
" Sansan..." Julia langsung memeluk saudaranya dengan erat.
" Jul, kau semakin cantik!" puji Sansan.
" Hilih, ayo masuk aku panggil semua!"
Julia berlarian memanggil orang tua,abang dan juga 2 orang setianya
" oh lihat Siapa ini??" Savina segera memeluk keponakan yang sudah dirindukan.
" Oh keponakan Paman, kau tumbuh dengan baik, ..." mengusap kepala Sansan lembut
" Sansan kau tambah cantik!" puji Putra.
" Putra, ini calon om...jangan sembarangan memujinya!" tegas Kenzo.
" Ken, apa kau cemburu dengan saudara Sansan, terlalu posesif!" Nathan agak gemas pada Kenzo.
" Nonaaaaaaa" Teriak Yuzan dan Ami serempak menghambur dalam pelukan Sansan sehingga Kenzo tersingkir.
" Pufffffft..." Nathan dan Putra menertawakan Kenzo.
" Ah, aku rindu kalian" ujar Sansan memeluk keduanya dengan erat.
" Nona kami juga" Ami
" Benar nona, kami senang bisa bertatap muka dengan nona lagi..."sambung Yuzan.
" Heheh, senangnya aku, kalian menjadi bagian dari keluarga ini..."
" Ya kami juga beruntung karena diterima baik di sini!"
" tentu, kalian adalah orang baik dan tulus...kalian harus baik-baik menjaga keluarga pamanku!"
" tentu saja nona...!"
"oh ya, kita makan malam ya mumpung kumpul...."
" Bibi jangan panggil bunda ya, kalau ada bunda Sansan malah kayak lagi ujian nasional aja...!"
" Hahahaha, Iya bibi mengerti, kita saja di sini lagian bibimu Vevey tidak di rumah, Cindy suka lembur, Aina pasti lagi ngedrakor di kamarnya!"
" Ehm...biarkan saja mereka dengan aktivitasnya, Sansan sudah puas melihat mereka baik-baik saja!"
" Ya, Chiko juga di rumah, bundamu tidak akan kemana-mana jika Chiko di rumah!"
" ha??"
Sansan bingung.
" Sudah anak kecil tidak usah tahu...!" Nathan menyentil kening Sansan gemas.
" Jangan panggil aku anak kecil paman, aku sudah mau menikah loe!"
"hahahahahah, Sansan biarkan abang dulu ya, kau tidak boleh melewatiku!" goda Putra.
" Yayayayaya,...abang kok kayaknya sudah gak sabar sih??"
" Kau tahu, abang ternyata sangat licik Sansan...dia masak menipu calon Istrinya menjadi pangeran surga untuk mendapatkan ciumannya!" tegas Julia membongkar aib abangnya
Nathan dan Savina terkejut.
wajah Putra memerah karna malu,
" Boy, apaa yang kau lakukan??"
" Hahahah, Daddy itu hanya bercanda siapa sangka dia malah tertipu!"
" Nah, tukan Putra pasti belajar darimu " sahut Savina.
" Abang ganjen ya Jul..." timpal Sansan yang tidak menyangka.
" Iya, aku, Fahad, iyus , Aina juga terkejut melihat sisi lain abang!"
" Juli, sudahlah...jangan dibahas lagi..."
makanan yang disiapkan Yuzan dan Ami pun siap di meja makan, mereka Segera makan dengan aturan yang sama selama ada Nathan, diam hanya detingan sendok yang beradu dengan piring.
setelah makan, mereka ke ruang tamu melanjutkan perbincangan panjang.
__ADS_1
" Paman, apa paman sudah tahu tentang Yuna??" bahas Sansan
Nathan mengangguk
" tidak hanya paman, orang tua Fahad juga tahu sudah lama, sebelum mereka menikah!"
sahut Savina.
" Julia juga geram sama Fahad, kok dia bego banget sih!"
" Cinta emang kadang - kadang Julia, abang juga pernah diposisi Fahad, bedanya sih cepat ketahuan sih mantan abang itu, jadi syukurlah dikasih tahu belangnya sebelum di seriusin!"
" Ih abang punya mantan???"
Julia terkejut.
" Punyalah, pria harus menjajaki hati wanita, biar tidak jatuh seperti Fahad begitu...tapi diluar konteks merugikan loe ya, abang tidak pernah memutuskan hubungan tapi sebaliknya! "
" abang Buaya rupanya!" ledek Julia.
" Buaya itu wanita Julia!" sanggah Putra.
" mana ada dimana - mana itu pria buaya!"
" Ih di bilangin ngeyel, kasih paham Dad itu anak paling palingmu itu!" Ujar Putra gemas.
" Sayang, Buaya itu perempuan, kalau Pakaya itu baru pria...!"tambah Nathan
" Hahahahhahah" Semuanya tertawa
" Tapi paman, kasihan juga lama-lama Fahad kalau tidak sadar-sadar!"
" Ya, itu akan menjadi pelajaran berharga untuknya Sansan,proses pendewasaan itu memang menyakitkan, nah meskipun saat bahagia kita tidak bisa bersama-sama karena kesibukan masing-masing, tapi kalian tidak boleh meninggalkan satu sama lain saat saudara kalian terpuruk, sibuk tidak sibuk kalian harus ada...!"
mereka mengangguk mengerti,
" Sansan sudah tengah malam, ayo kita pulang!" Kenzo mengingatkan.
" aduh, tidak terasa sudah hampir jam 12 maaf ya paman bibi, semua mengganggu waktu istirahat kalian"
" Kapan lagi ada waktu begini?, tak masalah Sansan, kenapa kalian tidak menginap saja??" Savina menawarkan.
" Dai sudah besar juga..." Savina menggeleng kepala dengan alasan Kenzo
" Dai malah lebih kasihan jika kalian pulang, pasti keluar asapnya !"
" Hahah, kak Nathan bisa saja, Dai dan Sansan justru lebih lengket saat dekat, aku yang malah keluar asap!"
" wah kalau asapmu itu berbeda lagi pasti karena kebakaran!"
" Hahahahah" tawa renyah itu kembali meruak.
sampai akhirnya Sansan kembali ke kediamannya.
...----------------...
Mansion Alexcey
Sarapan sudah tertata rapi di meja makan, lalu Fahad segera membangunkan Diana.
namun saat diketuk tidak ada sahutan, Fahad pun masuk namun tidak ditemui keberadaan Diana.
" oh nona masih mandi..." Fahad pun hendak melangkah pergi .
Bruuuuukkkkkk
" Aaaaaaagggggg"
Fahad segera menuju pintu kamar mandi Diana.
tok tok tok
" Nona, apa anda baik-baik saja??"
Fahad mengetok berkali-kali tapi tidak ada jawaban akhir Fahad memberanikan diri mendobrak pintu kamar mandi Diana.
" Nona maaf..."
Fahad segera berbalik, melihat Diana yang terduduk di lantai tanpa busana.
__ADS_1
" Fahad...ssshhhhh...."
" Ya nona!" tanpa menoleh.
" Kakiku terkilir ssshhhhhh....aku tidak bisa berdiri...tolong ambilkan kimonoku"
Fahad mundur perlahan lalu mengambil Kimono itu dan menyerahkan pada Diana tanpa melihat ke arah Diana, Diana segera meraihnya dan memakai kimono itu.
" Fahad sekarang bisa bantu aku ?" Fahad menoleh perlahan, melihat Diana yang sudah tertutup meski bagian pahanya masih terbuka
" Nona, saya minta maaf...saya akan mengangkat anda dulu, lantainya pasti dingin!" Fahad segera menggendong Diana dengan perlahan.
bau harum semerbak menusuk rongga hidung Fahad, Bau wangi Diana membuat jiwa lelakinya tergugah, namun dia sekuat hati menahannya.
Fahad meletakkan perlahan Diana di atas ranjang, terlihat paha dan kaki jenjangnya melambai-lambai
" Maaf nona" Fahad menutup dengan selimut.
" Saya panggil dokter ya nona??"
" Ya, terimakasih Fahad"
Fahad pun bergegas keluar menutup pintu kamar Diana.
Dadanya berdebar cukup kencang, wajah Fahad memerah.
Sementara Diana menahan malunya bukan kepalang, karena Fahad melihat tubuhnya telanjang.
" Memalukan, bagaimana jika Fahad mengira aku menggodanya??, kaki sialan!" Diana memukul kakinya
" Aggggghhhh....sakitttt ..." Diana meringis merasakan sakit .
Tak lama dokter pun datang, setelah di periksa dan di berikan resep dokter itu pun segera pergi
" Nona, saya akan tebus obatnya dulu ya!" ujar Fahad dari ambang pintu.
" Hmmmm" Diana mengangguk.
keduanya sebenarnya masih dalam menahan malu namun harus di sembunyikan dengan rapi.
Tak lama Fahad kembali, menenteng obat yang ditebusnya.
" Nona, makan dulu dan minum obat pereda nyerinya, saya akan bantu mengoles salep pada kaki anda setelahnya!"
" Ya..."
" Fahad, boleh bantu saya ambilkan pakaian??"
dengan wajah memerah.
Fahad mengangguk segera menuju lemari dan mengambil set baju tidur untuk Diana
" Fahad,...."
" Ya nona??"
" Maaf tapi.itu bisa ambilkan aset ku di loker bawah...??"
Fahad mengerti dan segera mengambilnya tanpa canggung karena itu juga dia lakukan pada Yuna karena tidak bisa berdiri.
" Apa perlu saya minta ibu rt membantu anda memakai pakaian nona??" sepertinya Fahad memahami kesulitan Diana.
sambil menahan tawanya, Diana menggeleng.
lagian aneh-aneh saja kenapa harus bu RT?
pikir Diana.
Fahad mengambil aset bawah Diana, dia membuka ujung selimut hingga ke paha, Fahad perlahan memasukan kaki putih itu memasuki lobang celana, sambil memejamkan mata Fahad menarik sempurna ke atas, diulanginya lagi dengan celana tidur Diana.
" Nona untuk atasnya bisa sendiri kan?, saya siapkan makanan dulu!" Fahad segera keluar kamar dengan buru-buru, Jantungnya terasa ingin melompat keluar dari tubuhnya.
Kenapa Nona sangat Seksi?, aku hampir tidak bisa menahan diri , jika tidak mengingat Yuna, dalam hati Fahad
ini sudah sekian kalinya jantungnya di permainkan oleh tubuh nonanya.
Author
Andai Fahad tahu kelakuan Kunti yang di piaranya??, masihkah dia imannya kokoh??
__ADS_1