
" Nona...nona... selamat anda lolos babak pertama...20 menit lagi silahkan datang ke Aula Timur, silahkan anda bersiap - siap dulu!"
" Oh sungguh??" Julia sangat kegirangan dia akan bertemu dengan saudaranya.
Julia segera merapikan rambutnya memakai seragam kokinya dan penutup kepalanya.
" Akhirnya setelah sekian lama aku akan bertemu denganmu...!" Mata Julia berkaca-kaca rasa - rasanya antara percaya dan tidak percaya.
" nona apa anda tidak enak badan??, saya akan panggilkan dokter!"
" Tidak, aku terlalu bahagia...!" Ujar Julia tersenyum.
" Apakah aku bisa ke sana sekarang??"
" Baik saya akan mengantar anda...!"
" Nona apa kau tahu, wajah anda hampir mirip dengan calon permaisuri kami, aku saja sangat terkejut!"
" hehehe...apa calon permaisuri kalian lebih segalanya dariku!"
" Ah, jika itu, saya tidak bisa memungkiri...dia Ratu pilihan hati Raja kami, dia sangat special di hati Sang Raja ... sayang sekali saya tidak bisa melayaninya langsung, karena beliau sangat pemilih dalam segala hal....!"
" Apa kau ingin melayaninya...??"
" Ya, tapi kata orang -orang beliau sangat sulit cocok dengan orang lain, beliau akan menentukannya hal sekecil apapun sendiri!"
" Memang pantas dia menjadi Ratu kan??, dia juga tidak kejam kan??"
" Tidak, beliau sangat baik hati, dan Raja sangat memanjakannya!"
" Hmmm... syukurlah...apa masih sangat jauh ??"
"Tidak nona, karna tempat istirahat anda lebih strategis dari tempat tinggal yang lain!"
" Oh sungguh, aku sangat beruntung rupanya...!"
" Ya nona...!"
" Bunga di sinj sangat luar biasa...!"
" Ini adalah bunga - bunga kesayangan ratu terdahulu nona, calon permasuri mengurusnya dengan sangat baik...!"
" wah, dia sangat cekatan,Ada berapa selir di sini??"
" Hanya tinggal 2 selir saja nona...selir ketuju dan ketiga, tapi raja...opsss..
maaf nona, saya tidak bisa memberitahu anda banyak tentang urusan istana dalam!"
" Tak masalah, terimakasih karena sudah sangat baik padaku...siapa namamu??"
" Yuzan...nona...!"
" Aku akan mengingat namamu... meskipun kita tidak akan bertemu lagi...!"
" Saya senang mendengarnya, nona... silahkan anda naik tangga perlahan...di sana anda bisa bertemu dengan Calon permaisuri dan juga Raja!"
" Apa kau tidak ikut??"
"Di sini adalah batasan untuk pelayan umum nona...!"
" Oh aku mengerti... aku masuk dulu ya Yuzan!"
" Ya nona...!"
Julia pun naik ke tangga menuju Aula, saat akan menginjak ke lantai Aula, Julia berpapasan dengan 2 orang yang lolos juga ke sesi terakhir.
Mata dari salah satu dari kedua orang itu terbelalak melihat Julia.
"Nona, apa anda sakit??" Tanya Julia dengan ramah.
" Ah, oh...ti... tidak!"
Kenapa Julia tiba-tiba lolos??, apa Raja memberikan membantunya?? dalam hati Renata sambil melihat ke klip nama di dada kiri bertuliskan nama Julia.
" Beri hormat pada Raja dan calon Ratu!"
mereka segera membungkuk.
" Sudah, sudah...aku ucapakan selamat untuk kalian bertiga...untuk babak terakhir biarkan calon ratuku yang akan memilihnya...!"
ujar Alfred
mereka tidak bisa memandang Raja dan Ratu secara langsung ada sekat kelambu pemisah yang membuat mereka tak leluasa melihat secara nyata.
" Di mulai dari Sisi kanan...!" datang seorang pelayan mengambil kue buatan
Renata, kemudian lanjut sampai bagian Julia.
setelah selesai mencicipi, Tasya pun segera memberi penilaian.
" Ratuku, apa kau ingin mendengar penjelasan dari kokinyanya??"
__ADS_1
" tidak Yang Mulia, aku suka yang tengah!"
ujar Tasya.
" Apa??" Julia dan Renata Terkejut karena Sansan tidak memilih kue mereka.
" Selamat untuk yang terpilih, apa yang ingin kau minta padaku??" Ujar Sang raja.
" Yang Mulia bolehkah saya memikirkannya??"
" Baiklah, aku beri waktu 1 x 24 jam kau bisa datang jika sudah memikirkannya, sekarang kembalilah ke tempatmu untuk beristirahat!"
" Untuk 2 orang kalian akan mendapatkan hadiah sesuai kesepakatan!"
" Yang Mulia, bolehkah saya memohon??" ujar Renata memberanikan diri.
" Apa itu??"
" Bolehkah saya datang di acara pernikahan anda??"
" Tidak!" tegas Alfred
" Baik...saya mengerti!"
" Antar nona ini mengambil hadiahnya, dan segera antar dia untuk keluar Istana!"
pinta Alfred.
Renata dengan sangat berat hati mengikuti seseorang yang mengawalnya berjalan.
" Yang Mulia, Terimakasih karena sudah memberikan kesempatan pada saya, jika begitu saya undur diri!" Ujar Julia berpamitan.
" Tunggu nona, karena kau menerima keputusan Ratuku dengan lapang dada maka aku akan memberimu satu permintaan!"
" oh sungguh??"
" Ya, katakan sekarang!"
" Baik, bolehkah saya bertemu 4 mata dengan Ratu anda yang mulia, jika tidak diijinkan maka saya juga tidak keberatan!"
" Tentu saja boleh...!"
" Sungguh??" Julia sangat kegirangan mendengar permintaannya dikabulkan.
Ada apa dengan sang Raja ini??, sepertinya peserta yang ini sangat dia specialkan.
dalam hati Tasya.
" Ya Tapi nanti setelah Ratu istirahat , karena Ratu belum makan siang!"
" Kau juga makanlah lebih dulu, nanti akan ada seseorang yang datang menjemputmu !"
" baik Yang Mulia, terimakasih!"
Julia dengan riang segera kembali ke tempat istirahatnya.
" Nona, anda tidak terpilih??"
" Tidak Yuzan, tapi Yang Mulia mengabulkan permintaanku !"
" Oh ya?, apa permintaan anda nona??"
" Aku ingin bertemu dengan Ratumu 4 mata!"
" Apa??, Raja langsung mengabulkannya??"
" Aku juga tidak menyangka...!"
" Aku saja tidak bisa melihat calon ratu langsung, anda sangat beruntung Nona!"
" Hehehe...aku sangat senang...!"
" Nona, makan siang sudah di siapkan, jika ada yang tidak cocok di lidah bisa katakan pada saya!"
" Aku akan mencoba makanan di negara ini tanpa protes karena Raja begitu baik!"
" Syukurlah nona, silahkan makan! saya menunggu di luar!"
" Tunggu, Yuzan...apa kau sudah makan??"
" Nanti...nona... setelah anda selesai makan!"
" Sini, duduklah tolong temani aku makan walaupun sedikit, kunci pintu dan jendelanya!"
" Tapi nona...!"
" Ayolah, jangan menolakku...!"
Yuzan segera menutup jendela dan pintu dari dalam kemudian dia pun menemani Julia makan.
setelah selesai makan , Yuzan membuka pintu dan jendela kembali.
__ADS_1
" Di mana orang yang akan menjemputku??"
" Tunggu sebentar lagi pasti datang nona!"
Tak lama datanglah beberapa rombongan untuk menjemput Julia.
" Nona, saya dari Paviliun Selatan, datang untuk menjemput anda!"
" Baiklah...Yuzan ayo ikut!"
" Nona, pelayan umum tidak diperkenankan memasuki Paviliun selatan!" Ujar salah satu rombongan.
" Nona, saya akan menunggu di sini...!"
" Baiklah Yuzan tetaplah di sini sampai aku kembali....!"
" Baik nona...!"
Julia pun berjalan mengikuti arahan rombongan yang mengantarkannya
" Yang Mulia, nona sudah datang...!"
" persilakan masuk, dan kalian boleh keluar!"
Julia memasuki ruangan Tasya yang sangat megah...
terlihat Tasya sedang duduk sambil memegang cangkir emas yang baru selesai ia teguk, pakaian Sansan bak seorang putri seperti di cerita - cerita dongeng, sangat cocok denga postur tubuh dan wajah cantik jelita dengan mata coklat seperti boneka berbie hidup.
"Selamat datang di kediamanku nona,..."
tutur lembut yang keluar dari bibir Sansan sangat santun dan halus seperti bukan Sansan yang ia kenal dulu.
Mata Julia mengalir begitu deras melihat saudaranya nyata dihadapannya.
" Apa karena kau sudah menjadi seorang Ratu, lalu kau boleh melupakan aku??" Air mata Julia sangat deras.
Sansan yang awalnya tidak memandangnya, kini langsung menatap wajah seseorang yang berani protes di hadapannya.
" Sansan, aku Julia...aku Julia...!" Tegas Julia.
Sansan segera berdiri dan berlari memeluk Julia yang sesenggukan itu.
" Julia...kau Julia??, sungguh??"
" Ehmmm, aku pernah jatuh ke kolam dan hampir tenggelam gara-gara kau mengusik sarang lebah, huhuhu...karna perbuatan kau saat itu abang Suhail dan Julius tak pernah akur,hik hiks kau membuat banyak kekacauan dan pergi begitu saja, apa kau punya hati??, hiks hiks hik...!"
" mana ada mengusik sarang lebah aku hanya salah lempar saja waktu itu, Sudah kau jangan menangis, kau sangat jelek!"
" Jika aku jelek lalu kau apa??"
" Hahahaha...sudah duduklah... ceritakan padaku, bagaimana kau sampai di sini??"
Julia menceritakan semuanya dengan detail pada Sansan.
" ehmmm aku senang kalian baik-baik saja..." Sansan merasa sangat senang dengan pertemuannya dengan Julia yang tidak di sangkanya.
" Sansan, apa kau yakin akan menikah dengan Raja??"
" Julia mendengar ceritamu membuatku semakin bersalah jika aku menolaknya...!"
" Maksudnya??"
" Raja sudah merencanakan pertemuan ini, dia memberimu kemudahan dan pelayanan terbaik dia tahu asal-usul keluarga kita...dia takut aku mengira dia terlalu ikut campur dengan urusanku, makanya dia diam-diam membuat acara besar ini yang sebenarnya untuk kau bisa bertemu denganku!"
" Tapi kau tidak mencintainya!"
" Dia juga tahu itu, tapi sangat keras kepala...!"
" Sansan aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongmu...!"
" Tidak, jangan katakan hal seperti itu, bisa bertemu begini aku sudah sangat senang...malam ini tidurlah di sini...!"
" Mana boleh??"
" Siapa yang melarang??"
" Baik Ratu...hahahaha!"
" Kau meledekku??'
" Heheh tidak, eh tapi Sansan...pelayan yang melayaniku sangat baik sekali, dia sangat ingin melihatmu, tapi pelayan umum tidak boleh menginjakkan kaki di paviliun selatan!"
" Siapa namanya??"
" Yuzan...!"
" Oh, baiklah...Ami...!"
" Ya, nona...!"
" Tolong katakan pada Raja malam ini Julia akan tidur di sini, dan aku mau menambah satu pelayan lagi dari pelayan umum, yang bernama Yuzan!"
__ADS_1
" Baik nona!"
Aami pun segera menyampaikan permintaannya pada sang Raja.