
Dai pun membawa Lily ke ruangan Sansan,
" Ibu....!" Lily langsung memeluk Sansan dengan erat .
" Lily..."
" Ibu, ada apa denganmu??, Lily sedih karena Ibu tidak pulang, Lily tidak mau makan jika Lily tidak melihat ibu!"
" Lily...." Sansan memeluk Lily dengan erat dan menangis.
" Lihat, kau sudah memiliki Lily dan lainnya, mereka membutuhkanmu...dan lagi sayang, jika kau seperti bagaimana kau akan membalas dendam, Lily tolong bujuk ibumu untuk makan!"
" Ibu, kakak - kakak dan paman bibi menunggumu di rumah, mereka sangat rindu padamu!" ujar Lily.
" Maafkan ibu nak, maafkan ibu..."
" Ibu, jika kau seperti ini bagaimana ibu akan melindungi Lily??"
" Ibu akan melindungi Lily...kau jangan takut!"
"Ibu...makanlah jika kau ingin melindungiku dan saudara ku!" Bujuk Lily.
Dai dan Kenzo pun tersenyum lega, karena akhirnya Sansan mau makan meskipun hanya sedikit.
Lily pun juga baru makan setelah melihat Sansan,
" Lily kau sudah melihat ibu, ibu sangat baik-baik saja, sekarang kau pulang ya!" ujar Dai.
" Kapan ibu pulang??"
" Di usahakan secepatnya Lily, sekarang Lily pulang dengan om Dai dulu ya!"
Dengan wajah sedih Lily pun mengangguk menyetujui perintah Kenzo untuk pulang bersama Dai.
" Sayang apa kau sudah lebih baik??'
Sansan mengangguk,
" Om, bagaimana keadaan Cindy???"
" Cindy mengalami depresi berat,dia beberapa kali memukul perutnya dan menyakiti dirinya sendiri!"
" Firasat dia sangat kuat, itu kenapa dia tidak ingin meninggalkan apartemen, seharusnya kita mendengarkannya!"
" Iya andai saja, tapi sudah takdir... Martin sendiri yang berusaha keras membujuknya!"
" Om aku ingin pulang...!"
" Iya kita pulang...tapi janji kau tidak boleh seperti ini lagi...!"
" Iya...!"
setelah menyelesaikan administrasi Kenzo pun membawa Sansan kembali kekediaman Alexcey.
Semua anak-anak sudah menanti di halaman depan menunggu kedatangan Sansan bersama Noah, juga dengan mamoto dan Yuki.
Saat Sansan turun dari mobil, anak-anak langsung berlari memeluk Sansan karena sudah sangat rindu padanya.
" Ibuuuu"
__ADS_1
Sansan tersenyum melihat semua anaknya tumbuh dengan baik mereka ternyata memang bibit - bibit terbaik.
"Hei anak nakal, apa rumah sakit itu mampu menampung orang sepertimu??" ujar Yuki.
" Mama, papa... " Sansan segera menghampiri keduanya dan memeluknya, jika bukan karena didikan keras Yuki dan mamoto, dia juga tidak akan bisa seperti ini.
" Anak nakal, kau ini sudah memiliki anak kenapa masih saja membuat orang tua khawatir, sekarang aku akan mengawasimu dengan baik di sini!" ujar Yuki sambil mencubit lengan Sansan.
" Achhh, mama sakit...aku sudah menjadi orang tua kenapa kau masih mencubitku!"
" Kau tetap anakku meskipu kau menua, dan aku akan mencubitmu selama sisa hidupku jika kau membuat ulah!"
" sayang, ada tuan Kenzo..." ujar Mamoto.
" biar saja, tuan tidak akan marah bukan??"
" Tidak, aku serahkan Sansan pada bibi untuk di disiplinkan!"
" Om...!'
" Kau dengar itu anak nakal!"
" anak-anak lihat omma dan ayah menindas ibu...!"
bermaksud meminta pembelaan anaknya,
" Ibu...itu demi kebaikan ibu..." ujar Geo anak tertua.
" Hah, kalian ini...." Sansan kesal dan segera masuk ke dalam kamarnya.
" hahahah, biarkan ibu kalian istirahat dulu...apa kalian sudah selesai dengab kamar masing-masing??'
" Sudah ayah..." jawab mereka serempak
" sudah ayah ...tapi Lily takut tidur sendiri!"
" nanti Bee yang temanimu Lily!" Bee langsung sigap.
" Yea...!"
" Ya sudah kalian lanjutkan mainnya ya...!"
" Ya Ayah, ..."
mereka pun segera lanjut bermain bersama.
" Bi...apakah ada yang kurang dengan kediaman di sebelah, jika kurang katakan padaku...!"
" Tidak tuan, terimakasih..."
" baiklah...Paman mamoto, tolong jemput paman dan bibiku, dia juga akan tinggal bersama di sini..."
" Baik tuan, saya akan menjemput tuan besar dan nyonya!'
dengan segera Mamoto menjemput keduanya.
" Noah... karena Putra tidak bisa melanjutkan misinya, tolong kau gantikan!'
" Baik tuan, ...saya pergi sekarang '
__ADS_1
"ya... dan kau Dai...jaga di sini selama aku pergi ya...!'
" Tuan mau kemana??"
" Memastikan sesuatu!"
" Baik tuan!"
Kenzo pun juga pergi dan Dai menjaga kediaman Alexcey bersama anak buah yang lain.
...----------------...
Di pulau cukup terpencil.
" Ayah, tolong carikan aku tempat bersembunyi!'
" Sudah ayah katakan, berhentilah membalas dendam, anak yang kau ingin bunuh itu pernah menyelamatkan ayah...!"
" itu tidak sebanding ayah, aku masih ingin membalas dendamku!'
" Bukankah kau sudah bersama Juno???, lupakan masalalu, kau sudah bersinggungan dengan orang - orang mengerikan, mereka bukan sembarangan orang yang bisa kau lawan, mereka sama mengerikan dengan Raja Alfred, aku tidak akan bisa menolongmu lagi jika kau tertangkap olehnya,berdamailah dengan keadaan, kau katakan pada kekasihmu itu , bahwa dia sudah sangat konyol... bagaimana dia bisa membunuh keluarga yang sudah membesarkannya dengan penuh kasih sayang, sekarang malah membunuh kakak kandungnya sendiri!'
" ayah itu tidak seperti yang kau pikirkan!"
" Ayah sudah tua Tian, dan ayah sudah kehilangan kendali dan kejayaan ayah, ayah ini bukan ancaman untuk mereka, ayah masih juga ingin melihatmu bahagia dengan Juno, menimang Cucu ayah...!'
" Ayah, kau tidak mengerti kami... bagaimana kita bisa hidup tenang jika orang -orang itu masih hidup bahagia ..!'
" Jika kau tidak mau mendengarkan ayah ya sudah, maka jangan libatkan ayah jika kau dalam kesulitan!"
" Ayah, kenapa kau malah membela mereka??"
" bukan membela, ini hanya cara untuk bertahan hidup...!"
" baiklah aku mengerti, selamat tinggal ayah...!" Tian pun pergi dengan sangat kecewa .
karena ayahnya yang biasanya dia andalkan kini malah tidak mau membantunya sama sekali.
tapi memang Tian tidak bisa mengandalkan Ayahnya terus ,dia pun berusaha mencari tempat yang paling aman untuk mereka bersembunyi .
" Apa ini tempat yang aman Sayang??"
" Aku harap juga begitu...apa kau ingin makan sesuatu??"
" tidak, aku tidak berselera...aku masih ingin sendiri dulu!"
" Ayolah, kau tidak bisa menghukum dirimu sendiri, cepat bangkit...kita harus membuat rencana baru!"
" kau tidak punya saudara, jadi kau tidak tahu rasanya menjadi aku Tian, ...."
Tian pun terdiam,
" Maaf aku hanya ingin menyemangatimu, sekarang aku hanya punya dirimu seorang ayahku sudah tidak mau membantuku lagi, jika kau seperti ini lalu bagaimana lagi kita akan bisa hidup tenang??"
" pergi...!!!, aku bilang aku ingin sendiri!!" Juno membentak Tian .
Tian pun segera pergi dengan sangat sedih,
Juno benar -benar merasa sangat tertekan, dia sedang merasakan kesedihan yang paling berat, karena kakaknya malah yang terbunuh.
__ADS_1
" Kak, kenapa kau malah menyelamatkan Cindy??, kenapa kau berada dipihak mereka??"
Sebenarnya Juno juga merasa lelah hidup seperti ini, tapi dendamnya benar - benar sudah mendarah daging, dia hanya ingin menghabiskan keluarga Pratama saja setelah itu dia ingin hidup dengan bahagia, karena hanya dengan membalaskan dendam papahnya dia barus bisa hidup tenang.