GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
61. Jadian


__ADS_3

Cindy yang mendengar suara tangis Martin pun segera menghampiri Martin.


" Abang!!, abang kenapa??" Cindy sangat khawatir.


" Cindy??" Martin terlihat sangat menyedihkan.


Cindy segera memeluk abangnya itu.


" Cindy tidak butuh, abang menceritakan apa yang terjadi, namun jika abang sangat menderita tolong, biarkan Cindy menemani abang!" Mata Cindy berkaca - kaca yang ikut merasakan kesedihan abangnya.


Rasanya aku tidak pantas berada di sini Cindy!


aku sudah mengetahui kejahatan yang pernah di lakukan ayahku pada keluargamu, dan kalian masih berbaik hati menampung kami anak - anak dari orang yang telah jahat pada keluargamu, dan balasan kami pada kalian adalah hal yang tidak akan pernah bisa di maafkan, dan terlebih lagi, aku sudah jatuh hati padamu Cindy.


dalam hati Martin.


Martin memeluk erat Cindy, sangat erat.


" Aku, tidak pantas berada di keluargamu Cindy!" ujar Martin lirih.


" Abang, kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku!"


" apa kau mencintaiku Cindy??"


" Hik hiks,,, ya Cindy sangat mencintai abang!, maka jangan pernah meninggalkan Cindy!"


Dag dig dug dag dig dug...


Martin sangat terkejut dengan jawaban Cindy,


" Cindy, apa kau mencintaiku sebagai seorang Pria?"


" apa lagi?, memang abang priakan? , setelah papah tiada abang slalu ada untuk kami, abang bisa menjadi siapapun untuk Cindy, dan Cindy sudah sangat bergantung pada abang, Cindy slalu merasa kesal saat abang didekati oleh wanita lain!, dan dan dan, ....!"


" Ehmmm??"


Martin langsung menyambar bibir Cindy yang masih berbicara itu.


" aku tidak tahu, aku ini sangat egois atau jahat, tapi aku juga tidak ingin berpisah denganmu, namun aku juga sangat takut kau akan sangat membenciku suatu hari nanti!"


" Abang, sebenarnya apa yang terjadi, aku sangat khawatir, aku tidak pernah melihatmu seperti ini!"


" Cindy, untuk saat ini aku tidak bisa memberitahumu!"


" Baiklah, tapi jangan begini lagi, Cindy sangat takut!"


"Maaf, sudah membuatmu takut, maaf...!"


" iya, abang apa kau benar-benar mencintaiku??"


" Ya, aku sangat mencintaimu, apa selama ini kau tidak melihatnya??"


" Maaf karena selama ini, aku tidak menyadarinya, aku sendiri juga tidak mengerti perasaanku, tapi sekarang Cindy mengerti, Cindy sangat takut kehilangan abang, Cindy juga merasa sakitnya jika abang terluka!"


" aku berjanji akan slalu menjagamu, meski suatu hari nanti kau membenciku!"


" Abang, dari dulu slalu mengatakan hal seperti itu, bicaralah yang baik abang!"


" Baiklah, aku berharap kau tidak akan pernah membenciku!"


" iya, abang...apa kau merasa lebih baik??"


" Sedikit!"


" Aku akan menemanimu tidur sampai kau benar-benar membaik!"


" Hey, apa maksudmu?, itu terlalu cepat!"


" Duengggg!!" Cindy memukul kepala Martin.


" Abang, kau mesum sekali!!!, aku tidak jadi menemani!" Cindy berdiri dan beranjak pergi, namun

__ADS_1


Martin segera menariknya ke dalam pelukan.


" Hehe, aku hanya bercanda, melihatmu marah itu membuat ku menjadi lebih baik, ayo temani aku tidur, jika terjadi sesuatu aku akan bertanggung jawab!"


" apa kepalamu masih kurang dipukul??" Ujar Cindy yang sudah menyiapkan tanganya untuk memukul.


" Ampun, nona...jadi malam ini apa kita resmi menjadi sepasang kekasih?"


" Ehmmm...!" Wajah Cindy terlihat memerah .


Maafkan aku Cindy, jika aku tahu lebih awal tentang semua, aku juga tidak akan membantu Juno, maafkan akan kebodohanku.


dalam hati Martin yang sangat merasa bersalah dan khawatir.


" Ayo, tidur...!" Martin membawa Cindy berjalan dalam pelukannya.


Jantung mereka berdebat sangat kencang,


" Jadian macam apa seperti ini!" gumam Cindy memecahkan kecanggungannya.


" Cindy, maaf...aku bisa mengulanginya beberapa kali sampai kau puas!, untuk saat ini pikiran abang sangat kacau!"


" Apa kau kira ini siaran tv?, ada siaran ulangnya!"


" Wanita ku yang galak, jangan memasang wajah seperti itu, karena kita sepasang kekasih sekarang, takutnya aku kelewatan nanti!"


Cindy menjatuhkan Martin ke ranjang, lalu menyelimutinya


" Tidurlah abang, besok kita bekerja lagi!"


Martin menariknya ke dalam pelukan, dan menjadikan Cindy seperti gulingnya.


Cindy, tidak marah karena dia sangat menyayangi Martin, dan percaya pada Martin yang tidak akan berbuat macam-macam padanya.


Pukuk 5 pagi...


Vevey dan suaminya sudah tiba di Kediaman Pratama.


" Huh, aku sangat rindu pada anak - anak, aku akan melihat Cindy dulu!"


" Loh??, kenapa tidak ada orang?"


" Mungkin Cindy, tidur bersama Aina sayang!"


" Ah, benar ...aku akan melihat perjakaku jugalah, anak itu kenapa tidak pernah menelpon mamanya lagi sekarang!" Vevey membuka pintu kamar Martin dan jengjreng.....


" Oh Ya Tuhan.....!" Vevey berteriak sangat keras, dan berjalan menghampiri kedua anaknya yang tidur satu ranjang dan satu selimut itu, Vevey segera menarik selimut yang mereka pakai.


" Ah, mereka masih pakai baju utuh!" Jantung Vevey sudah hampir di buat copot oleh ulah anakanya.


" Haduh, mereka ini sudah bukan anak - anak lagi, kenapa tidur bersama!" Ujar Hiro


" Cindy, Martin bangun!" Vevey membangunkan kedua anaknya itu.


Cindy dan Martin segera bangun,


" mama ,papa, kalian sudah kembali sambil mengusap kedua matanya!" ujar Cindy santai.


Martin hanya mengusap mata dan memegangi kepalanya yang sakit,karna terkuras dalam berpikir.


" Ah, kepalaku sakit sekali, mama papa, selamat datang!"


" Cindy, kenapa kau tidur di sini?" tanya Vevey lembut .


" Oh, Cindy menemani abang mama!"


" Ya sudah kalian cepat mandi , setelah itu temui mama dan papa di ruang tamu!"


" Oh, ya baik...!"


Cindy segera kembali ke kamarnya, Martin pun segera masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Vevey dan Hiro menunggu di ruang tamu,


" ini jika begini terus tidak akan baik untuk mereka berdua!" ujar Vevey.


" Cindy , sudah sangat bergantung pada Martin, begitu juga sebaliknya, mereka tidak akan pernah bisa dipisahkan, dan mereka juga tidak ada hubungan darah sayang, kau harus bertanya pelan - pelan pada anak - anak, sebenarnya kedekatan mereka itu di tahap mana?, mereka mungkin tidak memahami perasaan mereka satu sama lain!"


" Uh, baru datang kepalaku sudah sangat pusing!" memegangi pelipisnya.


" Jika mereka benar-benar ada rasa satu sama lain, bagaimana pendapatmu?"


" Bagaimana??, aku juga sulit membayangkannya, Aku melihatnya tumbuh di depan mataku anak itu, dan tidak ada bedanya dia dengan anak - anakku yang lain, dia juga anakku Sayang!"


" Ya pasti sangat sulit, apalagi mereka tumbuh bersama, tapi kita juga tidak bisa menghalangi kebahagiaan mereka!"


" Ya, aku juga tidak pernah melihat Martin dekat dengan wanita lain meskipun banyak sekali yang mengejarnya!"


" Matanya sudah tertutup oleh Cindy, siapa yang tidak menyukai, anak kita yang luar biasa ini, meskipun galak, tapi dia sangat penyayang, cantiknya saja tidak kalah dari mamahnya!"


" Sayang, bisakah tidak becanda di saat seperti ini!" tegas Vevey.


" Aih, baik nyonya Hiro...!" Hiro mengambil koran di meja dan membacanya.


Tak lama Cindy dan Martin pun datang,


" Aduh kalian kompak sekali!" Ujar Hiro melihat kedatangan Martin dan Cindy yang datang bersama.


" Duduklah kalian anak - anakku!" Ujar Vevey tersenyum.


" Maa...!"


" Apa Cindy, apakah ada yang ingin Putriku sampaikan?"


" Ehmmm, ...!" Cindy melihat ke arah Martin.


" Kalian berdua ini ada apa?, bisa jelaskan pada mama tidak?"


" Ma, maafkan Martin...karna sebenarnya Martin sangat mencintai Cindy!"


Vevey hanya menghela nafas panjang...


" Ma, Cindy juga maaf jika ini membuat malu keluarga!" ujar Cindy menunduk.


" Haaaaaaaaaah...malu keluarga??"


" Iya ma...!"


" Mama juga sudah mengira sejak lama, jika kalian ini pasti akan jatuh cinta!"


" Mamah sudah tahu??" tanya Cindy.


" Kalian setiap hari menempel seperti perangko setiap harinya,begitu !"


" Jadi, apa kami direstui ma?, pa....??"


"Melihat putri mama bahagia, dan putra mama bahagia, mama bisa apa?" ujar Vevey tak berdaya.


" Jadi???"


" Jadi, ya kalian harus tahu batasannya, karna sudah melihat satu sama lain sebagai lawan jenis bukan saudara lagi, mama sangat terkejut kalian tidur satu ranjang, nak tolong tetap dengan etika kita, pikirkan lebih matang hubugan kalian ini mau di bawa kemana, Cindy dan Martin sudah sama - sama dewasa bukan?"


" Kejadian hari ini tidak akan terulang lagi ma, kami akan menjaga batasannya!"


" Mama percaya pada kalian, kalian bisa bicarakan pada mama lagi nanti jika sudah memutuskan semua dengan matang, jika ada masalah apapun , pikirkanlah jalan terbaiknya jangan mementingkan ego masing-masing!, melihat selama ini Martin sangat menjaga anak - anak mama, mama jadi tidak khawatir!"


" Terimakasih atas kepercayaan mama!"


" Hmmm, kalau begitu mama dan papa istirahat dulu!"


" Ya , ma, pah... selamat istirahat!"


Vevey dan Hiro pun segera masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Martin dan Cindy saling memandang, dan tersenyum bahagia, Martin merentangkan tangannya, Cindy segera melompat ke dalam pelukan Martin.


Jangan lupa Likenya kakak ...


__ADS_2