GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
53. Dua anak nakal


__ADS_3

" Apa kau sungguh tidak ingin memberitahu Tuan Kenzo?"


" Tidak, tidak tidak!!!"


" Tapi kau jatuh cinta padanya kan?"


" Tidak!"


" Bohong!!"


" Dia mencintai Bundaku, aku tidak mencintainya!"


" menangislah, bagaimana bisa kau bersaing dengan Bundamu, kau tidak akan bisa mengalahkan bundamu!"


" Hiks hiks, aku memang tidak pernah mengalah dengan bundaku, setiap hari aku akan merebut ayah dari bundaku, pasti ayah akan memilihku, namun wajah ayah akan murung, jadi aku memberikan ayahku ke bundaku lagi, hiks hiks aku rindu mereka Dai hiks hiks, dada ku sangat sesak selama ini aku memendamnya sendiri, aku menahan penderitaan ini sendiri huhuhu, ini hukuman dari Tuhan untukku hiks hiks, andai saja waktu bisa di putar kembali, aku akan berubah menjadi anak baik, tidak jail, tidak membantah perkataan bundaku, huks hiks hiks...Dai, Ayahku, pamanku huks huks huks meninggal dalam keadaan yang begitu tragis, aku tidak akan memaafkan orang itu, huhuhuhu!, aku bingung menceritakan semuanya ,harus dari mana, aku tidak tahu Dai, aku tidak Tahu, Dai jika saat itu aku tidak ikut, apa mereka akan tetap hidup??, Dai aku , aku ingin minum aku ingin melupakan semuanya, dengan minuman ayo temani aku!"


Sansan menceritakan semuanya dengan sangat berantakan, Dai hanya terdiam mendengarkan dan mencoba memahaminya.


Karna sangat terlalu banyak yang kau pikul, dan banyak penderitaan yang kau alami, dan kau memikul dan memendamnya sendiri, kau pasti sangat bingung harus cerita dari mana, tapi aku sangat memahamimu, jika itu aku, aku tidak akan sekuat dan setegar dirimu Sansan, syukurlah aku sudah menemukanmu, aku akan menjagamu dengan baik.


"Dai, kenapa kau diam saja, ayo kau harus minum dan bicara!"


" Sansan, meski pun Tuan Kenzo tidak mengenali mu, namun tubuhnya sangat mengenal mu!, itu berarti memang hubungan batin kalian terjalin sangat kuat!"


" Dia itu Bodoh sekali!, aku sudah di depan mata, dia masih mencari - cari, kau jangan menghiburku!"


" Nyatanya saat kau bermanja dengannya, dia tidak melarangmu menempel padanya, kau tahu, dengan istrinya saja dia berjarak saat berjalan!"


" Aku tidak pernah cemburu dengan istrinya, karna memang dia tidak mencintai istrinya, namun saat dia sedih karena bundaku, hatiku sangat tak karuan, pesona bundaku, memang tidak bisa ku kalahkan, huhuhu, Bunda juga sering membuat keributan juga, tapi mereka tetap menyukai bundaku!"


" Kau dan bundamu sama - sama mempesona, namun kau dan bundamu kan beda generasi, tuan Kenzo seumuran dengan bundamu, dan kau sangat jauh di bawahnya!"


" Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, Om Kenzo memang babiiii tengik!!!, sejak kecil aku sangat lengket padanya, bisa di bilang dia cinta pertama ku setelah ayah, huhuhuhu!"


" Tuan Kenzo terlalu tua untukmu, masa depanmu masih panjang jadi jangan khawatir!"


" Huhuhu, dulu kenapa aku tidak bilang iya saja,saat aku akan di jadikan istri kedua, huaaaaa dulu aku belum mengerti tentang menikah, huhuhuhu aku baru mengerti sekarang, dan sudah terlambat!"


" Kau ini, dia begitu pasti juga hanya bercanda saja Sansan!"


" huaaaaaa huhuhuhu....!"


" Sudah, sudah, jika kau sungguh mencintainya aku akan membantumu mendapatkannya!"


" Dai kau baik sekali, meskipun itu hanya kata penghibur aku sangat senang mendengarnya!"


" Kita adalah, teman...tenang saja aku tidak akan pernah meninggalkanmu!"


" akhirnya ada orang yang sungguh mengerti aku!, kau sungguh murni berteman denganku kan?"


" Ya, memang apa lagi?"


" Takutnya kau jatuh cinta padaku!"


" Sansan aku tahu kau sangat cantik, tapi maaf kau bukan menantu idaman ibuku, kau terlalu barbar, ibuku bisa sakit jantung jika aku membawamu menjadi menantunya!"


" Daiii, kau kau....!"


" Hahahha, oh aku lupa aku sedang memasak!" Dai kabur menyelamatkan diri

__ADS_1


" Sialan dia benar-benar Sialan, sini kau Daiiiiiiiiiiii!!!!!"


seketika kesedihan Tasya pun hilang, Tasya dan Dai kejar - kejaran mengelilingi halaman.


" Kaliaaaan berduaaaaaaa!" Teriak Yukini.


" Oh mama!, sambil berjalan sempoyongan!"


" Dai, kau mengijinkan Tasya minum banyak??"


" Maaf bibi tapi, Dai tidak bisa menolaknya!!"


( Jadi hidup di luar negeri itu keras, memang Tasya dan Dai itu di didik untuk kuat minum, jadi semisal dapat misi pake acara minum mereka gak keblinger, masih bisa ngontrol, gak kayak Sasha yea emak Sansan...keblinger gara - gara minuman 700rb)


" Kalian ini bisakah tidak main - main???!!!"


" Maaf mama!"


" Maaf bibi!"


" Kalian sudah mempelajari budaya di sini semua?"


" Sudah!" jawab Serempak.


" Kapan kalian membuat rencana?, bisa - bisanya bermain - main!"


" Besok boleh ya, ma.... hari ini Tasya lelah!"


" Dasar!!!"


" Ayolah, mama....kasihani kami!" menempel pada tubuh Yukini.


" Yea mama terbaik, aku cinta padamu mama!"


" Tasya, ...!"


" Ya, papa...!"


" Aku belum menemukan guru untuk kalian, namun papa memiliki teman yang bekerja di istana !"


" Paman, bicarakan besok saja, Tasya agak oleng!" ujar Dai


" Kalian minum?"


" heheh sedikit papa, katakan saja ,akal sehatku masih berfungsi!"


" Ya sudah, kalian bisa masuk istana yang sudah di atur seseorang untuk kalian di sana nanti!"


" Oh, sungguh, apa kami bisa masuk istana?"


" Bisa iya, bisa tidak!, karna kalian harus mengikuti seleksi itu tergantung pada kalian!"


" Waaaaaaaaaaa, ini berita bahagia setelah derita!" Tasya sangat kegirangan.


" Kalian jangan membuat masalah di sana, salah sedikit nyawa kalian hilang!"


" Memang kita akan di pekerjakan di bagian apa?, Tasya bahkan sekolah tidak selesai bagaimana bisa bekerja di istana semegah itu, apakah Tasya akan menjadi sekertaris?, atau manager keuangan atau yang paling rendah adalah mungkin koki!" ekspektasi yang cukup tinggi dalam pikiran Tasya.


" Tasya, kau terlalu percaya diri!" Ujar Dai.

__ADS_1


" Maaf karena aku ini terlalu multi Dai, tolong jangan ke kiri ke kanan saja ya kamu!"


" aku tidak iri!"


"papa lihat Dai, hihihihi dia sangat iri sekali, Dai kau harus tahu memang beginilah jalan orang yang bekerja keras untuk membangun masa depan!" sangat berbangga diri.


" Paman, memang aku dan Tasya akan di pekerjakan sebagai apa?"


" Untukmu Dai, jika kau lulus dalam seleksi, kau akan di pekerjakan sebagai tukang kebun!"


" Wo???"


" Bahahahahahahakhahahahha, sudah itu porsimu nikmati saja Dai ya!, hahahahhaha, nanti kau harus memanggil aku nona di sana ya!"


" Lalu apa pekerjaan Tasya paman??"


" Oh, kalau Tasya sudah pasti berbeda denganmu!"


" Dengarkan itu baik - baik Dai, dengar!" dengan gaya sok kerenya.


" Benar, Tasya akan menjadi buruh cuci baju di sana!"


" Booooooohhhhh!"


" Wkwkwkkwwwkwkwkwkwkwkkwkw, memang berbeda kasta!, baik paman itu pekerjaan yang bagus!"


" Papa, apa kau berjanda?, mana boleh kau menjadikan putrimu ini buruh cuci!"


" Tasya, kita sedang menjalankan misi!"


" Papa....!"


" Ini sebenarnya permintaan dari kakak sang Raja, namun dia tidak bisa mengatur kalian masuk begitu saja di antara raja, makanya dia mengutus kepala pelayan mengadakan seleksi untuk memasukan kalian, dan itu terserah pada kalian rencananya mau bagaimana, tapi jangan pernah melukai raja, kalian harus bisa membuat raja merubah peraturan di larang menikah itu!"


" Papa, bagaimana bisa buruh cuci, membuat Raja mengubah pikirannya, setidaknya tolong sedikit berkelas begitu, seperti menjadi penasehat raja atau!"


" Memangnya penasehat raja bisa sembarangan??" ujar Dai


" Tasya, Justru dari rakyat biasalah yang harus bisa merubah keputusan Raja !"


" Raja gila itu memang ya!"


" Tasya, tolong jika nanti kalian masuk istana, jaga bicara kalian, dan jangan slalu ribut!"


" tenanglah ayah!"


" Tasya, Daiiiiiiiiiiii siapa yang memasak ini pancinya sudah gosonggggggggggggggggg!"


" Astaga!" Dai segera berlari ke dapur membawa air satu emper dan mengguyurkan pada kompor dan belari bersembunyi


" Kalian ini baru sebentar sudah membuat kekacauan, kalian ini sebaiknya di pisah, jika masuk istana bagaimana bisa kalian bertahan hidup jika kelakuan kalian seperti ini!!!!!!!!!!!!" Yuki mengomel dengan nada tinggi seperti biasa.


kedua anak nakal itu segera bersembunyi di dalam lemari sambil menyumpal kedua telinga mereka.


dan Mimoto lebih baik keluar dari kediaman untuk sementara waktu, menyelamatkan telinganya.


Karna Yukini baru akan berhenti mengomel setelah 3 jam berlalu.


"Haduh, anak - anak itu tidak bisakah tidak membuat istriku marah?, aku hampir kena mental...!" Gumam Mimoto sambil berjalan pergi menjauhi tempat tinggal mereka.

__ADS_1


__ADS_2