GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
67. Image buruk Raja


__ADS_3

" Pelanlah, kakimu kecil tapi larimu sangat kuat, aku sudah lama tidak berlarian!"


" Yang Mulia ayo ke sana!" Tasya mengabaikan perkataan Alfred Tasya membawanya ke tempat perjudian yang terkenal di wilayah Tersebut.


" Kau kenapa mengajak ke sini??"


" Main judilah !"


" Hei kau sudah menistakan gelarku, bagaimana bisa raja datang ke tempat perjudian??"


" Yang Mulia, tempat perjudian adalah tempat yang paling cepat mendapatkan informasi, lagian kita ini sedang menyamar tidak ada yang tahu jika kau seorang raja!"


"apa kita harus menghabiskan uang untuk mendapatkan informasi?"


" Tidak, tapi bisakah Yang Mulia meminjamkan uang 2 juta saja padaku hehee!"


" Untuk apa?"


" Mainlah, aku akan mengembalikannya 2 x lipat!"


" Kau ini, terlalu lancang denganku!, aku terlalu memberi hati jadi kau seenak jidatmu!"


" Yang Mulia, kau sangat kaya ,nominal itu hanya bagai debu di mata mu kan?"


" Kau belajar berbicara dari mana sih, setiap kata -kata yang keluar dari mulut mu aku tidak bisa melawannya!" sambil mengambil uang di tasnya dan memberikan pada Tasya.


" Yang, Mulia jika waktu bisa diputar kembali, bisakah kita bertemu lebih awal, kau sangat baik, sayang sekali pertemuan kita terlambat, mungkin aku lebih memilih Yang Mulia!"


" Kau bicara apa aku tidak bisa memahamimu!"


" Lupakan, terimakasih Yang Mulia, lihatlah aku bermain!"


Tasya pun segera bergabung ke meja perjudian, semua pemain merasa mendapat mangsa empuk melihat Tasya yang begitu muda, datang bermain.


Sang Raja hanya melihat dari jarak yang lumayan sambil memesan minuman, Raja terfokus pada wajah dan tawa Tasya yang sangat cantik itu.


" Sebenarnya, dia ini dari keluarga seperti apa?, bagaimana bisa memiliki banyak kelebihan, dan keunikan, terutama dalam berbicara, aku yang jauh lebih tua darinya, tidak bisa menang berdebat apapun dengan anak ini, kau ini anak dari mana??, apa ibumu itu seekor rubah, dan ayahmu harimau putih!, hahahahaha!" Alfred bergumam sendiri dan tertawa sendiri.


Alfred tidak melihat permainan Tasya, dia hanya fokus pada wajah Tasya, sampai dia baru menyadari saat Tasya berteriak


" Yang Mulia....aku menang lagiiiiii!" teriak Tasya tanpa dia sadari.


" Hei, anak kecil kau menyebut Yang Mulia??" ujar salah seorang pemain.


Tasya baru sadar jika dia keceplosan.

__ADS_1


Tasya melihat ke arah Alfred yang mulai panik.


" Ah, tidak paman,aku bilang Young Maylay!"


" Young Maylay??, ah aku tahu itu dia rapper dari Amarika!"


Ha?? memang ada ya?? dalam hati Tasya kebingungan karena dia hanya asal bicara dan mengarang saja.


" Ah, hahahah oh iya iya...hehehe paman kau menyukai Rap??"


" Ya suka,...aku kira kau sangat mengidolakan raja tak tahu malu itu!"


mulailah bergosip - gosip


" Ha??, Raja tak tahu malu??" sambil melirik ke arah Alfred , terlihat jelas wajah Tasya sedang mengejek Alfred.


Anak itu kenapa sangat bahagia melhat orang-orang berbicara sembarangan padaku.


dalam hati Alfred.


" Ah, apa raja kita sungguh tak tahu malu?" Tanya Tasya.


" Syukurlah dia sekarat!, hemmm kami rakyat yang menderita setiap hari mendoakannya agar segera menemui ajalnya!"


Alfred sudah mulai panas mendengarnya, namun Tasya memberi isyarat untuk tetap tenang.


" Kau masih sangat muda nak, memangnya hidup hanya butuh bekerja, dan mendapatkan uang, makan kenyang saja??"


" Ya benar, kita hidup juga harus dengan kasih sayang, raja kehilangan seorang ratu, namun raja masih memiliki banyak selir dan dayang - dayang, jika dia tidak menikah lagi, dia tidak rugi, lalu bagaimana kami, yang duda?, dan yang masih perjaka ini??".


" Ya, kau juga masih muda, pasti ingin berumah tangga, memiliki anak, dan berharap ada keturunan dari kita kan???"


" Bagaimana bisa raja membuat aturan bodoh itu, kepalanya itu apa tidak ada isinya, dia itu utusan Tuhan, dan kodrat kita sebagai manusia itu berpasangan, bisa - bisanya dia membuat peraturan yang melanggar kodrat Tuhan!"


" sampai sekarang aku ingin lihat tampang raja bodoh itu!"


" kalian bagaimana bisa berbicara seperti itu pada raja kita!"


" Anak muda, kau masih belum mengerti masalah pria dewasa, mendiang raja sebelumnya seharusnya memberikan tahtah itu pada putra tertuanya, kenapa malah pada anak bontotnya yang tidak ada otak!"


" Heheheh, paman aku sepertinya harus segera pulang, aku akan di marahi kakakku jika ketahuan berjudi!"


" Hei, kau mau kemana??, kita main lagi saja!"


" Ya, kau ini mau kabur mentang-mentang udah menang banyak!"

__ADS_1


" Begini saja, saya akan meninggalkan 4 juta kalian bagi rata untuk modal bermain!"


" Nah itu, baru pemain profesional!"


" Pemikiran anak muda ini , sangat hebat!"


Tasya meletakan 4 juta di meja, dan segera pergi membawa sisa uangnya 10 juta, sambil memberi kode pada Alfred untuk segera cabut dari tempat perjudian.


" Kenapa kau memberikan mereka uang??"


tanya Alfred bingung.


" Kita tidak akan bisa keluar dari sana jika tidak menghabiskan uang!"


" Lalu kau meninggalkan sebagian uang untuk keluar?"


"Ya memang begitu cara mainya, kita masuk bayar , keluar juga bayar!, jika tidak ya bukan hanya uang kita yang habis nyawa kita juga bisa melayang yang mulia!"


" Kau bisasa main judi, di mana kau belajar berjudi?"


" kepo sekali, ah...Yang Mulia imagemu sangat buruk di mata rakyatmu sendiri,kau masih mempertanyakan hal tidak penting itu?"


"Aku sedang berpikir, sebenarnya hal apa yang tidak bisa kau lakukan di dunia ini??"


" Yang Mulia , sudahlah jangan membuang waktu, kita Nikmati saja udara bebas ini!" mereka menikmati waktu mereka dengan baik.


" Yang Mulia ini, uang anda 2 juta, lalu aku beri 2 juta lagi! , sesuai janji 2x lipat ya"


masih memegangi uang yang akan di berikan pada Alfred, seakan tidak rela.


Alfred tersenyum


" Apa uang ini sangat berarti untukmu?"


" Tentu saja, setiap uang yang saya hasilkan, saya akan menyayanginya!"


" Ambillah, jika kau bisa menyayanginya dengan baik!"


" Oh sungguh , wah anda sangat baik begini bagaimana bisa rakyatmu memandangmu sangat buruk!"


" Ya, aku juga tidak tahu...mereka tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan, aku tidak memiliki kebebasan seperti rakyatku, sejak kecil aku tidak bisa memilih apapun yang aku sukai, bahkan teman saja, dipilihkan oleh ayahku, aku memiliki banyak uang ,namun aku juga tidak pernah menggunakannya secara pribadi, misalkan hanya untuk membeli barang kecil di pasar!, meski hidupku terjamin, kediamanku luas, aku tidak bisa tidur dengan baik, karena banyak yang aku pikirkan saat rakyatku terlelap tidur !"


Tasya baru mengerti, tidak mudahnya hidup Yang Mulianya itu.


" Yang Mulia, anda sangat keren!" memuji dengan kedua ibu jarinya.

__ADS_1


Alfred tersenyum puas dengan pujian Tasya,


kata - katanya sederhana namun, sangat bahagia mendengar pujian dari gadis itu.


__ADS_2