GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
103. aku Pulang


__ADS_3

Setelah sampai di apartemen.


" Ada apa Tasya?"


Tasya melihat ke arah Sansan dari ujung rambut sampai ujung kaki.


" Apa dia adalah aku??" tanya Tasya.


mendengar pertanyaan Tasya, Sansan sangat terkejut.


" Ya, dia adalah kau!" Jawab Dai.


" Apa???" Sansan terkejut.


Tasya segera membuka maskernya, dan penutup kepalanya.


" Apakah kau sangat nyaman menjadi aku??"


ujar Tasya .


" A...apa maksud kalian??"


" nona, Dia adalah Sansan yang asli!" Dai/Rio menjelaskan dengan singkat.


" Mana mungkin, Sansan memiliki mata coklat!" ujar Sansan tak percaya.


Tasya segera melepaskan softlensnya...


" Apa yang kau maksud mata yang seperti ini??" Tasya menunjukan dengan jelas kedua matanya yang sangat indah.


" Ahhh, kau sungguh Sansan Asli??"


" Benar,...!"


" Maafkan, aku ... Sansan yang asli aku tidak bermaksud mengambil tempatmu, kak Rio maafkan aku...aku tidak bermaksud membohongimu, semua keluarga Pratama juga tahu jika aku Sansan Palsu!, aku aku akan mengembalikan tempat mu Sansan!"


berlutut memohon ampun pada Tasya.


" Yaya aku tahu, berdirilah...selama ini kau menggunakan warna mata coklat, untuk menjadi aku, dan aku menggunakan warna mata hitam untuk menjadi orang lain hah...lucu sekali!" Tegas Sansan dengan wajah bodo amat nya.


" Kak Rio aku tidak berniat membohongi mu, sungguh saat di pasar malam itu, aku hampir jujur pada kakak,tapi...!"


" Aku tahu, santai saja Nona!"


" Terimakasih kak Rio, aku melakukan ini karena di ancam istri om Kenzo, namun sekarang orang tuaku sudah di amankan oleh keluarga Pratama, jika Sansan ingin kembali tak masalah, karna ini bukan tempatku!"


" Tenang saja kau masih bisa menikmati menjadi diriku, selama aku belum menemukan dalang di balik kecelakaan itu, aku tidak akan pulang!"


" Tasya, sebelum itu aku sudah mendapat informasi tentang dalang semua itu, tapi aku harap kau tidak gegabah!"


" Sungguh sudah ditemukan, aku yakin mereka pasti adalah lawan bisnis ayah tau paman Jovan kan?"


" Bukan!"


" Lalu??"


" Ehmm, dia Juno dan Renata!"


" What????????"


" Dan Martin membantu menutupi semua bukti dan mengirim Juno dan Renata ke Negara M!"


" WTF!!!, Serius???, kau tidak bercanda??"


" Ya Martin di penjara!"


" Apa???" Sansan palsu juga terkejut.


" Kau juga tidak tahu??" tanya Tasya.


" Tidak, aku tidak tahu!, aku tidak pernah di ajak berkumpul saat semua keluarga Pratama harus berkumpul!"


" Sebaiknya kau tidak memberitahu Bundaku!"


" Ya, baik...!"


" Mereka kenapa setega itu pada ayah dan pamanku Dai??"


" kau bacalah ini, jadi ini karena kesalah pahaman antara anak angkat pamanmu dengan pamanmu, dan ayahmu juga bertanda tangan di situ!"


" Kita cari, kita ke negara M sekarang Dai!"


" Tidak sekarang, bukankah kau ingin bertemu dengan semua keluargamu lebih dulu??"

__ADS_1


" ah, tapi....!"


" Aku sudah berjanji padamu!, aku akan membantu mu masuk ke dalam keluarga mu tanpa di sadari setelah kau puas kita bisa lanjut mencari Juno dan Renata!"


" sebelum itu aku juga ingin bertemu dengan Martin lebih dulu!"


" Ya... sekarang katakan kenapa kau berada di sana dan menangis?"


" mmm, aku mengambil ini, apakah ponsel bundaku masih bisa dihidupkan?"


" Lihat, bagaimana kondisinya?"


" Ini...!" memberikan.


" Nanti aku akan mencoba memperbaikinya!"


" Di situ, mungkin ada sesuatu yang bisa membantu kita!"


" Ya, sudah jangan menangis lagi, sekarang kau bisa bertanya semua hal tentang keadaan di kediaman Pratama agar kau bisa menyesuaikan situasinya!"


" Baik, kau...Sansan Palsu, katakan padaku semua ,.apa saja yang terjadi di kediaman Pratama!"


Sansan palsu sudah menceritakan semuanya dan siapa saja yang berada di kediaman itu dengan detail.


" Oke terimakasih,...katakan padaku siapa yang memukulmu?" Tasya tiba - tiba melontarkan pertanyaan yang mengejutkan untuk Sansan palsu.


" aku baru ingin bertanya juga!" Sahut Dai.


" Hmmmz , selama ini aku mendapat pembulian di sekolah, aku tidak pandai dalam pelajaran, semuanya tertinggal, mereka membuliku, mereka mengatakan jika aku hanya orang kaya yang memaksakan diri!"


" Dan kau diam saja??"


" Ya, aku takut...aku takut sekali karena mereka juga mengancamku!"


Tasya menarik baju Sansan palsu sampai terangkat.


" Tasya tenanglah!"


" Aku tidak bisa, dia benar-benar tidak becus menjadi Sansan, dari kecil aku tidak bisa di tindas, kenapa dia dengan mudahnya di tindas begitu tanpa melapor pada om Kenzo atau om Gerry!"


" tenanglah kau akan membunuhnya!"


" hiks hiks maafkan aku Sansan...!"


Tasya segera melepaskan ,


" Memangnya kau peringkat berapa??"


" Aku peringkat terakhir dari 50 siswa!"


" OMG!!!"


" Kau ini benar-benar bodoh ....astaga kenapa ada orang yang mirip dengan wajahku tapi dia sangat bodoh!"


" Jika dia sama sepertimu maka semua orang tidak akan mencari mu lagi Sansan!"


" Ya sudah... lalu apa rencanamu Dai??"


" Sekarang kau pulanglah, sementara Sansan palsu ini di sini!"


" Ah, Dai...kenapa aku tidak menangkap maksudmu dari tadi, ini pasti aku terlalu lama bicara denganmu!" menyalahkan Sansan palsu.


" Aku??"


" Ya kau!!"


" Jangan seperti itu Tasya!"


" Baiklah, lepas bajumu cepat!"


" Sekarang??'


" Ya kapan lagi??"


" tapi Kak Rio masih di sini!"


" Rio....kau mau melihat kami??"


" Ah, tidak - tidak aku keluar!"


Dengan segera Dai/ Rio keluar.


setelah berganti pakaian,

__ADS_1


" Nona, sementara kau tinggal di sini jangan kemana-mana!" ujar Dai/Rio.


" baik kak!"


" Awas jangan kabur!" Ancam Tasya.


Sansan palsu mengangguk ketakutan.


Dai segera membawa Tasya kembali ke kediaman Pratama, Tasya sangat gembira dia sangat bahagia, akhirnya bisa kembali ke istana nya yang sangat di rindukan.


" Ingatlah jangan membuat onar ya!" Dai mengusap kepala Tasya dengan lembut, dan sangat terharu.


" Dai aku ingin cepat masuk!"


" Masuklah!"


Dengan berjalan kegirangan Tasya memasuki kediamannya untuk pertama kalinya setelah 8 tahun, semua bau rumahnya sangat melekat dihati meski sudah di renovasi oleh Kenzo namun semua tetap selera bundanya.


" Bunda, bunda, bunda....!" Tasya teriak teriak.


" Ada apa Sansan??" Sasha keluar dari kamar, Tasya langsung memeluk Sasha dengan sangat erat.


" Bunda Sansan pulang, bunda Sansan pulang, lihatlah Sansan , sekarang Sansan sangat cantik bukan??" sambil menahan air matanya.


" anakku, ada apa denganmu??"


" Aku merindukan bunda!"


" Kau baru saja keluar dengan Rio sebentar sudah serindu ini dengan bunda??, kenapa hari ini kau terlihat aktiv sekali??"


" Entahlah, Sansan sangat takut tidak bisa memeluk bunda lagi, maafkan Sansan jika slalu membuat Bunda kuwalahan!"


" Hei....anak ini ada apa sih??, apa yang terjadi kenapa kau tiba-tiba sangat cerewet??"


" Bunda , aku lapar masakan aku nasi kabuli, dan paha kambing, seperti kesukaan ayah!"


" oh, ya... baiklah!"


" Bunda di mana mbok Yem??"


" Mbok Yem di belakang seperti biasa!"


" oh...Bunda di mana ayah Chiko?"


" Ayahmu sedang ada urusan tidak tahu, 2 hari ini belum pulang!"


" Aku pulang....!"


" Eh panjang umur....baru saja Sansan menanyakanmu sayang!" ujar Sasha.


Aku merasa tidak rela jika bunda memangil om chiko Sayang, tapi mau bagaimana lagi, huft... terpaksa lah mengikuti sandiwara ini.


" Ayah, kemana saja, aku sangat rindu ... aku hari ini meminta ibu memasak nasi kabuli dan paha kambing kesukaan ayah, ayah tidak boleh meminta loe!" Sansan bergelantungan di tubuh Chiko.


Ada apa dengan anak ini?? kenapa dia bisa seperti Nona Sansan yang asli, jika dilihat dari dekat, dia tidak palsu...namun dia palsu, dari mana dia tahu jika bos Bram sangat suka nasi kabuli paha kambing?


Chiko kebingungan.


" Ada apa dengan mu hari ini anakku, apa kau ingin sesuatu??, kenapa manis sekali??"


" Tidak, aku tidak ingin apapun, aku hanya ingin Keluarga kita slalu aman dan bahagia!"


" Hahahah, dasar anak nakal!"


" Bunda akan memasak, kau mengobrollaj dengan ayahmu lebih dulu!"


" Baik bunda!"


" Sansan, kau bagaimana bisa berakting sangat mirip dengan Sansan asli??" ujar Chiko bertanya lirih.


" Ya, kata mu aku harus berakting dengan baik??" ujar Tasya dengan sorot mata yang berani.


" Ah, aku hampir tertipu dengan aktingmu!"


" Oh ya ayah... aku ingin pindah sekolah, boleh??"


" Kenapa??"


" ingin suasana yang biasa saja, sekolahkan aku di sekolah biasa saja jangan yang internasional begitu, aku tidak bisa mengikuti karna aku tidak memiliki IQ yang tinggi!, aku hampi gila karena tidak bisa menangkap pelajaran!"


" Ya sudah, jika begitu kau tentukan saja, sekolah yang kau mau setelah itu aku akan mengurus kepindahan mu!"


" Oke bagus!!"

__ADS_1


Anak ini kenapa sebenarnya?


dalam hati Chiko yang keheranan.


__ADS_2