GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
394. Antisipasi


__ADS_3

Dai yang sudah dihubungi oleh Dans pun segera menemui Tasya dengan membawa beberapa lukisan untuk di berikan pada Tasya.


" Apa itu??" tanya Kenzo.


" ini adalah lukisan yang di hadiahkan oleh paman Raja, Raja meminta Tasya mencari tahu apa rencana Paman Raja itu teehadapnya..." jelas Dai


" Dia ini seorang Raja, bagaimana bisa sangat tidak Jeli??, coba buka lukisan itu Dai!!"


Dai pun segera membuka lukisan itu.


Tasya Dan Kenzo melihat dengan teliti ke setiap detail gambar yang ada.


" Ini lukisan langka bukan???, tapi ini palsu..."


ujar Tasya.


" ehmmm benar...hebat sekali pelukisnya ini, dia adalah pelukis yang hebat, tapi bagaimana pun yang palsu tetap palsu..."


" Jadi bagaimana tuan??"


" Kau tanyakan pada pengawalnya itu, sudah berapa banyak barang yang di berikan sang paman padanya??"


" lalu tuan?"


" Jika ini yang pertama, nanti pasti akan ada yang kedua dan ketiga, jika sudah banyak maka bakar saja...atau hilangkan semuanya "


" Apa maksudnya??"


" Dai, dia pasti akan bertanya sepertimu, maka beri dia pertanyaan, Untuk melihat hukum yang di buatnya sendiri!" sambung Tasya yang paham dengan maksud Kenzo.


" Baiklah aku akan menghubungi Dans perihal ini...."


" Tunggu, karena akan lebih seru jika dia mencari barang yang asli...heheeh" tambah Tasya.


" Benar, dia harus mau repot sedikit agar permainan lebih seru..."


" Oke ...apa ada lagi??"


" dan sampaikan pada Raja jika Julia, masih Jomblowati..."


" oke ..jika tidak ada lagi aku pergi..."


" Ya pergilah..."


Dai pun segera menyampaikan semua yang perlu di sampaikan pada Dans.


...----------------...


Korsel.


Roy pun sudah di bolehkan pulang,Jihan segera membawa Roy kembali ke tempat tinggal mereka.


" Papa... syukurlah..." Natalie memeluk papahnya kegirangan.


" Om... selamat datang ..." ujar Tiara ikut senang dengan kepulangan Roy.


" Roy, syukurlah kau masih berumur panjang" sambung Zayn sambil memakan cemilan yang ada.


" Natalie, bawa Papa istirahat di dalam dengan Tiara....beri mama waktu berbicara dengan Tuan Zayn..."


" Ya ma..." Natalie menurut dengan perkataan mamanya membawa papanya beristirahat di kamar.


Jihan pun menghampiri Zayn yang sangat bersantai seperti rumahnya sendiri.


" Ada apa nyonya??".


" Tuan bisakah kita berbicara sebentar??"


" silahkan..."


" Saya mendengar dari suami saya jika anda ingin menikahi putri kami.."


" oh benar!"


" saya tidak setuju!"

__ADS_1


" tidak masalah, yang terpenting ayahnya setuju, jika tidak juga tidak perlu persetujuan kalian, karena yang akan menjali hidup itu aku dan Natalie, bukan kalian!"


" Tuan tapi aku dan Roy adalah orang tuanya??, itu juga perlu persetujuan kami, karena kami yang membesarkan dan merawatnya "


" oh jelas itu sudah kewajiban kalian menjadi orang tua mereka... kenapa harus diungkit??"


" tuan anda tidak mengerti rasanya menjadi orang tua "


" Nyonya, aku mencintai putrimu, aku langsung meminangnya, itu bentuk keseriusanku padanya, jika aku main-main aku akan menjalin hubungan tanpa sepengetahuan kalian, dan meninggalkannya begitu aku sudah bosan, tapi aku menikahinya...apa anda tidak paham??"


" tapi saya tidak ingin dia salah memilih..."


" oh ya??, apa karena masalaluku??"


" bukan..."


" apa karena penampilanku??"


Jihan terdiam...


" Aku tidak perduli, aku akan menikahi putrimu ...kau tidak bisa menghalangiku untuk menikahinya!"


Natalie kenapa kau bisa jatuh cinta dengan seorang brandalan ini??, bagaimana bisa mama merestui kalian, dia sangat tidak perduli dengan perasaan orang lain.


dalam hati Jihan.


" Tuan, berikan saya waktu..."


" waktu?? tidak tidak...saya akan segera menikahi Natali saat Roy benar - benar membaik, aku akan pulang dan segera mengurus peninggalan orang tuaku, agar kau tidak khawatir soal sandang pangan putrimu, aku bisa memberikan apa yang dia mau...!"


Jihan sudah tidak bisa berkata -kata lagi...


" Baiklah nyonya, aku ingin berbicara dengan putrimu sebentar sebelum aku kembali... setelah semuanya siap aku akan mengambil putri anda untuk menjadi istriku..."


Roy berdiri dan menuju pintu kamar Roy, mengetuk pintu kamar Roy


tak lama Natalie keluar,


" Om ada apa??"


" Aku akan kembali..."


" kembali??"


" Tenang saja kita akan segera menikah, aku sudah berbicara pada ibumu, meski dia tidak setuju aku akan tetap membawamu..."


" Tapi om..."


" bukankah kau setuju menikah denganku, aku hanya butuh persetujuanmu, yang lainnya tidak penting!"


" tapi mereka orang tuaku...om..."


" lantas kenapa??, jika mereka mengusirmu aku akan merawatmu dengan baik, kau tunggu aku, aku akan segera kembali...apa kau mengerti??"


" Ya, om..."


" ingatlah, tidak boleh dekat dengan pria mana pun dari pada aku menghajarmu mereka sampai mati..."


" Apa??"


" aku akan segera kembali..." Roy langsung mencium bibir Natalie.


Jihan benar - benar terbelalak,dan


Jantung Roy langsung kumat lagi...


" suamiku...." Jihan segera berlari ke dalam kamar.


" papah...."


" Aihhh lemah sekali mertuaku ini... sudahlah aku pergi dulu..." Roy pergi begitu saja meninggalkan keluarga Natalie yang sedang panik itu tanpa beban.


" sudah - sudah aku hanya berpura-pura, astaga... bagaimana bisa kau berbuat seperti itu di depan orang tuamu Natalie...??" ujar Roy gemas


" Om, tapi kam bukan Natalie yang mencium??" Tiara memberikan pembelaan.

__ADS_1


" Natalie, dia sangat tidak berperasaan bagaimana bisa kau menyukainya??" sahut Jihan.


" Ma ,pa...tolong berikan restu kalian..." ujar Natalie menunduk.


" iya om tante, mereka saling mencintai..."


ujar Tiara.


" Tiara, menikah itu bukan hal sepele..."


ujar Jihan


" Sudah Jihan...tugas kita sudah selesai, merawat dan membesarkan anak kita, biarkan dia memilih kebahagiaannya sendiri "


" Tapi suamiku...."


" kau tidak mengerti Zelene...dia memang sangat keras kepala dan juga pembunuh berdarah dingin, tapi bagaimana dia tetaplah seorang manusia, dia akan menghargai putri kita..."


" Apa kau yakin tentang itu??"


" Putri kita sudah besar, dia bisa memilih yang terbaik untuknya..."


Jihan melihat ke arah putrinya,


" Apa kau sungguh-sungguh dengan pilihanmu, dan tidak akan menyesal Natalie??"


" Ya ma..."


" Ya sudah, aku terpaksa merestuimu...jika dia sampai menyakitimu mama akan menghajarnya!!!" tegas Jihan antara rela dan tidak rela.


" Mama terimakasih!" Natalie langsung memeluk mamanya dengan gembira.


Tiara pun juga sangat senang melihat sahabatnya dapat restu


Roy pun juga masih diambang dilema untuk keputusannya merestui pilihan Putrinya.


...----------------...


Zayn pun kembali ke kediaman Pratama, sekarang wajahnya agak berseri - seri.


" Zayn..." panggil Vevey yang sedang berbincang dengan Savina dan juga Sasha, di taman bersama bayi-bayi lucu.


" Nyonya..."


" Aku tahu kau pasti sudah berhasil dengan misimu ya..."


tebak Vevey.


" misi??" tanya Savina bingung.


" oh kau menjalankan misi ya Zayn??" sambung Sasha.


" ya semua karena dorongan Nyonya Vevey..."


" sekarang mana dia kenapa tidak kau bawa??" tanya Vevey sangat penasaran dengan wanita yang membuat Zayn jatuh cinta.


" nanti dulu nyonya, aku mau minta bantuan Kenzo untuk menguruskan harta peninggalan orang tuaku setelah semua kembali aku akan menikahinya!"


" menikah??" Savina dan Sasha terkejut.


" heheheh kalian pasti terkejut kan Zayn mau menikah??" ujar Vevey sangat berbangga diri karena dia merasa dia yang tahu lebih dulu.


" gila Zayn siapa??" Savina terkejut.


" heheheh...dia..."


drrrrt drrrrrt drrrrr...


ponsel Vevey tiba-tiba bergetar.


" Tunggu Zayn, aku angkat telpon dulu tahan..." Vevey segera mengangkat telponnya.


" oh Jihan, apa ada masalah di cabang sana??"


" aman bos..., hanya saja Roy kena serangan jantung karena tiba-tiba tuan Zayn tiba-tiba datang dan ingin. menikahi Natali "

__ADS_1


" Apa???" Vevey sangat terkejut sampai ponselnya jatuh...


__ADS_2