
Fahad dan Diana akhirnya sampai di pinggiran hutan..
Fahad memasuki sebuah bangunan besar,
" Kenapa di hutan ada bangunan?"
" ini adalah tempat rahasia Nona...!"
Fahad menempelkan lock card dan terbukalah pintu besar di depannya.
" What???" Diana sangat terkejut.
" Bagaimana bisa kau memiliki akses masuk??"
" Nona, ini adalah markas kami, jangan banyak berpikir ayo masuk istirahat lebih dulu...!"
Diana mengikuti masuk, bangunan itu sangat luas dan berdinding sangat tinggi dan banyak keamanan terpasang.
Diana tidak banyak berpikir dia tahu jika orang yang di pilih ayahnya kali ini memang sangat luar biasa, mungkin memang bisa jadi Fahad adalah orang -orang pilihan dalam suatu organisasi tersembunyi .
" kenapa cepat sekali sudah sore!"
"kemungkinan kita akan bermalam dihutan, apa nona berani??"
" Tentu saja!"
" Oke...!"
" sekarang nona istirahat di dalam, aku akan merakit senjata lebih dulu...!"
" Di mana aku dapat beristirahat??"
" Di sana...ada satu ruangan...!"
Diana pun menuju arah yang di tunjuk oleh Fahad.
Untunglah nona tidak curiga,dan tidak banyak bertanya, tempat ini adalah milik paman Nathan hanya keluarga saja yang bisa masuk, dan nona satu-satunya orang luar yang ku bawa.
dalam hati Fahad.
Fahad pun sibuk merakit senapannya, sambil mengistirahatkan tubuhnya sebentar.
setelah selesai
Fahad segera menghampiri Diana, yang ternyata malah tertidur.
" Aih, sebaiknya aku mengajaknya berburu di pagi hari saja, sepertinya nona sangat lelah!"
Fahad merebahkan tubuhnya di sofa, dan memandang ke arah Diana yang meringkuk pulas.
" Nona seperti boneka berbie saat tidur... !" Guman Fahad tanpa sadar, Fahad pun memejamkan matanya .
Matahari pun mulai tenggelam, Diana terbangun , Diana sangat bingung dan linglung.
" Anjay, di mana aku??" Diana mencoba mengingat sambil mengumpulkan nyawanya.
hidung Diana mengendus - endus bau enak yang sangat familiar
" Bau mie instan...!"
" Nona anda sudah bangun??" terlihat Fahad sibuk memasak mie instan dengan kompor camp.
" Fahad, aku ketiduran maaf...ini jam berapa?"
" Pukul 11.30 nona...!"
" ah,kenapa kau tidak membangunkanku?, lalu kita tidak jadi berburu??"
" Besok pagi petang, ayo makan dulu nona..!"
" Haaaa...maaf ya...!"
" Santai saja nona... ayo makan...dan kembali tidur besok aku bangunkan...!"
" Kenapa tidak sekarang kita berburu??"
__ADS_1
" jika saya sendiri saya akan berburu sekarang, tapi aku bersama nona... sebaiknya pagi petang saja...!"
" Apa aku beban??"
" Bukan beban, hanya saja tidak ada yang menarik berburu di malam hari...!"
" Oh begitu baiklah...aku makan mienya!"
" Ya...!"
" Fahad, apa yang membuatmu menyukai pacarmu saat ini??"
" Hmmm...Dia sangat manis, dia sangat lugu, dan tidak macam-macam dan dia lebih tua dariku !"
" Kau menyukai seseorang yang lebih dewasa darimu??, apa itu tidak canggung??"
" Tidak karna dia melihatku sebagai seorang pria bukan seorang pemuda...!"
" oh aku mengerti, aku juga berharap mendapatkan seseorang yang lebih dewasa dari padaku...!"
" Nona, orang dewasa juga tidak menjamin pikiran mereka juga sama dengan umurnya...!"
" Benar juga ya... nyatanya kau juga terlihat sangat dewasa melebihi umurmu...!"
" Hemmm, aku anak laki-laki satu-satunya di keluargaku, saat Papaku tiada aku ingin segera tumbuh besar dan menjaga mama dan juga kedua kakakku!"
" Hmmm ...begitu...aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan saat ibuku tiada, aku hanya merasa dikhianati...!"
" Kenapa begitu??"
" Ibuku selalu mengatakan akan slalu ada denganku, akan slalu bersamaku, akan slalu mencintaiku... tapi kenyataannya dia mengingkari janjinya!"
" Nona anda memeluk agama apa??"
" Aku tidak percaya dengan Tuhan!"
Fahad menepok jidatnya
" Baiklah saya tidak bisa menyalahkan keyakinan anda...tapi sedikit saya ingin memberitahu anda nona...jangankan ibu anda nona, bayangan anda sendiri juga akan pergi meninggalkan anda dalam kegelapan!"
Diana berhenti mengunyah,
" Ehmm, karena anda bisa berdiri dikaki anda sendiri, maka andalkan saja diri anda sendiri , seseorang yang datang di hati hanya memberikan kita sebuah rasa yang akan kita kenang ketika orang itu menghilang...!"
" ya benar...aku akan mempelajari beberapa agama nanti...!"
" Semua agama mengajarkan kebaikan nona, pilihlah yang membuat hati anda nyaman!"
" Fahad, apa kau akan menikahi pacarmu??"
" Tentu saja, itu kenapa aku berkerja di keluarga anda, aku ingin segera menikah dan menyembuhkannya ...!"
" apa dia sakit?"
" Dia mengalami kecelakaan saat akan menemuiku!"
" Oh kau pasti merasa bersalah karena itu??"
" Ya, kenapa aku tidak datang ke rumahnya saja...saat itu...jadi dia tidak akan lumpuh...!"
" Ehmm...maaf seharusnya aku tidak menanyakan itu padamu...!"
" Tidak masalah, bagaimana pun keadaanya aku akan mencintainya nona!"
" Luar biasa aku sangat iri dengan pacarmu, aku berharap juga memiliki seseorang yang seperti itu, tapi aku tidak mudah bergaul dengan orang lain, hehehe...!"
"Belajarlah dengan baik nona...aku juga tidak banyak teman...!"
" Aduh aku sangat kenyang, aku tidak biasa makan mie instan...tapi ini sangat lezat!"
" Hehe...anda benar-benar seorang putri nona!"
" Hahahaha...aku berharap menjadi istri seorang kaisar jika aku seorang putri!" Diana tertawa lepas dia menyadari bahwa memiliki teman berbincang itu cukup menyenangkan.
" Ya, berbicara tentang menjadi istri kaisar aku memiliki satu sepupu, dia mungkin satu tahun lebih tua dariku, dia sangat mirip dengan nona, dia bisa menguasai apapun dengan sangat cepat, sampai dia bisa memikat hati seorang kaisar di suatu negara, tapi sepupu saya menolaknya!"
__ADS_1
" Kata ibuku, kita tidak akan bisa mengendalikan apapun di dunia ini, kecuali hati kita sendiri...!"
" Benar, ...namun tidak semua orang mampu memahami dirinya sendiri, jika itu bisa maka tidak akan ada masalah dalam hidup...!"
" Ohya, itu juga setuju ...hoammmm...aku kenyang dan mengantuk!"
" Segeralah tidur nona, aku juga akan tidur!"
mereka pun mengambil tempat untuk mereka memejamkan mata.
...----------------...
Jepang...
" Jadi sampai kapan dia tertidur Dai??"
" Tuan saya akan mencari cara...tolong beri saya waktu!"
Dai segera memasuki ruangan Sansan.
" Aku beri waktu sampai pukul 2 siang jika kau tidak bisa membangunkan Sansan, pergi ke markas dan terima hukumanmu!" Teriak Kenzo sangat kesal.
" Haduh Sansan, bisakah kau berhenti membuat masalah, aku baru datang dan kau sudah membuatku akan di hukum oleh Tuan, bagaimana bisa kau menempatkan orang lain dalam kesusahan atas kecerobohanmu??"
Dai bergumam kesal pada sahabatnya.
Dia membuka beberapa catatan Sansan tentang beberapa tanaman herbal dan kegunaannya barang kali dia dapat membuat sesuatu untuk membangunkan Sansan dari tidur panjangnya.
" Apa aku coba ini dan ini...!" Dai pun berjuang untuk keselamatan hidupnya sendiri karena ulah Sansan.
" Hidup matiku memang ditangan anak itu!" Gumam Dai segera keluar dari ruangan.
" Apa kau sudah menemukan sesuatu??"
" Yang ini tolong di minumkan, dan yang ini tolong di ciumkan ke hidung Sansan!"
Aku sudah meminta tolong pada Panglima untuk memintaku Kembali , aku harap Panglima membantuku kali ini.
dalam hati Dai.
Dai sudah memiliki rencana untuk menghindari hukuman jika Sansan masih tidak bangun.
Kenzo menerima obat racikan Dia,
Drrrrrrt..drrrrrrt....drrrrrrt...
Kenzo mengembalikan lagi obatnya dan segera mengangkat telpon.
" Ya Panglima??"
" Ken, aku ingin Dai membantuku sekarang,apa kau menginjinkannya??"
Kenzo melihat ke arah Dai yang menunduk diam .
" Panglima, bukankah Blackdragon tidak kekurangan orang?, kenapa harus Dai yang sudah paten masuk Aogiri??"
" Hei...bukankah kita sudah menggabungkannya??'
" Tapi Dai tidak bisa untuk saat ini!"
" Apa ada masalah??"
" Ya, ada masalah, maaf panglima sepertinya kau harus mencari orang lain!"
tuttt...Kenzo memutus panggilannya,
" Dai, apa kau kira kau bisa lari dariku??" mengambil kembali racikan di tangan Dai.
" Hehehe...Tuan, siapa yang mau kabur??, Tuan terlalu banyak berpikir!"
" Kenapa kau tidak meminta tolong Laksmana saja??,mungkin aku akan mengiyakan!"
" oh benar!, opsssss" Dai keceplosan.
Kenzo tersenyum kecut
__ADS_1
" Bersiaplah menerima hukumanmu, jika Sania tidak segera bangun!"
" Baik Tuan!" Dai pun pasrah, apa pun yang terjadi dia akan memberi perhitungan pada Sansan jika dia sudah terbangun.