
" Oh begini saya Tuan, saya akan pulang cepat malam ini, kemudian anda baru datang bersama Julia, bagaimana??"
" Oh boleh saja .... bagaimana denganmu Julia??"
" boleh saja...!"
"baik ,kita sepakat...!"
"Ya...!"
Alfred tersenyum penuh makna, entah apa yang sedang di rencanakannya.
Dan malam itu juga Alfred segera kembali di kawal oleh Dai dan. Noah ke negara F secara diam -diam.
...----------------...
Rumah Sakit Crist
" Fathia, apa kau gugup??"
Suhail yang slalu setia mendampingi Fathia sampai jadwal operasi tiba.
" Aku sedikit takut Suhail..."
" Tidak usah takut, kau harus tenang, kuasai hatimu dengan pikiran tenang...!"
" Ya, hirup ini dulu agar kau lebih rileks, ...!' Sansan memberikan stick untuk di hirup Fathia .
" Ayo...hirup dalam lepaskan!"
" Sansan terimakasih...!"
" Ya,...Kau jangan berpikir macam-macam...semua akan baik-baik saja, jika kau mempercayakan Semua pada Tuhan!"
" Ehmmm...benar, aku akan serahkan semuanya pada Tuhan...!"
Ryu tiba dengan team medisnya, lalu membawa Fathia ke ruang operasi, Kenzo ,Sansan dan Suhail menunggu dengan terus berdoa.
Tak lama Keluarga Nathan tiba juga, mereka menunggu sampai operasinya selesai.
setelah hampir satu jam lebih, akhirnya Ryu keluar dan menyatakan jika operasinya berhasil.
" Oh, keluarga Laksmana semua datang??'
ujar Ryu
" Bagaimana dengan operasinya dokter??" tanya Nathan.
" Operasi berjalan lancar, setelah pasien sadar akan kita lakukan pemeriksaan lagi, jika semuanya baik, maka bisa di pindahkan ke ruang perawatan.
" Oh syukurlah..." Semuanya pun merasa lega, apalagi Suhail.
" Terimakasih dokter!" ujar Suhail.
" Aku hanya menangani sisanya, yang berperan penting selama ini adalah saudaramu Sansan...!"
" Sansan om ken makasih ya!"
" Ya, kalau begitu kami kembali dulu Suhail,nanti jika sudah boleh pindah kabari kami, kami harus menjemput Lily di rumah paman dan bibi!"
" Oh ya baik om...!"
" Paman bibi, Sansan kembali dulu!'
pamit Sansan.
" Ya ya hati - hati..." sahut Nathan.
" Oh ya sayang...biar gantian kami yang menjaga Fathia!" Sambung Savina.
" Tuan Ryu ... terimakasih...!"
ujar Sansan.
__ADS_1
" Bukan hal besar nona Sansan...!"
Sansan dan Kenzo pun segera kembali
Sementara Nathan dan keluarganya masih menunggu Fathia di pindahkan ke ruang perawatan.
" Crist atur ruangan yang besar seperti tempat Sasha dulu...!" Pinta Nathan.
" Sudah Laksmana, kalian bisa menunggu di Bangsal 2, lebih dulu, saya akan berbincang dengan Dokter Ryu sebentar!"
" Ok, terimakasih "
Nathan dan Keluarganya pun segera menuju Bangsal 2.
Crist dan Ryu pun berbincang di ruangannya.
" Dokter, itu penangan yang luar biasa... terimakasih karena saya mendapat ilmu baru!"
" Itu karena perawatan, dari Sansan Dokter Crist...saya hanya menangani sisanya...!"
" saya sedikit tertarik dengan pengobatan tradisional ini sebenarnya dokter, saya ingin belajar dari anda apakah saya berkesempatan untuk belajar??"
" Jika anda berkenan, datang ke Jepang, mari kita belajar bersama, untuk obat herbal, Sansan adalah bakat muda luar biasa!"
" Saya juga tidak menyangka hal itu, Sansan sangat diluar dugaan kami tuan!"
" Ehm ...aku ingin merekrutnya dalam obat tradisional, tapi anak itu masih sesuka hati, hahahah...sangat sulit...,!"
" Bukankah anda memiliki toko bahan herbal terbesar di Jepang??"
"Ya, tapi saya bukan ahli membuat obat-obatan!"
" Oh seperti itu!"
" Sansan adalah ahli obat yang paling genius yang saya temui ...!"
" Dia masih sangat muda tuan, masih suka seenaknya sendiri, masih belum bisa menanggung tanggung jawab besar...!"
" Memang dia tidak suka terikat dalam pekerjaan!"
" Oh ya??, apa gadis kecil itu???'
" Bukan masih ada 6 anak di negara M, orang kepercayaan Kenzo adalah ahli dalam pembuatan obat herbal, dari sanalah Sansan belajar!"
" Oh sungguh??"
" itu yang saya dengar dari Kenzo, setelah orang kepercayaan Kenzo itu kehilangan anaknya dia menyendiri di dekat lereng gunung, dia menemukan beberapa bahan obat di daerah sana, dia juga orang Jepang Dokter!"
" Oh ya??, pantas saja... keluarga Pratama sungguh menarik sekali...!"
Tok tok tok....
" Dokter pasien sudah sadar...!"
" Oh, ya kita ke sana!"
Ryu dan Crist pun segera menuju ruang observasi.
Ryu memeriksa keadaan Fathia,
setelah dirasa cukup baik Fathia pun bisa di pindahkan ke ruang perawatan.
" Bagaimana dokter??" tanya Crist
" Iya, cukup baik.... Fathia bisa di pindahkan ke ruang perawatan, ...tunggu satu minggu kita akan membuka perbannya..."
Fathia pun segera dipindahkan di ruang perawatan.
Suhail sangat senang melihat Fathia di pindahkan hari itu juga, itu berarti semuanya baik-baik saja.
" Fathia, apa kau mengingatku??" ujar Suhail memegangi tangan Fathia.
" Kau kira aku operasi isi kepala apa??, lalu hilang ingatan??" ujar Fathia kesal.
__ADS_1
" Hahahahha" Semua tertawa dengan kekonyolan Suhail.
" Lagian Kau Suhail aneh-aneh aja,...!" Sahut Incess yang juga ikut.
" Ah, itu suara kakak ipar bukan??" Fathia menebak dengan benar.
" Eh kok tahu??" Incess terkejut
" Tahulah, aku bisa mengenali lewat suaranya!"
" Wooooo... menakjubkan!"
" Fathia, syukurlah semua berjalan dengan baik...kami sangat merasa lega!" Sambung Savina mengusap punggung Fathia lembut.
" Ini...calon ibu mertuaku??" tanya Fathia.
" Panggil Mommy sayang anak baik!" ujar Savina.
" Mommy, terimakasih semuanya...sudah memberikan support pada Fathia...Fathia sayang kalian semua!"
" Yah kita akan menjadi keluarga Fathia, kita harus menjaga satu sama lain...!"
sahut Nathan.
" Kakak ipar, lekas membaik nanti kita hangout bareng deh sama kak Incess" ujar Julia memberi semangat pada Fathia.
" Hehehe, iya...oke!"
" Dad mom, kakak ipar dan Julia bisa kembali, kalian pasti juga lelah, biar Suhail yang menjaga Fathia di sini!"
" Wah kau mengusir kami ya Suhail??" ujar Incess.
" Kakak ipar, dia merasa terganggu ada kita untuk berduaan dengan Kak Fathia " tambah Julia.
" Heh bukan begitu, kalian ini kenapa sih...??"
" Hahahaha, oke oke kita pulang anak-anak biarkan Suhail berduaan dengan Fathia yuk!" ajak Nathan .
" Dad, kau juga ikut-ikutan!"
" Ya sudah, Suhail....kami kembali jika butuh apa-apa hubungi kami ya...!"
ujar Savina.
" Ya mom, terimakasih...!"
" Fathia, mommy pulang dulu...lekas membaik ya nak, muuach" Savina mengecup pipi Fathia.
" Baiklah Fathia daddy, mommy dan saudaramu kembali dulu ya!" Nathan mengusap ringan kepala Fathia.
mereka pun segera Kembali ke kediaman Pratama.
Ryu pun menjelaskan semua apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Fathia selama perawatan.
" Dokter Ryu apa anda ingin kembali ke kediaman saya??" tanya Suhail.
" Oh ya, karena barang - barang saya di sana...!"
" kalau begitu ,biarkan ajudan saya mengantar anda!"
" Boleh, maaf merepotkan anda!"
" Saya yang merepotkan anda tuan Dokter!"
" Tidak, tidak itu sudah kewajiban saya menjadi dokter...!"
" Kalau begitu, anda juga butuh istirahat kan, silahkan kembali bersama ajudan saya...!"
" Terimakasih Jenderal muda!, saya pamit, nyonya Jendral saya pamit besok saya akan datang lagi memeriksa anda!"
" Terimakasih dokter!"
" Ya!"
__ADS_1
Ryu pun segera diantar kem bali oleh ajudan Suhail.