GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
147. Memaksa


__ADS_3

" Martin, masa tahananmu masih 6 bulan lagi...!"


" Tolong bantu aku untuk cepat keluar dari sini!"


" Tentu saja bisa, paling akan dikurangi 4 bulan, jadi kau harus tetap menjalani masa tahanan 2 bulan lagi baru keluar!"


" Tak apa, aku tidak bisa menunggu terlalu lama!"


" ya aku tahu....semua sesuai hukum yang ada keluarga Pratama tidak memberatkanmu


sama sekali..Ya bagaimana pun kau tidak tahu , dan tidak ada bukti keterlibatanmu!, kesalahanmu hanya menyembunyikan kejahatan!"


" Jika mereka mau meski tak ada bukti mereka bisa menjatuhiku hukuman mati dengan mudah!"


" Mereka sungguh besar hati, jika itu aku maka semua yang berhubungan dengan pelaku akan ku hukum seberat-beratnya!"


" Ya...itu benar!"


" Tapi mereka tidak akan menerimamu lagi itu sudah pasti!"


" Hemmm aku tahu itu!"


" Kalau begitu, aku akan membantumu mencarikan tempat tinggal!"


" Tidak perlu aku masih ada satu tempat tinggal, tenang saja!"


" Oke...jika butuh sesuatu katakan padaku, aku akan membantumu!"


" Tentu saja , bagaimana pun hanya kau yang bisa membantuku!"


" Hehehe...oh ya sepertinya adikmu Renata sudah mulai lelah !"


" Jangan biarkan dia mengungkapkan identitas aslinya, biar semua aku yang tanggung...!"


" Kau masih saja melindungi Juno, dia saja mengira kau menghianatinya...!"


" Bagaimana pun mereka adalah saudara ku,!"


" Ya sudahlah terserah padamu!, aku pergi dulu untuk mengurus semuanya, sepertinya kau sudah mempersiapkan semuanya, kau cukup siap dengan segala resikonya, jadi aku tidak perlu khawatir...!"


" Ya, aku tahu akan datang hari ini makanya aku menyiapkan semuanya!"


" oke jaga dirimu bye!"


Tunggu aku Cindy....tunggu...


dalama hati Martin.


" Jadi kau yang bernama Martin, ...?"


" Kau....??"


" Apa kita saling kenal?"


" Bukankah kau dekat dengan Cindy??"


" Ya dekat, sepertinya kau akan bebas 2 bulan lagi ya??"


" Apa urusannya denganmu?"


" Tidak ada, aku hanya ingin tahu saja seperti apa masalalu Cindy!"


" Siapa masalalu, aku bukan masalalunya, kita sudah berjanji tidak saling meninggalkan, jadi jangan berharap kau ingin masuk ke dalam hati Cindy!"


" tentu saja tidak, aku tidak akan mengusik urusan pribadi di antara kalian, aku hanya akan menjaganya agar tidak terluka lagi !" ujar Fannan tersenyum.


" Jika aku sudah keluar kau tidak perlu menjaganya lagi!"


" sayang sekali aku sudah berjanji pada adiknya!"


" Bukankah kau tidak akan mengurusi urusan kami?"


" Oh ya tentu, tapi aku juga tidak akan membiarkan seseorang membuatnya tidak nyaman!"


" kita lihat saja nanti!" Martin segera kembali ke Selnya dengan kesal.


Wah, cukup tangguh juga Martin ini, pantas saja Cindy tidak bisa lepas dari bayangannya.

__ADS_1


dalam hati Fannan.


Fannan pun segera pergi meninggalkan Rutan itu .


...----------------...


Paviliun Selatan


" Ini kah orang yang kau maksud Nona ?"


" Benar itu Dai, .... bagaimana kau tahu selir ke 7?"


" Tahulah... baiklah orang ku akan mencarinya dan memberitahu jika kau ada di negara F, apakah ada pesan yang ingin kau sampaikan?"


" Tidak ada beritahu saja jika aku ada di istana!"


" Baiklah!"


" Oh ya, jika kau ingin meminta bantuan bisa lewat dia dulu dia akan membantumu, aku masih belum bisa membantumu jika masih di dalam istana!"


" Oh sungguh?, baiklah aku akan meminta tolong padanya! mengenai urusanku!"


" Selir ke 7 ,siapa namamu?"


" Belinda... panggil aku Belinda!"


" tapi kau lebih tua dariku...!"


" Ya sudah panggil aku kakak ...maukan??"


" Kedengarannya tidak buruk, kakak terimakasih atas bantuannya!"


" Tentu saja, kau hanya perlu menikmati hari - harimu saja dengan indah, sampai Dai membawamu pergi dari sini...!"


" Iya kakak...aku akan menikmatinya!"


" kalau begitu aku pergi dulu, selamat beristirahat!" Selir ketuju pun segera kembali ke paviliunnya.


Tasya melihat ke arah Jendela, dia merasa sangat bosan berada di dalam Istana.


" Kau harus membiasakannya,... karena hidup matimu sudah ditakdirkan di sini!"


" Yang Mulia, apa kau ingin seperti raja Firaun tenggelam ditengah laut??, kau memang penguasa dalam negeri ini tapi kau itu bukan Tuhan!!"


" Tentu saja aku bukan Tuhan, tapi seorang raja slalu mendapatkan apa yang diinginkan!"


" Hahahah...Yang Mulia...!"


" Ya??"


" Bukankah dulu kau pernah bertanya padaku?"


" Tentang apa??"


" Yang Mulia sangat kagum padaku karena slalu bisa melakukan apa yang ingin aku lakukan, sampai Yang Mulia bertanya sebenarnya apa yang tidak bisa aku lakukan??"


" Benar lalu??"


" Yang tidak bisa aku lakukan adalah, aku tidak bisa mencintaimu Yang Mulia, aku tidak bisa hidup bersamamu!"


" apa??, Tasya kau jangan menguji kesabaranku!!, apa yang ingin kau miliki aku bisa berikan apa pun itu, aku akan lakukan, bisakah kau mempertimbangkan ku??"


Tasya hanya menggeleng kepalanya.


" Kenapa??, kenapa??, dia tidak lebih hebat dariku bukan??, apa yang dia memiliki aku juga memilikinya!, kekuasaan?, pengikut?, harta? apapun itu akan ku berikan padamu!"


" aku hanya ingin kebebasanku Yang Mulia!"


" Jangan menguji batas sabarku Tasya...aku sangat mencintaimu,aku ingin hidup bersamamu, jika kau ingin aku tidak menjadi raja maka aku tidak akan menjadi Raja untukmu!"


" Aku tidak mau Yang Mulia tolong lepaskan aku!"


" Tidak akan, aku akan menentukan hari pernikahan kita dengan segera, jangan harap kau bisa lepas dariku!"


" Yang Mulia...kau melanggar hukum aku masih di bawah umur...!"


" Oh ya??, tapi di negaraku tidak...tenang saja ...jika pun melanggar aku akan membuatnya Legal!"

__ADS_1


" Terserah Raja saja... jika Raja tidak bisa lunak maka tidak ada cara lain lagi, cepat keluar dari kamarku!" Tasya sudah kesal setengah mati.


" Lihat saja nanti kau akan jadi milikku!" Alfred pun segera keluar dari kamar Tasya dengan sangat kesal juga.


**Anak itu tidakkah bisa melihat masa depan cerah, bagaimana bisa aku dibandingkan dengan pria yang sudah mencelakaimu!


dalam hati Alfred.


...----------------...


3 hari kemudian**


" apa anda Dai, dari Aogiri...?"


" Siapa kau?"


" Kami orang dari negara F...!"


" Oh apa kau orangnya Raja??"


" Bukan saya orang dari Selir ke 7...!"


" selir ketuju??, ada apa ? apa yang diinginkan selir ke 7??"


" Selir Ke 7 meminta bantuan atas saran nona Tasya, jika anda bisa membantu membereskan orang ini, maka Selir ke 7 akan membantu Tasya keluar dari istana!"


" Apa itu bisa di percaya??"


" Tentu saja bisa, jika tidak sepakat juga tidak apa-apa...tapi Raja sudah menentukan hari pernikahannya dengan Tasya, jika Tasya sudah menikah maka tidak akan bisa keluar dari Istana selama-lamanya!"


" Hmmm...baik...apa yang ingin dilakukan dengan orang ini??"


" membuatnya hidup segan mati pun tak mau!"


"Baiklah...!"


" Pernikahan akan di adakan 2 bulan lagi, masih ada sedikit waktu,jika kau sudah membereskan orang ini, maka kami bisa membebaskan nonamu!"


" Sepakat!!"


Mereka pun setuju....


" Apakah ada pesan untuk nonamu?"


" Katakan, ibunya akan menikah dengan Chiko bulan depan, jaga diri baik-baik!"


" Hanya itu?"


" Ya, ...!"


" Oke jika tidak ada lagi maka aku akan pergi!"


Haaaa....anak itu benar-benar ada ditangan Alfred, baiklah untuk sementara aman di sana, aku harus mengurus urusan keluarga Fang baru membereskan orang ini, pertama aku harus mengabari Panglima dulu jika Tasya baik -baik saja, untuk Tuan Kenzo sebaiknya aku tidak bilang dulu, dari pada kacau.


dalam hati Dai


" Halo Dai, apa ada perkembangan?"


" Panglima, saya hanya ingin mengabari, jika saya sudah menemukan Tasya... ternyata semua ini berhubungan dengan keluarga Fang, namun Tasya sudah aman karena Ditolong oleh Raja dari negara F, untuk sementara Tasya sangat aman!"


" Syukurlah...aku akan mengabari pamannya untuk hal ini!"


" Aku juga sudah menyampaikan pada orang utusan dari istana mengenai pernikahan anda!"


" Oh ya bagus, jika begini aku lega... terimakasih Dai!"


" Ya Panglima, semoga pernikahan anda lancar!"


" Aamiin terimakasih...!"


tututut... panggilan pun berakhir,


Syukurlah anak itu memang luar biasa, semoga Tuhan selalu menjagamu di sana Sansan.


dalam hati Chiko merasa lega karena Sansan masih baik - baik saja


Chiko pun segera memberitahu kabar itu pada Jonathan dan Vevey, mereka pun lega dengan kabar itu.

__ADS_1


__ADS_2