
" Julia, dengarkan mommy...!"
" Iya mom??"
"Jangan mudah percaya dengan ucapan seorang laki-laki, itu akan membuatmu sengsara nantinya!"
" Mom, apa kau membicarakan Yang Mulia??"
" Ya, apa kau tidak tahu,jika dia sedang mengejarmu??"
" Tapi Julia tidak sedang berlari!"
" astaga kau ini, maksudnya dia ingin menjadikanmu istrinya Julia!'
" Oh, Raja pasti bercanda Mom...!"
" Mana ada bercanda, kau ingat ya...dia raja pasti akan memiliki banyak selir, meskipun kau menjadi seorang permaisuri, tapi tetap saja kau tidak bisa menjadi satu-satunya di hati raja!"
" Memang siapa yang mau menjadi permaisuri mom??"
" Siapa tahu kau mudah di bujuk oleh Raja itu!"
" Julia masih sangat kecil mom, bagaimana bisa berpikir menjadi permaisuri, berpikir memiliki kekasih saja aku tidak pernah!"
" hei, tidak apa-apa jika kau memiliki ketertarikan dengan lawan jenis itu normal, nikmati masa mudamu, jangan terlalu berkelut dengan pekerjaan!"
" ya mom...!"
" Baiklah, ayo sekarang tidur!" Savina memeluk putrinya membelai rambut putrinya kini yang sudah tumbuh dewasa.
Sementara di kamar Putra.
" Abang itu raja itu sangat tertarik dengan adikmu!"
" Biarkan saja, jika Julia mau itu juga tidak masalah!"
" Dia punya banyak selir pasti, kau mau adikmu di duakan eh di limakan??"
Putra tersenyum melihat Incess yang mengakhawatirkan Julia.
" Kenapa abang malah senyum-senyum??"
" Dek, kau ini manis sekali... terimakasih sudah mengkhawatirkanmu Julia, Julia itu tidak sesederhana yang kau lihat, dia bisa menghajar 10 pria perkasa, dia terlihat tenang dan feminim tapi dia lebih menakutkan dari singa beranak !"
" Apa abang tidak bercanda??"
" tidaklah...dia sudah dewasa dia memang sejak kecil bermimpi menjadi seorang putri dan menikah dengan seorang pangeran, sekarang malah seorang raja yang sedang mengejarnya!"
" Iya adikmu memiliki aura seorang putri, dia sangat cantik, siapa yang tidak jatuh cinta padanya!"
" Ah, sia terlihat lembut di luar tapi sungguh keras di dalam, aku khawatir Raja itu sulit menaklukkan Julia, makanya aku tidak khawatir!"
" Saudara-saudaramu sangat cantik-cantik ya bang...aku sampai insecure saat di pesta pernikahan, mereka sangat menakjubkan!"
" Tapi tetap saja istriku ini yang paling mempesona!"
mencubit hidung Incess dengan gemas.
wajah Incess memerah,
tapi Incess baru tersadar jika dia masih belum memaafkan Putra.
__ADS_1
" Abang, berhenti aku belum memaafkanmu!"
Putra tersenyum,
"tak masalah tapi kewajiban seorang istri tetap harus dilaksanakan meskipun kau sedang marah, karena itu adalah kewajiban seorang istri...!!!"
" Ah, jangan mendekat lagi, awas saja aku akan lapor polisi!" tapi Putra tidak gentar dia semakin mendekat pada Incess.
" Lapor saja, apa polisi akan menangkap ku karna, meminta hakku sebagai seorang suami??"
" Abang... berhenti, ....!"
" Tidak mau, aku mengatakan akan menunggumu sabar untuk memaafkanku, tapi tidak dengan ini...!" Putra mencium leher Incess dan sedikit menggigitnya
" Aahhh...abang...berhenti!"
" Tidak!!" Putra semakin bergerilya menciumi tubuh Incess
tok tok tok...
" Putra, Incess...!" suara Savina dari luar
Incess langsung mendorong putra, dan berlari membuka pintu
" Mom...!"
" Eh Incesss, ini salepnya...maaf mommy hampir lupa...!"
" Terimakasih mom!"
Selamat selamat, hampir saja...
dalam hati Incess.
" Kalian ini, terlalu ekstrem... pelan-pelan saja nikmati, jangan terlalu bernafsu liar, mommy tahu kalian masih sangat muda dan energik...tapi ini kalian terlalu berlebihan, Incess besok akan mommy panggilkan tante Lidya untuk memeriksa kesehatanmu, mommy tidak ingin kau sakit, maafkan anak mommy ya...kau memang istri yang baik.... sabar ya nak!" Savina merasa iba pada menantunya itu.
"mom, itu tidak seperti yang terlihat!" ujar Putra menjelaskan.
" Sudahlah pria memang seperti itu, kalian cepat tidur, selamat malam menantuku!"
pintu pun tertutup kembali, Incess masih berdiri di depan pintu.
" Sini aku bantu pake salepnya!"
" tidak!!"
bagaimana bisa dia dengan wajah seperti itu menawarkan diri memakaikan salep pada bokongku??, dia adalah orang mesum yang handal, aku yakin dia sudah berpengalaman dengan banyak wanita.
dalam hati Incess.
" Apa yang kau pikirkan??,jangan berpikir macam-macam,aku tidak seperti yang kau pikirkan!"
" Aku baik-baik saja...aku tidak butuh salep!"
Incesss meletakkan Salepnya di meja rias.
" keras kepala, kau tidak bisa tidak patuh pada suamimu!"
Putra segera berdiri,mengambil salep dan segera menarik Incess tengkurap dipangkuan nya.
Tanpa basa-basi Putra segera menurukan celana Incess.
__ADS_1
" Abang, kau mesummm kurang ajar!" teriak Incesss.
Putra mengabaikan perkataan Incess yang juga meronta, namun Putra sangat kuat.
Putra mengoles rata salep pada bokong Incess, sambil tersenyum penuh kemenangan.
" Jangan terlalu membenciku sayang, kau akan jatuh cinta setengah mati nanti padaku!"
" Cihhhh...mimpi kau mimpi!" teriak Incesss kesal.
" Diamlah, atau mau ku pukul pantattmu??!"
Incesss pun segera berhenti meronta, wajahnya sangat merah karena Putra menyetuh bokongnya.
" Sudah selesai, ayo tidur...!"
Incess segera berdiri dan mengambil jarak aman dari suami mesumnya.
" Abang aku tidur di sofa saja!" meraih bantal dan guling, namun Putra tidak membiarkan istri nakalnya itu tidur di sofa, Putra langsung menarik Incess jatuh dalam pelukannya , dan merangkul Incess dengan erat tidur satu ranjang dengannya.
" agghhh sakit ....!" merasakan sakit karena bokongnya terbentur.
" Menurutlah, aku tidak akan melakukannya sekarang, karena bokongmu cidera sebelum bermain, sekarang ayo tidur, aku lelah sekali!"
Rasanya Incess kesal sekali dengan suaminya itu, tidak menyangka jika putra yang dikenalnya sangat baik dan lembut, itu sekarang menjadi sangat menyebalkan dan terlalu memaksa, tapi Incess tidak bisa berbuat apa-apa, Incess masih sangat kesal pada Putra terlepas dari rasa sukanya.
Incess pun terlelap dalam dekapan Putra, Putra tersenyum senang melihat istri nakalnya itu terlihat sangat menggemaskan saat tidur, Putra membenarkan posisi tidur Incess dan menyelimutinya dengan perlahan lalu melabuhkan kecupan ringan pada bibir dan kening istrinya.
Putra bangun dan berganti baju, lalu masuk ke dalam ruangan persenjataannya.
Sementara di taman utama Pratama.
" Laksamana, sepertinya sangat sulit masuk ke dalam keluargamu dengan identitasku sebagai seorang Raja, apa aku perlu meninggalkan tahtaku dan menjadi orang biasa untuk dapat di terima di keluarga anda"
" Yang Mulia, saya tidak keberatan dengan status apapun, asalkan anak-anakku yang menentukan pasangan hidupnya!"
" Itu anda tapi bukan hanya anak anda yang harusa saya takhlukan!"
" Hahaha, istri saya pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan, itu bentuk perlindungan seorang ibu untuk putrinya, karena kami hanya memiliki satu putri saja, kami hanya ingin dia bahagia dengan orang yang tepat, saya harap anda tidak keberatan atau tersinggung Yang Mulia!"
" Tentu tidak Laksmana, saya meminta ijin untuk mengejar putri anda, saya berjanji tidak akan ada wanita lain , dia akan menjadi wanita saya satu-satunya!"
" Itu akan bertentangan dengan aturan kerajaan Yang Mulia!"
" Saya adalah aturannya, tidak ada aturan yang berjalan tanpa persetujuan saya!"
" Jikalau anda memenangkan hati Putriku, tapi dia tidak bisa melahirkan seorang Putra mahkota, apa yang akan anda lakukan??"
" seorang putri juga bisa menjadi pemimpin, anda tidak perlu mencemaskan soal itu, saya tidak akan menyakiti putri anda Laksmana!"
Nathan mengangguk,
"Ya, tapi semua tergantung pada usahamu Yang Mulia, aku tidak bisa memaksa putriku, jika dia mau menerima anda, maka aku tidak akan menghalangi!"
" Ya, saya juga tidak akan mengambil putri anda sekarang, ... biarkan dia sedikit tumbuh lebih dewasa!"
" Ehmmm, Sudah malam Yang Mulia mari saya antar ke kamar anda!"
" Ya....!"
Alfred pun mengikuti Nathan masuk ke dalam dan beristirahat.
__ADS_1