tinggal di kota ini, kami dari kota H..."


" kebetulan yang kebetulan!!, sudah bawa barangmu ikut mobil kami...."


Nathan menggendong Malvin, Melda mengikuti dari belakang, Suhaillll dan Fathia berada di belakang mereka, baru


Julia dan Putra , mereka keluar rumah sakit langsung di serbu wartawan.


sementara di kediaman Pratama...


Savina sudah siuman,


" kak kau sudah bangun di mana yang tidak nyaman??,"


" sudah tidak apa-apa bagaimana dengan Suhail?, apa yang sudah dia perbuat sampai semua orang menyerbu kediaman kami??'


" Kak ini ponselmu pakai dong kak, cari tahu kebenarannya..." ujar Sasha


" jangan menakutiku Sha... dimana Incess aku meninggalkannya sendiri."


" dia di rumah tengah kok...aman..."


" oh okey....aku ingi tahu ada apa dengan suhail..."


" aku yakin jika kakak melihat trending kali ini akan sangat senang mungkin kakak sampai pingsan lagi!" gurau Sasha.


Savina membuka media sosialnya,


tranding topik, keluarga cemara, terlihat ada gambar Nathan menggendong seorang anak dan di ikuti wanita muda di belakang Nathan dan anak-anaknya terlihat seperti mengawal bapaknya.


" Lihat keluarga itu tampak bahagia dan hebat!'


" mereka keluaga mahal.."


banyak sekali komentar yang membuat Savina salah paham, tangan Savina gemetar.


" ah benarkan kakak,pasti tidak percaya??" ujar Sasha .


" Sha itu tidak lucu....itu tidak lucu...apa selama ini kakakmu selingkuh dan memiliki anak di luar sana??"


" hah??,kak...apa yang kau bicarakan??"


"lihat kakakmu menggendong anak 5 tahun dan ada wanita cantik dan muda di belakangnya..." memberikan ponselnya pada Sasha


" aku aku....aku..."


brokkkk...


" kakak..."


Savina pingsan lagi.....

__ADS_1


__ADS_2