
" Hoekkkkkk....!"
" Bos kenapa??"
" ah, aku tidak bisa memasak tolong gantikan ya, aku tidak enak badan!" Cindy segera mengambil tasnya dan pergi ke apartemen dekat restonya.
setelah sampai di apartemen , Cindy segera lari masuk kamar mandi,
" Hoekkkk....hoekkkk...." Martin yang baru tiba segera menghampiri Cindy
" Sayang, ....!"
terlihat wajah Cindy sangat pucat dan lemas
" Abang....!" Cindy segera berlari ke dalam pelukan Martin mengadukan bahwa dia sedang tidak dalam keadaan baik.
" Huhuhu...abang, Cindy sangat tersiksa!"
merengek menangis dalam pelukan Martin.
" kau tidak usah bekerja dulu, aku akan membantu mengawasi restomu sayang...!"
" huhuhu...." Cindy masih merengek merasakan tubuhnya yang tidak enak, pusing, mual, dan sakit semua.
" Huhuhuhu...!"
" sayang, memang begitu jika hamil!"
" Abang mah enak nggak ngerasain, cuma bisa bilang sabar-sabar aja...!"
celetuk Cindy kesal.
" Terus aku harus gimana sayang??"
"abang usap punggung Cindy!"
Dengan sigap Martin mengusap punggung Cindy dengan perlahan.
" Apa begini??"
" Iya, itu bikin nyaman bang...!"
" Baik...ayo tidurlah, apa kau sudah makan??"
Cindy menggeleng,
" Abang mau masakin Cindy??"
" abang kupas bawang sama kentang aja kamu omelin!"
" Tapi Cindy mau abang masakin buat Cindy!"
" Sayang abang nyalain kompor aja gak bisa loe, abang minta kokimu masakin aja, ya??, mau makan apa?"
Cindy mengerucutkan bibirnya
" nggak Cindy mau abang yang masak, kalau enggak,biar Cindy adek bayi kelaparan!"
Martin menghela nafas panjang,
" Syuuuuuulit sekali anakku ini!"
sambil mengusap perut Cindy yang sudah sedikit kembung dan menciumnya lembut.
" mau di masakin apa sayang??"
" Nasi goreng aja bang!, telur ceplok!"
Martin memggaruk kepalanya, dia berpikir keras, ternyata menjadi seorang ayah tidak semudah yang dibayangkannya.
Martin melangkah ke dapur,
" Bumbunya apa woii?" gumam Martin memggaruk kepala.
" Ah, telpon Yuda..." Martin segera mengambil ponselnya
" Haloo tuannn!"
" Yud,bumbu nasi goreng apa aja Yud??
" Ha???"
__ADS_1
"cepetan ngomong!"
" bawang merah, bawang putih, cabe, kecap garem dan bubuk kaldu tuan!"
" Gak pake nasi??"
" Pakelah tuan... mending beli bumbu instan, tuan kok tumben mau masak??"
" Nyonyamu Yud, ngidam nasi goreng buatanku, lah mana aku gak tahu bumbu dapur Yud!"
" Apa mau saya masakin tuan??"
" Kamu gak dengar toh tadi aku bilang apa??,nyonyamu mau nasi goreng buatanku!"
" apa nona hamil tuan??"
" Yud kan aku dah bilang nyonyamu nyidam, masih pake tanya lagi!"
" Maaf tuan, maaf...tapi apa tuan bisa masaknya??"
" Ya nggak bisa lah, tetap sambungkan telpon, aku siapkan bahan-bahannya tadi!"
Martin segera membuka kulkas, lalu menyiapkan semua bahan yang dikatakan Yuda.
" Ini udah di apain??"
" semua di haluskan jadi satu kecuali nasi sama kecapnya tuan!"
" Pake apa Yud??"
" Pake sikat gigi tuan!" canda Yuda menggoda tuannya.
" Yud, kamu mau aku kebiri??"
" Jangan tuan, pakai Chopper aja tuan!"
" Chopper itu apa sih Yud??"
" Tuan beralih vicall aja ya, Yuda tunjukan Choppernya!"
segera Martin mengalihkan panggilan Video, setelah tahu Chopper itu seperti apa Martin segera menghaluskan semua.
"Lalu??"
" Oke oke ...!" untuk nasi goreng martin sudah selesai.
" Telur ceplok gimana Yud??"
" Sama tuan panaskan minyak abis itu telur di pecah di atas teflon kasih garam dan lada sudah di balik aja udah matang angkat!"
"Yud, kamu ke sini aja Yud, Nyonyamu kayaknya nggak bisa kerja, kamu kan bisa masak, tolong handle kerjaan nyonyamu!"
" Katanya Yuda suruh di sini Tuan??"
" Aku berubah pikiran, tapi kamu harus setia loe, jangan macam-macam!"
" Tenang tuan saya akan setia!"
" Bagus, aku nggak tega sama nyonyamu, dia tersiksa banget ngandung anakku Yud!"
" Baik tuan, saya berangkat sekarang ya!"
" Ya Yud, hati-hati nanti kau tinggal di resto nggak papa kan Yud??"
" Di mana aja boleh Tuan, yang penting jangan di toilet!"
" Haha, oke Yud...!"
" Eh tuuuuuu..."
tutututtttt
panggilan terputus
" Tuan tutup taflonnya, pasti telurnya sedang meledak- ledak ini!" Gumam Yuda
cetok cetok ceto....
" waaaa, ..." Martin berlari menjauh dari kompor.
terpercik minyak panas membuatnya terkejut,
__ADS_1
melihat teflonnya mengeluarkan asap hitam karena telur gosong tak kunjung di balik, Martin segera mengambil air dan menyiram.
suuuuuuuuooooooooossssssss...
bau gosong menjalar ke seluruh apartemen.
Cindy segera turun dari ranjang dan berlari kecil ke dapur.
asap hitam memenuhi dapur, Martin membuka jendela dapur agar asapnya keluar, sambil terbatuk-batuk.
" Abang???, astaga!!!"
Cindy terkejut melihat dapur itu sudah seperti kapal pecah, dan lagi muka Martin pun menghitam terkena asap.
" Pufffffffffffffftttttttttt....abang, kau ini sedang memasak atau perang sih??"
" Sayang, ternyata lebih mudah perang dari pada memasak!"
keluh Martin, Cindy mengambil tisu di meja dapur dan mengusap angus yang berada di wajah Martin.
" Hihihi...." Cindy terkekeh melihat wajah tampan Martin sudah seperti arang kayu.
" Kau suka melihatku begini sayang??"
" Hihihi...!" Cindy memeluk Martin dengan manja.
" Abang terimakasih, Cindy sangat bahagia ada abang!"
Martin meraih pinggang Cindy yang semakin berisi itu .
" Aku juga bahagia, karena adanya dirimu dan di tambah lagi buah cinta kita Cindy, aku sangat mencintaimu!" mata mereka saling beradu penuh kasih sayang, penuh kehangatan yang meluap-luap tak bisa di gambarkan, betapa dua Insan itu saling mencintai.
Martin mengecup bibir Cindy ringan,
" Oh ya, aku gagal membuat telor ceplok, lihat gosong seperti pantat wajan!"
" Hihihi...!"
Cindy mengambil teflon baru dan segera memasak telur ceplok dengan mudah dan cepat.
" Sudah jadi...!" Cindy meletakkan telor ceplok buatannya di atas nasi goreng buatan Martin.
" Wah, perfect !"
" Ayo sekarang makan!" pinta martin membawa piring nasi goreng dan Cindy ke ruang tamu, karena dapur masih sangat kacau.
"aku telfon CS online dulu buat bersihin dapur ya, kamu makan dulu!"
Cindy mengangguk sambil melihat acara kartun kesukaannya, dan melahap nasi goreng buatan Martin.
matanya membulat merasakan nasi goreng buatan Martin.
" Abang...ini abang kasih garam apa gula sih, kok manis banget, gak ada asinya, mana rasanya lada banget!" protes Cindy.
" Ha??" Martin menyuap nasih yang ada di tangan Cindy seketika tenggorokannya tersedak dengan nasi buatan nya.
" Aku, aku tidak tahu gula sama garam itu yang mana sayang!"
merasa bersalah.
" sudah tidak apa-apa!" Cindy melahap lagi nasi goreng
" Sayang, Yuda sedang perjalanan ke sini kok, biar Yuda yang masak ya!"
" Nggak bang, ini aja!"
" Sayang itu tidak enak!"
" Tapi perut Cindy tidak menolak!"
Martin tidak tahu harus bagaimana lagi, hanya melihat Cindy makan dengan lahap, sampai habis.
kenapa ibu hamil itu sangat aneh-aneh
dalam hati Martin mencoba untuk memahami situasi saat ini.
" Abang, usap punggung Cindy!"
" Iya sayang!" Martin mengusap punggung Cindy sampai Cindy tertidur.
Kenapa Cindy jadi kekanak-kanakan begini??
__ADS_1
dalam hati Martin