
selepas bekerja, Fannan segera menuju kediaman Pratama, sebelum itu Fannan membelikan makanan kesukaan Cindy.
" Mbak, apa Cindy sakit??" tanya Fanan pada mbak Zara yang kebetulan baru pulang .
" Oh tuan Fanan, iya tuan...mari silahkan masuk, nyonya juga ada di rumah!"
" Oh ada??"
" Iya sebentar saya panggilkan ya tuan!"
Mbak Zara mendahului masuk untuk memberitahu kedatangan Fannan.
Vevey segera keluar menyambut Fannan dengan hangat.
" Oh nak Fannan, ayo masuk...!" Vevvey membawa Fannan ke kamar Cindy.
tok tok tok...
" Cindy, ada tamu!"
Vevey segera membuka pintu kamar Cindy.
" siapa ma??"
" Fannan datang menjenguk mu nak!"
" Loh mas Fanan??"
" Apa aku ini tidak boleh datang?" tanya Fanan
" Boleh, masuklah....nasehati dia untuk tidak keras pada dirinya sendiri!" Ujar Vevey menyuruh Fannan masuk ke dalam kamar Cindy.
" Saya di sini saja nyonya...!" Fanan tidak berani melangkah masuk.
" Masuklah, tidak apa-apa...!" ujar Vevey sambil mendorong tubuh Fannan masuk.
" Masuk saja mas...!" ujar Cindy
Fannan pun melangkah maju menghampiri Cindy yang masih duduk di ranjang.
" Maaf menggaggu waktu istirahatmu Cindy...!"
" Tidak mas, kenapa repot - repot begini??"
" Tidak, aku hanya mampir saja!"
" Aih, pasti Fahad yang memberitahumu!'
" Hehehe...ya...dia sangat khawatir kakaknya jenuh!"
" Anak itu memang nakal...!"
" Cindy, apa yang membuatmu lemah??"
" Ehnmm tidak ada mas..."
Fannan duduk mendekat pada Cindy dan memegang tangan Cindy, menepuk - nepuk perlahan untuk menenangkan Cindy, Fannan mengerti apa yang membuat Cindy seperti ini.
" Apa kau butuh penjagaan 24 jam??, aku akan mengatur anak buahku untukmu!"
" Tidak mas, akan merepotkan, lagian aku juga tidak biasa dengan penjagaan!"
" Kenapa??, aku tahu saat ini kau ketakukan bukan Karna Martin akan segera keluar dari penjara!"
Air mata Cindy langsung mengalir deras,
" Mas,... Terimakasih karena sudah mengerti Cindy !"
" tentu saja, aku adalah teman baikmu... jangan sungkan padaku Cindy...!"
" huhuhu, aku benar-benar takut...mas...!"
__ADS_1
" Takut apa??, aku akan menjagamu...tapi Cindy , aku tidak bisa menjagamu 24 jam, karena pekerjaanku!"
" Iya mas, Cindy tahu.... Cindy tidak perlu penjagaan, meskipun dia muncul, dia juga tidak akam menyakiti Cindy, hanya saja Cindy tidak siap, jika dia muncul tiba-tiba!"
" Hmmm, aku tahu itu...tapi Cindy...jangan pernah menghindari masalah... hadapi saja semua masalah yang ada, aku tidak akan meninggalkanmu dalam kesulitan sedikit pun!"
" Ya, baiklah...aku akan berusaha menghadapi semuanya!"
" Bagus...itu baru Cindy...Ayo makanlah ini makanan kesukaanmu, aku juga membawa minuman rempah buatan kakak Fanniiya, aku memberitahunya jika kau tak enak badan, minuman ini langsung sampai di kantor ku!"
" Aduh merepotkan sekali...!"
" Dia sangat menyayangimu, dia tidak ingin kau sakit lama-lama...!"
" Hehheh, Kak Fanya mengirim tremos ini beserta cangkirnya??"
" Iya, agar rempahnya tetap panas, saat sampai padamu tinggal menuang saja, kau tinggal meminumnya!"
" heheheheh...kalau begitu cepat tuangkan untukku mas...jangan lupa foto aku saat minum lalu kirim pada kak Fanniiya,agar dia percaya!"
" Okey, ...!" Fanan menuangkan minuman rempah buatan kakaknya dan segera memberikan minuman itu pada Cindy lalu Fannan mengambil potret Cindy yang sedang meminum dan dikirimkan langsung pada kakaknya.
Aih...dia sedang sakit saja cantik sekali, tanpa make up , wajahnya sedikit pucat tapi masih berkarisma, dalam hati Fannan yang memandang cukup lama hasil gambar yang di ambilnya.
" Sudah dapat gambarnya mas??" Tanya Cindy
" Oh sudah dong, sudah aku kirim kakakku langsung memberi bintang 4 padaku!"
" Hahahahahah sudah berasa kayak abang gojek aja ih...tapi kok gal 5 sekalian??"
" Ya, seharusnya aku bantu memegangi cangkirnya saat minum, jadi tidak sempurna katanya!" sambil menggaruk kepala.
" Hehehehehe...kak Fanniiya suka bercanda, Cindy kan tidak sakit parah!"
" Iya, begitulah kakakku Cindy, maaf jika terlalu rempong ya??"
" Hihihihi tidak juga kak Faniya asyik kok!"
" Iya mas.!"
" Jangan di pikirkan, nanti kau semakin sakit, jangan takut, jika ada apa-apa Cindy hubungi aku ya!"
" iya mas...!"
" janji loe...!"
" Janji dong...!"
" Anak pintar, kalau begitu aku pulang ya, biar Cindy bisa istirahat, mulai besok aku yang akan mengantar jemput Cindy bekerja!'
" Oh mas...jangan, mas Fanan itu sibuk!"
" Oh tentu saja, tapi untuk Cindy kesibukanku bisa di atur...tenanglah...!"
" Hmmm, terimakasih kalau begitu mas...!"
" Ya, kakak begitu jika nanti Cindy sudah enak badan dan mau bekerja hubungi aku!"
" Siap grak!!"
Fannan pun segera pergi, dia segera mencari tahu tentang Martin.
" Aku harus tahu pasti,kapan dia akan keluar!" gumam Fannan.
Fanan segera meminta orangnya untuk mencaritahu tentang Martin.
Kurang dari satu jam, Fannan sudah mendapat informasi dari orangnya.
" Ndan, Martin 3 hari lagi akan bebas, Dia memiliki banyak teman di bagian penegak hukum, jadi tidak sulit prosesnya!"
" Ehmmm...cari orang untuk mengawasi gerak-geriknya !"
__ADS_1
" Baik ndan!"
" Dan cari pasti dia berhubungan dengan siapa saja lapor semua padaku!"
" Siap!"
panggilan pun berakhir...
" Hah, 3 hari lagi hidup Cindy tidak akan tenang pastinya!"
Fannan sangat mengkhawatirkan Cindy, bukan karena takut Cindy kembali pada Martin hanya saja, Fannan tahu Cindy tidak siap bertemu dengan Martin.
...----------------...
Negara F
" Nona, ini adalah gaun pernikahan anda, apa anda menyukainya??"
" Tidak!"
" Oh baiklah aku akan katakan pada Raja jika anda tidak menyukainya!"
ujar pelayan yang mengirimkan baju pengantin pada Tasya.
Gaun ini dibuat dengan sangat hati-hati dan elegan, tapi nona tidak suka, selera nona memang sangat unik .dalam hati pelayan itu.
" Ibu, sebentar lagi Ibu akan menikah, apa orang yang ibu sukai itu sangat tidak berguna, sampai hari ini juga tidak bisa membawa ibu pergi dari sini!"
" Yaz benar,kenapa ibu bisa jatuh cinta pada orang tidak berguna itu!"
" 2 minggu lagi ibu akan menikah !"
" Memang kita ini tidak bisa mengandalkan orang lain, anak - anak...ingatlah jangan pernah mengandalkan orang lain, orang lain tidak bisa di andalkan!" Ujar Tasya kesal.
" Ibu jika aku mengandalkan ibu bagaimana??"
" Ehmmm...jangan anak - anak, lihat kalian saja bisa berdiri dengan kaki kalian sendiri jadi jangan pernah mengandalkan orang lain meskipun dia sangat hebat!"
" Baik bu....!"
". anak baik...,ayo cepat bersiap-siap ,uang sudah menunggu kita!" ujar Tasya semangat.
" Oke bu, kami duluan ya!, ibu cepat mandi dan bersiap mengobati!"
" Oke!"
Anak-anak itu sudah tahu tugas masing-masing, jadi mereka tahu apa yang harus di lakukan.
" Kau ini suka sekali mengumpat orang terang-terangan begitu!" Kenzo yang tiba-tiba muncul dan memeluk Tasya dari belakang
" Lepaskan,aku mau mandi!, uangku sudah menungguku!"
" Apa kau tidak percaya aku akan membawamu pergi??"
" Aku tidak akan pergi jika anak-anak tidak ikut pergi!"
" Tenang sayang, ...saat ini aku belum menemukan celah yang baik untuk membawa anak-anak!"
" Om, aku bisa membantumu mengulur waktu, tapi cepat pikirkan, untuk membawa anak-anak pergi dari sini juga"
" Aku tahu wanita ku sangat cerdik, kalau begitu tolong ulurkan waktu untukku berpikir!"
" Baik!, sekarang pikirkan itu sampai om menemukan jalannya ,jika belum jangan datang menemuiku!"
" Kejamnya, bagaimana jika aku rindu??"
" Tahan saja ,biar om tahu bagaimana menjadi diriku yang dulu!"
" Kau pendendam sekali!"Kenzo mengecup bibir Tasya dan segera pergi.
" huft, datang dan pergi sesuka hati, menyebalkan!!"
__ADS_1
Tasya pun segera mandi dan bersiap untuk menjemput rejakinya, yang sudah mengantri panjang.