GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
272. Mulai terjalin


__ADS_3

karena sudah sepakat Fahad pun kembali ke tempat majikannya


" 300juta untuk Fahad itu cukup berat, gajinya tidak banyak!"


" Om, aku tidak akan menggunakan uangnya, aku akan mengembalikannya saat dia membutuhkannya nanti!"


" Kau sebenarnya sangat baik, tapi kau memang tidak suka terlihat baik...!"


" Masak....??"


" Ehmm...Ya, kau memiliki caramu sendiri untuk menolong saudaramu yang terlalu bucin itu...!"


" Ya, om...aku yakin Bibi Vevey juga sudah mengetahui kebusukan Yuna...tapi dia tidak akan menjelek-jelekkan menantunya dan memisahkan Fahad dengan Yunakan"


" Ehmmm bibimu sangat bijaksana, tidak mudah menjadi bibimu itu...!"


" Siapa saja ya, yang tahu tentang keburukan Yuna, Aina pasti tidak akan tahu jika sahabatnya itu adalah orang yang cukup berrbahaya!"


" Aku rasa mereka yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata juga akan curiga, hanya saja memang mereka tidak akan ikut campur, apalagi paman Nathanmu sudah menasehati Fahad untuk menikahi Yuna jika dia sudah sembuh saja!"


" Ya sudah, sepandai-pandainya tupai melompat, dia akan kepleset juga...!"


" hahahah...iya...aku hanya ingin tahu bagaimana jika Fahad tahu kebenarannya?? bagaimana dia mengatasinya!"


" Jika aku jadi Fahad, aku akan menceraikannyalah...!"


" Ehmmm... itu jika kau sayang, berbeda dengan Fahad yang penuh pertimbangan!"


" Sudah ayo tidur ...!"


" Om, bubuk sini saja ya berpelukan!"


" Hemmm, ..." Kenzo mendekap koala kecilnya yang manja.


...----------------...


Mansion Alexcey


" Nona pagi ini mau ke mana, karena ini hari sabtu, anda tidak ada kegiatan bukan??"


" Ya tidak ada Fahad, nanti saja...!"


" Baik... oh ya nona...bolehkah saya meminta bantuan anda??"


" apa ??"


" Bisakah saya meminjam uang sebesar 900juta???"


" Untuk apa Fahad?? itu tidak sedikit untukku yang masih menjadi beban orang tua!"


" Saya ingin menjalankan terapi untuk istri saya, satu kali terapi 300juta, dia bisa menyembuhkan dalam 3 kali terapi!"


" Kau adalah suami yang baik...tapi Fahad, aku masih seorang pelajar, di rekeningku hanya ada 500juta, aku hanya bisa pinjamkan 300 juta, kau mungkin bisa meminjam pada ayahku untuk sisanya...!"


" Oh maafkan saya nona...kalau begitu sebaiknya tidak jadi...saya sungkan sekali pada tuan, beliau sudah sangat baik!"


" Baik , biar nanti aku yang bicara padanya!"


" Tidak nona, tolong jangan ,saya tidak akan punya muka lagi untuk menemui tuan jika seperti itu..!"


" Tenanglah, aku akan meminta atas namaku...!"


" Nona maafkan saya...!" Fahad menunduk malu.


" bukan masalah besar, ...!"


" Nona, nanti perbulannya saya hanya bisa mencicil 25 juta, sisa gajinya untuk istri saya hehe maafkan saya!"


" Kau butuh 3 tahun untuk melunasinya!"

__ADS_1


" kalau tidak bonus dari anda, langsung di potong untuk pembayaran!"


" Tidak, tidak...santai saja...!"


" Nona saya sangat berterima kasih...!"


" Aku kirim 300 digit dulu ya , nanti sisanya jika ayahku sudah mentransfer!"


" Ya nona...!"


dengan segera Diana mengirim 300 juta pada rek Fahad.


Fahad tersenyum senang, akhirnya istrinya bisa menjalani terapi dengan Sansan, sebenarnya jika dia mau, dia bisa meminta atau meminjam pada Cindy atau Aina, tapi rasa-rasanya itu sedikit merepotkan.


Fahad pun segera mentransfer uang itu pada Sansan, agar besok di hari minggu Yuna bisa segera melakukan terapi dengan Sansan.


" Besok pagi, datang ke rumahku bersama istrimu!" Sansan mengirim pesan pada Fahad, karena sudah mendapatkan notifikasi uang masuk.


Fahad pun tersenyum lebar, dia bisa fokus pada pekerjaannya agar tidak mengecewakan


nonanya yang sudah banyak membantunya.


...----------------...


Putra baru selesai mencuci mobilnya di tempat pencucian mobil.


Hapenya pun berbunyi


" Abang, di mana??" pesan dari Incess


" Baru selesai Cuci mobil abang dek!"


" Abang, aku lapar bisakah mentraktirku makan, kau tahu kan aku sedang berhemat!"


" Posisi??"


" Di depan sekolah lah...!"


Dengan semangat 45 Putra segera menuju sekolah Incess, dia harus menghabiskan sisa cutinya untuk bisa lebih dekat dengannya.


Setelah 15 menit melaju, sampailah Putra di depan gerbang sekolah Incess, Putra segera turun dan menghampiri Incess.


semua mata tertuju pada Putra, karena Putra terlalu bersinar dan sangat maskulin.


" Gila, cowok itu Ganteng banget!"


" Anjay, dia artis bukan sih??"


" Eh ayo kita minta nomernya yuk!"


mendengar bisikan - bisikan genit dari teman sebayanya Incess segera menghampiri Putra, dan merangkul lengan berotot itu.


" Abang, akhirnya kau datang ..!" menempel manja.


Enak aja kalian...aku dulu keles yang nemu pangeran tampan ini


dalam hati Incess.


" Apa terlalu lama menunggu??"


" Tidak, hehe hanya saja aku sudah sangat lapar...!"


" Ayo...!" Putra tidak akan menyia-nyiakan kesempatan nya, Putra merangkul tubuh mungil itu berjalan ke arah mobil, Putra membukakan pintu mobil untuknya.


Ya Putra akan menjadikan hidup Incess seperti namanya.


setelah keduanya masuk ,mobil itu pun melaju pergi meninggalkan sekolah Incess.


" Mau makan apa dek??"

__ADS_1


" Abang bagaimana kalau kita makan mie ramen...!"


" Suka ramen??"


" Suka,...!"


" Tapi abang tidak makan ya?, abang temani adek saja, abang tidak bisa makan mie...!"


" Oh ya, kalau begitu tidak jadi...!"


" Kenapa??"


" Abang tidak bisa makan mie, tidak adil dong...!"


Putra tersenyum, ternyata calon istrinya itu tidak begitu egois dan lumayan pengertian.


" Lalu mau ganti makan apa??"


" Abang, apa saja yang tidak bisa abang makan??"


" Abang tidak bisa makan, mie ,tidak bisa makan makanan pedas...!"


" Abang Alergi??"


" Ya, abang akan merasa tidak nyaman jika makan yang pedas kecuali minum obat anti alergi terlebih dahulu...!"


" Wah, padahal makanan pedas dan mie adalah Favorit Incess...!"


" Oh benarkah, kalau begitu abang minum obat dulu, setelah itu kita makan bersama!"


" Tidak, makan yang lain saja!"


" tidak aku akan menemanimu makan ramen!, oh ya apa Incess punya alergi pada makanan??"


" Incess alergi pada seafood!"


" Hahahahah...." Putra tertawa lepas, bagaimana dia tidak tertawa, semua berbanding terbalik dengan Incess namun itu tidak masalah baginya, perbedaan itu adalah sebuah keindahan.


" Apa yang abang tertawakan??"


" Abang tidak bisa lepas dari makanan Seafood!"


" kenapa bisa begitu...hahahahah"


" Di sana ada restoran Jepang, ada seafood dan ramen!" Ujar Putra.


" Oh ya, boleh...kalau begini kita bisa memesan sesuai selera kita!"


" Oke...!" Akhirnya mereka menuju restoran itu,


mereka memesan menu sesuai selera masing-masing.


Dan selama Putra masih libur dia akan menanggung makan Incess , dan keduanya sudah mulai sangat dekat, dan bergantung satu sama lain.


setelah selesai makan, Putra segera mengantar Incess pulang .


" Abang terimakasih ya...abang satu-satunya teman terbaik!"


" Oh benarkah??"


" Ya,...!"


" Aku senang mendengarnya, besok aku akan menjemputmu pulang sekolah, jika sudah selesai kau hubungi aku, kau bisa menghemat uangmu bukan??"


" Benar, besok aku hubungi saat pulang sekolah!"


" Oke, kalau begitu aku pulang, bye...!"


" Bye ...!" Incess melambaikan tangannya sampai mobil Putra tidak terlihat lagi.

__ADS_1


Sementara Putra bersiul bahagia, dia sangat bahagia saat bersama dengan Incess, karena anak itu bertingkah apa adanya, tidak seperti mantan kekasihnya yang baik namun hanya sandiwara saja.


__ADS_2