GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
156. Onar Lagi


__ADS_3

" Apa yang Kau lamunkan Aina??"


" Tidak ayo makan...aku baru menyadari kau pandai memasak, kapan kau belajar??"


" Saat pendidikan...enak tidak?" Tanya Iyus.


" Ehmmm...enak sekali...Iyus kau hebat, dari 1-10 Ku beri nilai 15....!"


" Hahahahahah ...terserahmu lah Aina...yang penting kau menyukainya!"


" hehehehe ...suka suka...kalau begitu aku mau Iyus yang memasakanku satu minggu ini!"


" Nglunjak sekali anda ini ya??"


" Ya kan kau tanggung jawab atas insiden yang menimpaku!"


" ah, baiklah....aku akan turuti...!"


" Serius??"


" Aku tidak pernah main-main padamu Aina!"


" yayayaya...!" Aina menunduk malu


**Tadi siapa yang datang mau memastikan aku makan dengan baik atau tidak, sekarang aku malah kebalikannya, mau bagaimana lagi, untunglah aku menyukaimu...


dalam hati Iyus.


...----------------...


Negara X**


" Sekarang di mana tempat tinggal Fang xi??"


" Mereka tinggal di kota H, di dekat rumah sakit paling terkenal...!"


" Ehmmm, apa sudah mendapat tempat tinggal terdekat mereka?"


" Sudah, saya memesan hotel 100 meter dari tempat tinggal mereka!"


" Amati dulu, apa yang di lakukan Fang Xi , setelah itu baru bergerak!"


" Kita hanya meminta tanda tangan saja kan tuan??"


" Iya...jika tidak mau , ya kita harus mendapatkan cap Jempol nya secara paksa!"


" Tapi Nona Tian di jaga sangat ketat tuan!"


" Keahlian untuk mencari celah bukan?"


" Baik Tuan...!"


...----------------...


Di negara F


Dapur Istanah...


" Nona, katakan pada kami apa yang anda butuhkan?, aku akan buatkan!" kepala Koki


" Aku mau pakai dapur ini untuk bereksperimen, kalian pergi semua!"


" Tapi Nona, kami harus membuat sarapan untuk para selir dan semua orang dalam Istana ini dengan tepat waktu!"


" Kalau begitu beri aku beberapa set peralatan masak, dan sedikit tempat di depan sana!"


" Nona, di sana tempat belajar para putra bangsawan, bagaimana anda akan memasak di sana!"


" Kalau begitu kalian semua keluar dari dapur!"


" Kami akan berikan peralatan untuk anda sesuai yang anda minta!"


...**Apakah ini calon permaisuri kami?, ku harap raja mengurungkan niatnya, Nona ini sangat sulit di layani....


dalam hati kepala Koki**.


" Kepala Koki, tenang saja aku juga tidak ingin menjadi permaisuri, nanti aku akan sampaikan pada Raja jika kalian keberatan dengan hal ini...jadi aku bisa pulang ke negara ku!"


Ba ba ba gaimana nona bisa tahu isi hati ku?


" Mohon ampun nona, jangan katakan pada Raja tentang itu, kami tidak akan mengulanginya lagi...mohon jangan laporkan pada Raja!" Berlutut meminta ampun.


" Eh, eh...kalian kenapa, ayo cepat berdiri aku tidak suka kalian begini, aku tidak menindas kalian!"


" Nona jangan sampaikan hal itu pada Raja, kami akan mati nanti..!"

__ADS_1


" Lalu bagaimana, aku juga tidak ingin menjadi permaisuri....!"


" Jangan katakan itu Nona, nona, nona kami mohon ampun, kami akan menuruti semua perintah nona seumur hidup ini!"


" Iya nona ampunilah kami!"


semua serempak memohon ampunan pada Tasya.


karena mereka sudah mendengar posisi Tasya di hati Raja mereka.


" Sulit sekali bercanda dengan kalian, baiklah aku tidak akan mengatakan apapun pada Raja kalian!"


" Panjang umur calon permaisuri... terimakasih!" Serempak


" Cepat kalian siapkan set perlengkapan dapur untukku!"


" Baik - baik...!"


setelah menunggu satu jam , akhirnya dapur outdoor dadakan Tasya pun selesai.


" Wah, ini sangat bagus karena pemandangan danau buatan ini, sangat memanjakan mata, mereka yang belajar pasti sangat betah di sini!"


Bahan - bahan yang di minta Tasya pun sudah siap, Tasya teringat jika dirinya harus mengobati Fathia, sementara dia menganggur dia lebih baik membuat ramuan untuk menerapi kedua mata Fathia.


Tapi aku butuh orang buta untuk bahan percobaan,di mana aku dapat seseorang untuk aku jadikan kelinci percobaan?


dalam hati Tasya berpikir.


Tasya mencampurkan beberapa bahan, sambil berpikir


" Dulu jika ingin membuat obat herbal aku harus berjalan selama 1 sampai 3 jam ke dalam hutan, sekarang aku hanya mengeluarkan napas saja langsung ada di depan mata...aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk meracik beberapa obat herbal hehehehe...!"


pletik ,pletik,pletik....


" Oh, kenapa ini?" Tasya terkejut dan melihat ke arah tangannya yang masih memegang botol spiritus.


" Waaaaa....aku salah memasukan bahan....!" Tasya segera melempar ke arah kompor spiritus karena panik dan


" Tasya segera melompat ke dalam danau !"


byuuuuuuuuuur


" Nona....!" teriak para penjaga Tasya


" Tiarapppppp!" Tasya dengan kilat melompat ke atas dan menindih satu pelayan dan 1 penjaganya untuk tiarap.


Blllllluuuuuuuuuuuuuuuuuuuccckkkkkkkkkkk


ledakan yang cukup membuat gendang telinga berdengung....


semua para anak bangsawan pun berhamburan keluar.


" ada apa ?"


" Ada apa ya?"


" Itu di sana ada asap, cepat panggil damkar!"


semua orang ribut - ribut.


" Kalian tidak apa - apa?" Tanya Tasya


" Huhu tidak..oh nona rambut anda terbakar!" teriak pelayan Tasya.


"Apa???"


" Waaaa nona cepat masuk ke danau!" penjaga Tasya reflek mendorong Tasya masuk ke danau .


" Kenapa kau mendorong nona!"


" Aku terlalu panik nona maafkan saya!"


Tasya segera naik ke tepi danau,


" Huaaaaaa...rambutku....huaaaaa...!" Tasya menangis melihat rambut panjangnya tinggal sepundak.


sirine damkar pun terdengar sangat jelas, banyak orang bergerombol datang ke tempat itu.


" Ada Apa??"


"siapa yang memasak di sini??"


" Itu bukankah calon permaisuri?"


" Kenapa dia basah kuyup?"

__ADS_1


" Iya, sepertinya dia hampir terbakar !"


Hal ribut itu pun sampai di telinga sang Raja,


Raja dengan sangat panik berlari ke tempat itu.


" Apa yang terjadi?"


terlihat Tasya merengek sambil memgangi rambutnya


" Raja rambut nona terbakar!"


" Kalian tidak bisa menjaga Nona kalian dengan baik, cepat ke pengadilan untuk menebus kesalahan kalian!"


" Tidak, jangan hukum mereka, ini salahku!" tegas Tasya.


" Tapi..."


" Mereka tidak bersalah!"


" Baik, baik mereka tidak bersalah...!" Raja segera melepas jubahnya dan merangkapkan pada Tasya yang terlihat kedinginan.


" Cepat panggil dokter...!" Alfred segera menggendong Tasya, bak seorang putri.


" Kalian cepat kembali belajar, tidak ada yang perlu kalian tonton!" tegas Alfred segera membawa Tasya kembali ke paviliunnya.


" Raja sangat menyayangi nona Tasya!"


" Ya, kita harus menghormati nona itu!"


" Benar, untuk masa depan yang cerah!"


" Tapi, calon permaisuri sangat bandel, setiap hari ada saja keributan yang dia lakukan!"


" Ya tapi nyatanya Raja menutup mata untuk semua hal itu!"


" Sudah kalian jangan ribut, Nona sangat menyenangkan, kalian saja yang tidak beruntung Untuk mengenalnya!" ujar salah satu dari penjaga gerbang.


Semua pun terdiam,...


" huhuhuhu ..!" Tasya masih menangisi rambutnya.


Raja hanya senyam senyum sambil melihat wajah Tasya yang penuh dengan angus karena asap hitam dari rambutnya yang habis terbakar.


" apa kau sangat puas melihat aku begini??"


" Hahhahaha, setiap hari slalu saja membuat keributan, kau membuat semua orang sibuk dengan kelakuanmu!"


" Kalau begitu pulangkan aku ke Indonesia!"


" Setelah menikah, aku akan membawamu ke Indonesia!"


" Huaaaa, aku tidak ingin menikah denganmu!"


"Aku tidak ingin mendengar pendapatmu...!"


" Huhuhuhu...Raja kau sangat jahat!"


" Justru aku sangat ingin membahagiakanmu!"


" Tidak perlu...!"


" Menurutlah jangan membuatku marah!"


Tasya menahan dirinya agar tidak membuat Alfred marah.


" Panggil seseorang untuk merapikan rambut, dan siapkan air hangat untuk nona kalian mandi!"


" aku tidak mau memotong rambutku...!"


" Potong saja sebahu...!"


" Aku tidak suka rambut pendek...!"


" Aku akan membuatkan ruangan khusus untukmu bereksperimen, di dekat aula penyimpanan bahan herbal!"


" Oh sungguh??"


" Ya, barang kali kau bisa menciptakan racikan penumbuh rambut dengan cepat!"


sambil menahan tawa.


" Raja kau kejam .... keluar aku tidak mau berbicara padamu!'


teriak Tasya kesal.

__ADS_1


Dengan terkikik Alfred pun keluar dari paviliun Tasya.


__ADS_2