GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
431. Tidak Mau Rugi


__ADS_3

" Tunggu anakku selesai jualan dulu ya kak...kasihan sudah keluar modal biar untung dulu..."ujar Chiko


" jika dia bukan keponakanku aku sudah menghabisinya, beraninya mengambil keuntungan dari putraku...!"


" ehehe tapi dia kan ponakanmu kak!"


" ya, jadi mau tidak mau aku harus memakluminya!"


Chiko segera menelpon Sansan...


" halo ayah ada apa?, aku sedang sibuk!"


" Ayah tahu nak, jika sudah selesai tolong atasi semuanya dengan baik, akses kita jadi terganggu lo nak...!"


" iya ayah tenang saja aku akan segera mengatasinya setelah daganganku balik modal...."


" nak aku rasa kau sudah melebihi balik modal..."


" hehehe Ayah, selagi masih ada untung jangan terburu-buru...jika melakukan bisnis itu kita tidak boleh nanggung - nanggung..."


" Hohoho baik nak, tapi kau tahu Suhail ini bukan orang yang ramah perihal hal seperti ini kan nak...??" ujar Chiko mengingatkan putri kesayangannya.


"tidak masalah, Sansan akan berbicara 4 mata dengan Abang setelah ini selesai..."


" hohoho...baik baik ..."


panggilan pun berakhir....


" Kau tidak akan bisa menghentikan anakmu Chiko dia sama keras kepalanya dengan istrimu .."


" itu memang benar kak...jadi kita harus bagaimana??"


" bagaimana??, anakmu akan menanganinya jadi sebaiknya kita kembali ke rumah masing-masing dan istirahat!"


" oh ya baiklah...."


mereka segera kembali ke kediaman masing-masing.


" Suamiku, apa sudah selesai??" tanya Inces pada Putra


" masih menunggu seseorang menyelesaikan bisnisnya..."


" oh begitu ... ternyata adik ipar sangat luar biasa heheeheh..."


" Dia akan kehilangan hari damai mulai dari sekarang..."


" kasihan sekali abang Suhail...Sansan malah membuatnya semakin meledak!" sambung Fahad


Tak lama Sansan pun masuk ke kediaman Pratama bersama dengan Dai dan Noah membawa beberapa koper besar masuk ke kediaman tengah.


" ah...melelahkan sekali ya bekerja!" ujar Sansan ngos-ngosan.


semua saudara - saudaranya memandangi ke arah Sansan yang berlumuran keringat.


" hahahahahhah " Anna tak kuasa menahan tawanya.


" eh halo semua.. " Sansan menyapa semua saudaranya dengan sangat ramah.


senyumannya sangat merekah.


" kau kaya dalam sehari apa abang suhail juga mendapatkan royalti??" tanya Julius.


" ah, itu abang tidak begitu perhitungan dong denganku, tapi ya nanti aku akan membantu mengurus beberapa hal dalam pernikahannya!'


" berapa uang yang kau dapatkan San??"


tanya Fahad penasaran.


" Hanya 3 Digit saja.hahahahahah"

__ADS_1


" hanya????" Julia sangat gemas dengan Sansan.


" iya Jul..."


tiba - tiba Dhiren yang sudah bisa berjalan dan sedikit berbicara berlari ke arah koper Sansan


" ukaa... ukaaa...ukaaa .." pinta Dhiren.


" eh kau anak kecil ini bukan mainan sayang,sini ..." Sansan menggendong Dhiren dan menciumnya.


" kau mau uang ya???" goda Sansan.


" aauuu...auuuu..."


" hah...??? kau sudah tahu uang???" Sansan terkejut.


semua tertawa...


" nah minta pada tantemu itu uang Dhiren..."


ujar Julius.


" aku belikan mainan saja, ya untuk kau Nora dan Callister!, kalian belum butuh uang..."


" makasih Tante, yang mahal ya...!" Sahut Fahad.


" hih serah aku lah ...."


" San kau bagaimana mengatasi masalah abang Suhail??"


tanya Fahad.


" Gampang, Dhiren kau minta mamamu bersiap - siap dulu setelah ini kita pergi ke toko mainan!" menurunkan Dhiren, Dhiren segera berlari ke arah Anna.


Sansan segera duduk di samping Julia, dan menyandarkan kepalanya.


Sansan segera mengotak atik handphonenya.


" sudah selesai, aku istirahat sebentar ya...baru mau ajak anak-anak keluar!"


" hah?? apa yang kau lakukan??"


"Cek saja di sosial media..."


mereka segera mengecek hp masing-masing karena penasaran.


ternyata Sansan menampilkan sesosok wanita hebat yang akan menjadi pendamping Suhail.


dalam hitungan menit berita itu langsung trending, ...


" astaga kau melebih-lebihkan figure kakak ipar!"


" hahaha biar mereka tahu saingan mereka sangat berat dan menyerah, tapi kan memang kak Fathia hebat !"


" bagaimana jika ada yang mencari latar belakang kak Fathia..."


" latar belakang dia kan dari keluarga baik-baik, apa yang ditakuti??"


" benar juga sih ... orang hanya akan melihat hasilnya bukan prosesnya!"


" Ya...benar...coba kau lihat itu di luar apa masih rame Dai tolong...!" pinta Sansan.


Dai segera melihat ke luar, seketika di depan gerbang bersih tak tersisa.


" sudah bersih. kok aman!"


" Nah kan ....tenang saja, aku slalu memikirkan sebab akibatnya sebelum melakukan sesuatu!"


" heheheeh...ya itu cukup baguslah..."

__ADS_1


" ontyy otyyy..." Dhiren berlari memeluk Sansan.


" oh pangeran bertopeng sudah siap , putri tidur bagaimana??" tanya Sansan ya karena Nora adalah anak yang suka ketiduran dalam kondisi apapun, saat bermain saat makan saat BAB,semua jika dia mengantuk dia akan tertidur bagaimana kondisi dan situasinya.


" sudah onty..." Jawab Anna yang menggendong Nora.


" oke kalian ikuti om Dai dan Noah dulu ke mobil ,onty mau ambil Callister dulu ya...!" Sansan segera ke kediaman Selatan untuk mengambil Callister.


mereka pun segera pergi ke pusat toko mainan anak.


Sansan tidak lupa dengan ke 7 anaknya dan juga 2 adik Tiara yang sekarang menjadi adiknya.


" nyonya Fahad, kau ambi apapun yang di sukai anak-anakmu aku akan memilih beberapa untuk anak dan adikku juga!"


" oke nyonya Kenzo, aku tidak akan sungkan ya..."


mereka sibuk memilih mainan untuk anak - anak mereka.


setelah di total,hasil perjuangan Sansan hari ini habis seketika.


" oh tidak bagaimana ini nyonya Ken??, apa aku bayar sendiri saja?'


" tidak tenang saja, aku sudah bilang akan bayar maka akan aku bayar..." Sansan segera membayarnya dengan kartunya.


setelah itu mereka kembali ke rumah.


Sansan langsung pamit pulang, tapi sebelum pulang Sansan mendatangi perusahaan suaminya.


Di ruangan Kenzo.


" sayang..."


" loh sudah selesai jualan??"


" sudah huaaaaaaa..." Sansan langsung merengek di pelukan suaminya.


" kenapa apa Suhail, memarahimu??"


"tidak uang ku habisssssss huaaaaaaaa...."


" lah kok bisa??"


" aku mendapatkan untung bersih 3 digit, seketika uangnya habis...!"


" kamu buat apa memang??"


" hils hiks belikan maina anak-anak, adik dan keponakan hua....siapa tahu Dhiren dan Nora membeli mainan yang harganya fantastis huaaaa pasti Fahad yang mengajari anak-anaknya menguras isi dompet ku huaaaa"


Dai dan Noah yang berada di luar pintu menahan tawa.


" makanya kalau belum ikhlas berbagi jangan berbagi, ikhlas tidak??"


" ikhlas, tapi aku ?? nggak kebagian jajan huhuhu..."


" sudah aku ganti ya, jangan menangis lagi, ..." Kenzo segera memberikan uang ganti 2x lipat pada istrinya.


" sudah masuk sayang jangan menangis lagi, kita cari uang sekarang bukan untuk kita sendiri kita punya banyak anak loe..."


" ah, terimakasih suamiku, muaaach, malam ini aku akan bersiap menyenangkanmu oke, jangan pulang terlambat, aku pulang dulu muach muach...!"


Sansa segera berdiri dan kembali ceria,


" Aku pulang dulu sayang..."


" Hati-hati..." Ya begitulah istrinya, Kenzo sangat hapal, dia ingin berbuat baik tapi tidak mau rugi.


Dia masih umur belasan tahun tapi sudah begitu cerdik, tidak tahu namti semakin dia tumbuh dewasa, satu dunia bisa ditaklukkannya...


dalam hati Kenzo

__ADS_1


__ADS_2