GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
269. Perdamaian


__ADS_3

" Cepat kembali lanjutkan pendidikan!" tegas Nathan pada putranya


" Iya ayah...besok aku berangkat!"


" Dari kemarin besok -besok terus!"


" Heheheh janji... serius besok!"


" Menyebalkan...."


" Biarin...." Julius segera nyelonong keluar begitu saja.


" Yus..."


" Eh abang..."


" Kemana??"


" Mau antar Ai kerja..."


" Ehmmm hati-hati...." Sementara Iyus tidak melanjutkan langkahnya dia terkesima dengan penampilan abangnya yang nyentrik di pagi hari.


" Abang....??"


" ada apa??"


" Kemana??"


" Mau tahu aja weeee...."


" Oh iyus tahulah...abang mau ketemu kan sama kakak ipar??"


" Hahahaha...kau sudah mengakuinya menjadi kakak ipar??"


" Tentu saja, aku masih mengingat jurus jitu mendapatkan ciuman seorang gadis..." Ledek Iyus menggoda abangnya yang terlihat di mabuk asmara.


" Lanjutkan terus meledek, bulan ini abang tidak transfer" ancam Putra.


" Oh tidak abang, aku tiba-tiba amnesia, tanpa uang jajan abang Iyus bukan apa-apa "


" Aih.... males meladeni anak nakal..." Putra segera masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi.


" Wah, abang semenjak bertunangan dia semakin tidak sehat..."


" Iyus ayo..." Aina yang sudah siap


" Oah siap juragan " Iyus segera membukakan pintu mobil untuk Aina .


Lalu mereka pun juga segera berangkat ke toko Aina hari ini dia akan sepenuh hati menemani Aina karena besok dia harus sudah kembali ke asrama.


...--------------...


Selama cuti, Putra mengikuti kegiatan Incess diam-diam, dia mengawasi calon istrinya dengan jarak cukup aman.


Kali ini Putra sengaja menunggu di dinding sekolah yang biasa untuk memanjat Incess keluar masuk sekolah sesuka hati.


Ya benar saja pukul 10 Incess sudah keluar seperti biasa, namun kali ini dia terkejut karena saat melebarkan kakinya melihat putra mendongak ke atas, otomatis Putra melihat dalaman berwarna pink muda Melayang di atasnya.


Melihat keindahan yang luar biasa wajah Putra memerah, sepertinya dia salah strategi


" Brengsek kau tukang mesum..." Incess yang sudah mendarat sempurna langsung melayangkan bogem mentahnya ke arah wajah Putra.


tanpa menggunakan tenaga dan tidak bergerak sedikit pun Putra menangkis bogem Incess.


mereka saling bertatapan tajam,


" Kaaa....kaaaaauuuuuuuuuu" Incess mengingat jelas wajah Putra berada di kediamannya saat pertunangannya saat itu.


" Kau mengingatku??" tersenyum


" Kau pangeran surga kan??." dengan polosnya.


" Pfffffffffffttttttttt hahahahahah" Putra tak bisa menahan tawanya.


" Pangeran Surga apa kau mau membuatku mati karena aku berencana kabur dari pernikahan ku nanti??'


" ???"


"Kau pasti melihat kan calon suamiku, dia bahkan seumuran dengan ayahku, dia memang sangat maskulin tapi aku tidak mau menjadi bahan lelucon jika berjalan dengannya!"


" Hahahahahahah"


" Ih kenapa kau hanya tertawa??"


" Bagaimana jika menikah denganku??"


" Tidak mau, aku belum mau mati..."


" Apa aku mengajakmu mati??"


" Ya kau kan pangeran dari Surga!"


" Aku tidak punya sayap, aku juga tetap menapak di tanah, aku sama sepertimu..."


" Tapi ketampananmu kenapa tidak manusiawi sekali ???"

__ADS_1


" Mana ada tidak manusiawi??"


" Sungguh " Incess mencolek pipi Putra karena penasaran, bagaimana bisa ada pria maskulin tapi sangat glowing sekali.


" Nona...jangan asal mencolek..."


Putra menangkap tangan Incess.


" Lihatlah...sama sepertimu..." Meletakan tangannya di wajah Putra, Incess seperti terhipnotis melihat ketampanan Putra yang di luar wajar itu.


" Apa kau mau meraba wajahku terus??"


Incess segera menarik tangannya


" Jadi kau menipuku malam itu??"


" tidak!"


" Kau menipuku untuk mendapatkan ciuman pertamaku kan?? dan sekarang kau menungguku di sini untuk mengintipku, dasar mesum!"


" Kalau begitu aku akan bertanggung jawab!"


" Tidak aku sudah bertunangan!" menepis tangan Putra.


" Ha?? bukankah kau tidak mau dengan pria tua??"


Incess berpikir lagi,


" benar juga ya??"


" Oke aku minta maaf untuk kejadian yang kau anggap itu mesum bisakah kita berdamai??"


mengulurkan tangannya


Incess mengabaikan tangan Putra, dia segera melangkah pergi begitu saja.


Putra mengikuti langkah kecil itu.


" Lupakan saja...aku bukan orang perhitungan, jangan mengikuti ku" tegas Incess


namun perkataan itu tidak di tanggapi Putra dia mengikuti langkah kecil tunangannya.


biasanya Incess menuju lorong jembatan, namun sekarang Incess berjalan melewati jembatan.


" Apa yang kau cari??"


" Anak-anak...tapi tidak pernah terlihat lagi..."


"Maksud mu anak-anak jalanan di bawah jembatan??"


" Ya..."


" Dari mana kau tahu..."


" Itu keluar di berita bukan??"


" Oh ya??, aku tidak tahu itu...tapi syukurlah mereka tidak kelaparan, kepanasan atau kedinginan lagi..." Incess merasa lega.


" Oh tunggu aku mengingat sesuatu..."


" Apa??"


" Aku ingat bulan lalu ada seorang kakak cantik membagikan makanan dan uang dia mengatakan akan menampung anak-anak,itu pasti dia" gumamnya tersenyum.


" Oh bisa jadi...kau sangat peduli pada mereka??"


" tentu saja mereka temanku"


" Kau kan anak orang terpandang,tidak malu bersama mereka??"


" Malu?? kenapa?? mereka lebih baik dan tulus apa kau memandang sebelah mata pada orang -orang seperti mereka??"


" tidak, aku pernah bertemu dengan anak-anak yang lebih parah dari mereka, dan lagi aku adalah orang yang beruntung, karena di angkat anak dari keluarga yang luar biasa!"


" Apa kau hanya anak angkat?"


" hmmm ,tapi mereka menyayangi ku sepenuh hati...."


" wah bagus ..."


" Dulu aku juga hanya seorang tukang sol sepatu, aku putus sekolah, dan sampai akhirnya aku bertemu dengan orang tuaku sekarang...!"


" kau tidak mengada-adakan??"


" tidak , perkenalkan namaku Putra..."


mengulurkan tangannya


Incess meraih tangan kekar itu


" Incess..."


" Bolehkah kita berteman??"


" Ya..."

__ADS_1


" sekarang karena aku temanmu aku akan membantumu sebisaku..."


" benarkah??"


" Pinjam ponselmu..."


Incess memberikan


Putra menyimpan nomernya di ponsel Inces..


" hubungi aku jika kau membutuhkan bantuanku, sementara ini hari cutiku tersisa 2 minggu, setelah itu aku kembali bekerja..."


" Apa pekerjaanmu??, aku memanggilmu apa? sepertinya kau lebih tua dariku??"


" Abang saja..."


" Abang,..."


" Iya adinda..." goda Putra


" Namaku Incees bukan adinda bang"


" Heeheh oya, apa Incess...?"


" Abang pekerjaannya apa??"


" Hanya sebagai penjaga keamanan saja kok..."


" Haaaaa??? Satpam ya bang??"


" Iya satpam"


Satpam negara...aku tidak berbohong...


dalam hati Putra


" Masak sih, wah abang padahal tubuhmu sangat tegap tinggi, dan sungguh gagah perkasa kenapa ???"


Tidak jadi Tentara saja


batin Putra menebak, melanjutkan ucapan Incess yang terhenti.


" Kenapa tidak menjadi kuli panggul saja bang"


" Apa??" Putra menganga dengan celoteh Incess yang tidak terpikir olehnya, jika dirinya sangat cocok jadi kuli panggul.


" Iyalah...."


" ha?????"


" Hahahahah becanda bang, gitu aja darting !"


" Parah sih...."


" Abang kenapa tidak jadi model atau artis gitu??"


" Tidak tertarik aku dek..."


" Kenapa??"


" kenapa??, tidak suka..."


" Oh....pak baksoooooooooo" Teriak incess sekuat tenaga memanggil tukang bakso keliling.


" Hei kau ini wanita bagaimana bisa mengeluarkan suara sekeras itu??"


" hehehe kebiasaan bang..., abang mau bakso??"


" Boleh..."


" Abang yang bayar ya tapi??"


" Lah yang manggil kan adek, kenapa Abang yang bayar??"


" Ya anggap saja merayakan pertemanan kitalah , aku sedang hemat bang buat kabur dari rumah beberapa bulan ke depan"


" Ya sudah pesanlah, abang tidak pakai apa- apa, kosongan ya.." Ujar Putra.


" Pak bakso komplit satu, sama mangkok kosong satu ya...!" Incess memesan sesuai seleranya dan request an Putra.


" Kok mangkok kosong dek??"


" Lah kan abang bilang kosongan tidak pakai apa-apa!" Ujarnya dengan wajah polos.


" Hahahah, iya maksud abang itu kuah sama baksonya aja..."


" Owalah,bilang kek dari tadi abang...pak, satu lagi bakso kuah aja ya, gak jadi mangkok kosong...!"


" Hahahah.... lucu banget sih kamu ??" Putra sangat gemas pada tunanganya itu.


" Emang aku lucu itu bawaan lahir abang, jangan terkejotlah..."


" Hem, iya bawaannya pingin abang kantongin kemana-mana!"


" Hilih... udah gombalnya ayo makan!" mereka berdua pun makan dan bercanda bersama keduanya sudah mulai akrab.

__ADS_1


setelah selesai makan, Putra mengantar Incess pulang menaiki bus...padahal putra membawa mobil, namun dia lebih suka mengikuti kebiasaan tunanganya menggunakan transportasi umum, dengan dalih dia tidak mau menambah populasi udara.


Saat itu poin + pada Incess semakin bertambah di hati Putra, memang Incess sangat sulit di atur, petakilan, namun dia orang yang mudah memaafkan, dan lagi sangat hamble, humoris seperti yang dikatakan Daddy nya Incess tidak akan membuatnya bosan dengan tingkahnya.


__ADS_2