
Sampailah mereka di perusahaan, semua memberi hormat pada Fahad, sambil bertanya -tanya .
" Kenapa anak bos jadi 2??"
" Ssssstt itu bukan wewenang Kita untuk tahu!"
" Tuan Fahad, semua sudah menunggu di ruang meeting..."
semua orang tahu jika Fahad adalah duda anak satu, namun sekarang bertambah satu lagi dan anak itu berada di gendongan Fahad, mereka sudah tahu dengan Dhiren, tapi dengan anak yang berada di gendongan Fahad mereka tidak tahu itu anak Fahad atau bukan, tapi jika bukan kenapa sampai repot membawanya ke perusahaan dan digendong sendiri oleh Fahad.
namun tidak ada yang berani menanyakan perihal itu, meeting pun dimulai, Fahad duduk sambil memangku Nora dan fokus dengan meetingnya, dan Anna duduk di samping Fahad memangku Dhiren.
Yuda di belakang mereka membawa tas perlengkapan bayi.
" Kenapa aku malah seperti art yang mengikuti tuan dan nyonyanya kemanapun pergi membawakan barang mereka, sialan!!" gumam Yuda kesal.
Fahad Fokus pada layar sambil memainkan jari-jari kecil Nora, Dhiren memang akan tenang jika mendengar suara Fahad, jadi Dhiren itu sudah ikut meeting semenjak umur 1 bulan setengah.
akhirnya meeting pun selesai, Fahad kembali ke ruangannya.
" Di sana ada kamar, bawa anak-anak pergi beristirahat, kau pasti juga lelah..."
" biar saya susui dulu Dhiren tuan, steleh itu Nora...!"
" Nora dulu saja, bawa Dhiren kemari...kau harus mengutamakan Nora meskipun kau menyusui Dhiren..."
" Baik tuan..." Setelah menukar Nora Anna segera masuk ke kamar dan menyusui putrinya selama 20 menit, setelah itu Anna keluar lagi untuk mengambil Dhiren.
" Makanlah terlebih dahulu...!" ternyata Fahad sudah menyiapkan makanan super bergizi untuknya, namun Anna tidak mungkin melepas masker di depan Fahad.
" Aku akan menjaga Nora di dalam bersama Dhiren, makanlah yang kenyang ,jika sudah selesai masuklah!"
" Baik!". Fahad pun segera masuk ke dalam kamar dia meletakkan dhiren di samping Nora, Fahad pun merebahkan tubuhnya di samping Nora, Fahad memeluk kedua bayi itu dan tertidur karena kelelahan.
Anna yang sudah selesai makan pun segera masuk ke kamar, Anna sangat terharu dengan pemandangan di hadapannya, Anna diam-diam mengambil foto mereka bertiga.
" Setidaknya ,biarkan Nora memiliki kenangan ini" gumam Anna, Anna pun perlahan mengambil Dhiren dan berbalik menyusui Dhiren.
" anak pintar, minum yang banyak dan tumbuh dengan baik ya..." ujar Anna .
Anna benar - benar tulus merawat Dhiren seperti anak kandungnya sendiri, bahkan durasi menyusui Dhiren lebih lama dari Nora, Dhiren sangat kuat menyusu.
" kenapa Dhiren tidak tidur, padahal sudah menghabiskan asiku banyak, apa masih kurang??"
Anna mengajak Dhiren berbicara, karena Dhiren sudah 4 bulan dan sudah mulai pandai mengoceh.
" ih gemas sekali, jika Nora sudah pandai mengoceh pasti juga sangat menggemaskan sepertimu..."
Fahad terbangun dan memperhatikan interaksi Anna dan Dhiren dari belakang, baru beberapa hari adanya Anna dan Nora rasanya sudah merubah segalanya, Fahad merasa lebih tenang sekarang.
" apa kau sudah selesai??" tanya Fahad, Anna segera merapikan bajunya.
" sudah tuan..."
" bawa Dhiren padaku, kau tidur siang dulu...nanti aku masih ada pekerjaan..."
__ADS_1
" Baik,..." Fahad pun mengambil Dhiren dan membawanya keluar kamar ke meja kerja , agar Anna bisa leluasa beristirahat.
" hei boy, kau bahagia??, dia sangat baik padamu, kau sangat beruntung!" ujar Fahad pada Dhiren.
Dhiren terkekeh sangat menggemaskan, Fahad menciumi Dhiren dengan gemas.
" Aih, apa semua bayi sangat menggemaskan??" gumam Fahad.
" Had, kau tampak semakin ceria, apa yang membuatmu begitu lebih bersemangat??"
"Dhiren..."
" Kau tidak membenci ibu susu Dhiren, dan kau juga memperlakukan anaknya dengan baik, sepertinya kau memang tidak jahat!"
" memang aku bukan penjahat!!"
" tapi ini berbeda loe...ada ala sebenarnya??"
" apa??, kau sebaiknya fokus pada pekerjaan jangan terlalu suka bergosip!"
"yayayaya, ..."
Pasti ada sesuatu diantara mereka, membuatku tidak tenang saja...
dalam hati Yuda .
Satu bulan pun berlalu, hampir setiap hari Dhiren dan Nora di bawa ke perusahaan.
"aku rasa begini terus tidak baik untuk anak-anak, kasihan.." ujar Fahad.
" lalu harus bagaimana tuan, saya juga baru menjadi ibu tidak tahu banyak..."
" ada bibi saya tuan..."
" tidak bibimu sudah tua, biarkan bibimu dan nenek Anggita menikmati masa tuanya!"
" Saya tidak apa-apa tuan berangkat saja , jika ada apa-apa saya akan telpon tuan!"
" kau pakai ponsel ini, ini ponsel lamaku, dulu di pakai Anggita karena dia sudah membeli baru dia mengembalikan padaku ...pakai dulu ini di sana ada nomerku, ..."
" Baik tuan..."
" Aku pergi dulu..." Sebelum pergi Fahad mengecup Nora dan Dhiren bergantian.
Anna segera menyalakan ponsel Fahad, itu adalah ponsel lama Fahad, dan Anna baru ingat jika ponsel yang di pakai Fahad adalah pemberiannya dulu, dan ini ponsel lamanya diberikan padanya sekarang.
" Jadi dia menghargai pemberianku selama ini?" di ponsel itu terpampang foto Nora dan Dhiren yang bersanding seperti anak kembar.
Anna tersenyum bahagia, ...
" begini saja sudah cukup kan Nora, kita tidak boleh serakah ya nak!"
Anna merasa sangat cukup dengan apa yang diberikan Fahad untuknya dia juga tidak berharap besar, itu sudah cukup membahagiakannya .
...----------------...
__ADS_1
Kediaman Utara
" Sepi sekali ya sayang??, kita hanya berdua..." ujar Savina pada Incess.
" Iya mom, masih untung ada mommy kalau malam ..."
" aku pulang...."
" eh.... Putra pulang, baru kita mengeluh kesepian..."
" abangggggggg...."
Incess segera berlari memeluk suaminya.
" akhirnya abang pulang .."
" ehnmm yang suaminya pulang ya, dah nikmati kangen-kangennya, mommy mau istirahat!"
Savina pun segera masuk memberikan waktu pada sepasang suami istri itu untuk mengobati rindu.
" Maaf ya, abang tidak bisa membawamu..."
" tidak apa-apa..yang penting abang pulang dengan selamat ..."
" ya, abang mandi dulu ya sayang, bisa minta tolong siapkan baju"
" bisa abang..." Putra pun segera mandi dan Incess segera menyiapkan baju untuk suaminya.
setelah selesai mandi Putra segera berganti baju dan memeluk istrinya untuk menghilangkan lelahnya.
" abang sangat lelah, Abang mau makan??"
" tidak, biarkan abang memelukmu saja..."
" baiklah..."
" Apa rumah singgahnya aman??"
" Aamaaaaaannn, mereka sangat senang !"
" apa kau juga senang??"
" sangat senang"
", Bagus aku juga sangat senang mendengarnya, bagaimana kabar saudaraku??"
" semua baik-baik saja saat ini, Dhiren sudah mendapatkan ibu susunya, dia tumbuh dengan baik..."
" aku merasa bersalah karena meninggalkan misi setengah jalan, apa ini semua salahku??"
" sudah abang, pasti lelah semua sudah terjadi abang, ayo tidur... aku tiba-tiba mengantuk..."
Incess tidak mau suaminya terus menyalahakan dirinya.
,"ehnmm..." Putra mengeratkan pelukannya pada sang istri.
__ADS_1
Karna aku sudah kembali, maka tunggulah pembalasan lebih kejam dariku, beraninya kalian melukai saudaraku.
dalam hati Putra .