
Setelah Diana selesai Diana kembali ke kamar
" Tuan baju istri anda sangat mungil!" baju itu di pakai Diana sangat kekecilan, meski diana masih anak SMA tapi tubuhnya bongsor, baju itu memperlihatkan perut ramping Diana dan celananya pun cinkrang.
" Uhukkkk!" tapi dimata Fahad Diana malah terlihat sexy dengan pakaian itu.
" Aku carikan lagi yang lebih besar!" Fahad mengeluarkan semua baju istrinya namun tidak ada yang muat dengan Diana, karena Yuna itu mungil sekali.
" Nona saya belikan baju dulu ya!"
" Jangan ,jangan tinggalkan aku Tuan Fahad!"
" Tapi anda juga tidak bisa keluar sembarangan!"
" Sudah tak apa, begini saja...!"
" okeylah besok aku akan minta temanku membawakan baju ukuran yang pas untuk anda!"
" Ya, terimakasih!"
" Saya mandi dulu nona!"
" Ya...!"
Fahad segera kebelakang untuk mandi tubuhnya juga sangat lengket.
Setelah selesai di segera masuk ke kamar, terlihat Diana tertidur pulas,sudah pasti dia sangat kelelahan, dengan apa yang terjadi, saat seperti ini tidur adalah obatnya.
Justru saat ini, Fahad dan Diana terlihat seperti pasangan suami istri.
" Kenapa sekarang aku malah membayangkan Nona Diana itu istriku??" gumam Fahad lirih.
Fahad menyelimuti Diana sampai ke dada,
" Ayah jangan tinggalkan Diana, hiks hiks hiks"
Diana menggenggam erat tangan Fahad.
" Iya, aku tidak pergi...!" Tanpa sadar Fahad mengecup kening Diana.
Apa yang kau lakukan Fahad, kau adalah suami orang, kau ini sangat brengsek
dalam hati Fahad.
__ADS_1
Tapi, memang tidak di pungkiri.gadis yang menggenggam tangannya itu lebih cantik dari istrinya, tidak ada satu titik jarawat pada wajah Diana, sangat halus, lembut dan glowing, nyamuk nempel saja akan tergelincir sangking licinya, bibirnya berwarna ranum alami, Diana tidak suka berdandan tapi sangat cantik alami, berbeda dengan istrinya, yang suka memakai bedak tebal dan lipstik menor akhir - akhir ini, penampilan istrinya sekarang malah mirip dengan tante - tante, tapi Fahad tidak masalah yang terpenting istrinya bahagia.
Fahad membelai lembut kepala Diana, dia baru menyadari, jika Diana cantiknya 11 12 dengan mamanya, Vevey tidak pernah dandan, tapi sangat cantik, diusia yang matang Vevey jika di sandingkan dengan anak-anaknya maka akan mengira mereka kakak adik.
" Drrrt drrrrrrrrt!"
Fahad melepaskan genggaman Diana perlahan dan segera merogoh ponselnya.
" Ya sayang, ada apa??"
" Sayang, minta uang ya, aku mau ikut arisan di komplek kita!"
" Sebaiknya, tidak perlu ikut seperti itu sayang!, kau baru sembuh, jangan banyak kegiatan, dan itu juga tidak penting!"
" tapi aku sudah terlanjur mendaftar sayang!"
" memang barapa arisanya??"
" 5 juta aja sayang, seminggu sekali!"
" Apa??"
" kau tidak mau ya, memberiku uang??"
" Padahal aku sangat senang, tapi kau larang, aku bahagia sekarang bisa jalan dengan kakiku sendiri, tapi aku melarangku ini itu!, nanti aku dikira sombong karena tidak bersosialisasi!"
" Baik, baik...aku tidak melarangmu!"
" Ya, lagian aku sangat suntuk kau juga jarang pulang huhuhuhu!"
" Iya maafkan aku sayang, sudah malam, cepat tidur aku akan Tf sekarang!"
Fahad mematikan telepon,sambil memegangi keningnya, istrinya mulai menampakan perubahan yang cukup besar, namun apalah daya, sudah cinta mati.
" Tuan kenapa??"
" Maaf nona mengganggu tidurmu!"
" Tidak aku memang mudah terbangun, saat sedih!"
" Ayo tidurlah kembali nona, ...!"
Diana sebenarnya hanya pura-pura tidur dia menikmati, beberapa sentuhan Fahad yang begitu menghangatkan hatinya yang sangat terpuruk, namun semua itu sirna saat panggilan dari istrinya ,dan Diana mendengar semuanya, dia ikut sangat jengkel pada istrinya yang sangat menjadi-jadi jika mendengar keluhan dari Fahad, karena Diana suka menguping Fahad saat berbicara dengan istrinya lewat telpon, setiap hari jika istrinya menelpon pasti ujung-ujungnya uang- uang uang.
__ADS_1
Namun Diana tak ada hak menasehati Fahad, lagian itu urusan rumah tangga mereka.
" Nona kenapa melamun??"
" Eh, tidak...aku takut tidur sendiri tuan!"
" Dari tadi kan saya tidak meninggalkan nona!"
" Aku merindukan pelukan Ayahku Tuan, dia tidak pernah menemuiku selama setengah bulan, dan tiba-tiba pergi untuk selamanya!"
Fahad menghampiri Diana, dan duduk di samping diana, menarik tubuh Diana ke dalam pelukannya, masa bodoh dengannya yang sudah beristri, Fahad juga sedang butuh ketenangan, dan Diana mampu memberikan itu, saat kesal dengan Yuna, hanya dengan melihat Diana saja itu cukup menghilangkan kekesalannya.
Diana tak melewatkan kesempatan itu, dia memeluk tubuh Fahad dengan erat, Diana masa bodoh dengan Fahad suami orang atau bukan, Diana juga tahu Fahad butuh melampiaskan kekesalannya, lagian waktu Diana hanya tinggal satu minggu bersama Fahad, meskipun mereka akan melakukan cinta satu malam, atau hanya beberapa malam selama itu Fahad itu tak masalah, karena Diana sudah jatuh hati pada Fahad yang sudah menjadi suami orang.
Fahad mengecup pucuk kepala Diana dan mengeratkan pelukannya.
" Nona,...!"
Diana pun mendongak ke atas menatap wajah tampan Fahad yang begitu menggetarkan hatinya, Fajad pun juga menatap manik Coklat yang begitu sempurna milik Diana.
Diana memberanikan diri memegang wajah Fahad, mengusap wajah tampan itu dengan ibu jarinya, benar-benar maskulin.
Fahad pun terbuai akan belaian wanita Cantik di depannya, Fahad mendekatkan wajahnya dan mengecup ringan bibir ranum alami itu, sangat lembut , Diana memang masih sangat polos, bibirnya masih tertutup rapat, dia tidak tahu bagaimana caranya ciuman.
Fahad, dulu juga seperti itu, namun Yuna sudah mengajarinya banyak tentang sek, bodohnya Fahad tidak curiga tentang kelihaian istrinya itu, Fahad menggigit bibir bawah Diana, sehingga Diana membuka mulutnya, Fahad langsung ******* dan menerobos masuk menikmati ciuman panasnya pada Diana, rasanya sangat luar biasa nikmat, rasa strawberry yang membuat Fahad cukup lama memanjakan bibirnya di bibir Diana yang dirasakannya rasa strawberry.
Diana yang baru pertama kali merasakan ciuman pun sangat sulit mengimbangi beringasnya ciuman mantan bodyguardnya.
Melihat Diana kehabisan Nafas Fahad melepaskan ciumannya.
" Jangan lupa tarik nafas nona...!"Fahad kembali ******* bibir rasa Strawberry itu, otaknya sudah konslet karena banyaknya masalah yang memenuhi pikirannya, sehingga membuatnya tak bisa berpikir jernih, tangan Fahad mulai nakal, meraba perut ramping yang tak tertutupi oleh bajunya,
" Aghhh, ..." ******* indah itu lolos dari bibir Diana, dan membuat gairah Fahad semakin membara, tangannya mulai naik ke gundukan kembar milik Diana dan meremasnya dengan lembut, Fahad adalah pria lembut saat bermain dengan istrinya, padahal Yuna adalah penikmat siksaan saat bercinta, kelembutan Fahad tidak pernah memuaskan Yuna, sedangkan untuk Diana itu adalah sentuhan yang begitu sopan dan memanjakan tubuhnya yang tak pernah dijamah siapapun sampai saat tangan Fahadlah yang pertama berani menjamahnya.
" Nona, aku menginginkanmu!" suara bariton tenor Fahad mampu menyihir Diana untuk pasrah di bawah kuasa Fahad.
author
bersambung saat sedang enak-enaknya
nanggung ya guys...
aduh kira-kira goal nggak nih Fahad??
__ADS_1